
Pagi hari Daniel sudah bangun terlebih dulu, dia sangat bahagia saat membuka matanya ada gadis cantik yang tertidur di sampinya. Rasanya ingin sekali dia bisa melihat gadis yang dia cintai berada di sampingnya saat pagi hari datang.
Daniel mengelus rambut Callista dengan lembut, serta mengecup pucuk kepala Callista.
“My sleeping beauty” Gumam Daniel pelan.
Callista perlahan mulai membuka matanya, dan ketika matanya sudah terbuka Daniel sudah ada di depannya, sontak membuatnya kaget.
“aaaaaaa apa yang kau lakukannn” Seru Callista.
Daniel membekap mulut Callista dengan tangannya.
“Kamu ini berisik sekali, gendang telinga ku bisa pecah mendengar teriakan mu” Ujar Daniel yang kesal mendengar teriakan Callista.
“Kenapa kamu bisa di tempat tidur ku? Semalam bukannya aku sudah mengatakan kalau kamu tidur di sofa?”
“Kau ini tega sekali, kekasih mu di suruh tidur di sofa”
“Kau apakan aku tadi malam? Jawab jujur!” Seru Callista yang menatap tajam ke arah Daniel.
Mendengar pertanyaan bodoh Callista, Daniel langsung menyentil kening Callista.
“Kau ini berfikir apa. Kau masih mengenakan baju tidur mu dengan rapi.” Ucap Daniel kesal mendengar pertanyaan bodoh kekasihnya.
“Apa kau mau aku melakukannya sekarang?” goda Daniel.
“Kauu-“ Geram Callista
“Sudahlah aku mau mandi dan siap-siap.” Callista sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Hari ini Callista dan Daniel memutuskan untuk kembali ke Los Angeles. Mereka ingin menyelesaikan masalah keluarga mereka terlebih dahulu. Daniel pun harus kembali mengurus perusahaannya. Karena Callista tidak jadi pindah ke Paris, maka ia harus kembali mengurus perusahaan keluarganya di Los Angeles.
Kini Callista sudah mengemasi barang-barang yang akan dia bawa kembali ke Los Angeles. Callista tidak terlalu membawa barang banyak, karena Callista pasti akan sering ke Paris untuk mengunjungi restaurantnya.
Barang-barang Callista dan Daniel sudah di masukan ke privat jet milik Daniel. Keluarga Callista masih belum mengetahui kepulangan Callista. Dia memang segaja untuk tidak memberitahukannya. Para pelayan dan pengawal yang Callista bawa dari Los Angeles pun ikut pulang bersama dengan Callista dan Daniel.
“Sayang, aku sudah merobek surat pengunduran diri mu. Jadi mulai sekarang kamu masih menjadi dokter specialist bedah di Queen Hospital” Ucap Daniel sambil menatap kekasihnya.
“Bagaimana bisa seperti itu? Aku tidak enak dengan yang lain” Gerutu Callista.
“Kenapa harus tidak enak? Kekasih mu adalah pemegang saham terbesar disana. Jadi tidak perlu tidak enak.”
__ADS_1
“Kamu ini selalu menggunakan kuasa yang kau miliki” Seru Callista yang kesal.
“Terkadang jika memang harus di butuhkan menggunakan kuasa, maka aku akan melakukannya” Jawab Daniel santai.
Callista menghela nafasnya mendengar ucapan Daniel.
“Sayang, setelah kita melewati semuanya. Aku ingin mengumumkan ke media kau adalah kekasih ku.” Ujar Daniel
“Kenapa begitu cepat? Media akan berfikir jika aku merebut mu dari Debora.”
“Tidak, aku akan memberitahu media jika kamu lah kekasih ku bukan Debora. Aku dan Debora hanya di jodohkan tapi karena aku mencintai mu jadi aku akan tetap memilih putri bungsu dari Keluarga Hutomo” Daniel sambil mengelus rambut Callista.
“Terserah saja, tapi sebenarnya aku ingin permasalahan keluarga kita terselesaikan dulu. Aku ingin bertemu dengan ayah mu Daniel. Bagaimana pun ayah mu pernah menemani ibu ku selama 7 tahun. Waktu 7 tahun bukan waktu yang singkat” Tutur Callista dengan wajah yang sedikit muram.
“Sayang, itu artinya ayah ku tidak berjodoh dengan ibu mu. Jika ayah ku dan ibu mu menikah, kita tidak akan pernah ada. Ini semua memang sudah takdir” Balas Daniel yang berusaha menenangkan Callista.
