
Mendengar ucapan suaminya, Callista pun tersenyum. Ia benar-benar bersyukur mendapatkan laki-laki yang tepat menemani hidupnya.
“Terimakasih sayang” Ucap Callista dengan lembut.
Kini Daniel dan Callista sudah selesai menikmati makan malam mereka. Mereka berjalan menuju Effiel Tower.
“Sayang, dulu ketika aku masih sendiri aku selalu berharap memandang effiel tower bersama kekasih ku” Ucap Callista dengan lembut sambil memandang Effiel Tower di malam hari.
“Sekarang kamu memandang keindahan Effiel Tower bersama dengan suami mu” Jawab Daniel dengan lembut sambil memeluk istrinya.
“Iya kamu benar. Hingga detik ini aku masih tidak percaya aku akan menikah di usia ku yang ke 26 tahun. Dulu aku berfikir aku akan menikah terlambat. Kamu tahu papah ku selalu saja melarang ku” Gumam Callista.
“Itulah yang membuat ku menyukai mu. Cara mu selalu membantah ayah mu membuat ku kagum dengan mu. Biasanya putri dari keluarga kaya hanya akan menikmati harta orang tuanya saja. Mereka tidak perlu berjuang keras untuk meniti karirnya. Karena tanpa mereka bekerja keras pun mereka tetap menikmati harta keluarganya” Ujar Daniel.
“Apa yang kamu katakan sama dengan Olivia. Tapi entahlah, aku tidak suka seperti itu. Hanya kakak ku saja yang selalu menuruti ayah ku. Hingga detik ini pun aku tidak tahu apa impian kakak ku. Tapi aku rasa kakak ku bahagia dengan memimpin perusahaan keluarga ku” Tutur Callista.
“Iya tapi sekarang kamu juga memiliki perusahaan yang kamu pimpin bukan? Hanya saja sekarang kamu meminta ku untuk mengawasinya” Balas Daniel.
“Iya sayang, kamu tahu dulu alasan aku memimpin perusahaan keluarga ku karena ada yang mencelakai kakak ku. Sekarang sudah ada Ka Adam yang melindungi kakak ku. Jadi aku bisa lebih tenang. Itulah kenapa aku meminta mu untuk mengurusnya. Aku hanya ingin menjadi dokter. Aku menyukai profesi ku menjadi dokter bedah” Tutur Callista.
“Aku pun bangga memiliki istri cantik yang memilki profesi sebagai dokter bedah” Balas Daniel.
“Sayang, lebih baik kita kembali ke hotel” Ucap Daniel kembali.
Callista pun mengangguk.
Kini mereka berjalan menuju mobil mereka. Hari sudah semakin malam, mereka memutuskan untuk kembali ke hotel mereka.
***
Keesokan paginya, Daniel sudah terbangun lebih dulu. Istrinya masih tertidur dengan tubuh polos yang hanya di tutupi dengan selimut. Akibat ulahnya semalam, istrinya pasti sangat kelelahan. Daniel memang sangat menyukai menyentuh istrinya lagi dan lagi.
Melihat istrinya masih tertidur pulas, Daniel berjalan ke kamar mandi.
20 menit kemudian.
Daniel sudah keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaiannya.
“Hoammm” Callista baru saja membuka matanya kini ia merenggangkan tubuhnya yang merasa remuk akibat ulah suaminya semalam.
“Sayang kamu sudah bangun” Ucap Daniel dengan lembut yang langsung menarik dagu istrinya lalu mengecup bibir istrinya.
“kamu sudah siap?” Tanya Callista.
“Iya, aku ingin pergi ke toko buku sebentar. Nanti aku kembali lagi ke sini” Ujar Daniel.
“Kamu pergi saja ke toko buku. Nanti aku akan menyusul mu. Aku mau berendam dulu. Tubuh ku remuk akibat ulah mu” Gerutu Callista yang membuat Daniel terkekeh kecil.
“Maaf sayang, bagaimana pun itukan salah satu tugas mu sebagai istri” Bisik Daniel.
“Ah, sudahlah. Aku mau mandi. Kamu pergi saja duluan” Ucap Callisa.
Daniel pun mengangguk dan mencium kening dan bibir istrinya lalu ia mulai berjalan meninggalkan kamar hotelnya.
__ADS_1
Daniel berjalan menuju sebuah toko buku terdekat dengan hotel miliknya. Ia mengambil 3 buku lalu berjalan menuju kasir.
