
Hari ini Olivia tidak memiliki jadwa operasi, ia pun memutuskan untuk ke rumah Callista. Sekarang Olivia sudah bisa tidur tenang. Saat Callista koma, Olivia tidak bisa tidur nyenyak. Ada rasa ketakutan ia akan kehilangan sahabat kecilnya itu. Olivia tidak bisa membayangkan hal buruk yang akan terjadi pada sahabatnya.
Olivia sudah mengirim pesan pada Callista jika ia akan datang hari ini. Olivia pun sangat senang mengujungi sahabatnya. Karena Olivia fokus merawat Callista, ia sampai tidak memikirkan rencana pernikahannya. Tapi karena kini Callista sudah sadar, ia akan membahas pernikannya dengan sahabatnya.
Olivia berjalan meninggalkan rumah sakit dan melajukan mobilnya menuju mansion Callista. Sebelumnya Callista sudah memberikan alamat pada Olivia. Jika sekarang Callista sudah tidak tinggal lagi di apartemen milik Daniel.
Perjalanan dari Queen Hospital menuju mansion baru Callista kurang lebih satu jam. Kini mobil Olivia sudah tiba di mansion milik sahbatnya. Ia langsung memarkirkan mobilnya, para pelayan yang melihat Olivia datang meraka pun menyapa Olivia dengan sopan.
Sejak saat mobil Olivia masuk ke dalam mansion baru Callista, ia tidak berhenti menatap mansion mewah milik sahabatnya ini.
"Daniel memang sangat kaya" gumam Olivia dalam hati yang terus menatap mansion milik sahabatnya.
"Selamat siang nona" sapa seroang pelayan.
"Siang, Callista ada?" tanya Olivia.
"Tentu ada nona, Nyonya Callista sudah menunggu nona di dalam. Mari saya antar" jawab seorang pelayan dengan sopan. Dan Olivia pun langsung mengikuti pelayan berjalan masuk.
Callista yang berdiri menyambut Olivia datang, ia langsung tersenyum pada sahabatnya.
"Akhirnya kau datang juga" seru Callista
"Ya, Nyonya Renaldy. ternyata suami mu sangatlah kaya. Lihatlah kau tinggal di istana" seru Olivia.
"Bicara apa kau ini, ayo kita duduk di dalam" ajak Callista.
Kini mereka berada di ruang keluarga, Olivia duduk tepat di samping Callista.
"Bagaimana keadaan mu cal?" tanya Olivia.
"Tentu aku sangat baik, aku sudah di rawat oleh dokter cantik yang sangat cerdas. Sudah pasti kesehatan ku segera pulih" jawab Callista yang membuat Olvia tersenyum.
"Lalu bagaimana dengan keponakan ku? dia baik-baik saja bukan?" tanya Olivia kembali sambil mengelus perut Callista.
"Keponakan mu bekermbang dengan sangat baik" jawab Callista.
"Syukurlah kalau begitu, aku senang mendengarnya"
"Liv, bagaimana dengan pernikahan mu dengan Taylor?" tanya Callista.
"Aku akan menikah sekitar dua minggu lagi, apa besok kamu bisa menemani ku fitting gaun pengantin ku?" tanya Olivia.
"Tentu, aku pasti bisa menemani sahabat ku" seru Callista.
"Dan harus ajak Grace, karena kau dan Grace akan menjadi bridesmaid ku" ujar Olivia.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan kirim pesan pada Grace supaya besok dia ikut bersama kita. Aku yakin dia pasti bisa" balas Callista.
"Bagus kalau begitu"
"Oh ya liv, apa aku sudah bercerita dengan mu jika Esme ada di Los Angeles?" tanya Callista.
"Esme? teman SMA kita dulu?" tanya Olivia yang sedikit terkejut.
Callista langsung mengangguk.
"Ya, Esme teman kita SMA dulu. Apa kamu mengingatnya?"
"Tentu aku mengingatnya, dia dulu membenci mu karena Thomas menyukai mu" seru Olivia.
"Iya tapi itu masa lalu, aku juga sudah menikah dengan Daniel. Bahkan Thomas bagaimana kabarnya pun aku tidak tahu" ujar Callista.
"Tapi kenapa dia sekarang berada di Los Angeles? terakhir yang aku tahu tentangnya dia jarang kembali ke Los Angeles" ujar Olivia.
