
Pagi hari seperti biasa Callista sudah berada di rumah sakit. Dan Callista langsung menuju ruang kerja Olivia, ia ingin sekali bertemu dengan Olivia. Menceritaka kabar bahagia karena Grace sudah resmi menjadi kekasih Edward.
Sebenarnya Callista sudah memiliki janji dengan kakaknya untuk membahas pesta ulang tahun ayahnya. Namun Callista mengatakan jika ia bisa menemui kakaknya sepulang dari rumah sakit. Maka itu sebelum ia bertemu dengan kakaknya, ia ingin menemui Olivia terlebih dahulu.
Kini Callista sudah tiba di depan ruang kerja Olivia dan ia pun langsung mengetuk ruang kerja Olivia.
Tok
Tok
Suara ketukan pintu
"Masuk"
"Liv" sapa Callista yang berjalan masuk ke ruang kerja Olivia,
"Cal?"
"Liv, aku mau mengatakan sesuatu dengan mu" seru Callista.
"Ada apa Cal?"
"Apa kau tahu kini Grace sudah menerima Edward sebagai kekasihnya" seru Callista dengan senyum bahagia.
"Benarkah?"
Callista pun mengangguk.
"Sekarang semua sempurna, kau dengan Taylor dan Grace dengan Edward" ucap Callista.
"Ya, memang semuanya sudah di pasangkan. Tuhan memang sangat baik pada kita semua" balas Olivia dan Callista langsung mengangguk setuju.
"Cal, tapi bagaimana dengan Grace apa dia sudah tahu Edward pernah menyukai mu?" tanya Olivia.
Olivia memang tahu siapa saja pria yang menyatakan perasaannya pada Callista. Karena memang Callista tidak pernah merahasiakan jika ada pria yang menyatakan perasaanya pada dirinya.
Callista menghela nafas dalam.
"Aku harap Edward dapat menjelaskannya, karena Edward bertemu dengan ku lebih dulu saja. Mungkin jika dia bertemu dengan Grace terlebih dahulu dia akan jatuh cinta pada Grace bukan dengan ku" balas Callista.
"Ya, aku harap begitu"
"Liv bagaimana apa kau sudah memutuskan untuk menikah dimana?" tanya Callista.
"Mungkin aku akan memakai hotel milik suami mu" jawab Olivia.
__ADS_1
"Kau memang pandai memilih, hotel suami ku memang sangat mewah" balas Callista sambil tertawa.
"Haha ya kau benar. Tapi itu sebenarnya karena keinginan Taylor juga" sahut Olivia.
"Baiklah, kau tenang saja. Aku pastikan aku akan meminta Harry mengaturnya"
"Terimakasih Cal"
"Tidak perlu berterimakasih, aku ini adalah salah satu orang yang sangat bahagia saat mendengar kau akan menikah dengan Taylor" ujar Callista.
Tanpa sadar Olivia meneteskan air matanya. Callista yang melihat Olivia meneteskan air mata, ia langsung menghapus air mata Olivia dengan jemarinya.
"Liv, jangan menangis. Bukankah aku sudah mengatakan akan ada pelangi sehabis hujan? dan bukankah aku juga mengatakan sebesar apapun petir, dia akan berhenti" tutur Callista dengan lembut.
"Kamu benar Cal, aku masih tidak menyangka saja jika aku bisa mendapatkan kebahagian ini. Tuhan memang sangat baik Cal" balas Olivia.
"Kamu berhak mendapatkan kebahagiaan liv" ucap Callista dengan lembut.
"Yasudah, aku harus pergi dulu ya. Aku ingin bertemu dengan kakak ku di restaurant terdekat dengan rumah sakit. Kamu harus selalu bahagia Liv. sebentar lagi kamu akan menikah" ujar Callista dan Olivia pun langsung mengangguk.
Tidak lama kemudian Callista meninggalkan ruang kerja Olivia dan menuju restaurant terdekat dengan Queen Hospital. Karena jarak restaurant yang tidak jauh, Callista pun lebih memilih untuk berjalan kaki. Meskipun awalnya Nick melarangnya, tapi Callista langsung menatap tajam Nick. Itulah kenapa sejak dulu Callista tidak menyukai pergi dengan supir. Ia tidak akan bebas melangkah sesuka hatinya.
Setibanya di restaurant, Callista sudah melihat kakaknya sudah duduk di kursi ujung. Ia pun segera menghampiri kakaknya.
"Kakak" panggil Callista yang sudah tiba di hadapan Jessica.
"Terimakasih ka" Callista langsung duduk tepat di hadapan Jessica.
