Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 83 - Obrolan Malam


__ADS_3

Malah hari setelah Daniel dan istrinya mengunjungi beberapa tempat seharian ini, mereka memutuskan kembali ke hotel mereka. Callista pun sudah merasakan lelah seharian pergi, syukurlah hari ini dia memilih memakai sepatu flat shoes. Setidaknya membuatnya tidak kelelahan.


Tadi siang setelah dari Voldepark, ia pun meminta pada suaminya mengunjungi beberapa museum. Dan di sore hari Callista meminta untuk pergi ke Canals of Amsterdam.


Canals of Amsterdam terkenal di bangun selama abad ke 17 untuk mengontrol aliran sungai Amstel dan sehingga mengaliri lahan kering ke kota. Saudagar kaya di Amsterdam segera menemukan bahwa kanal yang ideal untuk menampilkan rumah-rumah mereka juga.


Mobil Daniel sudah tiba di lobby hotel, kini Daniel dan istrinya segera berjalan masuk ke dalam kamar mereka.


Setibanya di kamar, Callista langsung menuju kamar mandi. Ia berasa tubuhnya benar-benar sangat lengket. Ia ingin segera berendam dan merilekskan tubuhnya.


30 menit kemudian


Callista sudah selesai berendam, lalu ia mengganti pakaian dengan dress bahan satin berwarna navy tanpa lengan. Dress tidur dengan bahan yang sangat lembut. Warna navy yang sangat kontras dengan kulit putih miliknya.


“Sayang aku mandi dulu ya” Ucap Daniel sambil mengecup pucuk kepala istrinya.


Callista pun mengangguk.


Drttt


Drttt


Suara Handphone Callista


“Hallo” Sapa Callista.


“Cal, bagaimana bulan madu mu?” Tanya Olivia.


“Sangat membahagiakan” Jawab Callista.


“Aku senang mendengarnya, kau memiliki banyak hutang pada ku. Aku selalu menggantikan tugas mu. Apa kau tahu banyak pasien VVIP yang bertanya dimana dokter idola mereka” Gerutu Olivia.


“CK! Kau ini. Apa kau tidak mengatakan pada mereka jika aku sudah menikah?”


“Kau takut suami mu akan marah besar? Tenang saja! Aku sudah mengatakan dokter idola mereka sudah laku terjual” Ucap Olivia yang kini tidak bisa menahan tawanya.


“Kau ini kurang ajar! Kau fikir aku barang terjual” Seru Callista.


“Ya, kau terjual dengan Tuan Daniel Renaldy. Sekaligus pemilik rumah sakit dimana kamu bekerja” Goda Olivia.


“Kau ini menyebalkan sekali”


“Callista, tapi aku bahagia kamu mendapatkan pria yang hebat” Ucap Olivia yang membuat Callista tersenyum.


“Callista, aku ingin mengatakan sesuatu” Ujar Olivia.

__ADS_1


“Iya, ada ap Liv?” Tanya Callista yang penasaran.


“Hem begini, beberapa hari ini aku sudah dekat dengan Taylor. Dan tadi siang aku memutuskan untuk memberikan Taylor kesempatan” Tutur Olivia.


“Benarkah?” Ucap Callista dengan senyumannya.


“Iya benar”


“Aku bahagia liv mendengarnya, akhirnya kamu bisa membuka hati mu untuk pria lain” Ujar Callista.


“Cal, ini semua karena mu. Kamu membantu ku dan menolong ku di hari-hari terpuruk ku. Aku selalu ingat pesan mu jika selalu ada pelangi sehabis hujan” Ucap Olivia dengan lembut.


“Liv, kamu memang pantas mendapatkan yang terbaik. Taylor pun baik dan hebat. Dia pria yang sangat tepat untuk mu. Aku sebagai sahabat mu akan selalu mendukung mu” Balas Callista.


“Terimakasih Cal, oiya kapan kamu pulang berbulan madu?”


“Hem mungkin 2 atau 3 hari lagi. Daniel juga banyak pekerjaan yang tidak bisa di tinggal. Dan aku pun sangat kasihan dengan mu yang menggantikan tugas ku di rumah sakit” Ujar Callista.


“Yasudah kalau begitu aku matikan dulu ya, selamat berbulan madu. Aku tidak sabar memiliki keponakan yang cantik dan tampan” Balas Olivia.


“Kau ini-“ Gerutu Callista.


Callista langsung mematikan sambungan teleponnya, dan ia melihat suaminya kini sudah mengenakan piyama tidurnya.


“Siapa yang telepon?” Tanya Daniel yang sudah berada di samping istrinya.


