Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 70 - Kebersamaan Daniel dan Callista


__ADS_3

Acara pernikahan Callista dan Daniel pun telah selesai. Para tamu undangan sudah mulai meninggalkan ballroom hotel. Keluarga Daniel dan Keluarga Callista memilih untuk menginap di hotel milik keluarga Daniel.


Kini Callista dan Daniel berjalan masuk ke kamar pengantin mereka. Saat Callista melihat kamar yang sudah di hias dengan bunga lily kesukannya. Ia benar-benar terkejut.


“Ini benar-benar cantik” Ucap Callista dengan lembut.


“Tentu, ini sudah ku siapkan untuk istri ku” Jawab Daniel yang kini sudah memeluk istrinya dari belakang.


Daniel mulai mencium leher istrinya hingga membuat Callista merasakan geli.


“Sayang, aku harus mengganti baju ku” Ucap Callista.


“Baiklah, aku menunggu mu” Bisik Daniel di telinga Callista.


Callista yang ingin melepaskan gaunnya, ia sudah berusaha untuk membuka retsletingnya hingga ia berjinjit. Tapi tetap tangannya tidak sampai. Daniel yang melihat Callista kesulitan membuka gaun istrinya, ia berjalan menghampiri istrinya.


“Jika kamu kesusahan membuka gaun mu, kamu bisa meminta bantuan ku” Ucap Daniel dengan lembut sambil membantu Callista membuka gaun istrinya.


Daniel yang melihat punggung mulus dan putih milik istrinya, meembuat Daniel menyentuh punggung istrinya.


“Kulit mu sangat halus dan cantik” Bisik Daniel di telinga Callista dan membuat Callista tersenyum.


“Aku harus mengganti dengan dress tidur ku” Ujar Callista.


“Sayang, percuma saja kamu menggunakan dress tidur mu. Malam ini tubuh mu pasti sudah polos tanpa sehelai benang pun” Bisik Daniel yang langsung membuat Callista mencubit lengan Daniel.


“Kau ini! Aku ingin mandi” Gerutu Callista.


“Mandi bersama ya sayang?” Ucap Daniel.


“No!” Jawab Callista yang langsung meninggalkan Daniel menuju kamar mandi.


30 menit kemudian.


Callista sudah selesai berendam dan membersihkan diri. Callista mengenakan dress tidur tipis berwarna putih yang sangat terlihat kulit putih mulus Callista di balik dress tidurnya.


Daniel pun sudah membersihkan dirinya dan mengganti bajunya dengan piyama tidurnya. Saat Callista berdiri di depan meja riasnya. Daniel memeluk Callista dan mencium curuk leher istrinya.


Hembusan nafas Daniel terasa hangat di leher Callista.


“Sayang” Bisik Daniel di telinga Callista.


“Hemm”


“Aku sudah tidak sabar” Bisik Daniel kembali di telinga istrinya.


“A...ku” Belum selesai Callista berbicara, Daniel langsung menggendong istrinya menuju ranjang tidur mereka.


Di ranjang, Daniel langsung mencium bibir istrinya dengan lembut dan semakin memperdalam ciumannya.Callista pun membalas ciuman suaminya dan mengalungkan tangannya ke leher Daniel.


Daniel mulai mencium leher putih istrinya dan meninggalkan jejak kemerahan di leher putih milik istrinya. Suara lenguhan terdengar saat Daniel mencium leher Callista.


Daniel mulai menarik dress milik istrinya yang masih membaluti tubuh istrinya itu. Ia juga membuka semua pakaiannya, hingga kini mereka berdua tak memakai sehelai benang sama sekali di tubuhnya.

__ADS_1


Daniel melancarkan aksinya memberikan kehangatan pada istrinya di atas ranjang.


“Ahhhgggg” Teriak Callista.


“Tahanlah sayang” Ucap Daniel dengan lembut.


“Daniel sakittttt” Teriak Callista kembali.


Tanpa memperdulikan teriakan istrinya, Daniel melanjutkan hasratnya kembali.


Callista dan Daniel merasakan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Keringat mereka membaur menjadi satu akibat suasana panas yang di ciptakan oleh tubuh mereka berdua. Suara desehan dan deritan ranjang yang memecah isi kamar hotel itu. Entah berapa kali Daniel melepaskan kenikmatan itu. Hingga membuat istrinya tertidur sangat lelap. Melihat istrinya udah tertidur pulas, Daniel terus menciumi pipi istrinya.


Daniel pun tersenyum saat melihat bercak darah di atas sprei ranjangnya. Ada rasa bahagia di dirinya mengetahui dia lah yang pertama kali menyentuh istrinya.