"Entahlah, tapi kini perusahaan Esme menjalin kerja sama dengan perusahan Daniel" balas Callista.
"Oh ya? dia menjalin kerja sama dengan perusahaan milik Daniel?" tanya Olivia memastikan.
"Iya, benar"
"Apa Esme sudah menikah sekarang?" tanya Olivia.
"Oh ya liv, sebelumnya aku pernah bertemu dengan Esme di salon. Dan dia pernah bertanya keberadaan Thomas pada ku" ujar Callista.
"What? Thomas? memangnya kamu masih berhubungan dengan Thomas?"
"CK! kau gila saja aku masih berhubungan dengan Thomas. Kau tahu dulu ayah ku melarang aku untuk menjalin hubungan dengan Thomas." balas Callista.
"Benar juga, mungkin Esme merindukan Thomas" ucap Olivia.
"Mungkin juga"
"Oh ya cal, tapi apa kamu itu tidak pernah takut ada wanita yang mencoba menganggu Daniel? kau tahu sendiri Daniel tampan dan berkuasa. Meskipun dia sudah menikah, wanita jaman sekarang mana peruli" ujar Olivia.
"Ya, kau benar. Tapi aku sangat yakin,Daniel tidak akan pernah tergoda dengan wanita mana pun. Lagi pula kau tahu aku kan? akan aku patahkan leher wanita yang menganggu suami ku" seru Callista yang membuat Olivia tersenyum.
"Kau benar! sahabat ku ini memang tangguh dan kuat. Siapa yang berani menggoda suaminya, aku sudah yakin kau akan mematahkan lehernya" balas Olivia yang menahan tawanya.
"Kau juga jangan khawatir, jika Taylor berani melukai mu. Aku pastikan akan akan menghajar Taylor hingga membuatnya tidak bisa bangun lagi" seru Callista.
"Aku sangat percaya itu" ucap Olivia.
__ADS_1
"Tapi percayalah, Taylor adalah pria baik untuk mu liv. Aku sangat yakin dia tidak akan melukai mu" ujar Callista.
"Iya cal, aku percaya itu. Selama aku bersama dengannya, dia sangat memperilakukan aku dengan baik" balas Olivia dan Callista pun tersenyum bahagia.
"Liv, ini cincin dari Taylor?" tanya Callista yang tidak sengaja melihat cincin berlian di jari manis Olivia.
"Iya ini cincin dari Taylor, dia baru saja membelikan lagi untuk ku" jawab Olivia.
Callista langsung menggenggam tangan Olivia dan menatap cincin berlian yang sangat cantik.
"Ini sangat cantik liv, ternyata Taylor pandai memilih" ujar Callista dan Olivia langsung mengangguk setuju.
Setelah Taylor melamar Olivia, ia membelikan cincin pada Olivia. Tapi saat malam hari, ternyata Taylor membelikan cincin berlian lagi untuk Olivia.
"Kau akan menjadi pengantin yang sangat cantik" ucap Callista.
"Tidak, kau lah yang paling cantik. Saat kau menikah kau benar-benar seperti princess" balas Olivia.
"Yasudah kalau begitu kita berdua adalah pengantin tercantik" timpal Callista.
"Ya aku setuju itu" seru Olivia sambil tersenyum.
"Cal, sepertinya aku harus pamit dulu. Nanti kau jangan lupa besok kita bertemu di butik. Aku akan mengirimkan alamatnay pada mu. Dan jangan lupa kau harus izin dengan suami mu itu. Bisa-bisa suami mu membunuh ku kalau aku mengajak mu tapi kau tidak izin dengannya" ujar Olivia.
"Tenang lah, aku sudah pasti izin dengannya. Nanti malam aku akan bilang pada Daniel besok ke butik. Ya paling-paling kau lihat besok akan ramai dengan pengawalan. Benar-benar menyebalkan" seru Callista.
"Tidak apa, itu semua demi keselamatan anak kalian jugaa" ucap Callista.
"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu ya"
"Yasudah, ayo aku antar kedepan"
Kini Callista mengantar Olivie hingga ke depan. Saat Callista meliihat mobil Olivia sudah meninggalka mansionnya, ia langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Malam ini Daniel pulang jam berapa ya" gumam Callista
***
Follow Ig Author : abigailranadewi
Maaf sekali kalau ada yang typo ya.
Like,coment dan vote terus ya.
Terimakasih atas dukungan kalian selama ini
__ADS_1