Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 65 - Perlawanan Callista


__ADS_3

Kini Callista dan David turun dari mobil. Dan Callista berjalan maju di depan David.


“Kalian siapa?” Tanya Callista menatap tajam pria di hadapannya.


Seorang perempuan turun dari mobil.


“Debora?” Callista terkejut saat melihat Debora turun.


“Apa kabar Callista Hutomo?” Ucap Debora yang melepaskan kaca mata hitam miliknya.


“Apa yang kau ingin kan Debora” Seru Callista.


“Aku muak dengan mu Callista. Lihatlah aku membawa pengawal terbaik ku. Ku pastikan mereka tidak akan kalah melawan mu lagi” Seru Debora.


“Lagi? ah, jangan-jangan beberapa hari lalu yang menyerang ku adalah anak buah mu” Ujar Callista yang menarik sudut bibirnya membuat senyuman.


“Apa kau mau melihat anak buah mu mati hari ini?” Seru Callista.


“Jangan terlalu sombong kau! Hari ini ku pastikan mereka tidak akan kalah” Seru Debora.


“Nona Callista” David menarik tangan Callista.


“David, ada apa?”


“Nona, mereka adalah pembunuh bayaran yang terkenal di Afrika dan Meksiko” Bisik David di telinga Callista.


“Bagaimana kau mengetahuinya?”


“Nona, aku tahu mereka. Sepertinya kita tidak akan mungkin mengalahkan mereka” Jawab David.


“CK! Kau ini bodoh sekali. Belum melawan saja kau sudah takut kalah. Bagaimana bisa kau menjadi pengawal khusus kakak ku” Callista berdecak kesal.


“Nona, lebih baik nona melarikan diri dari sini. Jika terjadi sesuatu dengan nona, Tuan Michael pasti akan membunuh ku” Ucap David.


“Kau fikir aku lemah? Sudah diam lah. Lawan saja semampu mu. Aku akan berusaha untuk melindungi diri ku sendiri. Ingat kau harus selamat. Jangan perdulikan aku, pentingkan keselamatan Grace” Ujar Callista.


Grace di dalam mobil terus memperhatikan Callista dan juga David. Grace benar-benar khawatir dengan Callista dan juga David.


Dia mengambil handphonenya untuk menghubungi kakaknya.


Tutt


Tuttt


“Kenapa kakak tidak mengangkat telepon ku” Gerutu Grace yang kesal Daniel tidak mengangkat teleponnya.


Grace terus memperhatikan Callista, ia terus berdoa jika tidak terjadi apa-apa dengan kakak iparnya itu.

__ADS_1


“Callista, sudah ku katakan aku akan menghancurkan mu” Seru Debora.


“Debora Alister, aku sangat kasihan dengan mu. Kau bertindak bodoh karena tidak bisa memiliki calon suami ku hem? Kasihan sekali” Ucap Callista dengan nada menyindir.


“Kau-“ Geram Debora.


“Bunuh dia, dan hancurkan wajahnya”Seru Debora.


“David kau lawan yang kiri, aku yang pria itu” Perintah Callista.


“Nona tidak, itu yang paling kuat” Ujar David.


“Sudah jangan banyak bicara. Menurut lah” Perintah Callista.


Kini Callista berhadapan dengan ke tiga pria yang di sisi kanan. Sedangkan David menyerang dua pria yang di sisi kiri. Callista sengaja memilih yang paling terkuat. Karena ia yakin David pasti akan kalah. Beberapa kali David berlatih melawan Callista, ia tetap saja kalah. Berbeda saat Callista berusaha memukul Daniel, harus di akui kemampuan Daniel jauh di atas Callista.


“Nona Callista Hutomo, suatu kehormatan bagi ku bisa melawan putri dari keluarga kaya raya” Seru pria itu.


“Kau terlalu banyak bicara” Seru Callista menatap tajam ketiga pria di depannya


“Nona Callista, aku pernah melihat mu di media. Ternyata kau memiliki paras yang sangat sempurna. Hem jika kau kalah harusnya aku bisa menikmati mu” Ujar Pria itu dengan senyum licik.


“CK! Kau terlalu bermimpi bisa menang dari ku” Seru Callista.


“Ah, Nona rupanya tidak mengenal kami? Kami dengan mudah membunuh lawan kami. Apa nona masih berani?”


