Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 20 - Tangis Callista


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Setelah berlibur dari tokyo, Callista masih belum bisa menghubungi Daniel. Dia sudah mencoba menghubungi berkali-kali tapi tetap tidak dijawab. Callista juga sudah mendatangi kantor Daniel, tapi secretary Daniel mengatakan Daniel memiliki jadwal meeting yang padat.


Callista menyibukan dirinya, dengan pekerjaannya. Ditambah dia juga sedang fokus pada restaurant yang dia akan buka di Tokyo.


Hari ini Callista memiliki janji bertemu dengan Edward, karena kemarin pertemuan mereka ditunda. Maka hari ini Callista harus meeting dengan Edward membahas kerjasama antar perusahaan mereka.


Setibanya di Hutomo Company.


"Nona Callista, Tuan Edward sudah ada di ruang meetingi"ucap Lucy assistantnya


"Kenapa dia datang cepat sekali"gumam Callista


"Baiklah, aku akan kesana"Callista berjalan kearah ruang meeting.


"Selamat pagi Nona Callista"Edward mengulurkan tangannya kearah Callista, lalu Callista menyambut uluran tangan Edward"


"Selamat pagi Tuan Edward"


"Baiklah nona, disini saya ingin membahas kerjasama kita. ini kontrak kerjasama dari kami"ucap Edward sambil menyerahkan kontrak kerjasama


"Tuan Edward, saya sudah menyetujuinya. Kontrak akan segera saya tanda tangani. Selanjutnya saya minta perusahaan anda menyiapkan kebutuhan yang di perlukan hotel kami" ucap Callista


"Baik Nona Callista. Terimakasih"


Edward berlajalan meninggalkan Callista, Sedangkan Callista mulai merasakan kesepian karena Daniel sudah lama tidak menghubunginya.


**********


Renaldy Family


Daniel berusaha untuk menghindar dari Callista. Hari ini sesuai keinginan ibunya, dia tidak berangkat ke kantor.


"Daniel, Hari ini Debora Alister akan datang. Dia adalah calon tunangan mu"ucap Alin


Daniel hanya menghela nafas


"Callista, maafkan aku. aku harus melukai mu. Bersabarlah Callista, aku akan menemukan cara terbaik untuk kita"batin Daniel


Keluara Alister sudah tiba di mansion milik Renaldy Family. Alin dan Gio pun menyambut keluarga Alister.


"Debora, kamu cantik sekali"ucap Alin sambil memeluk Debora


"Terimakasih tante"jawab Debora


"Daniel, lihatlah Debora sangat cantik bukan? mama selalu memilihkan pilihan yang terbaik untuk mu"

__ADS_1


Daniel hanya diam mendengar ucapan ibunya.


"Alin, anak mu benar-benar sangat tampan"ucap Lily ibu Debora yang kagum melihat Daniel.


"Terimakasih Li, kita akan menjadi besan"ucap Alin dan Lily pun tersenyum mendengarnya.


"Daniel, bagaimana perusahaan yang kamu pimpin?"tanya Ronald ayah Debora.


"Semua berjalan dengan baik paman"jawab Daniel berusaha dengan tersenyum


"Iya paman dengar, perusahaan yang kamu pimpin sangatlah hebat"


"Baiklah, Lily dan Ronald kita harus segera mengatur pertunangan Daniel dan Debora. Aku juga sudah mengundang media untuk memberitahukan acara pertunangan mereka." ucap Alin


Keluarga Renaldy dan Alister memutuskam untuk segera melaksanakan pertunangan Daniel dan Debora. Alin pun sudah memberitahu media tentang Pertunangan putra sulung keluarga Renaldy dengan putri tunggal keluarga Alister.


Daniel masih terus menunggu Harry assistantnya untuk memberinya kabar. Sampai detik ini, Harry masih mencari tahu alasan kenapa ayahnya membenci keluarga kekasihnya. Daniel yang belum mengetahui alasannya terpaksa mengikuti kemauan ibunya. Setidaknya sampai dia tahu alasan mengapa keluarganya membenci keluarga Callista.


**********


Callista memutuskan untuk menemui kakaknya Jessica. Callista sudah mendengar jika kakaknya sudah pulang dari Irlandia.


Callista mengambil kunci mobilnya dan mengemudikan mobilnya ke perusahaan cabang keluarganya yang dipimpin Jessica.


Setibanya Callista di kantor Jessica, Calista berjalan menuju ruang kerja Jessica.


"Callista, kamu disini? ada apa?"


