Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 92 - Informasi Lagi


__ADS_3

Di meja makan, Callista melihat ayahnya masih terdiam.


“Papa” Panggil Callista.


“Iya?” Panggilan Callista membuat Michael berhenti melamun.


“Papa kenapa?”


“Papa hanya berpikir kenaapa Linfard Company menyerang kita”


“Papa tidak pernah mengenal pemilik Linfard Company?”


“Tidak nak, papa tidak pernah mengenalnya. Sangat aneh rasanya belum pernah menjadi lawan bisnis papa, tapi sudah ingin menyerang keluarga kita. Papa semakin yakin dia ada masalah dengan Daniel” Ujar Michael.


“Pa, sudahlah jangan di pikirkan. Daniel pasti bisa menyelsaikan semua ini”


“Ya sayang papa percaya itu. Tapi kamu harus tahu Linfard Comopany jauh lebih besar dari perusahaan kita”


“Pa, meskipun Linfard Company lebih besar dari pada perusahan kita. Tapi papa tahu kan aku adalah istri dari Daniel Renaldy. Tidak mungkin suami ku akan kalah” Ucap Callista yang mencoba menenangkan ayahnya.


“Ya, kamu benar sayang. “


“Yasudah pa, ma kalau begitu aku pulang dulu” Pamit Callista yang langsung mencium ayah dan ibunya.


***


Callista berjalan keluar dari mansion keluarganya. Nick yang melihat Callista sudah berjalan emnuju mobil, ia langsung membukakan pintu mobil.


Di dalam mobil, Callista benar-benar tidak nyaman. Tidak biasanya Daniel tidak menjawab pesan dan telepon darinya. Callista mulai khawatir karena Daniel tadi pagi baru saja bertemu dengan pemilik Linfard Company.


Callista mengambil handphone di dalam tasnya, ia mencoba kembali menghubungi Daniel.


Tutt


Tutt


“Hallo sayang” Sapa Callista yang akhirnya Daniel menjawab teleponnya.


“Iya, maaf aku sibuk hari ini” Jawab Daniel.


“Everything is fine?” Tanya Callista yang mulai khawatir.


“Ya, nanti sampai di rumah aku akan cerita. Sekarang aku di jalan” Balas Daniel.


“Baiklah, aku juga di jalan. Kamu hati-hati ya” Ucap Callista yang langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Mobil Callista kini sudah tiba di apartemen, ia langsung berjalan masuk menuju apartemennya dan langsung menju kamar mandi. Ia ingin langsung berendam untuk merilekskan tubuhnya.


30 menit kemudian.


Callista baru saja selesai mandi, ia langsung mengganti baju dengan dress santai yang biasa ia pakai saat di rumah.

__ADS_1


“Sayang” Sapa Daniel yang kini sudah datang dan ia langsung berjalan mendekat ke arah istrinya.


“Kamu sudah pulang?”


“Sudah, aku mandi dulu ya” Ucap Daniel yang langsung mengecup bibir istrinya dengan lembut. Lalu ia langsung berjalan ke kamar mandi.


Callista yang menatap Daniel merasakan ada sesuatu. Callista melihat wajah lelah Daniel.


“Ada apa ya” Gumam Callista.


Kini Callista merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Drttt


Drttt


Suara handphone Callista.


“Taylor?” Gumam Callista saat melihat layar ponselnya.


“Hallo” Sapa Callista.


“Call, maaf aku mengganggu mu. Tapi ada hal penting yang aku ingin sampaikan” Ucap Taylor.


“Ada apa?”


“Aku telah membaca dokumen, ada salah satu dokumen yang mencurigakan. Ini berhubungan dengan pemilik Leonard Company. Kamu ingat Alvonso?” Tanya Taylor.


“Katakan, ada apa?” Tanya Callista yang penasaran.


“Aku rasa Alvonso berada di balik ini. Tapi dia pasti di bantu oleh seseorang yang memiliki perushaaan kuat. Aku kemarin bertemu dengan Daniel, suami mu bilang Linfard Company terlibat. Itu artinya Linfard Company bekerja sama dengan Alvonso” Tutur Taylor.


“Aku sebenarnya ingin bicara langsung dengan Daniel tapi sejak tadi pagi aku sulit menghubungi suami mu” Ujar Taylor.


“Sekarang Daniel sedang mandi, aku akan membahas ini dengannya. Jika Alvonso terlibat aku tidak akan segan-segan mematahkan lehernya berani berurusan dengan ku” Seeru Callista yang kesal.


