Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 85 - Grand Opening Hotel Edward


__ADS_3

Grace kini bersiap menuju grand opening hotel milik Edward. Karena kakaknya masih berbulan madu, akhirnya Grace harus mewakili kakak dan kakak iparnya untuk datang ke grand opening hotel Edward.


Hari ini Grace memakai long dress berwarna tosca tanpa lengan, membuat penampilannya sangat cantik dan menawan. Karena kejadian Grace di serang, akhirnya belakangan ini Grace selalu di temani oleh supir yang sudah kakaknya siapkan. Sebenarnya dia sudah menolak, tapi tetap saja percuma. Ia tidak bisa melawan keinginan kakaknya.


Grace yang kini sudah siap, ia langsung berjalan keluar kamar dan langsung menuju tangga. Setibanya dia di lantai bawah, Grace menghampiri ke dua orang tuanya.


“Ma, pa Aku hari ini harus datang ke acara grand opening hotel milik Tuan Edward” Ujar Grace yang menatap ke dua orang tuanya.


“Edward client perusahaan kita?” Tanya Gio ke arah putrinya.


“Benar pa, hari ini adalah grand opening hotel mereka. Karena seharusnya Ka Daniel yang datang, tapi Ka Daniel sedang berbulan madu. Jadi aku yang mewakilinya” Tutur Grace.


“Yasudah sayang, kamu hati-hati salamkan dari papa untuknya” Ucap Gio.


“Sayang, kamu jangan lupa ya pergi dengan supir” Sambung Alin.


“Iya, ma pa. Kalau begitu aku pamit” Grace yang langsung mengecup pipi ibu dan ayahnya. Setelah itu ia langsung berjalan keluar mansion menuju mobilnya yang sudah di siapkan oleh supir.


Mobil Grace mulai berjalan meninggalkan mansion keluarganya. Di dalam mobil Grace mengirim pesan pada kakaknya jika ia hari ini datang ke grand opening milik Edward. Tidak lupa Grace pun mengingatkan kakaknya untuk membelikan mobil baru untuknya. Grace tahu tanpa di minta pun kakaknya akan membelikannya. Sejak kecil kakaknya selalu menyayanginya, meskipun sikap kakaknya yang sangat dingin padanya. Kakaknya masih menunjukan rasa kasih sayang pada dirinya.


Setibanya mobil Grace di dalam hotel, Supirnya pun langsung menuruni Grace tepat di lobby hotel. Grace mulai turun dari mobil, ia melihat hotel yang cukup besar dan mulai memasuki lobby hotel.


Grace tidak terlalu banyak mengenal orang-orang yang datang. Karena memang Grace tidak pernah terlibat dalam bisnis keluarganya. Biasanya hanya kakaknya saja yang mengurusi perusahan. Tanpa bantuan dirinya pun kakaknya sangat hebat dalam mengembangkan bisnis keluarga mereka.


“Nona Grace?” Sapa seorang pria yang membuat Grace menoleh ke arah suara yang memanggilnya.


“Tuan Edward?” Grace kini melihat Edward berjalan mendekat ke arahnya.


“Nona Grace, terimakasih sudah datang” Ucap Edward dengan sopan.


“Saya yang harus berterimakasih Tuan Edward karena sudah mengundang saya” Ujar Grace sambil tersenyum.


“Baiklah nona, mari ikut saya. Acaranya akan segera di mulai” Balas Edward.


Grace pun mengikuti Edward.


Kini Edward sudah memulai acaranya, Setelah resmi hotel miliknya sudah di buka perhari ini. Edward langsung memotong pita sebagai simbolis. Dan para tamu undangan pu bertepuk tangan.


Grace terus menatap Edward yang kagum karena bisa membuka hotel sendiri. Yang Grace dengar dari Harry, jika Edward bukanlah berasal dari keluarga kaya. Edward bekerja keras untuk bisa berada di posisi ini. Itulah yang membuat Grace kini terus menatap Edward dengan kagum.


Edward masih berbicara dengan rekan bisnisnya, sedangkan Grace kini tengah menikmati makanan yang sudah di siapkan.


“Grace?” Sapa seorang pria yang membuat Grace menoleh.


“Mike?” Kini Grace terkejut pria di hadapannya adalah Mike.

__ADS_1


“Apa kabar Grace?” Tanya Mike ke arah Grace.


“Aku baik, bagaimana kamu bisa di sini?” Tanya Grace yang terkejut.


“Apa seorang dokter tidak bisa datang di sebuah acara grand opening sebuah hotel?” Tanya Mike ke arah Grace.


“Maaf bukan seperti itu, aku hanya terkejut kamu di sini” Ucap Grace.


