
Setelah menguhubungi ibunya, Callista memutuskan untuk pergi ke salah satu mall. Dia ingin bersantai dari semua masalah yang menimpanya. Dia sendiri belum tahu bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Daniel.
Callista berjalan keluar apartement, tiba-tiba ia merasa ada seseorang yang mengikutinya.
"Astagaa, kau buat ku kaget saja" Seru Callista yang melihat Daniel mengikutinya dari belakang.
"Aku baru saja membeli apartement di sini. Jadi aku bisa melihat mu setiap hari" Jawab Daniel santai.
"Untuk apa kau membeli apartement di sini?" Callista dengan nada kesal.
"Untuk bisa menjaga mu" Balas Daniel.
"Apa kau ini sudah tidak waras? aku sudah bilang pergi dari hadapan ku" Seru Callista.
"Sayang, kamu tahu kan aku tidak ada hubungan apapun dengan Debora. Maafkan aku karena menyembunyikan ini" Ucap Daniel.
Callista menghela nafasnya
"Kenapa pria ini selalu saja memaksa" Gumam Callista dalam hati.
"Daniel, aku tidak menyalahkan mu. Malah sekarang aku yang tidak enak jika bertemu kedua orang tua mu. Sekarang aku minta lebih baik kita berfikir. Mungkin kamu bisa mendapatkan gadis yang terbaik untuk mu" Tutur Callista
Daniel yang emosi mendengar ucapan Callista. Daniel menarik tangan Callista, lalu mencium bibir Callista dengan paksa. Callista mendorong sekuat tenaga, meskipun Calista bisa bela diri. Tapi harus di akui kekuatan Calista tidak sebanding dengan Daniel. Daniel mengunci tangan Callista yang berusaha mendorongnya. Setelah puas, Daniel melepaskan ciumannya.
__ADS_1
"Kau itu kenapa keras kepala sekali. Sudah ku katakan aku tidak ada hubungan dengan Debora. Jika aku ada hubungan dengan Debora, aku tidak akan menghampiri mu" Ujar Daniel dengan emosi.
"Daniel, berhentilah. Aku merasa kau lebih baik mencari gadis lain. Berhentilah mencari ku. Aku tidak ingin kita melanjutkan hubungan ini" Seru Callista sambil berjalan meninggalkan Daniel.
"Callista, jika bukan aku yang memiliki mu. Jangan harap kau bisa di miliki orang lain." Ujar Daniel sambil melangkah mendekat Callista.
"Daniel aku sudah memiliki kekasih. Sekarang kau bisa pergi. Aku sudah membuka hati ku untuk pria lain"
Callista berjalan meninggalkan Daniel. Sedangkan Daniel yang mendengar ucapan Callista hatinya merasakan panas.
"Beraninya kau membuka hati mu untuk pria lain" Gumam Daniel dalam hati.
****
Alin mengambil handphonenya di atas nakas. Ia ingin mengubungi Alice, setelah ia mendapatkan nomor Alice. Ia memutuskan untuk menghubungi Alice terlebih dahulu.
"Hallo" Ucap Alin
"Ya, dengan siapa ini?" Tanya Alice ramah
"Alice, ini aku Alin"
Alice terdiam saat mendengar yang menghubunginya adalah Alin, istri dari mantan kekasihnya dulu.
__ADS_1
"Alice, apa kabar?"
"Aku baik Alin, bagaimana kabar mu sendiri?"
"Aku pun baik"
"Alice, aku sendiri terasa aneh dalam posisi ini. Putra putri kita saling mencintai. Aku ingin bertemu dengan mu Alice" Ujar Alin
"Alin, aku pun bingung dengan situasi seperti ini. Tapi mungkin memang lebih baik kita berdua bertemi" Balas Alice
"Baiklah Alice, besok siang kita bertemu. Aku akan mengirimkan alamat tempat kita bertemu"
"Baiklah Alin, sampai jumpa besok"
Alice memutuskan panggilan teleponnya. Ia memutuskan untuk menyelesaikan masa lalunya tanpa melibatkan putrinya. Alice tidak ingin egois karena selalu melibatkan putrinya. Ia sendiri tidak menyangka akan berada di posisi seperti ini. Putra dari pria yang pernah ia cintai dulu menjadi kekasih putrinya.
"Gio, kenapa kita harus berada dalam posisi seperti ini." Gumam Alice dalam hati
**********
Author minta vote yang banyak yaa, kalau kalian vote author jadi semangat buat up.
Jangan lupa like dan coment juga.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan kalian.