
Mendengar ucapan Mike, membuat Callista tersenyum dan bahkan rasanya ia ingin menertawakan kebodohan Mike.
“Lalu kau pikir ayah ku akan diam saja jika perusahaan keluarga ku di hancurkan? Dan kau pikir suami ku juga akan diam saja?” Seru Callista sambil tersenyum kecil menatap wajah Mike.
“Mike Linfard, apa kau pikir aku hidup selama ini dari harta kedua orang tua ku? Sepertinya kau tidak mengenal ku Mike. Aku sangat terbiasa mencari uang sendiri! Dan aku tidak membutuhkan uang dari kedua orang tua ku karena aku mampu menghidupi diri ku sendiri!” Seru Callista yang membuat Mike mengeram menahan emosinya.
“Aku memiliki otak yang cerdas hingga membuat ku menjadi seorang dokter, dan kau tahu itu. Aku sangat tidak tertarik dengan perushaan ayah ku. Tapi meskipun aku tidak tertarik, aku pun tidak akan membiarkan orang bodoh seperti mu berusaha menghancurkan perushaan keluarga ku!” Ujar Callista yang berusha untuk tenang.
“Dulu aku selalu mengira kau adalah partner kerja ku yang baik. Seorang dokter specialist jantung yang banyak di kagumi oleh para pasien. Tapi ternyata itu semua hanya kebohongan! Kau hanya pria bodoh dan licik yang pernah aku kenal” Seru Callista yang kini benar-benar membuat Mike emosi.
Mike yang mendengar ucapan Callista membuatnya sangat marah. Mike menarik tangan Callista dan hendak mencium Callista, Tapi Callista tahu maksud Mike. Dengan cepat Callista tidak akan membiarkan Mike menyentuhnya. Callista menghentakan tangan Mike lalu menendang bagian bawah Mike hingga memnuat Mike meringis kesakitan. Kini Mike sudah tersungkur di lantai.
“Kau lihat Mike? Aku bisa melumpukan mu? Kau hendak mencium ku bukan? Harus ku beritahu pada mu. Aku selalu membaca gerak gerik musuh ku dengan baik. Tidak akan pernah ku biarkan diri ku di sentuh pria menjijikan seperti mu” Seru Callista yang langsung meninggalkan Mike.
Mike masih terus menatap Callista yang berjalan keluar ruang kerjanya.
“Callista, aku bukan tidak bisa melawan mu. Hanya saja aku tidak ingin melukai mu. Kau pikir aku tidak tahu jika kau pandai bela diri? Aku sudah mencari tahu semua tentang kelebihan mu” Seru Mike saat melihat Callista berjalan keluar meninggalkan ruang kerjanya.
Callista berjalan menuju parkiran mobil. Dan ia langsung mengandari mobil dengan kecepatan penuh. Rasa emosinya terhadap Mike benar-benat sudah tidak bisa di tahan. Rasanya Callista ingin mematahkan leher Mike.
“Aku harus ke kantor Daniel” Gumam Callista sambil menyetir mobil.
Sebenarnya Callista ingin menutupi ini dari Daniel, tapi ia yakin suaminya sudah lebih dulu mengetahui jika ia kabur dari supirnya. Dan jika Callista tidak berkata jujur pada Daniel maka ia sangat yakin suaminya akan marah besar kepadanya.
Lebih baik untuk Callista memberitahukan kepada suaminya dari mulutnya sendiri. Dari pada suaminya harus mendengar dari ucapan orang lain.
***
Renaldy Company
Mobil milik Olivia yang di pinjam Callista kini sudah tiba di Renaldy Company. Callista langsung memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk ke dalam perushaan.
Di dalam perushaan, banyak staff dari perushaan milik suaminya yang terus menyapanya dengan hormat. Karena mereka semua tahu jika sekarang Callista adalah Nyonya Renaldy. Pernikahan Callista dengan Daniel memang disiarkan oleh media. Tidak hanya media Amerika tapi Eropa dan negara lainnya pun menyiarkan pernikahan Daniel dan Callista.
Callista berjalan masuk menuju lift pribadi yang sering di pakai oleh Daniel.
Ting
Pintu Lift terbuka
Harry yang melihat istri dari tuannya datang, ia langsung menghampiri Callista dan menyapa dengan sopan.
“Selamat Pagi Nyonya” Sapa Harry.
“Pagi, apa suami ku sibuk?”
__ADS_1
“Tidak Nyonya, Tuan Daniel baru saja selesai meeting dengan client” Jawab Harry dengan sopan.
“Baiklah, terimakasih” Ucap Callista yang melanjutkan jalannya menuju ruang kerja Daniel.
Ceklek
Suara pintu terbuka
“Sayang” Panggil Callista yang membuat Daniel menoleh dari laptopnya.
