Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 62 - Perlindungan Daniel


__ADS_3

Callista yang berada di kamar Daniel, ia berusaha untuk memejamkan matanya. Tapi ia masih saja tidak bisa tenang akibat masalah yang menimpanya. Terlebih pemberitaan yang di media mengatakan jika ia tidak membayar pajak karena membangun restaurantnya. Entah berita berasal dari mana membuat Callista benar-benar terganggu.


Drtt


Drtt


Suara handphone Callista.


“Hallo” Sapa Callista.


“Calista, ada masalah apa?” Tanya Jessica.


“Kakak sudah tahu?”


“Kau ini bagaimana. Meskipun kakak sedang bulan madu. Tapi kita memiliki banyak cabang yang tersebar di Eropa. Bagaimana mungkin kabar wartawan tidak sampai ke sini. Katakan apa yang terjadi?” Tanya Jessica yang sudah tidak sabar.


“Kak, ada yang menjebak ku menandatangani dokumen yang berisi jika aku menahan pembayaran pajak. Dan media menyebarkan berita jika aku menggunakan uangnya untuk membangun restaurant ku ka”


“Siapa yang berani menjebak adik ku” Seru Jessica yang kesal.


“Ka, tenang lah. Papa dan Daniel pasti akan menemukan orangnya.”


“Kakak harus kembali sekarang ke Los Angeles”


“Tidak ka, jangan. Aku mohon kakak nikmati saja bulan madu kakak. Dan segera berikan aku keponakan yang lucu” Ucap Callista yang berusaha untuk menengkan kakaknya.


“Kau ini, masih saja bisa berkata seperti itu.”


“Ka, percayalah. Aku bisa menyelesaikan masalah ku. Terlebih Daniel selalu bersama ku ka” Tutur Callista.


“Baiklah, tapi kakak mau kamu harus terus mengabarkan pada kakak” Balas Jessica.


“Aku janji, aku akan memberitahu kakak. Yasudah aku tutup dulu ya ka. Aku tidak mau mengganggu bulan madu kakak” Tutur Callista kembali.


Callista memutuskan sambungan teleponnya dan kini ia meletakan ponselnya di atas meja.


Ceklek


Suara pintu terbuka


“Sayang” Panggil Daniel.


“Kamu sudah pulang?” Tanya Callista dan Daniel pun menghampiri Callista.


“Iya aku sudah pulang” Ucap Daniel dengan lembut dan mengelus rambut kekasihnya.


“Kamu dari mana?” Tanya Callista sambil menatap ke arah Daniel.


Daniel langsung mengecup bibir Callista dengan lembut.

__ADS_1


“Aku dari kantor mu” Jawab Daniel.


“Kantor ku? untuk apa kamu kesana?” Tanya Callista yang heran.


“Untuk menyelesaikan masalah kekasih ku”


“Apa yang kamu lakukan di sana?”


“Sayang, bisakah aku bertanya dengan mu?”


Callista pun mengangguk.


“Apa kamu pernah menandatangani sebuah dokumen yang menurut mu mencurigakan?” Tanya Daniel.


“Mencurigakan? Setiap dokumen selalu di baca ulang oleh Lucy Assistant ku. Tapi sebenarnya beberapa hari lalu aku pernah menandatangani dokumen yang aneh menurut ku. Tapi Lucy berkata itu dokumen pembelian furniture di restaurant milik ku” Tutur Callista.


“Apa kamu menandatanganinya langsung saat itu?” Tanya Daniel kembali.


“iya, aku menandatanganinya. Aku memang selalu membaca setiap dokumen tapi karena aku sangat percaya pada Lucy. Jadi aku menadatangani setiap dokumen. Terlebih dia adalah orang yang di carikan oleh kakak ku” Jawab Callista.


“Sayang, kamu tidak boleh mempercayai orang lain selain diri ku” Ujar Daniel sambil mengelus wajah kekasihnya.


“Daniel, apa kamu menemukan sesuatu informasi?”


Daniel mengangguk.


“Debora dan atas bantuan assistant yang kamu percaya” Jawab Daniel sontak membuat Callista terkejut.


“Apa kamu bilang? Maksud mu Lucy?” Tanya Callista yang masih tidak percaya.


“Iya, aku ke kantor mu untuk menangkap assistant mu”


“Bagaimana bisa? Kenapa dia mengkhianati ku?” Callista yang tidak percaya jika Assitant yang selama ini ia percayak malah mengkhianatinya.


