Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 78 - Persiapan ke Amsterdam


__ADS_3

Pagi hari Callista sudah lebih dulu bangun, ia sudah mengemasi barang-barang yang akan ia bawa ke Amsterdam. Callista pun sudah mengemasi barang-barang milik suaminya.


Daniel mulai membuka matanya, ia melihat istrinya sedang meletakan barang-barang yang akan mereka bawa.


“Sayang, kamu sudah mengemasi semuanya?” Tanya Daniel yang kini menatap istrinya.


“Sudah, kamu lebih baik mandi. Barang-barang mu sudah ku kemasi” Jawab Callista dengan lembut.


Daniel pun mengangguk dan ia bangkit dari tempat tidurnya berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Drrttt


Drttt


Suara handphone Callitsa.


“Hallo” Sapa Callista.


“Kakak ipar. Bagaimana bulan madu mu?” Seru Garce.


“Sangat membahagiakan”


“Aku senang mendengarnya, sekarang kalian masih di Paris?”


“Pagi ini kami akan ke Amsterdam”


“Bukankah besok kalian baru pergi ke Amsterdam?”


“Iya, tapi aku rasa sudah cukup di Paris. Aku ingin segera ke Amsterdam”


“Baiklah! Segera berikan aku keponakan yang lucu. Aku yakin anak kalian akan sangat tampan dan cantik” Ujar Grace.


“Ya, kamu doakan saja”


“Yasudah aku tutup dulu ya, selamat berbulan madu. Katakan pada kakak ku, adiknya akan membantunya tapi tidak gratis. Pulang dari bulan madu dia harus membelikan ku mobil baru”Seru Grace.


“Iya, nanti akan ku sampaikan” Ucap Callista sambil tersenyum.


Daniel baru saja keluar dari kamar mandi, ia melihat istrinya baru saja mengkahiri panggilan telepon.


“Sayang, siapa yang menghubungi mu?” Tanya Daniel yang mendekat ke arah istrinya.


“Grace, dia yang menelpon”


“Apa yang dia katakan?”


“Dia bilang, dia sudah membantu mu mengurus perusahaan mu. Nanti saat kita kembali ke Los Angeles. Dia meminta kamu membelikan mobil baru untuknya” Ucap Calista sambil tersenyum.


“Anak nakal itu benar-benar. Baru saja mengurus perusahaan beberapa hari sudah minta di belikan mobil” Seru Daniel.


“Tidak apa sayang, Belikan saja mobil baru untuknya. Kamu saja kemarin membelikan mobil untuk ku, jadi lebih baik kamu juga membelikan mobil baru untuk Grace”


“CK! Anak nakal itu lihat saja saat aku pulang aku akan benar-benar menghukumnya” Daniel berdecak kesal.


Callista yang mendengar ucapan suaminya, ia pun tersenyum.

__ADS_1


***


Hutomo Family.


Michael yang sedang berada di ruang kerjanya. Ia terus memperhatikan setiap laporan yang di berikan karyawannya. Kini ia hanya berfokus pada perusahaan cabang milik putri sulungnya, yang mengalami penurunan harga saham. Ia ingin segera membereskanya sebelum putri sulungnya kembali dari bulan madu.


Michael pun sedang mencari siapa dalang yang berani bermain dengan keluarganya. Jika Michael tahu siapa dalang di balik ini semua, Michael sudah menyusun cara untuk menjatuhkan kembali orang yang berani mengusik keluarganya.


Sebenarnya Michael ingin sekali meminta bantuan pada Daniel, tapi menantunya sedang berbulan madu dengan putri bungsunya. Ia tidak ingin mengganggu bulan madu Daniel dan putri bungsunya.


Michael akan menyelesaikannya sendiri dan meminta bantuan assistantnya untuk tetap mencari tahu siapa di balik ini semua. Michael pun sudah tidak sabar untuk menghabisi orang yang telah berani dengannya.


Tok


Tok


Suara ketukan pintu.


“Masuk” Ucap Michael.


Alice berjalan masuk keruang kerja suaminya, sambil membawakan teh hangat untuk suaminya.


“Pa, minum dulu tehnya” Ucap Alice sambil menyerahkan teh untuk suaminya. Michael pun langsung menerimanya dan meminum teh yang telah di buatkan oleh istrinya.


“Bagaimana dengan perusahaan Jessica pa?” Tanya Alice dengan lembut.


“Keadaan semakin memburuk ma, saham milik perusahan Jessica mengalami penurunan. Jika seperti ini, bulan ini perusahaan Jessica akan merugi” Tutur Michael.


