
Alister Company
Debora yang berada di dalam ruang kerjanya, ia benar-benar merasa sangat marah. Daniel sudah mengumumkan pada media jika ia akan menikah dengan Callista.
Ruang kerja Debora sudah benar-benar berantakan. Debora menghancurkan guci di ruang kerjanya. Dan juga seluruh pajangan yang ada di ruang kerjanya.
Rasa marah dan cemburu yang ada di dalam diri Debora benar-benar tdak bisa Debora tahan. Ia sangat ingin menghancurkan Callista. Tapi ia tidak bisa mengambil tindakan dengan teburu-buru. Ia sadar Callista adalah lawan yang berat untuknya.
Meskipun Alister Company adalah perusahaan yang cukup besar. Tapi jika di bandingkan dengan Hutomo Company, Alister Company tetap kalah. Jika Callista hanya seorang gadis bias, Debora sudah sejak lama menghancurkan Callista yang berani mengambil tunangannya.
Debora sudah berusaha mendekati Alin ibu dari Daniel. Tapi kenyataanya ibunya Daniel hanya mengatakan jika ia hanya ingin melihat putranya Bahagia dengan orang yang putranya cintai.
Debora pun sudah meminta beberapa client perusahaannya untuk mencoba melawan Hutomo Company. Tapi kenyataannya para client tidak ada yang berani melawan sosok Michael Hutomo ayah dari Callista yang terkenal sangat cerdas dalam dunia bisnis.
Michael tidak segan-segan menghancurkan orang yang berani mengusik kehidupannya. Terlebih jika orang tersebut ingin menghancurkan perusahaannya, maka Michael akan segera menghabisi orang tersebut. Itulah kenapa para client perusahaan milik Debora tidak berani melawan Hutomo Company.
Debora tetap tidak akan menyerah, Debora selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Ia akan sangat marah jika ia tidak berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan.
“Lihat saja kau Callista, aku akan segera menghancurkan perusahaan yang kau pimpin” Gumam Debora.
***
.
.
.
Queen Hospial
Hari ini adalah jadwal Callista datang ke Queen Hospital. Callista melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Queen Hospital.
Setibanya Callista di Queen Hospital, ia langsung memarkirkan mobilnya dengan cantik. Dan ia langsung berjalan menuju lobby rumah sakit
Callista berjalan menuju ruang kerjanya.
“Callista”
Mendengar ada yang memanggil Namanya, Callista langsung menoleh melihat siapa yang memanggilnya.
“Olivia?”
Olivia berjalan mendekat kearah Callista.
“Cal, aku ingin bicara sesuatu dengan mu” Ujar Olivia.
“Baiklah, ayo kita bicara di ruang kerja ku” Jawab Callista yang sudah menarik tangan Olivia memasuki ruang kerjanya.
“Ada Apa liv?” Tanya Callista.
“Cal, apa kamu tahu Dokter Mike sudah tidak bekerja disini?”
“Iya aku tahu”
“Cal, apa ini karena calon suami mu?” Tanya Olivia.
__ADS_1
“Iya, Daniel sangat marah dengan Mike”Jawab Callista.
Olivia menghela nafas dalam.
“Aku pun bingung dengan Mike, dia benar-benar menyukai mu tapi ia tidak menggukan otaknya dengan baik. Dia sudah tahu jika kamu sudah memiliki kekasih, bahkan kekasih mu sudah melamar mu. Tapi tetap saja dia menginginkan mu”Ujar Olivia.
“Mungkin Mike belum saja menemukan gadis yang ia cintai selain aku. Suatu saat dia akan mendapatkan gadis yang jauh lebih baik dari pada ku” Balas Callista.
“Tapi Cal, jika aku perhatikan seorang yang terobsesi pada seseorang yang tidak ia bisa dapatkan. Biasanya dia suka melakukan hal yang buruk”
“Kamu jangan bicara seperti itu, selama ini Mike selalu bersikap baik” Ucap Callista mencoba meyakinkan Olivia.
“AKu harap juga serpeti itu”
“Oiya Cal, kapan jadi kamu akan menikah dengan Daniel?” Tanya Olivia kembali.
“Aku harus menunggu Kak Jessica menikah dulu dengan tunangannya, setelah itu aku baru akan menikah”
“Apa kakak mu akan menikah dalam waktu dekat?”
“Tentu, mereka sudah bertunangan. Setahu ku mereka akan menikah bulan depan. Seluruh persiapan sudah di siapkan oleh kakak ku dan kak Adam” Jelas Callista.
