
Beberapa hari kemudian.
Keadaan Callista jauh lebih baik,Alice pun sudah tidak lagi di rawat. Tapi setipa hari Alice selalu datang ke rumah sakit untuk melihat putri kecilnya.
Tadi pagi saat Olivia memeriksa Callista, ia sudah memperbolehkan Callista untuk pulang besok. Callista sangat senang saat ia bisa segera pulang. Karena memang Callista sudah sangat bosan berada di rumah sakit.
Olivia berpesan meskipun Callista boleh pulang, tapi ia tetap harus banyak istirahat dan jangan kelelahan. Karena bagaimana pun Callista mengalami tendangan di perutnya, syukurlah anaknya bisa sehat dan selamat. Oleh karena itu Olivia meminta Callista untuk banyak beristirahat. Callista bisa kembali beraktivitas jika kandungannya sudah kuat.
Tentu Daniel sangatlah over protective pada anak dan istrinya. Daniel masih belum memperbolehkan Callista untuk kembali bekerja. Entah sampai kapan, tapi Daniel hanya meminta Callista untuk lebih banyak di rumah.
"Sayang" panggil Callista pada Daniel yang tengah duduk di sofa dan berkutat pada laptopnya.
"Iya, kamu mau sesuatu?" tanya Daniel.
"Aku ingin ice cream coklat" jawab Callista.
"Baiklah, nanti aku minta Harry untuk membelikannya"
"No sayang, aku maunya kamu yang membelikannya. Aku mau ice cream coklat juga ice cream vanila" ujae Callista dengan mata berbinar.
"Aku ada kerjaan sayang" ucap Daniel yang membuat Callista langsung cemberut.
Daniel menghela nafas dalam, karena dalam beberapa hari ini memang istrinya benar-benar sangat manja padanya. Tapi meskipun demikian, ia sangat bahagia.
Daniel berjalan menghampiri istrinya lalu menarik dagu istrinya dan mencium bibir Callista dengan lembut.
"Baiklah, kalau perlu pabrik ice cream kau berikan untuk mu" ucap Daniel setelah pagutannya terlepas dan Callista langsung tersenyum.
"Anak daddy, kamu pengen ice cream nak? daddy akan membelikan beserta denagn pabrik ice cream" ucap Daniel sambil mencium perut istrinya.
"Aku pergi dulu, kamu kalau butuh apapun bisa langsung menghubungi Harry. Di depan ada Harry dan beberapa pengawal" ujar Daniel dan Callista langsung mengangguk.
Daniel pergi meninggalkan ruang rawat Callista. Callista benar-benar sangat bahagia memiliki suami yang sangat menyayanginya. Meskipun dalam beberapa hari in Callista sangatlah manja, tapi Daniel sama sekali tidak mengeluh. Apapun keinginan Callista, Daniel selalu menurutinya.
Ceklek
Suara pintu terbuka.
"Sayang kamu cepat-" belum selesai Callista berbicara, ia sedikit terkejut melihat sosok gadis yang tengah berada di ruang rawatnya.
"Esme?" Callista terkejut saat melihat Esme datang.
"Hi Cal, maaf aku baru menjenguk mu. Aku sebenarnya ingin datang kemarin, tapi karena aku masih sibuk jadi maaf aku baru bisa datang sekarang" ujar Esme.
"Tidak masalah, terimakasih sudah menjenguk ku" ucap Callista.
"Oiya ini aku membawa buah-buahan untuk mu, semoga kamu menyukainya" ucap Esme sambil meletakan buah di atas meja.
__ADS_1
"Harusnya kamu tidak perlu repot-repot Esme, kamu datang saja aku sangat senang" balas Callista dan Esme pun tersenyum.
"Aku dengar kamu sedang hamil, selamat Callista atas kehamilan mu" ucap Esme.
"Iya aku sedang hamil, terimakasih"
"Aku tidak melihat suami mu, dimana suami mu cal?" tanya Esme.
"Aku meminta Daniel untuk membelikan ice cream untuk ku." jawab Callista.
"Beruntungnya kamu mendapatkan suami yang sangat perhatian dengan mu cal"
"Terimakasih, suatu saat kamu juga akan mendapatkan suami yang baik untuk mu" balas Callista.
"Aku berharap suami mu lah yang menjadi suami ku" seru Esme dalam hati.
"Kapan kamu bisa pulang cal?" tanya Esme.