“Olivia”


“Apa yang dia katakan?”


“Apa kamu tahu? Dia sudah membuka hati untuk Taylor. Aku benar-benar sangat bahagia” Ujar Callista sambil tersenyum.


“Baguslah kalau begitu, aku pun senang Taylor sekarang memiliki kekasih” Jawab Daniel.


“Iya”


“Sayang aku ingin bertanya sesuatu pada mu” Ucap Callista sambil memeluk suaminya.


“Iya, ada apa?”


“Bagaimana kamu dengan mudah menghajar pembunuh bayaran yang di sewa Debora”


“Oh itu, Aku rasa bukannya kamu tahu jika aku bisa bela diri?”


“Aku tahu, tapi kenapa kamu bisa menghabisi mereka tanpa ada luka sedikit pun di wajah mu?” Tanya Callista yang penasaran.

__ADS_1


“Itu karena aku sudah berlatih bela diri sejak aku usia 5 tahun. Papa ku memberikan ku guru terbaik untuk mengajari ku bela diri. Aku selalu berlatih hampir setiap hari. Tujuan papa ku adalah karena suatu saat aku akan memimpin Renaldy Company. Jika suatu saat ada musuh yang mencoba mencelakai ku, aku bisa melindungi diri ku sendiri” Tutur Daniel.


“Papa Gio memang sangat hebat, papa ku tidak pernah mengijinkan ku untuk belajar bela diri. Terpaksa aku diam-diam dari papa ku untuk bisa belajar bela diri” Ujar Callista.


“Itu karena kamu seorang gadis, pasti papa mu tidak akan membiarkan anaknya belajar bela diri. Papa mu akan memilih untuk memberi mu pengawal” Ujar Daniel.


“Kau ini bagaimana! Pengawal yang selalu bersama kakak ku saja kemarin kalah” Gerutu Callista.


“Sayang boleh kah aku meminta sesuatu?” Pinta Callista.


“Iya, apa yang kamu inginkan?” Ucap Daniel sambil mengelus rambut istrinya.


“Aku ingin berlatih dengan mu. Aku dengar dari David kamu berhasil menghabisi pembunuh bayaran yang di sewa oleh Debora waktu itu. Aku lihat kamu pun tidak terluka sedikit pun. Sedangkan wajah ku sudah penuh dengan luka. Aku ingin berlatih dengan mu sayang, boleh yaa?” Pinta Callista sambil memohon ke arah suaminya.


Daniel yang medengar permintaan istrinya, ia langsung menyentil dahi istrinya.


“Kau ini bagaimana, kau hampir mati karena di hajar mereka tapi kau meminta ku untuk mengajari mu bertarung. Yang benar saja kau ini” Seru Daniel.


“Pelit sekali kamu. Aku hanya penasaran saja bagaimana kau bisa mudah sekali menang. Istri mu ini selalu hebat saat melawam pengawal papa ku. Tapi kenapa sulit sekali melawan mu” Seru Callista yang mulai kesal.


“Kamu tidak perlu berlatih, saat kita kembali ke Los Angeles aku sudah menyiapkan supir yang sekaligus menjadi pengawal mu. Aku memilih dengan sangat baik. Kemampuan bela diri mereka pun sangat hebat” Ujar Daniel.


“Tapi aku ingin melindungi diri ku sendiri, bagaimana jika supir ku nanti terluka atau kalah?”


“Tenanglah aku pasti akan menjaga mu dengan baik. Tidak akan aku biarkan ada orang yang berani melukai mu” Ujar Daniel.


Callista sudah yakin pasti suaminya akan menolak permintaannya.


“Aku bukannya tidak ingin kamu berlatih, tapi hanya saja aku tidak ingin kamu kembali melawan orang yang mencoba melukai mu. Aku merasa gagal melindungi mu, aku tahu kita tidak mungkin bersama setiap detik karena pekerjaan mu dan pekerjaan ku.Jadi perlindungan ku adalah memberikan mu pengawal terbaik yang akan menemani mu” Tutur Daniel dengan lembut yang membuat Callista tersenyum.


Daniel menarik dagu istrinya lalu mencium bibir istrinya dengan lembut dan menghisap bibir istrinya secara bergantian.


“Aku ingin kamu malam ini sayang” Bisik Daniel setelah pagutannya terlepas.


***


Yang belum baca karya author yang lain baca yaa


"Love In Milan"


Author minta votenya yaa


Like,coment setiap karya author.


Terimakasih atas dukungannya 😘

__ADS_1


__ADS_2