Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 81 - Amsterdam III


__ADS_3

Pagi hari Daniel sudah terbangun terlebih dahulu, ia menatap istrinya yang tertidur pulas di sampingnya. Ia langsung menarik istrinya ke dalam perlukannya.


Callista mulai membuka matanya dan melihat kini ia sudah berada di dalam pelukan suaminya.


“Good morning” Ucap Daniel sambil mengecup pucuk kepala istrinya.


“Good morning” Balas Callista yang masih memeluk suaminya.


“Sayang, apa kamu ingin menghabiskan waktu satu harian di kamar?” Bisik Daniel.


“Kau ini bagaimana! Kita sedang berbulan madu kenapa hanya di kamar” Gerutu Callista yang membuat suaminya tersenyum.


“Aku sepertinya berkeliling dunia pun tidak seindah saat aku memeluk mu seperti ini” Ucap Daniel dengan lembut yang membuat Callista merona.


“Kamu ini pintar sekali”


“Sayang, hari ini kita pergi ke floating flower market. Aku ingin sekali melihat bunga-bunga cantik disana” Ujar Callista.


“Baiklah”


Callista bangun menuju kamar mandi tapi sebelumnya ia sudah mengecup bibir suaminya terlebih dahulu.


45 menit kemudian.


Daniel dan istrinya sudah bersiap menuju floating flower market, Hari ini Daniel mengenakan jeans dan kaos polos berwarna putih yang di padukan dengan jaket kulit berwarn coklat. Membuatnya sangat tampan dan gagah. Sedangkan Callista memilih memakai mini dress berwarna coklat muda yang senada dengan baju suaminya. Mini dress coklat muda lengan pendek yang membuatnya terlihat lebih muda dan sangat cantik di kulit putihnya. Karena hari ini ia akan berjalan-jalan seharian, Callista memilih mengenakan flatshoes merk ternama dunia berwarna senada dengan dressnya.


Daniel menatap istrinya yang sudah selesai berdandan.


“Sayang, kamu tidak memakai sepatu heels?” Tanya Daniel heran karena ia tahu istrinya selalu memakai heels. Hanya terkadang saja memakai flat shoes.


“Hari ini kita akan kebanyak tempat, lebih baik aku memakai sepatu yang nyaman. Apa tidak cocok untuk ku?”


“Bukan itu sayang, kamu selalu tampil sempurna. Hanya saja sat ini kamu terlihat jauh lebih muda” Ujar Daniel.


Daniel langsung menggenggam tangan istrinya keluar meninggalkan kamar mereka. Mereka berjalan menuju mobil jemputannya yang sudah terparkir di lobby hotel.


Selama Daniel dan istrinya bulan madu, dia memang meminta supir dari perusahaannya untuk menemaninya jika istrinya ingin berjalan-jalan.


Di dalam mobil, Callista terus menatap kota Amsterdam yang sudah lama dia tidak datangi. Ada rasa bahagia karena suaminya akan membukakan cabang restaurant di Amsterdam. Amsterdam terkenal dengan bunga tulip yang sangat cantik.


Drtt


Drtt

__ADS_1


Suara handphone Daniel.


“Hallo”Sapa Daniel.


“kakak, apa kabar maaf aku mengganggu mu” Ujar Grace.


“Anak nakal, kenapa kamu menghubungi kakak?” Seru Daniel.


“CK! Kakak kau ini sudah membantu mu untuk mengurus perusahaan mu” Gerutu Garce.


“Sekarang katakan ada apa?”


“Tuan Edward sudah memberikan kontrak kerjanya, apa aku bisa menandatanganinya?” Tanya Grace.


“Berikan lewat email, kakak akan pelajar kontraknya. Setelah kakak pelajari, kakak akan meminta mu bertanda tangan” Ujar Daniel.


“Baiklah, aku akan segera krim email ke kakak”


“Kakak, setelah kakak pulang kakak harus membelikan aku mobil baru. Aku sudah membantu kakak” Seru Grace.


“Anak kecil, siapa yang mengajari mu untuk memeras kakak mu ?” Daniel berdecak kesal.


“Tidak ada, aku memang sudah pintar sejak kecil”


Mendengar ucapan adiknya, membuat Daniel menghela nafas dalam.


“Tentu ka, aku berjanji tidak akan membuat mu malu. Kalau begitu aku matikan dulu ya” Ucap Garce.