“Iya kamu benar, tapi aku tetap tidak enak dengan ayah mu. Bagaimana pun ini ulah ayah ku”
“Callista, aku sangat mengerti kenapa ayah mu seperti itu. Karena jika aku menjadi ayah mu, aku akan menggunakan kuasa yang aku punya untuk bisa memiliki gadis yang aku cintai. Sekarang lihatlah, bukankah kamu mengatakan aku selalu menggunakan kuasa yang aku miliki? Apa bedanya aku dengan ayah mu?”
Callista yang mendengar ucapan Daniel, dia langsung menyenderkan kepalanya di dada Daniel.
“Ya, aku mengerti sekarang. Tapi biarkan aku bertemu langsung dengan ayah mu. Aku tetap bersyukur, ibu ku pernah di cintai ayah mu yang hebat. Dan sekarang putranya menjadi kekasih ku” Ucap Callista sambil tersenyum ke arah Daniel.
**********
Hutomo Family
Sejak pertemuan Alice dan Alin, hubungan antara mereka jauh lebih baik. Alice memutuskan untuk berbicara dengan suaminya. Dia ingin menyelesaikan semua masalah yang ada di masa lalu. Dia tidak ingin melibatkan putrinya kembali, baginya kebahagiaan putrinya adalah yang utama. Sangat egois untuknya jika dia dan suaminya melarang putri bungsunya mendapatkan pria yang putrinya cintai.
Alice melihat suaminya berada di ruang kerjanya, Alice berjalan mendekat ke arah suaminya.
“Paa..” Ucap Alice pelan
Michael menengok saat ada suara yang memanggilnya.
“Iya ma?”Jawab Michael.
“Pa, aku ingin bicara sesuatu”
“Katakan ma. Ada apa?” Tanya Michael yang kini menatap wajah istrinya.
__ADS_1
“Aku sudah mengatakan semuanya kepada Callista tentang masa lalu kita. Mungkin Callista akan mencari mu pa”
Mendengar ucapan istrinya, Michael menghela nafasnya dalam.
“Ma, memang Callista sudah harus mengetahuinya. Ini semua salah papa, papa yang memaksa mu. Papa dulu sangat di butakan dengan cinta. Papa melakukan cara licik untuk mendapatkan mu” Jawab Michael yang wajahnya muram.
“Pa, aku tidak pernah menyesal menikah dengan pria hebat seperti mu. Kamu telah memberikan ku dua putri yang sangat cantik dan hebat. Aku dan Gio adalah masa lalu, setiap orang pasti memiliki masa lalu. Percayalah pa, aku sangat beruntung memiliki suami seperti mu” Tutur Alice sambil menggenggam tangan suaminya.
“Terimakasih ma, kamu telah membuka hati mu untuk ku. Dan terimakasih telah menerima ku sebagai suami mu” Ujar Michael.
Mendengar ucapan suaminya membuat Alice tersenyum.
“Pa, kemarin aku bertemu dengan Alin”
“Kau bertemu dengan Alin? Istri Gio?” Tanya Michael heran.
Alice pun mengangguk.
“Benar pa, kami menyelesaikan masalah kami tanpa melibatkan anak kami. Bolehkah aku meminta sesuatu pada mu pa?”
“Katakan ma, apapun yang kamu minta pasti papa akan menyanggupinya”
“Aku ingin kita menyelesaikan masalah kita dengan Gio tanpa melibatkan Callista. Pa, bukankah papa tidak pernah melihat Callista memiliki kekasih? Jangan hancurkan hati putri kita pa.” Tutur Alice.
“Tapi apa mama yakin, Gio dan Alin akan menerima Callista dengan baik?”
“Pa, aku sangat yakin Gio dan Alin akan sangat menerima putri kita. Apa papa lupa jika papa memiliki seorang putri yang sangat tangguh?”
“Kau benar ma, baiklah kita akan selesaikan masalah ini tanpa melibatkan putri kita. Tapi ma, papa masih harus mengetahui sifat Daniel dengan baik. Papa tidak ingin terjadi sesuatu dengan putri kecil kita”
“Pa, Aku sangat yakin. Daniel adalah pria yang baik untuk putri kita”
Akhirnya Michael menyetujui untuk menyelesaikan masalah dengan Gio tanpa melibatkan putra putri mereka. Meskipun Michael memiliki sifat yang keras kepala, tapi dia sendiri pun ingin putri bungsunya bisa bahagia.
**********
Author minta vote yang banyak yaa.
Kalau kalian vote, author pastiin setiap hari up terus.
Setiap coment positif kalian, author terimakasih sekali.
__ADS_1
Jangan lupa like,coment juga yaa.
Love from Author❤