“Aku sudah lama tidak berlatih, mungkin jika memang kenyataannya kalian memang hebat, harusnya aku beruntung. Karena mendapatkan guru dengan gratis” Ucap Callista dengan tersenyum.


“Baiklah nona”


Callista tersungkur di tanah.


“Nona Callista” David yang terkejut saat melihat Callista tersungkur di tanah.


“Shit” Umpat Callista.


“Mereka ternyata hebat” Gumam Callista dalam hati.


Callista berusaha untuk bangkit berdiri dan kembali melawan pria di hadapannya. Beberapa pukulan dan tendangan Callista mereka berhasil untuk menepisnya dengan mudah. Dan kembali membuat Callista tersungkur di tanah.


Debora yang melihat Callista tersungkur di tanah, dia pun tersenyum.


“Kau pasti akan kalah kali ini” Gumam Debora dengan senyum liciknya.


Callista berusaha mundur beberapa langkah dan menyentuh sudut bibirnya yang penuh dengan darah.


David mendekat ke arah Callista, bukan hanya Callista yang sudah penuh dengan luka. Tapi David pun penuh dengan luka. Bahkan pistol yang di keluarkan David berhasil mereka ambil alih.

__ADS_1


“Nona, kita tidak mungkin menang melawan mereka. Kita butuh pengawal khusus kelurga Hutomo” Ujar David sambil menyentuh ujung bibirnya yang berdarah.


“Kau ini bodoh atau apa! Jika kita menghubungi pengawal tetap saja percuma. Mereka akan datang paling cepat 30 menit lagi. Dan itu sudah pasti kita akan mati” Seru Callista yang kesal mendengar ucapan David.


“David, serang dia di titik kelemahan pria. Tendang dia, setelah kau berhasil menendangnya pukul tengkuk lehernya kekencang mungkin” Bisik Callista.


“Baik nona” Ucap David.


Callista maju menyerang pria di hadapannya. Kali ini ia berhasil melumpuhkan salah satu pria. Ia menendang dan memukul tengkuk leher pria salah satu pria itu hingga pria itu tersungkur di tanah.


Pria lainnya melihat temannya tersungkur, ia langsung menendang perut Callista dengan keras. Hingga membuat Callista terpental cukup jauh.


Tidak hanya itu, pria itu pun langsung menghampiri Callista dan memukul Callista berkali-kali. David yang melihat Callista sudah tersungkur di tanah, ia pun ingin menolongnya. Namun saat ia ingin menolong, David menerima pukulan dan tendangan dari pria yang menjadi lawannya hingga membuat dirinya tersungkur di tanah.


Grace yang melihat kejadian di depan matanya, tubuhnya bergetar ketakutan. Grace memang pernah mendengar dari Olivia jika Callista memiliki kemampuan bella diri yang hebat. Dan kali ini pun Grace melihat setiap gerak pukulan Callista yang berusaha melawan pria itu.


Grace menccoba mengatur nafasnya dan menghilangkan rasa takutnya. Dia mengambil handphonenya dan kembali menghubungi kakaknya.


“Kakak” Panggil Grace saat sambungan teleponnya terhubung.


Brakkkk


Pintu mobil di dobrak dan salah satu pria menarik tangan Grace.


Grace masih menggenggam handphonenya dengan erat dia yakin kakaknya mendengar suaranya.


“Kakak Tolong aku, Tolong aku dan Callista” Teriak Grace sekencang mungkin, meskipun tangannya sudah di tarik oleh salah satu pria tapi dia masih menggenggam erat handphonenya.


Callista yang melihat tangan Grace di tarik, ia mencoba untuk bangkit dan kembali melawan. Ia menggunakan sisa tenaganya. Tidak mungkin Callista meminta David untu menyelamatkan Grace, karena ia sendiri melihat David yang wajahnya sudah penuh dengan luka.


Callista berhasil menendang salah satu pria yang tadi memukulnya.


Callista berjalan maju ke arah pria yang menarik tangan Grace.


“Lepaskan dia” Teriak Callista.


“Nona Callista ternyata memiliki kemampuan bela diri yang hebat. Kami belum pernah jatuh tersungkur di tanah hanya karena melawan seorang gadis. Tapi kemampuan mu cukup bagus” Ujar Pria itu.


***


Baca karya author yang lain yaa


"Love In Milan"


Baca yaa.


Like,coment dan vote terus setiap novel author ya.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian.


__ADS_2