“Aku hanya datang saja.” Jawab Mike singkat.


“Apa kamu bekerja di sebuah perusahaan?” Tannya Grace dengan lembut, ia tidak ingin menyinggung Mike. Grace sudah tahu jika Mike di pecat oleh kakaknya.


“Ya” Jawab Mike dengan nada datar.


“Bagaimana kabar kakak mu?” Tanya Mike kembali.


“Kakak ku baik” Jawab Grace.


“Aku dengar kakak mu sudah menikah dengan Callista?”


Grace pun mengangguk.


“Benar, kakak ku sudah menikah dengan Callista”


“Ucapkan selamat dari ku untuknya, karena telah berhasil mendapatkan hati Callista” Ujar Mike dengan nada datar dan dingin.


“Hemm, Mike” Ucap Grace.


“Ya?”


“Aku harap kamu mendapatkan gadis terbaik untuk hidup mu Mike. Callista sudah berbahagia dengan kakak ku. Aku yakin kamu bisa mendapatkan gadis yang kamu cintai nanti” Tutur Grace.


“Aku tidak yakin itu” Ucap Mike.


Grace yang mendengar ucapan Mike, ia pun tidak bisa menjawab.


“Grace, aku harus pergi dulu. Aku hanya ingin menyapa mu saja” Ujar Mike yang langsung meninggalkan Grace yang masih terdiam.


Edward yang melihat Grace, ia langsung berjalan menghampiri Grace.


“Nona Grace?” Sapa Edward yang membuat Grace menoleh.


“Tuan Edward?”


“Nona Grace sedang berbicara dengan siapa?” Tanya Edward.

__ADS_1


“Ah iya, apa Tuan Edward mengenal laki-laki yang tadi berbicara dengan ku?” Tanya Grace sambil menatap punggung Mike yang tengah berjalan keluar.


“Hem, aku tidak melihat wajahnya. Harusnya jika yang aku undang kesini pasti mereka adalah seorang pengusaha” Tutur Edward.


“Pengusaha? Bukankah Mike adalah dokter?” Gumam Grace dalam hati.


“Ah iya Tuan Edward, aku ingin mengucapkan selamat atas pembukaan hotel anda. Anda benar-benar sangat hebat” Puji Grace.


“Tidak nona, anda terlalu berlebihan. Aku masih tidak ada apa-apanya dengan kakak anda nona” Ujar Edward.


“Tidak tuan, aku mendengar anda merintis usaha anda dengan usaha anda sendiri. Itu benar-benar sangat hebat tuan. Bisa medirikan bisnis sendiri” Puji Grace kembali.


“Dulu aku hanya bermaksud bertahan hidup nona, tidak ada tujuan untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Aku tidak memiliki harapan yang terlalu besar dengan kehidupan ku. Hanya aku berusaha menjadi yang terbaik saja” Tutur Edward yang membuat Grace tersenyum.


“Bahkan jika aku berada di posisi anda, aku benar-benar tidak tahu harus apa. Tapi anda benar-benar mmebuktikan, jika sukses bukan berasal dari memiliki keluargaa kaya” Ujar Grace.


“Terimakasih pujiannya nona” Ucap Edward dengan sopan.


"Tuan Edward, papa dan mama ku menitip salam pada anda" Ujar Grace.


"Suatu kehormatan untuk ku mendapatkan salam dari Tuan Besar dan Nyonya keluarga Renaldy. Salamkan kembali untuk Tuan Gio dan Nyonya Alin" Balas Edward dengan sopan.


"Tentu tuan"


“Tuan Edward, maaf aku harus segera kembali ke perushaan. Karena kakak ku masih belum kembali, jadi aku harus terus mengawasi perushaan kakak ku” Ucap Grace.


“Baiklah nona, sekali lagi terimakasih sudah datang”


“Terimakasih juga telah mengundang ku” Ucap Grace sambil tersenyum lalu ia mulai berjalan keluar menuju lobby hotel. Grace sudah mengirim pesan pada supirnya jika ia sudah selesai, sudah oasti supirnya kini menunggnya di lobby hotel.


Grace yang melihat mobilnya sudah berada di lobby, ia langsung berjalan menuju mobil.


Di dalam mobil Grace terus memikirkan kenapa bisa Mike datang ke grand opening hotel milik Edward. Cukup aneh jika seorang dokter datang ke grand opening hotel. Tapi Grace tidak mau terlalu memikirkannya. Karena memang Grace sudah memutuskan untuk melupakan perasaannya pada Mike.


***


Yang belum baca karya author yang lain baca yaa


"Love In Milan"


Doakan author bisa crazy up ya hehe


Author minta votenya yaa


Like dan coment juga

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian😘


__ADS_2