Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 72 - Renaldy Company


__ADS_3

Keesokan pagi Callista dan Daniel sudah siap untuk berbulan madu ke Paris. Barang-barang yang di butuhkan oleh Callista pun sudah di bawa oleh para pelayan. Privat jet milik Daniel pun sudah siap.


Mobil Daniel berjalan meninggalkan apartement miliknya menuju Bandara Internasional Los Angeles. Di dalam mobil Callista memulai percakapan.


“Sayang, berapa lama kita di Paris?” Tanya Callista.


“Terserah kamu sayang, apa kamu mau pergi ke tempat lain?” Tanya Daniel.


“Aku ingin setelah kita ke Paris. Kita ke amsterdam” Ucap Callista dengan lembut.


“Baiklah, kita tiga hari saja di Paris. Setelah itu kita ke Amsterdam” Balas Daniel.


“Terimakasih sayang”Callista sambil menyentuh tangan suaminya.


Daniel pun tersenyum.


Daniel dan istrinya sudah tiba di Bandara internasional Los Angeles. Mereka mulai menaiki privat jet. Sebenarnya Callista tidak ingin menggunakan privat jet. Tapi dia sangat tahu suaminya tidak suka jika tidak menggunakan privat jet. Jadi kali ini Callista harus mengalah dan menuruti keinginan suaminya.


Karena ini adalah bulan madu, Callista memutuskan untuk tidak membawa pengawal dan juga pelayan. Meskipun awalnya suaminya menolak, tapi setelah ia berhasil membujuk suaminya akhirnya suaminya pun menurutinya. Callista memang tidak suka jika pergi harus di temani oleh pengawal. Berbeda dari Jessica kakaknya yang selalu di temani oleh pengawal.


***


.


.


.


Hutomo Family.


Alice benar-benar kesepian karena kedua putrinya berbulan madu. Alice tengah menikmati duduk di taman belakang mansion miliknya. Alice tahu jika putri bungsunya sangat menyukai bunga lily. Itu kenapa banayk bunga lily di taman belakang mansionnya.


Saat Alice menikmati tehnya di taman belakang. Ia menoleh karena merasa ada seseorang yang mendekat ke arahnya.


“Pa?” Ucap Alice saat melihat Michael mendekat.


“Pa, ada apa? Kenapa wajah papa muram?” Tanya Alice dengan lembut .


“Ada yang berani menjatuhkan perusahaan cabang milik Jessica. Sekarang perusahaan cabang yang di pimpin Jessica sedang dalam keadaan tidak baik” Tutur Michael.


Mendenger ucapan suaminya, Alice pun terkejut.


“Perusahaan Jessica kenapa pa?” Tanya Alice yang sudah tidak sabar.


“Perusahaan cabang milik Jessica tidak dengan keadaan baik. Papa tidak bisa memberi tahu Jessica karena dia sedang berbulan madu. Tapi papa sudah memeriksa perusaahaan Callista, kini perusahaan cabang kita yang di pimpin oleh Callista sudah di tangani oleh suaminya. Hanya saja Daniel meminta sahabatnya untuk memimpin perusahaan putri bungsu kita.” Tutur Michael.


“Papa percaya jika perusahaan cabang milik Callista di awasi oleh Daniel. Tidak akan mungkin ada yang menjatuhkannya. Yang sekarang menjadi pikiran papa adalaah siapa yang berani menyerang perusahaan milik putri sulung kita” Tutur Michael kembali.


Alice menghela nafas dalam mendengar ucapan suaminya.


“Pa, apa ini ulah lawan bisnis papa? Tanya Alice memastikan.


.


“Entahlah ma, tapi kenapa dia menyerang perusahaan cabang Jessica. Kenapa mereka tidak menyerang perusahaan pusat kita yang papa pimpin” Ujar Michael.


“Pa, tidak mungkin lawan bisnis papa dengan mudah menyerang perusahaan pusat kita. Dia pasti menyerang perusahaan cabang yang di pimpin putri kita. Pasti mereka tahu Callista menikah dengan Daniel. Mereka tidak akan mudah menyerang perusahaan cabang milik putri bungsu kita” Tutur Alice


“Ya, kamu benar ma”

__ADS_1


“Yasudah pa, lebih baik papa awasi terus perusahaan cabang milik Jessica. Mama tidak ingin saat Jessica pulang dari bulan madu, dia harus memikirkan solusi tentang perusahannya” Tutur Alice.


“Iya ma, papa akan mengawasinyaa. Yasudah ma, papa harus berangkat. Papa ada meeting pagi ini” Ucap Michael.