Brukkk
Langkah Daniel terhenti saat seorang gadis menabraknya.
“Anda tidak apa apa?” Tanya Daniel yang membantu gadis itu mengambil buku yang di pilihnya.
“Tidak Tuan” Gadis itu menoleh dan melihat Daniel yang sedang membantunya mengambil buku miliknya.
“Dia sangat tampan sekali” Gumam gadis itu dalam hati.
“Ini buku mu” Ucap Daniel seraya mengembalikan buku milik gadis itu.
“Tee...riimkaasih Tuan” Ucap gadis itu yang gugup saat memandang Daniel.
“Iya”
Daniel langsung membayar bukunya ke kasir, lalu berjalan ke Caffe di dekat toko buku sambil menunggu istrinya menyusulnya.
Saat gadis itu melihat Daniel yang pergi, ia langsung berjalan dengan cepat menyusul Daniel yang sedang menuju caffe terdekat dari toko buku itu.
Sesampainya di Caffe, Daniel langsung memesan Hot Coffe untuknya dan ia langsung duduk di bagian sudut caffe. Sebelumnya Daniel sudah memberi pesan pada istrinya jika ia akan ke caffe di dekat toko buku yang ia datangi.
Gadis itu yang melihat Daniel tengah menikmati minumannya, ia langsung berjalan menghampiri Daniel.
“Maaf Tuan, saya mengganggu” Ucap Gadis itu yang sekarang tepat di depan Daniel. Daniel pun menoleh.
“Iya, ada apa?” Tanya Daniel.
Daniel melihat ke sisi caffe yang memang sudah penuh.
“Silahkan” Balas Daniel dengan nada datar.
“Tuan, apa anda tinggal disini?” Tanya Gadis itu.
“Tidak, aku sedang berbulan madu” Jawab Daniel singkat.
“Berbulan madu? Anda sudah menikah?”
Daniel pun mengangguk.
Wajah kecewa langsung berada di raut gadis itu saat melihat Daniel sudah menikah.
“Bolehkah saya tahu nama Tuan?” Tanya Gadis itu.
“Daniel” Ucap Daniel singkat.
“Tuan Daniel perkenalkan nama ku Esme” Ucap gadis itu yang memperkenalkan namanya.
Daniel pun hanya mengangguk.
“Dia dingin sekali tidak merespon ku” Gumam Esme dalam hati.
__ADS_1
“Tuan, dimana istri anda?”
“Istri ku masih bersiap di hotel. Mungkin sebentar lagi dia menyusul”
“Beruntungnya yang menjadi istrinya. Pasti dia berasal dari keluarga kaya. Penampilannya menunjukan dia bukanlah orang biasa” Gumam Esme dalam hati.
“Sayang?” Suara seorang gadis yang membuat Daniel menoleh. Suara yang ia sangat kenali.
“Sayang kamu sudah selesai?” Tanya Daniel ke arah istrinya yang ternyata sudah berada di hadapannya.
“Iya sudah” Ucap Callista yang langsung melihat ada gadis bersama dengan suaminya.
“Callista?” Esme terkejut saat melihat gadis di hadapannya kini.
“Hemm, sepertinya kita saling mengenal?” Callista mencoba mengingat gadis itu.
“Aku Esme”
“Oh Esme. Kamu disini?”
“Sayang, kamu mengenalnya?” Tanya Daniel ke arah istrinya.
“Iya, dia teman ku saat aku SMA dulu.” Jawab Callista.
“Bagaimana kamu bisa bersamanya?” Tanya Callista.
“Saat di toko buku kami tidak sengaja bertabrakan. Lalu saat aku ke sini, dia tidak mendapatkan kursi karena dari tadi kursi sudah penuh” Jawab Daniel.
“Tuan Daniel, Callista adalah istri mu?” Tanya Esme yang masih terkejut.
“Iya, Callista adalah istri ku” Ucap Daniel sambil melihat istrinya.
“Kau ini selalu saja beruntung Callista” Gumam Esme dalam hati.
“Kamu sudah menikah Cal, cepat sekali” Ucap Esme.
“Iya”
“Kamu tinggal di sini?” Tanya Callista ke arah Esme.
“Tidak, aku hanya berlibur saja”
***
Baca juga karya author yang lain yaa
"Love In Milan"
Like,coment dan vote terus setiap karya author yaa.
Love in milan terlambat up yaa.
Maaf author lagi work from home ada kerjaan yang menumpuk.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungannya😘