Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 38 - Pemilik Saham di Leonard Company


__ADS_3

Pagi hari Callista sudah mengendarai mobil lamborghininyaa menuju ke Leonard Company. Dia sengaja ingin membuat kejutan kekasihnya. Sebenarnya Jessica sudah mengambil alih saat Callista pindah ke Paris, tapi saat Callista kembali Jessica mengembalikan saham 30% Leonard Company ke tangan Callista. Jessica masih yakin adiknya dapat mengelola saham itu dengan sangat baik.


Callista memang tidak ingin Daniel mengetahui jika kepemilikan saham 30% di Leonard Company menggunakan namanya. Daniel hanya tahu jika saham itu atas nama kakaknya, Callista ingin benar-benar membuat kekasihnya terkejut, di tambah mereka belum pernah terlibat dalam pekerjaan bersama. Callista ingin melihat bagaimanaa cara Daniel memperilakukan kekasihnya di dalam pertemuan dengan Leonard Company.


Tujuan Callista mengambil alih saham kepemilikan kakaknya, bukan hanya semata-mata dia ingin belajar mengembangkan saham yang telah menjadi miliknya. Tapi dia ingin bertatap muka dengan pemilik Leonard Company yang pernah berani menyerangnya.


Setibanya Callista di Leonard Company, Callista memarkirkan mobilnya dengan cantik. Dan dia berjalan masuk ke Lobby perusahaan. Callista mengenakan mini dress diatas lutut, berwarna tosca dengan lengan pendek yang di padukan dengan perhiasan yang tidak berlebihan.


“Selamat pagi nona, ada yang bisa kami bantu?” Tanya seorang receptionist ke arah Callista dengan senyum ramah.


“Pagi, saya putri dari Keluarga Hutomo. Di mana ruang pertemuan pemegang saham ?” Tanya Callista dengan membalas senyum ramah ke arah receptionist.


“Nona Hutomo, bisa naik ke lantai 38. Tuan Renaldy dan Tuan Leonard sudah berada di ruang meeting” Jawab receptionist.


“Baik Terimakasih”


“Nona Hutomo sangat cantik dan menawan” Gumam Receptionist pelan.


Callista berjalan lalu ia mulai memasuki lift dan memencet tombol angka 38, Setibanya Callista di lantai 38, Callista sudah di sambut dengan secretary dari Leonard Company.


“Selamat pagi Nona Hutomo” Sapa seorang secretary.


“Pagi, apa saya terlambat?”


“Tidak nona, Tuan Renaldy juga baru sampai. Mari saya antar ke ruang pertemuan”


“Terimakasih” Ucap Callista sambil mengikuti secretary berjalan menuju ruang pertemuan.


Setibanya di depan ruang pertemuan, Callista mengehela nafas dalam. Bagaimana pun dia akan bertemu dengan kekasihnya. Agak sedikit canggung untuknya jika harus menghadapi kekasihnya di pekerjaan.


“Nona, silahkan masuk”


Callista pun mengangguk dan mulai memasuki ruang meeting. Para beberapa pemegang saham kagum dengan gadis yang sangat cantik mulai memasuki ruang meeting.


“Selamat pagi, maaf saya terlambat” Ucap Callista sambil tersenyum.


Daniel melihat kekasihnya berdiri di hadapannya membuatnya terkejut. Dia ingin sekali bertanya, tapi dia harus bersikap profesional di hadapan semua orang.


“Selamat pagi Nona Callista, maaf bukannya yang seharusnya datang adalah Nona Jessica?” Tanya Alvonco CEO dari Leonard Company.

__ADS_1


“Apa anda Tuan Alvonso?” Tanya Callista dengan menatap pria yang baru saja bertanya padanya.


“Benar, saya adalah Alvonso”


“Jadi dia dalang di balik penyerangan ku dulu. Beraninya “ Gumam Callista dalam hati.


“Tuan Alvonso, akhirnya saya bisa langsung bertemu dengan anda. Tujuan saya kesini karena kakak saya telah mengalihkan kepimilikan saham 30% di perushaan ini menjadi milik saya. Senang rasanya bertemu dengan anda langsung Tuan Alvonso” Ujar Callista dengan tatapan tajam.


“Baiklah nona, tapi ada hal yang ingin saya katakan pada anda” Ucap Alvonso.


“Silahkan”


“Renaldy Company sudah menginvestasikan dana yang sangat besar di perusahaan ini. Sulit rasanya bagi anda untuk bisa mengakuisisi kepemilikan Leonard Company, karena kami telah memiliki suntikan dana” Alvonso kini menatap tajam ke wajah Callista.


“Ah, anda memang sangat hebat. Bisa mendapatkan suntikan dana dari Renaldy Company. “Ucap Callista sambil menyindir Alvonso.


“Tuan Daniel Renaldy, sepertinya anda bisa menjadi salah satu musuh dari Hutomo Company” Callista kini menatap Daniel yang dari tadi terus memerhatikannya.