Kini Daniel mulai memejamkan matanya dan tangannya memeluk istrinya yang telah tertidur sangat pulas di sampingnya.


***


Keesokan paginya, Daniel sudah lebih dulu bangun dari istrinya. Ia membiarkan istrinya tidur. Ia tahu, akibat ulahnya tadi malam yang terus meminta kepada istrinya untuk menuruti hasratnya lagi dan lagi membuat istrinya kelelahan.


Saat Callista membuka matanya, ia merasakan tubuhnya remuk.


“Ahhhg” Jerit Callista


“Sudah bangun?” Ucap Daniel dengan lembut.


Callista mengangguk dan tersenyum.


“Maaf membuat mu sakit” Ucap Daniel dengan lembut.


“Kamu ingin ke kamar mandi?” Tanya Daniel.


Callista pun membalas dengan mengangguk.


Daniel langsung menggendong Callista menuju kamar mandi.


“Sayang turunkan aku” Ujar Callista saat suaminya menggendongnya.


“Tidak apa sayang, akibat ulah ku tadi malam, Membuat mu sakit untuk berjalan” Goda Daniel.


Callista membersihkan tubuhnya dan merendam tubuhnya merikeskan tubuhnya. Ia benar-benar di buat remuk oleh suaminya. Bahkan saat ia berendam ia masih merasakan perih.


30 menit kemudian


Callista sudah selesai berendam dan kini ia menuju walk in closet miliknya. Ia mengambil mini dress di atas berwarna biru langit lengan pendek. Hari ini Callista memilih mengenakan sepatu flat shoes.


“Sayang ayo kita sarapan” Ajak Daniel.


“iyaa”


Daniel dan istrinya berjalan keluar kamar sambil menggenggam tangan istrinya untuk sarapan.


Caallista memilih susu kacang dengan roti gandum. Ia pun menyiapkan cheese omellete untuk suaminya.

__ADS_1


“Sayang, besok kita sudah berangkat ke Paris ya” Ucap Daniel sambil menikmati sarapannya.


“Besok? Benarkah? “ Tanya Callista memastikan.


Daniel pun mengangguk.


“Benar sayang” Balas Daniel.


“Bagaimana kantor ku dan kantor mu?”


“Kantor mu akan di pimpin oleh Taylor. Tapi aku akan tetap mengawasinya. Untuk kantor ku, aku meminta Harry untuk menggantikan ku” Ujar Daniel.


“Baiklah, aku percaya kamu sudah mengaturnya dengan baik” Ucap Callista dengan lembut.


“Sayang, kenapa aku tidak melihat keluarga kita?” Tanya Callista.


“Iya sayang, mereka sudah pulang duluan” Jawab Daniel.


“Sayang, aku sudah mencarikan assistant untuk mu. Dia akan membantu mu dalan mengurus restaurant. Untuk sekarang assistant mu akan di awasi oleh Harry.” Tutur Daniel.


“Dan kamu harus ingat. Mulai detik ini kamu harus bersama dengan supir” Tutur Daniel kembali.


“Apa harus menggunakan supir? Aku tidak suka pergi dengan supir” Gerutu Callista.


“Harus. Aku tidak ingin mengambil resiko. Kamu tahu jika aku adalah pembisnis. Sama seperti ayah mu. Status mu saat ini adalah istri ku. Meskipun aku tahu kamu bisa membela diri. Tapi kita tidak pernah ada yang tahu tentang musuh yang ingin menyerang ku tapi mereka memilih menyerang mu” Ujar Daniel.


Mendengar ucapan suaminya, Callista menghela nafas dalam. Percuma saja berdebat dengan suaminya. Jika suaminya sudah berkata maka ia tidak bisa membantah.


“Lalu kapan aku bisa pergi tanpa supir?” Tanya Callista kembali.


“Saat kamu bersama ku” Jawab Daniel santai.


“CK! Sama saja tidak ada waktu sendiri” Gerutu Callista.


“Kamu harus ingat status mu sudah menjadi istri orang. Bukan lagi gadis yang bisa pergi-pergi” Ucap Daniel.


“Baiklah suamiku” Balas Callista.


Callista lebih memilih menuruti keinginan suaminya. Karena percuma saja berdebat dengan suaminya. Suaminta akan tetap pada apa yang dia katakan.


***


Baca karya author yg lain ya


"Love In Milan"


Author minta vote yaa


Like dan coment juga


Semakin banyak yang vote, author jd semangat nulisnya.


Terimakasih atas dukungan kalian😘

__ADS_1


__ADS_2