“Dia mengatakan adiknya sakit, dia butuh uang banyak. Debora mengirim uang sebesar 50 juta USD padanya”


“Kenapa dia tidak bilang pada ku jika dia membutuhkan uang” Callista yang tidak tega dengan assistantnya namun tetap ia sangat kecewa dengan assistantnya.


“Sayang, itu artinya dia tidak pantas menjadi orang yang kamu percayai.” Balas Daniel.


“Aku akan mencarikan assistant baru dan terbaik untuk mu. Mulai detik ini hidup mu sudah menjadi tanggung jawab ku. Masalah mu adalah masalah ku. Aku akan berdiri di depan mu ketika masalah datang menghampiri mu. Dan aku akan melindungi mu dari setiap orang yang berusaha mencelakai mu” Ujar Daniel yang membuat Callista tersenyum padanya.


“Aku memang sangat beruntung memiliki mu. “ Ucap Callista yang langsung memeluk Daniel dengan erat.


“Sayang, aku ingin bertanya sesuatu pada mu” Tanya Daniel.


“Iya ada apa?”


“Sudah berapa banyak kamu memiliki mantan kekasih?” Tanya Daniel kepada Callista.

__ADS_1


“Mantan kekasih?” Callista mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan bodoh Daniel.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu?” Kini Callista bertanya pada Daniel.


“Tidak apa, aku hanya bertanya. Kamu pernah berkata pada ku jika aku aadalah orang yang mencium mu pertama kali.” Ujar Daniel.


“Benar, kamu memang pria pertama yang berani mencium ku. Kau ini sangat kurang ajar! Bagaimana bisa kau mencium gadis tanpa permisi” Gerutu Callista yang mengingat Daniel yang menciumnya tanpa izin.


“Tapi sekarang aku sudah menjadi calon suami mu” Seru Daniel.


“Sayang, kamu mungkin tidak percaya. Tapi aku belum pernah memiliki hubungan dengan siapapun. Sejak kecil aku selalu di larang oleh papa dekat dengan sembarang pria. Hingga aku dewasa, aku memilih untuk tinggal di apartement ku. Aku pun tidak menjalin hubungan dengan siapapun. Sebenarnya aku pernah menyukai seorang pria, tapi saat papa ku tahu aku menyukai pria itu. Papa ku mengancam pria itu dan keluarganya. Dan akhirnya aku lebih memilih untuk menikmati pekerjaan ku sebagai dokter” Tutur Callista.


“Jadi kamu pernah menyukai seorang pria?” Tanya Daniel kembali yang tidak senang Callista pernah menyukai seorang pria.


“CK! Kau ini bagaimana. Aku menyukai seorang pria itu normal. Lagi pula hanya sebatas menyukainya. Dan aku pun tidak menjalin hubungan padanya” Seru Callista.


“Apa dia tampan?” Pertanyaan Daniel benar-benar membuat Callista tersenyum.


“Sayang, kamu adalah pria yang paling tampan yang pernah aku temui” Ucap Callista dengan lembut dan langsung mengecup bibir Daniel.


“Kamu pun gadis tercantik yang pernah aku temui dalam hidup ku” Balas Daniel.


“Benarkah? Bukankah kamu memiliki mantan kekasih mu yang cantik dan artis terkenal? Rossalinda dia sangat terkenal” Seru Callista.


“Dia tidak sebanding dengan mu. Kamu memliki semuanya bukan hanya sekedar cantik. Hati mu baik, kamu sangat hebat, mandiri dan juga cerdas. Kamu adalah gadis yang tepat untuk menjadi istri ku dan menjadi ibu dari anak-anak ku” Ujar Daniel.


Callista pun tersenyum mendengar ucapan kekasihnya.


“Kamu memang sangat pintar membuat ku bahagia” Balas Callista.


“Aku berjanji, aku akan selalu membuat mu bahagia. Saat kita menikah nanti, aku akan membahagiakan mu dan juga anak kita nanti” Ucap Daniel.


“Aku tahu, kamu pasti akan menjadi suami yang bertanggung jawab atas istri dan anak mu” Tutur Callista.


“Setelah masalah ini selesai, kita akan segera menikah dan memulai kehidupan kita yang baru.”


“ Iya kita akan segera menikah, aku pun tidak sabar kita menikah.” Seru Callista.


***


Baca juga karya author yang lain


"Love In Milan"


Baca yaa


Like,coment dan vote terus yaa.


Terimakasih atas dukungan kalian.

__ADS_1


__ADS_2