Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 90 - Linfard Company


__ADS_3

Keesokan pagi Daniel dan Callista sudah bersiap. Callista sudah menyiapkan sarapan untuk Daniel yaitu roti gandum dengan susu kacang. Hari ini Callista akan ke Queen Hospital. Callista sudah tidak datang lagi ke perusahaan cabang miliknya karena sekarang sudah di pimpim oleh Taylor. Dan juga akan di awasi oleh Daniel.


Daniel berjalan menuju ruang makan dan ia langsung duduk di hadapan istrinya.


“Sayang, ini sarapan mu” Ucap Callista sambil memberikan roti gandum dengan susuk kacang untuk Daniel.


“Iya, hari ini kamu jadi langsung ke rumah sakit?” Tanya Daniel sambil menikmati sarapannya.


“Jadi, aku tidak mungkin membiarkan Olivia terus menerus menggantikan ku. Aku pun rindu dengan ruang kerja ku.” Jawab Callista.


“Yasudah, kamu jangan memikirkan perusahaan. Biar aku yang menangani ini semua” Balas Daniel.


Callista pun langsung mengangguk.


“Iya, aku percaya dengan mu”


“Sayang, Leora assistant baru mu sudah mulai bekerja di perusahaan. Dia nanti mungkin akan datang ke Queen Hospital untuk memberikan laporan tentang restauran mu” Ujar Daniel.


“Baiklah”


“Sayang, ayo kita berangkat sekarang. Nanti aku terlambat. Kamu pun ingin ke Linfard Company bukan? Lebih baik kita berangkat sekarang.”Ucap Callista yang sudah selesai menyelesaikan sarapannya.


“Ya” Daniel langsung bangkit dari tempat duduknya.


Daniel dan Callista berjalan meninggalkan apartemen, mereka sudah di jemput oleh supir mereka masing-masing. Daniel memang sedang tidak ingin menyetir sendiri, dia merasa sekarang dia lebih nyaman dengan menggunakan supir.


Sesampainya di lobby apartemen, Daniel memperkenalkan supir sekaligus pengawal untuk istrinya.


“Sayang, ini Nick supir sekaligus pengawal kamu. Mulai hari ini kamu tidak bisa pergi tanpa Nick. Meskipun kamu bertemu dengan teman-teman mu, Nick harus mengantar mu. Dan juga meskipun kamu pergi berbelanja, Nick akan selalu menemani mu” Ujar Daniel.


“Apa-apaan dia ini. Kenapa Nick harus bersama ku terus. Benar-benar tidak bisa bebas” Gerutu Callista dalam hati.


“Ya, aku mengerti” Ucap Callista yang terpaksa tidak ingin membantah suaminya. Ia tahu percuma saja membantah suaminya.


“Nick ini istri ku Callista. Dia adalah dokter di Queen Hospital. Kemanapun istri ku pergi, kau harus bertanggung jawab menjaganya. Jika sampai terjadi sesuatu dengan istri ku. Kau lihat apa yang akan ku lakukan pada mu” Ancam Daniel.


“Baik Tuan” Jawab Nick dengan sopan.


“Mari nyonya” Nick membukakan pintu mobil untuk Callista, namun sebelum Callista masuk ke dalam mobil. Daniel mencium dengan lembut bibir istrinya lalu berpamitan.


“Kamu hati-hati dan kabari aku jika sudah di rumah sakit” Ucap Daniel ke arah istrinya.

__ADS_1


“Iya, kamu juga hati-hati. Kabari aku tentang perusaahaan” Balas Callista.


Mobil Callista mulai meninggalkan lobby apartemen, Daniel yang melihat Callista sudah berjalan meninggalkan apartemen, ia langsung masuk ke dalam mobilnya menuju Linfard Company.


Di dalam mobil, Daniel terus melihat laptop miliknya. Ia mendapatkan email dari Harry mengenai data perusahaan Linfard Company. Daniel membaca laporan itu dengan teliti, sampai ia menemukan kejanggalan di data perusahaan.


“Tiga tahun lalu perusahaan ini pernah mengalami penurunan saham yang besar” Gumam Daniel yang kini membaca laporan data Linfard Company.


“Siapa pemilik Linfard Company. Apa tujuannya dia ingin menghancurkan perushaan ku dan juga perusahaan Callista. Ini sudah pasti aku mengenalnya” Gumam Daniel kembali.


***


Kini mobil Daniel sudah tiba di lobby Linfard Company. Daniel meminta supirnya untuk memarkirakan mobilnya. Dan mungkin Daniel akan sedikit lama karena ia ingin berbicara dengan pemilik Linfard Company.


