Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 47 - Kenyataan Pahit


__ADS_3

Hari menjelang malam, setelah makan siang bersama tadi. Daniel mengantarkan Callista pulang ke apartementnya. Seperti biasa Daniel akan meminta supirnya untuk membawa mobil Callista pulang ke apartement milik kekasihnya.


Daniel mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, di mobil Daniel memulai percakapannya.


“Sweetheart, besok malam aku membawa mu ke mansion keluargaku” Ucap Daniel sambil menyetir mobilnya.


“Hem? Ke mansion keluarga mu?” Tanya Callista memastikan ucapan Daniel.


“Iya”


“Apa ada acara?”


“Tidak sayang, mama ku meminta aku membawa mu.”


“Baiklah”Callista sambil tersenyum hangat.


“Sayang, aku ingin bertanya" Tanya Callista.


“Ada apa sweetheart?”


“Kenapa kamu memilik Andre untuk menjadi direktur di perusahaan entertainment yang kamu beli?”


“Aku tidak mungkin untuk meninggalkan kantor utama, dari segi keuntungan, kantor utama berkali lipat memiliki profit yang besar. Dan aku kurang suka untuk bertemu banyak artis dan model. Aku rasa Andre sangat cocok . Terlebih dia sudah seperti saudara bagi ku. Dia sama pentingnya dengan Adam dan Taylor. Kami bersahabat berempat sejak lama”


“Aku paham, sama seperti aku dan Olivia”


“Iya, seperti itu.”


“Tapi sayang kenapa kamu tidak mau bertemu dengan artis dan model di sana? Apa kamu takut jatuh cinta?” Tanya Callista dengan menatap Daniel.


“Bukan seperti itu sweetheart, aku hanya tidak ingin terjadi kesalahpahaman. Kita sebentar lagi akan menikah. Aku menghindari pemberitaan buruk media”Ucap Daniel membuat Callista langsung memeluk lengan Daniel.


“Besok kamu ke rumah sakit atau ke perusahaan?” Tanya Danie kearah Calista.


“Aku kerumah sakit. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan disana”


“Baiklah, besok malam aku langsung jemput di rumah sakit atau di apartement?”


“Jemput di apartement saja, Besok aku tidak ada jadwal operasi. Jadi aku pulang lebih awal”


“Sayang, apa yang membuat mu memilih menjadi seorang dokter?”

__ADS_1


“Aku selalu berfikir menjadi dokter adalah pekerjaan yang mulia. Aku bisa menyelamatkan nyawa sesesorang. Aku juga bisa menyelamatkan orang yang aku sayangi. Meskipun papa tidak pernah menyetujui ku. Tapi aku tetap ingin menjadi dokter. Papa ku awalnya melarang, papa ingin aku seperti ka Jessica. Tapi aku tidak suka sekolah bisnis. Ya walaupun aku mempunyai bisnis restaurant, Aku tidak pernah sekolah bisnis. Ketika bertemu dengan client, aku yakin mereka pasti sekolah bisnis. Sedangkan aku, sangat lucu bukan. Aku sekolah kedokteran memimpin perusahaan” Tutur Callista.


“Sweetheart,itu artinya kamu sangat hebat. Tanpa kamu sekolah bisnis, kamu sudah cerdas dalam mengatur perusahaan ayah mu. Menurut ku, memiliki seorang istri dokter dan juga seorang pengusaha sangat lah membuat ku bangga. Tapi apapun pekerjaan mu, aku tetap mencintai mu”


Mendengar Ucapan Daniel, Callista langsung memeluk erat tubuh Daniel.


“Terimakasih sayang, Aku juga mencintai mu. Aku sangat beruntung memiki mu yang sangat hebat. Dulu aku selalu menyindir mu” Ujar Callista yang membayangkan pertemuannya dengan Daniel.


“Menyindirku?” Daniel mengernyitkan dahinya saat mendengar Callista menyindirnya.


“Iya, dulu aku berfikir kamu sangat sombong. Aku juga berfikir kamu tidak beda dengan Ka Jessica yang menggunakan harta orang tua”Ucap Callista sambil memperlihatkan gigi putihnya.


“Tapi, itu dulu sayang. Kamu jangan marah dulu. Kamu dan Ka Jessica ternyata mengembangkan perusahaan keluarga kalian. Itu sangat hebat. Aku belajar banyak dari mu dan kakak ku” Ucap Callista kembali.