“Salam untuk kakak ipar, selamat berbulan madu dan segera berikan aku keponakan yang meggemaskan ka” Seru Grace yang membuat Daniel tersenyum.


“Ya, kakak selalu membuatnya setiap hari” Ucap Daniel yang langsung mematikan sambungan teleponnya.


Mendengar ucapan suaminya, Callista mengernyitkan dahinya.


“Sayang apa yang kamu buat setiap hari?” Tanya Callista yang heran.


“Kamu tahu itu” Jawab Daniel singkat.


“Apa?” Callista mulai bingung dengan ucapan suaminya.


“Grace mengatakan ia ingin keponakan yang lucu dan menggemaskan. Lalu aku mengatakan aku sudah membuatnya setiap hari” Jawab Daniel santai yang lansung mendapatkan pukulan dari istrinya.


“Kau ini buat malu saja” Gerutu Callista yang kesal.

__ADS_1


“Kenapa harus malu?”


“Grace kan belum menikah, tidak enak dengannya jika berbicara seperti itu” Gerutu Callista kembali.


“Tapi adik ku adalah dokter kandungan sayang. Tidak apa dia mengerti kakaknya” Bisik Daniel di telinga istrinya.


Mobil Daniel sudah tiba di bloemenmart atau yang bisa di sebut floating flower market. Pasar ini merupakan pasar bunga terapung di Amsterdam. Pasar ini juga di klaim sebagai satu-satunya pasar bunga terapung di dunia. Dan pasar ini telah ada sejak tahun 1862. Floating flower market juga sudah di tetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO. Pasar bunga terapung di Amsterdam ini menempati kios-kios transparan yang terapung di sepanjang tepi kanal singel di antara Muntplein (Mint Squeare) dan koningsplein square, Amsterdam.


Alasan Callista memilih berkunjung ke floating flower market ini adaalah karena ia ingin melihat bunga khas dari Amsterdam yaitu bunga tulip. Callista memang menyukai bunga, selain bunga lily putih ia pun sangat menyukai bunga tulip.


Daniel menggandeng tangan istrinya masuk ek dalam pasar bunga, Callista mulai berfoto di sekeliling Tidak lupa ia pun beberapa kali mengambil foto dirinya dan suaminya.


Callista benar-benar meikmati keindangan floating flower market ini. Di pasar bunga ini merekapun menjual benih-benih bunga dalam kemasan siap ekspor.


“Sayang, di mansion baru kita nanti aku sudah membangun taman, jadi kamu bebas menanam bunga apapun yang kamu inginkan. Termasuk bunga lily putih yang mnjadi bunga kesayangan mu” Ujar Daniel yang membuat istrinya tersenyum.


Callista memang benar-benar sangat bersyukur memilki suami yang sangat baik dan juga sangat mencintainya.


“Terimakasih kamu selalu membuat ku bahagia” Ucap Callista sambil tersenyum.


“Sudah menjadi tugasku” Gumam Daniel sambil mengelus wajah istrinya.


“Sayang setelah ini kamu ingin kemana?” Tanya Daniel ke arah istrinya.


“Setelah ini aku ingin kita pergi ke Vondelpark” Jawab Callista.


“Baiklah” Ucap Daniel dengan lembut.


Vondelpark adalah taman kota terluas di Amsterdam dengan luas mencapai 47 hektar. Taman yang di buka pertama kali pada tahun 1865 ini terletak di pusat kota Amsterdam dan berada di sebelah barat dari Leidseplein dan Museumplein. Vondelpark merupakan salah satu tempat wisata yang paling terkenal di Amsterdam.


Ada banyak aktivita yang bisa di lakukan di Vondelpark. Seperti jalan-jalan, bersantai menikmati keindahan taman, piknik, bersepeda. Setiap perayaan Queen’s Day atau sekarang King’s Day, Voldepark juga menjadi salah satu keramaian perayaan di mana di sini pun di gelar free market.


Tujuan Callista meminta suaminya untuk ke Voldepark adalah ia ingin bersantai di taman bersama suaminya. Dan menikmati pagi yang indah berada di taman membuat Callista sangat tenag dan bahagia.


Kini Daniel dan Callista berjalan menuju mobil mereka, mobil mereka segera meninggalkan floating flower market menuju Voldepark.


***


Baca juga karya author yang lain yaa


"Love in Milan"


Kabar baik besok crazy up

__ADS_1


Biar bs crazy up, minta vote, like dan coment juga yaa


Terkmakasih atas dukunga kalian😘


__ADS_2