"Cal, kakak rasa besok kita merayakan ulang tahun papa lebih baik siang saja. Kita tidak perlu mengenakan pakaian formal. Kakak ingin terlihat simple tapi tetap elegan" ujar Jessica dan Calista pun langsung mengangguk setuju.
"Aku juga suka seperti itu ka, jadi aku tidak perlu memakai gaun" balas Callista.
"Cal, kamu sudah membelikan kado apa untuk papa?" tanya Jessica.
"Aku memeberikan foto kita sekeluarga ka, sejak kita kecil, remaja hingga kita sudah menikah. Di tambah aku memesan jam tangan Rolex keluaran terbaru untuk papa" jawab Callista.
"Wah, ide bagus. Papa pasti senang melihat foto kita sekeluarga, di tambah dengan jam tangan memang papa mengoleksi jam tangan" balas Jessica.
"Lalu kakak memberikan kado apa?" tanya Callita pada kakaknya.
Jessica tersenyum " Kakak sekarang sudah hamil Cal. Papa akan menjadi seorang kakek" ucap Jessica yang membuat Callista tersenyum bahagia.
"Benarkah kakak hamil? ah aku akan menjadi seorang bibi" seru Callista yang bahagia.
"Kakak juga sudah menyiapkan tiket liburan untuk papa dan mama ke Turkey. Kakak rasa mereka membutuhkan waktu bersama mengingat masa muda mereka" lanjut Jessica dan Callista pun mengangguk setuju.
__ADS_1
"Benar ka, aku rasa memang mereka membutuhkan liburan" sahut Callista.
"Oiya Cal, bagaimana kamu apa sudah isi?" tanya Jessica dan Callista pun langsung menggeleng.
"Sebenarnya aku sudah terlambat datang bulan, tapi terkadang saat aku kelelahan aku pun suka terlambat datang bulan ka. Aku tidak ingin memeriksanya, aku taku takut kecewa" balas Callista dan Jessica pun langsung menggenggam tangan adiknya.
Callista memang ingin memeriksa ke dokter karena dia sudah terlambat datang bulan, tapi ia tidak berani melihat hasilnya. Ia sangat takut saat melihat hasilnya ia akan kecewa. Karena memang meskipun ia terlambat datang bulan, ia tidak pernah merasakan mual seperti orang hamil biasanya. Dan dulu sebelum menikah pun jika Callista merasa sangat lelah,ia sering terlambat datang bulan.
"Tidak apa sayang, kamu periksa saja. Jika memang Tuhan belum memberikannya tidak masalah. kamu pun masih muda" ujar Jessica.
"Mungkin aku akan memeriksanya setelah pesta ulang tahun papa" ucap Callista.
"Yasudah, Oiyai saat ulang tahun papa. Adam tidak bisa ikut, dia ada perjalanan bisnis ke Irlandia" ujar Jessica.
"Bagaimana dengan suami mu Cal? apa Daniel bisa datang?" tanya Jessica.
"Aku sudah mengatakannya pada Daniel. Harusnya dia bisa langsung ikut, tapi nanti malam aku akan tanyakan lagi" jawab Callista.
"Ka, aku ingin memberitahu kakak sesuatu"
"Ada apa?"
"Grace dan Edward kini sudah resmi menjadi sepasang kekasih" seru Callista.
"Benarkah?"
"Iya ka"
"Syukurlah kalau begitu, Grace gadis yang cantik dan baik. Dia memang pantas mendapatkan pria yang baik dan hebat untuk menemani hidupnya" ujarJessica dan Callista pun mengangguk setuju.
"Kakak bangga dengan mu Cal, kamu sangat baik pada adik ipar mu. Usia kalian sama, tapi kakak lihat kamu jauh lebih dewasa. Itu yang membuat kakak bangga dengan mu" lanjut Jessica.
"Aku seperti ini karena melihat kakak yang bersikap baik pada ku, kakak menayayangi ku. Kakak sangat dewasa dan juga bijak. Itu yang aku lihat. Kakak adalah contoh yang baik untuk ku" balas Callista dan Jessica pun tersenyum.
***
Follow IG Author : abigailranadewi
R : thor kapan Callista hamil?
A : sabarlah, biar Daniel banyakin bikin dulu wkwk
R : Ah lama thor
A: Sabar, kalau cepet nanti enggak asik ah.Author mau kasih kejutan dikit wkwk.
__ADS_1
Like, coment dan vote semua karya author ya.
Tinggalin jejak kalian setiap membaca karya author yaa.