“ Nona Callista, tidak mungkin bagi saya untuk melawan Hutomo Company.” Daniel masih terus menatap Callista.


Akhirnya mereka membahas tentang project baru yang akan di kembangkan di Milan, Italia. Renaldy Company akan terus mendukung project ini. Callista tahu tujuan dari kekasihnya, tapi dia masih ingin memainkan perannya di dalam pekerjaannya. Para pemegaang saham lainnya telah meinggalkan ruang meeting. Kini hanya tersisa Alvonso, Daniel dan Callista.


“Kau berhutang penjelasan pada ku” Bisik Daniel di telinga Callista.


Mendengar ucapan Daniel, membuat Callista tersenyum. Akhirnya dia berhasil membuat kekasihnya terkejut.


“Tuan Alvonso, saya ingin berbicara dengan anda” Kini Callista menatap tajam ke arah Alvonso.


“Bagaimana kabar keluarga pengawal mu yang suaminya banyak di bunuh oleh orang-orang ku?” Ucao Callista kembali.


“Nona Callista, tidak salah jika anda yang di pilih untuk memiliki saham di perusahaan ku. Sifat mu sangatlah berani” Ujar Alvonso.


“Ah, bukan hanya berani. Tapi aku benar-benar ingin membunuh mu. Berani sekali kau berniat menyentuh keluarga ku” Seru Callista.


“Sayang sudah lah, jangan bahas itu” Daniel yang memegang tangan Callista berusaha untuk menenangkan emosi kekeasihnya yang mulai tersulut.


“Nona Callista, pertama saya ingin meminta maaf atas tindakan bodoh saya karena berani berniat menyentuh keluarga mu” Ucap Alvonso kembali.


“Sekarang kau bisa meminta maaf pada ku?”

__ADS_1


“Kau lupa jika Daniel Renaldy adalah kekasih ku? Kau sungguh tidak tahu malu. Kau bilang Renaldy Company telah menyuntikan dananya bukan? Apa kau tidak takut jika aku berusaha menghentikannya?” Ujar callista yang berusaha menahan emosinya.


“Anda berhak membenci saya, tapi saya hanya minta tolong jangan berniat untuk mengakuisisi perusahan milik saya” Balas Alvonso.


“Tuan alvonso, saya harus membawa kekasih saya keluar. Permisi” Daniel kini menarik tangan Callista, dia tidak memperdulikan sepanjang jalan orang-orang terus menatap mereka.


“Daniel berhentilah menarik ku seperti ini” Gerutu Callista.


“Sudah jangan bicara, atau aku akan menggendong mu” Balas Daniel yang tidak memperdulikan orang-orang di sekita memperhatikannya.


Kini Daniel telah sampai di parkiran mobil, Daniel memaksa Callista untuk memberikan kunci mobil milik Callista. Setelah mendapat kunci mobil milik Callista, Daniel langsung memberikan kepada supirnya dan memerintahkan supirnya untuk membawa pulang mobil Callista.


Di dalam Mobil Daniel memulai percakapan.


“Kenapa kau tidak mengatakan jika kepemilikan sahan sudah menjadi nama mu?” Tanya Daniel yang kesal karena dia tidak di beritahu.


“Aku memang ingin membuat mu terkejut” Jawab Callista santai.


“Kau-“ Geram Daniel kesal melihat tingkah kekasihnya.


“Kamu juga kenapa berinvestai dengan dana yang besar di sana? Kamu ingin mencoba menjadi musuh ku?” Callista menatap tajam ke arah Daniel.


“Bicara apa kau ini, aku sengaja ingin menguasai perusahaan si licik itu. Setelah aku mendapatkan semuanya aku akan memberikannya pada kekasih ku yang sangat pemberani ini” Jawab Daniel sontak membuat Callista kaget.


“Kau ini memang memberikan perusahaan seperti memberikan pisang goreng? Mudah sekali” Gerutu Callista kesal.


“Tidak ada yang sulit, lagi pula Leonard Company sudah lama kita tunda bukan. Kita fokus dengan masalah keluarga kita. Dan sekarang kita telah kembali, aku ingin mendapatkan Leonard Company lalu memberikannya pada mu. Aku tidak menerima penolakan, jadi kamu hanya bisa menerimanya.” Ujar Daniel.


“Aku sudah tahu, kamu ini memang tidak suka penolakan. Ternyata memiliki kekasih hebat sangat berguna “ Ucap Callista yang sengaja meledek Daniel.


Daniel memutuskan untuk mengambil alih Leonard Company, karena menurutnya pemilik Leonard Company pernah berusaha mencelakai kekasihnya. Alvonso harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang telah dia lakukan.


**********


Jangan lupa like,coment dan vote yang banyak.


weekend ini author akan up banyak. Tapi kalian harus vote yaa


Terimakasih atas dukungannya.

__ADS_1


Love from Author.


__ADS_2