Alice menemani Michael sampai ke depan pintu rumahnya.


“Pa, hati-hati ya” Ucap Alice dengan lembut.


Michael pun mengangguk.


***


.


.


.


Renaldy Company.


Grace sudah bersiap menuju perusahaan milik kakaknya. Sesuai permintaan kakaknya kemana pun Grace pergi dia harus bersama dengan supir yang sekaligus pengawalnya. Ingin rasanya Grace menolak tapi tetap saja tidak bisa. Kakaknya akan mengatakan jika ia melawan jika Grace tidak menuruti kakaknya.


Mobil Grace sudah tiba di perusahaan, Grace memasuki lobby perusahaan dan sudah di sambut oleh Harry assitant kakaknya.


“Selamat pagi Nona Grace” Sapa Harry.


“Pagi Harry, jam berapa client yang harus ku temui akan datang?” Tanya Grace ke arah Harry.


“Sebentar lagi nona”


“Baiklah”


Ting


Pintu lift terbuka


Grace berjalan menuju ruang kerja kakaknya.


“Besar sekali ruang kerja kakak ku” Gumam Grace dalam hati.


Grace duduk di kursi yang sering di gunakan oleh kakaknya. Matanya tertuju pada bingkai foto di atas meja kerjanya. Bingkai foto kakaknya dengan istrinya mereka berepelukan di foto itu. Membuat Grace tersenyum melihat bingkai foto itu.


“Kakak ku memang sangat beruntung memiliki gadis yang sangat baik.” Ucap Grace sambil menyentuh bingkai foto itu.


“Andai saja aku bisa menemukan pria yang mencintai ku sama seperti kakak ku mencintai mu Cal” Gumam Grace pelan.


Tok


Tok


Suara ketukan pintu


“Masuk” Ucap Grace.


“Nona Grace, Tuan Edward sudah datang.”


“Tuan Edward adalh client yang kakak ku maksud?” Tanya Grace memastikan.


“Benar nona”

__ADS_1


“Baiklah, minta dia untuk masuk” Ucap Grace.


“Baik nona”


Sosok pria tampan dengan tubuh yang tegap berdiri pun masuk ke ruang kerja Daniel.


“Tuan Edward?” Sapa Grace.


“Benar Nona”


“Tuan Edward perkenalkan aku Grace, adik kak Daniel. Aku hanya menggantikan kakak ku sementara. Kakak ku sedang berbulan madu dengan istrinya” Tutur Grace sambil tersenyum.


Mendengar kata bulan madu, membuat hati Edward benar-benar terluka.


“Oh begitu, tidak apa nona. Aku mengerti pasti Tuan Daniel langsung berbulan madu dengan istrinya” Balas Edward.


Grace mempersilahkan Edward untuk duduk di sofa.


“Begini Nona Grace, ini adalah kontrak kerjasama perusahaan kami dan perusahaan Tuan Daniel” Ujar Edward sambil menyerahkan dokumen.


Grace mulai melihat dan membaca dokumen yang di berikan oleh Edward.


“Tuan Edward, ini saya pelajari dahulu.” Ucap Grace.


“Tentu nona”


“Nona Grace, apa sebelumnya anda juga meminpin perusahaan keluarga anda juga?” Tanya Edward.


“Tidak Tuan, sebenarnya saya tidak tertarik dengan perusahaan ini. Kakak ku lah yang megembangkan perusahaan ini hingga sebesar sekarang. Aku lebih memilih pekerjaan ku sebagai dokter” Jawab Grace.


“Anda Dokter?” Tanya Edward yang terkejut.


Garce pun mengangguk.


“Benar, aku dokter kandungan di Queen Hospital” Jawab Grace.


“Queen Hospital? Itu artinya Nona Grace mengenal Nona Callista?”


“Tentu aku mengenalnya. Callista adalah dokter bedah yang hebat dan terkenal di Queen Hospital Bahkan banyak yang mengangguminya” Balas Grace.


Mendengar ucapan Grace membuat Edward tersenyum.


“Aku sudah tahu pasti banyak yang menganggumi mu Callista” Gumam Edward dalam hati.


“Baiklah nona, sepertinya aku harus kembali ke kantor.” Ucap Edward yang langsung bangkit dari sofa.


“Baik Tuan Edward, terimakasih”


“Terimakasih kembali Nona Grace, senang bertemu dengan anda”


“Aku pun senang bertemu dengan anda Tuan” Ucap Garce sambil tersenyum.


***


Yang belum baca karya author yang lain. Baca yaa


"Love In Milan"


Like,coment dan vote teruse setiap karya author yaa.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian😘


__ADS_2