“Kamu disini hem?”
“Iya” Callista langsung berjalan mendekat ke arah suaminya.
“Apa kamu sangat merindukan ku hem?" Ucap Daniel yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan mengecup dengan lembut bibir istrinya.
Daniel langsung menarik tangan istrinya duduk di sofa.
"Sayang aku ingin memberitahu mu sesuatu" Ucao Callista.
"Ada apa?"
“Apa Nick sudah memberitahu mu?” Callista kini tidak berani menatap Daniel.
Ucapan Callista membuat Daniel mengerutkan dahinya.
“Maafkan aku” Lirih Callista.
“Apa yang kamu lakukan hingga harus minta maaf?” Daniel terus menatap Callista.
“Aku tadi ke Linfard Company” Ucap Callista yang tidak berani menatap Daniel. Namun Daniel langsung menarik dagu istrinya untuk menatap dirinya.
“Kenapa kamu kesana?”
“Aku hanya ingin bertemu dengan Mike Aku benar-benar kesal dengannya”
“Kau pergi sendiri?”
Callista langsung mengangguk.
“Jadi istri ku sudah berani mengelabui supir yang aku berikan untuknya?” Seru Daniel yang kini menatap tajam istrinya.
“Maaf” Lirih Callista.
“Kenapa kau pergi ke Linfard Company tanpa Nick?” Daniel meninggikan suaranya yang membuat Callista sedikit terkejut.
__ADS_1
“Jika aku bersama dengan Nick. Dia akan segera melapor pada mu. Pasti kamu tidak akan memberi ku izin. Jadi aku mengelabui Nick dan meminjam mobil Olivia” Ucap Callista dengan lembut. Ia berharap suaminya tidak marah padanya.
Daniel menghela nafas dalam mendengar ucapan istrinya.
“Apa yang dia katakan?”
“Seperti yang kamu katakan tadi malam, dia akan berniat menghancurkan perushaan keluarga ku dan perushaan mu” Jawab Callista.
“Lalu apa lagi yang dia katakan?”
“Dia juga bilang tidak akan menyerah mendapatkan ku. Tapi aku rasa dia sudah tidak waras” Seru Callista yang kesal.
"Sudah ku katakan, dia memang sudah gila. Beraninya masih mengharapkan istri ku" Seru Daniel.
“Apa dia melakukan sesuatu pada mu?” Daniel masih menatap istrinya.
“Ya, tapi kau janji jangan marah”
“Katakan” Perintah Daniel yang kini sudah tidak sabar.
“Dia menarik tangan ku, dan dia hampir mencium ku. Tapi aku dengan sigap menghentakan tangannya dan menendangnya hingga tersungkur di lantai” Ujar Callista sambil tersenyum bahagia karena bisa melumpukan Mike dengan mudah. Namun Daniel yang mendengar Mike hampir mencium Callista, membuat Daniel benar-benar marah.
“Dia berani mencoba mencium istri ku” Bentak Daniel yang langsung bangkit dari sofa dan hendak keluar. Namun Callista langsung mengahan tangan suaminya.
“Sayang, bukankah aku bisa melawannya. Aku tidak akan membiarkan pria lain mencium ku. Hanya Kamu yang bisa menyentuh ku” Bujuk Callista yang mencoba menenangkan suaminya.
Daniel kembali duduk di sofa.
“Kau di larang bertemu dengan siapapun tanpa Nick. Apa kau mengerti? Kau pun di larang bertemu dengan dokter bodoh itu”Perintah Daniel
“Iya, aku berjanji. Aku tidak akan bertemu dengannya lagi” Jawab Callista yang langsung menangkup kedua pipi suaminya dan mencium bibir suaminya.
“Malam ini kau harus tetap aku hukum” Seru Daniel.
“Kan aku sudah minta maaf” Gerutu Callista.
“Ya, tapi tetap akan ada hukuman malam ini” Bisik Daniel kemudian ia mencium leher, pipi dan bibir istrinya. Ia mulai memperdalam ciumannya dan menghisap bibir istrinya. Tangannya mulai meremas benda kenyal di dada istrinya hingga membuat istrinya mendesah.
“Kau ini! Ini di kantor” Gerutu Callista saat pagutannya terepas.
“Sepertinya hukumannya tidak jadi malam ini, aku ingin di sini” Bisik Daniel dan ia melanjutkan aksinya. Mecium bibir isrinya dan menuntun istrinya di kamar pribadi di dalam ruang kerjanya.
***
Maaf untuk karya author yang berjudul "Love In Milan" akan telat up yaa karena masih harus urus pekerjaan kantor.
__ADS_1
Like,coment dan vote terus setiap karya author.
Terimkasih atas dukungannya😘