Callista berjalan mendekat ke arah kakaknya.


"Kakak, aku ingin cerita pada mu" Callista dengan wajah yang muram


"Kemarilah, ada apa sayang?" tanya Jessica dengan wajah tersenyum


"Kakak, apa kakak tahu kenapa mama dan papa melarang hubungan ku dengan Daniel?"


"Melarang? kakak saja baru tahu dari mu." wajah Jessica kaget


"Setelah acara pertunangan kakak, Papa meminta aku pulang kerumah. Lalu papa bilang aku tidak boleh menjalin hubungan lagi dengan Daniel. Aku tanya alasannya kenapa tapi papa mengatakan karena Daniel adalah keluarga Renaldy."ucap Callista sambil melihat ke arah Jessica


Jessica mengehela nafasnya


"Cal, kakak sungguh tidak tahu. Tapi kakak janji, kakak akan mencari tahu. Kakak ingin melihat kamu bahagia dengan pria pilihan mu"ucap Jessica sambil menggenggam tangan Callista.


"Terimakasih banyak ka"


Ditengah obrolan Callista dengan Jessica, mata Jessica tertuju pada TV yang ada di ruang kerjanya.

__ADS_1


"Callista, itu bukannya Daniel?"tanya Jessica sambil terus menatap TV.


Callista pun menoleh kearah TV


"Melvin Daniel Renaldy, pengusaha sukses akan segera bertunangan dengan Debora Alister. Designer terkenal di Paris" Berita di TV sontak membuat Callista dan Jessica kaget


"Callista ada apa ini?"tanya Jessica


Callista hanya diam dan terus menatap layar TV didepannya. Tanpa sadar, air matanya mulai menetes membasahi pipinya. Jessica yang melihat adiknya menangis, dia langsung bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Callista.


"Sayang, ini pasti ada sesuatu. Percayalah jika memang Daniel menyakiti mu. Kakak orang pertama yang akan membunuhnya. Meskipun Renaldy Company sangat besar. Tapi Hutomo Company tidak akan pernah kalah. Percayalah, kakak akan terus menjaga mu"ucap Jessica sambil memeluk Callista.


"Ka, sepertinya aku berjuang dengan orang yang salah. Ketika aku berjuang untuk mempertahankan hubunganku. Daniel malah mengumumkan pertunangannya dengan gadis lain"lirih Callista


Jessica yang mendengar ucapan adiknya, ikut merasakan kesedihan. Jessica tidak pernah melihat Callista menangis.


"Daniel Renaldy, aku tidak tahu apa yang terjadi. Tapi jika kau menyakiti adik ku. Aku pastikan, aku akan menghancurkanmu"batin Jessica


Callista memutuskan untuk menenangkan diri di apartement miliknya. Dia ingin sekali bertanya langsung kepada Daniel. Tapi dia tidak ingin bertanya ketika dia sedang menangis. Dia tidak mau Daniel melihat air matanya. Callista memutuskan besok akan mendatangi langsung apartement Daniel.


"Jika memang alasan mu dalam satu minggu ini menjauh dari ku karena telah merencanakan pertungan mu. Aku akan mengikhlaskan mu Daniel. Terimakasih atas luka yang telah kau berikan pada ku"gumam Callista dengan air mata yang masih membasahi pipinya.


Daniel yang sedang berada di ruang kerjanya,melihat berita di TV membuat Daniel membuang laporan yang sedang dia baca.


Daniel mengambil handphonenya dan menghubungi assistantnya.


"Hallo Tuan Daniel"


"Harry, kenapa kau lama sekali. kenapa sampai detik ini kau belum memberikan informasi yang aku mau?hah?"bentak Daniel


"Maaf tuan, beri saya waktu beberapa hari saja tuan"


"Aku hanya memberi mu waktu 2 hari, kalau kau tidak bisa memberi tahu ku dalam 2 hari. Kau bisa angkat kaki dari perusahan ku"ancam Daniel


Harry yang mendengar ancaman Daniel, langsung membuatnya takut.


"Baik Tuan, saya akan berikan informasi yang tuan inginkan dalam 2 hari"


Daniel tidak merespon Harry, dia terus melihat foto Callista yang berada di ponselnya.


"Maafkan aku sayang, aku harus melukai mu. Percayalah aku tidak bermaksud untuk melukaimu"ucap Daniel sambil melihat foto Callista.


**********


*Terimakasih atas dukungannya,


Author minta vote nya ya yang banyak, biar author semangattt lanjutin ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2