Daniel yang kini sudah keluar dari kamar mandi dan ia pun sudah mengenakan piyama tidurnya. Ia mendekat ke arah ranjang, dan melihat Callista yang kini sedang menelpon.


“Taylor, besok kita lanjut lagi.” Ucap Callista yang langsung memutuskan panggilan teleponnya.


“Taylor menghubungi mu?” Ucap Daniel yang kini sudah merebahkan tubuhnya di samping Callista.


“Iya, dia menghubungi ku”


“Kamu sudah makan?” Tanya Callista.


“Sudah”


“Baiklah”


“Sayang, bagaimana pertemuan dengan Linfard Company?”

__ADS_1


Daniel menghela nafas dalam, mendengar pertanyaan Callista.


“Seseorang yang pria yang tidak terima cintanya kau tolak, dia berbuat gila dengan mencoba menghancurkan perushaan ku dan perusahaan keluarga mu” Ujar Daniel yang membuat Callista mengerutkan dahinya.


“Maksud mu?”


“Mike, dokter bodoh itu berada di balik ini semua. Ternyata dia pemilik Linfard Company. Dia sengaja menutupi identitasnya.” Ujar Daniel yang membuat Callista terkejut.


“Maksud mu Mike dokter jantung di Queen Hospital dulu adalah pemilik Linfard Company?” Tanya Callista yang masih tidak percaya. Daniel pun langsung mengangguk.


“Ya”


“Berarti Mike bekerja sama dengan Alvonso?” Gumam Callista pelan namun masih di dengar oleh Daniel.


“Alvonso?” Daniel mengerutkan dahinya heran karena Callista menyebut nama Alvonso.


“Tadi Taylor menghubungi ku, saham perushaan kakak ku bisa anjlok akibat ulah dari Alvonso. Itu artinya Alvonso bekerja sama dengan Mike” Ujar Callista.


“Bagaiamana bisa Alvonso kenal dengan Mike?” Callista yang maish bingung kenapa bisa Mike mengenal Alvonso.


“Berarti Mike sudah memperhitungkan semua ini, kalau begitu mari kita lihat. Leonard Company sudah berhasil di tangan ku. Sepertinya dia ingin kehancuran di perusahaannya” Ujar Daniel.


“Tapi sayang, kita harus berhati-hati. Kamu ingat kan Alvonso pernah berusaha mencelakai kakak ku. Itu artinya mereka akan menggunakan cara licik dan juga kekerasan” Tutur Callista.


“Harusnya kau membiarkan ku waktu itu untuk menghajar Alvonso! Jika aku tahu minta maafnya waktu itu adalah palsu, aku patahkan lehernya” Seru Callista yang mulai kesal.


“Tenanglah sayang, jika mereka bermain kekerasan ataupun cara licik. Suami mu ini akan selalu selangkah lebih maju dari pada mereka” Ucap Daniel sambil mengelus rambut istrinya.


“Lalu sekarang bagaimana dengan perushaan kakak ku?”


“Taylor kini membantu perusahaan kakak mu. Jangan khawatir, aku akan mengawasinya juga. Kamu tenang saja” Ucap Daniel kembali.


“Tapi, tadi aku datang ke mansion keluarga ku. Papa mengatakan pada ku jika Linfard Company jauh lebih besar dari pada perushaaan keluarga ku.”


“Itu memang benar, tapi Hutomo Company tidak terlalu berbeda jauh dengan Linfard Company. Tenanglah, jika perusahaan kita di gabung kita memiliki kekuatan. Kamu tidak perlu memikirkan ini. Lebih baik kita tidur sekarang” Ucap Daniel.


Callista pun mengangguk dan ia langsung tidur di pelukan Daniel.


Meskipun Daniel meminta Callista untuk tidak memikirkan masalah ini. Tapi Callista tidak bisa untuk tidak memikirkan masalah ini. Bagaimana pun ini akibat dari pria gila yang tidak terima cintanya di tolak.


Callista melihat Daniel yang kini sudah tertidur, ia mulai memikirkan sesuatu. Callista tahu suaminya akan menyelesaikan masalah ini. Tapi rasanya tidak tenang jika ia hanya berdiam diri.


“Aku harus bertemu dengan Mike” Gumam Callista dalam hati.


***


Pembaca judul author "Love In Milan" maaf ya author belum bisa up. Ada masalah kantor yang harus author utamakan. Maklun jakarta lockdown, author urus pekerjaan kantor dirumah. Maaf sekali yaa.


Like,coment dan vote terus setiap karya author.


Terimakasih atas dukungannya.

__ADS_1


Love from author 😘


__ADS_2