Daniel berjalan memasuki lobby perusahaan, dan ia langsung menuju receptionist.


“Selamat pagi tuan, ada yang bisa saya bantu?” Tanya salah satu receptionist dengan sopan.


“Pagi, saya ingin bertemu dengn presdir Linfard Company” Jawab Daniel.


“Maaf tuan, apa tuan sudah membuat janji pada presdir kami?” Tanya receptionist kembali.


“Baik tuan, mohon di tunggu” Receptionist langsng menghubungi seseorang untuk mengatakan jika pemiliki Renaldy Company datang ingin bertemu dengan presdir.


“Tuan, anda bisa langsung ke lantai 58. Itu adalah ruang khusus presdir kami.” Ucap reseptionist sambil memberikan kartu akses gedung. Daniel pun langsung menerimanya.


Daniel berjalan masuk ke dalam lift. Di dalam lift ia terus memikirkan siapa orang di balik ini semua. Daniel benar-benar sudah tidak sabar untuk memberikan balasan karena berani melawannya.


Ting


Pintu lift terbuka.


“Selamat pagi, perkenalkan saya Denis, assistant dari presidir Linfard Company” Sapa Denis yang memperkenalkan dirinya.


“Pagi, saya Daniel Renaldy. Saya ingin bertemu dengan presdir mu” Jawab Daniel dengan nada datar dan dingin.


“Baik Tuan, presdir kami sudah menunggu anda”


Tok


Tok

__ADS_1


Suara ketukan pintu


“Masuk”


Setelah Denis mengetuk pintu, ia langsung mempersilahkan Daniel masuk ke dalam ruang kerja presdir Linfard Company.


Daniel menatap punggung seorang pria yang tingginya hampir sama dengannya. Dengan tubuh yang tegap dan memakai jas berwarna silver.


Ketika pria itu menoleh, Daniel terkejut dengan pria yang kini di hadapannya.


“Tuan Daniel Renaldy, suatu kehormatan Tuan datang ke perusahaan ku” Ujar pria yang kini di hadapannya.


“Mike, kau rupanya.” Daniel menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.


Pria yang berdiri di hadapan Daniel adalah Mike yang ternyata presdir dari Linfard Company.


“Ya, ini aku. Bagaimana apa kau terkejut?” Ucap Mike yang menatap Daniel.


“Terkejut? Itu bukanlah tipe ku. Mike, rupanya istri ku sangat melekat di hati mu. Hingga kau tidak bisa melupakannya dan memilih cara murahan seperti ini” Sindir Daniel.


“Daniel Renaldy, sejak dulu kau itu terlalu sombong dengan apa yang kau punya. Kau tidak tahu siapa diri ku. Aku selama ini memang sengaja menyembunyikan identitas ku.” Seru Mike.


“Daniel Renaldy, perusahaan ku tidak terlalu berbeda jauh dengan mu. Aku memang sengaja diam karena aku ingin membuat perusahaan ku berada di atas mu. Dan lihat lah, sebentar lagi kehancuran akan berada di perusaahaan mu” Seru Mike dengan senyum liciknya.


“Kalau begitu haruskah aku takut? Mike Linfard, perusahaan mu memang besar. Bahkan aku membaca kini perusahaan mu telah melebihi perusahaan istri ku. Selisih perusahaan ku dengan perusahaan mu memang tidak jauh. Aku harus akui kau hebat memimpin perusahaan yang tiga tahun lalu mengalami penurunan saham dan bisa sebesar sekarng” Ujar Daniel yang berusaha bersikap tenang.


Daniel berjalan mendekat ke arah Mike.


“Mike Linfard, ternyata kau pemilik Linfard Company. Ah aku benar-benar tidak tahu nama belakang mu, meskipun kau pernah bekerja di rumah sakit ku, aku tidak pernah memeriksa nama keluarga dokter di rumah sakit milik ku” Ujar Daniel kembali.


“Lalu ini rencana mu supaya bisa mendapatkan istri ku? berusaha menghancurkan perusahaan ku dan perusahaan keluarga ku? Hebat. Kau bahkan berani melawan ku, tidak kah kau selidiki dengan baik siapa musuh mu?” Sindir Daniel sambil tersenyum licik ke arah Mike.


***


Yaang belum baca karya author yang lain baca ya judulnya "Love In Milan"


Like,coment dan vote terus setiap karya author yaa.


Love In Milan up agak telat yaaa, author lagi nulis novel ini dulu.


Terimakasih atas dukungan kalian😘

__ADS_1


__ADS_2