“Sweetheart, aku sangat yakin kamu akan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak ku”


Mobile Daniel telah sampai di apartement milik Callista, Daniel mulai memasuki lobby apartement Callista. Seperti biasa Callista langsung mencium bibir Daniel.


“Kamu hati-hati ya” Callista mencium bibir Daniel kembali.


“Iya sweetheart”


***


Grace telah bersiap untuk makan malam bersama dengan Mike. Ia sudah berdandan dengan sangat cantik mala mini. Grace mengenakan long dress berwarna merah tanpa lengan dan di padukan dengan kalung berlian yang sangat cantik


Grace sudah mengirim pesan pada Mike jika mereka akan bertemu di Botega Restaurant. Kini Grace mengendarai mobil sport miliknya dan menuju Botega Restaurant.


Sesampainya Grace di Botega Restaurant, Grace berjalan masuk ke restaurant. Ia sudah melihat Mike telah menunggunya.


“Maaf aku terlambat” Ucap Grace saat melihat Mike sudah samapi terlebih dahulu.


“Tidak masalah, aku sudah pesankan makanan untuk mu” Jawab Mike.


“Terimakasih Dokter Mike” Grace duduk berhadapan dengan Mike.


“Grace, kita sedang di luar rumah sakit. Kamu bisa memanggil ku Mike”


“Baik Mike”


“Mike, aku ingin berterimakasih karena kamu mau makan malam dengan ku”

__ADS_1


“Aku yang minta maaf, karena selalu menolak ajakan mu”


“Mike bolehkah aku bertanya sesuatu?”


“Silahkan, kenapa Grace?”


“Kamu menolak makan malam bersama ku karena telah memiliki kekasih?” Tanya Grace kembali.


“Aku tidak memiliki kekasih. Tapi aku mengejar cinta seorang gadis” Jawab Mike.


“Seoarang gadis? Siapa?” Tanya Grace sedikit bersemangat.


“Apa Mike sudah menyukai ku?” Gumam Grace dalam hati.


“Mungkin kamu akan kaget. Tapi aku hanya ingin jujur, aku tidak ingin melukai hati mu Grace. Aku tahu kamu menyukai ku, tapi aku menyukai Callista. Maafkan aku Grace” Jawab Mike.


“Aa..paa? Callis..taa?” Grace terkejut mendengar gadis yang di sukai oleh Mike.


“Aku tahu, Callista memang memiliki seorang kekasih. Tapi aku yakin suatu saat Callista akan menjadi milik ku. Aku menyukainya dan bukan hanya menyukainya. Aku mencintai Callista”


Grace terdiam saat mendengar ucapan Mike.


“Apa Callista mengetahui ini?” Grace mencoba menahan air matanya.


“Harusnya dia mengetahuinya. Aku membelikan dia hadiah saat dia berulang tahun. Aku juga sudah beberapa kali mengajaknya berkencan. Meskipun dia menolak ku, aku yakin suatu saat dia menerima ku. Grace maaf aku melukai mu, tapi aku tidak bisa mencintai gadis lain selain Callista”


Kini Grace sudah tidak bisa menahan air matanya. Grace berlari meninggalkan restaurant dan Mike yang masih duduk saat Grace berlari. Ia terus menangis sepanjang jalan. Merutuki kebodohannya menyukai seorang pria yang tidak menyukainya. Dan pria itu mencintai kakak iparnya sendiri. Rasa marah Grace benar-benar memuncak. Ia mengendari mobil dengan kecepatan penuh. Ia tidak lagi memperdulikan keselamatannya. Rasa sakit dan kecewa di hatinya benar-benar membuatnya hancur malam ini.


Grace sudah berusaha untuk terus mengejar Mike meski yang ia dapat hanya penolakan. Ia tidak masalah jika Mike mengatakan menyukai seorang gadis lain. Tapi kini yang membuatnya sangat sakit adalah Mike mencintai calon kakak iparnya sendiri. Grace kecewa karena Callista tidak memberitahunya jika Mike mendekatinya. Grace merasa di bohongi, selama ini ia selalu bercerita tentang Mike di depan Callista. Ia benar-benar merasa sangat bodoh. Grace ingin sekali marah di depan Callista karena tidak memperingati Grace.


“Kenapa harus Callista yang kau cintai Mike” Lirih Grace dengan isakan tangisnya.


***


Author minta votenya yaa.


Biar autho semangat untuk upnya.


Like dan coment juga ya.


Terimakasih atas dukungan kalian.

__ADS_1


__ADS_2