"Besok aku sudah boleh pulang, hanya saja mungkin aku belum bisa bekerja. Daniel melarang ku untuk bekerja" jawab Callista.
"Kamu sudah menjadi Nyonya Renaldy, seharusnya kamu tidak perlu bekerja lagi. Suami mu sangat mampu menghidupi mu cal" ujar Esme.
"Aku bekerja tujuannya bukan semata-mata mencari uang, Daniel sudah sangat mencukupi kehidupan ku. Tapi aku bekerja karena menjadi dokter adalah impian ku sejak kecil" tutur Callista.
Obrolan Callista dan Esme terhenti saat Daniel sudah tiba di ruag inap Callista.
"Nona Esme?" panggil Daniel yang sedikit terkejut saat melihat Esme tiba.
"Terimakasih atas kunjugannya" balas Daniel.
Daniel berjalan menghampiri istrinya.
"Sayang, ini ice cream mu" Daniel langsung menyerahkan satu kantong plastik pada istrinya.
"Astaga sayang, apa kamu ingin aku berjualan ice cream?" seru Callista yang terkejut Daniel membelikan satu kantong plastik penuh entah berapa puluh yang Daniel beli.
"Aku bingung kamu suka ice cream yang mana, jadi aku ambil semuanya" ucap Daniel.
"Kamu beli berapa banyak?" tanya Callista yang masih terkejut.
"Hem mungkin sekitar lima puluh ice cream" jawab Daniel dengan santai namun Callista benar-benar terkejut. Ia tidak berpikir Daniel akan membelikan lima puluh ice cream untuknya. Tiga saja sebenarnya sudah lebih dari cukup.
"Kamu yang benar saja, membeli ice cream sebanyak ini" seru Callista.
"Esme, apa kamu suka ice cream?" tanya Callista.
"Ah, tidak cal. Aku tidak makan makanan manis" jawab Esme.
__ADS_1
"Kamu sedang diet ya?" tanya Callista kembali.
"Kamu tahu setiap wanita seperti itu cal" balas Esme.
"Kamu benar, tapi semenjak aku hamil. Aku tidak perduli lagi, nantinya juga badan ku ini akan gemuk" ucap Callista.
"Callista dan Tuan Daniel, maaf kalau begitu aku permisi pulang dulu" ucap Esme
"Terimakasih karena sudah datang" balas Callista sedangkan Daniel hanya mengangguk.
Esme pun langsung meninggalkan ruang rawat Callista.
"Sayang, kamu itu kenapa dingin sekali dengan wanita. Dia itu teman ku" seru Callista yang kesal karena Daniel tidak begitu ramah.
"Kamu tahu aku memang seperti ini bukan?"
"Astaga, kamu itu. Nanti orang akan menyangka kamu itu sombong. Jangan terlalu dingin dengan orang lain" ujar Callista.
"Sudahlah, lebih baik kamu makan ice creamnya. Anak kita sudah menanti ice cream itu" ucap Daniel.
"Baiklah, terimakasih suami ku" ucap Callista yang langsung menikmati ice cream coklatnya.
"Sayang kamu tidak mau ice cream?" tanya Callista.
"Tidak sayang"
"Ayolah kamu coba dulu, ini sangat enak"
Daniel melihat istrinya yang tengah memakan ice cream, ia langsung mengelengkan kepalanya. Mulut Callista kini penuh dengan ice cream, benar-benar membuatnya seperti anak kecil.
"Aku jadi ingin ice cream" ucap Daniel.
"Nih, kamu cobain ice cream ku" Callista menyerahkan ice cream di tangannya, namun Daniel langsung menyingkirkan tangan Callista. Daniel menarik dagu istrinya dan mencium bibir istrinya, menghisap dan mencecapi ice cream yang menempel di bibir istrinya. Callista yang mendapat ciuman dari suaminya, ia sedikit terkejut namun ia lansgung membalas ciuman suaminya.
"Aku menyukai ice cream yang langsung dari bibir mu" ucap Daniel saat pagutannya terlepas. Callista yang mendengar ucapan Daniel membuat pipinya merona.
"kau ini benar-benar" ucap Callista sambil tersenyum.
***
Follow Ig Author : abigailranadewi
Maaf kalau ada yang typo hehe.
__ADS_1
Like,coment dan vote ya.
Terimakasih atas dukungan kalian selama ini.