“Lalu bagaimana sekarang pa?” Alice yang mulai khawatir.


“Pa, apa sebaiknya papa meminta bantuan Daniel?” Tanya Alice.


“Iya papa juga ingin meminta bantuannya, tapi Daniel sedang berbulan madu dengan Callista. Papa tidak ingin mengganggu mereka” Ujar Michael kembali.


“Pa, yang mama tahu mereka bulan madu tidak lama. Karena banyak yang harus Daniel kerjakan. Jadi lebih baik papa menunggu Daniel kembali ke Los Angeles. Dan minta bantuannya untuk menyelidiki siapa yang berniat menghancurkan perusahaan Jessica” Tutur Alice.


“Iya ma, kamu benar. Lebih baik papa menunggu sebentar. Tapi sebelum Daniel kembali, papa akan tetap mencari tahu siapa yang berani menghancurkan perusahaan putri ku” Seru Michael.


“Pa, aku sangat tahu papa mampu menghadapi setiap masalah perusahaan” Ucap Alice dengan lembut sambil menyentuh lengan suaminya.


***


Renaldy Company


Setelah Grace menghubungi kakak iparnya, ia kembali tersenyum menatap layar laptop miliknya. Setidaknya ia bahagia jika kakaknya telah berbahagia dengan wanita yang ia cintai.


Tok


Tok


Suara ketukan pintu


“Masuk” Ucap Grace.


“Nona Grace, apa nona sudah membicarakan kontrak kerjasama dengan Tuan Edward kepada Tuan Daniel?” Tanya Harry.

__ADS_1


“Astaga! Aku lupa Harry. Besok saja aku membicarakannya, kakak ku sedang bersiap menuju Amsterdam. Aku tidak ingin mengganggunya”


“Apa nona ingin saya yang bertanya pada Tuan Daniel?”


“Tidak perlu, aku sendiri yang akan bertanya. Sambil aku ingin belajar”


“Baiklah nona”


“Nona Grace, Tuan Edward datang ingin bertemu dengan anda”


“Kapan Tuan Edward datang?”


“Baru saja datang, sekarang ia sedang menunggu di depan”


“Minta Tuan Edward untuk masuk”


“Baik nona”


Tidak lama kemudian Edward berada di depan ruang kerja yang sekarang di tempati oleh Grace.


“Selamat pagi Nona Grace, maaf saya mengganggu” Ucap Edward dengan sopan.


“Tidak tuan, mari silahkan duduk”


Grace dan Edward kini telah duduk di sofa.


“Begini Nona Grace, saya sebenarnya ingin mengundang Tuan Daniel dan Nona Callista untuk datang di grand opening hotel perusahaan kami yang baru saja di buka di Los Angeles” Ujar Edward.


“Tapi karena Tuan Daniel dan Nona Callista sedang berbulan madu, saya ingin mengundang Nona Grace untuk datang jika Nona Grace tidak keberatan” Ujar Edward kembali.


“Anda sangat hebat Tuan Edward, tentu aku akan datang. Aku akan mewakili kakak ku dan kakak ipar ku untuk datang” Balas Grace.


“Terimakasih nona, Jika boleh tahu, kapan Tuan Daniel dan Nona Callista kembali dari bulan madunya?”


“Kakak ku dan kakak ipar ku mungkin tidak akan lama. Tapi hari ini mereka sudah berangkat ke Amsterdam” Tutur Grace.


“Mereka pasangan yang sangat serasi” Balas Edward.


“Iya, kamu benar. Mereka memang benar-benar serasi dan cocok. Aku sangat senang melihat mereka bersama. Dan aku pun sudah tidak sabar memiliki keponakan dari mereka” Ujar Garce sambil tersenyum.


Edward hanya membalasnya dengan senyuman. Kini dia mulai menata hatinya untuk menerima kenyataan. Setidaknya gadis yang ia cintai mendapatkan pria yang hebat dan juga baik. Meskipun hingga kini Edward masih berasakan luka di hatinya, tapi ia percayaa lambat laun lukanya akan menghilang.


***


Yang belum baca karya author yang lain, baca yaa


"Love In Milan"


Author minta votenya yaa.


Huftt kadang para readers harus sabar ya, sepertinya kalian tahu author kalau konflik engga suka miter muter hehe. Tenang aja ya.


Like dan Coment setiap karya author yaa.


Terimakasih atas dukungan kalian😘

__ADS_1


__ADS_2