“Syukurlah jika seperti itu, aku berharap kamu bisa segera menikah dengan Daniel”
“Tapi Liv, kamu juga harus membuka hati mu untuk pria”
“Nanti saja Cal, aku belum siap. Aku takut terluka jika mencintai seseorang pria”
“Liv, kamu lihat Daniel begitu mencintai ku. Apa kamu tidak ingin mendapatkan seseorang yang mencintai mu?” Tanya Callista kepada Olivia.
“Liv, percayalah. Jika kamu memiliki seorang pria yang mecintai mu. Hidup mu akan jauh lebih Bahagia.”
“Iya, kita lihat saja nanti ya Cal, Yasudah aku ada pasien yang harus ku periksa” Ucap Olivia yang langsung meninggalkan ruang kerja Callista.
“Pasti dia menghindar karena aku membahas pasangan untuknya” Gumam Callista pelan.
Callista mengambil handphonenya di atas meja kerjanya, ia ingin menghubungi kekasihnya.
“Hallo” Sapa Callista.
“Iya Sweetheart, apa kamu merindukan ku?” Goda Daniel seperti biasanya.
“Kamu ini, aku ingin bertanya apa nanti malam aku jadi bertemu dengan Grace?” Tanya Callista.
“Iya, malam ini aku akan menjemput mu. Kamu ingin aku jemput di rumah sakit atau di apartement?”
“Jemput aku di rumah sakit, satu jam lagi aku ada jadwal operasi. Jadi pasti aku akan pulang terlambat”
“Baiklah kalau begitu aku akan menjemput mu di rumah sakit”
“Sayang aku ingin bertanya sesuatu padamu” Ucap Callista.
“Iya ada apa sweetheart, apa yang ingin kamu tanyakan?”
“Apa Taylor memiliki kekasih?” Tanya Callista.
__ADS_1
“Kenapa kamu bertanya tentang Taylor, apa kau mulai menyukainya?” Seru Daniel yang kesal karena Callista menanyakan pria lain kepadanya.
“Aku hanya bertanya” Gerutu Callista.
“Tapi untuk apa kamu bertanya tentangnya”
“CK! Kau ini selalu saja seperti ini. Aku bertanya karena aku ingin mencoba mendekatkan Taylor dengan Olivia” Balas Callista.
“Kenapa kamu tidak bilang dari tadi”
“Bagaimana aku mau mengatakannya, kau selalu saja marah terlebih dahulu sebelum mendengar penjelasan ku” Gerutu Callista.
“Maaf sweetheart, aku hanya tidak suka kamu membicarakan pria lain.” Jawab Daniel.
“Dan soal Taylor, diam belum memiliki kekasih”
“Benarkah?”
“Iya”
“Sayang, apa Taylor suka berganti-ganti wanita?” Tanya Callista kembali.
“Apa maksud mu?” Daniel yang bingung dengan pertanyaan Callista.
“Taylor adalah pemilik club. Olivia berkata pada ku jika seorang pria pemilik club pasti dia selalu suka berganti-ganti wanita” Tutur Callista.
“CK! Kau ini yang benar saja. Tidak semuanya seperti itu, aku mengenal Taylor dengan baik. Jika dia memiliki kekasih, dia akan menjaga dan mencintai kekasihya” Seru Daniel.
“Jika seperti itu, aku akan membuat Olivia dekat dengan Taylor, apa kamu ingin membantu ku?” Tanya Callista.
“Kenapa kamu ingin membuat Olivia dekat dengan Taylor?”
“ Tiga tahun lalu Olivia pernah terluka karena mencintai seorang pria, Sejak saat itu dia sudah tidak lagi membuka hatinya pada pria lain” Jelas Callista.
“Yasudah sweetheart, apa yang membuat mu Bahagia aku pasti akan melakukanya” Balas Daniel.
"Terimakasih sayang"
“Sweetheart, aku harus meeting dengan client ku.”
“Iya sayang, sampai bertemu nanti malam” Ucap Callista.
Callista memutuskan sambungan handphonenya.
Callista akan berusaha mendekatkan Olvia dan juga Taylor. Callista ingin Olivia segera melupakan masa lalunya yang terluka oleh mantan kekasihnya itu.
***
Baca karya Author yang lain ya.
"Love In Milan"
Like,coment dan vote yang banyak yaa.
Terimakasih atas dukungan kalian.
__ADS_1