
Malam hari Daniel dan Callista pun kini sudah tiba di mansion mereka, mereka pun sudajh selesai membersihkan diri dan juga sudah mengganti baju mereka.
Semenjak Callista hamil, ia selalu merasa cepat lelah dan ingin cepat tidur. Kini Callista langsung membaringkan tubuhnya di ranjang.
Tidak lama kemudian, Daniel mendekat ke arah istrinya sambil membawa segelas susu.
Daniel memang selalu membuat susu untuk istrinya setiap malam, entah kenapa ia sangat menyukai jika dialah yang membuat susu untuk istrinya.
"Sayang ini minum susu dulu" ucap Daniel sambil menyerahkan susu pada istrinya, Callista pun langsung menerima dan meminum susu yang telah di buat oleh suaminya itu.
"Terima kasih sayang”
Daniel langsung meletakan gelas di atas meja, setelah itu ia membaringkan tubuhnya di samping istrinya.
"Sayang" panggil Callista dengan lembut.
"Hem" Daniel menarik istrinya masuk ke dalam pelukannya.
"Tadi papa menelpon ku, dia berterima kasih karena telah dibelikan mobil oleh menantunya yang kaya raya" ucap Callista sambil tersenyum.
"Iya, itu bukan apa-apa. Papa Michael berjasa karena telah membesarkan istri ku yang cantik ini" balas Daniel.
"Oh ya sayang, kamu tahu kan pernikahan Olivia dan Taylor di hotel mu?" tanya Callista.
"Ya aku tahu, aku juga sudah mengaturnya"
"Sayang aku jadi bridesmaid, tapi aku tidak bisa memakai heels karena aku hamil. Jadi aku akan memilih wedges, aku memberitahu mu dulu supaya kamu tidak mengomel pada ku" ujar Callista.
"Yang penting sepatu mu harus nyaman, dan tidak membuat istri ku terluka" balas Daniel.
"Iya aku janji"
"Yasudah ayo kita tidur" ucap Daniel sambil memeluk istrinya.
***
Grace kini baru saja tiba di mansion keluarganya, ia langsung memarkirkan mobilnya di parkiran. Saat ia turun, ia terkejut dengan mobil buggati merah yang ia inginkan. Tanpa sadar ia pun langsung berteriak dan melompat bahagia. Ia sudah tahu ini pasti kakaknya yang membelikannya.
"Aaaaa finally" seru Grace sambil melompat bahagia mendapatkan mobil baru.
"Sangat bahagia hem?" suara seorang pria yang membuat Grace menoleh.
"Edward?" Grace terkejut saat melihat Edward berada di mansionnya.
"Sudah lama kamu disni?" tanya Grace.
"Baru saja tiba, aku melihat kekasih ku tengah bahagia karena mendapat mobil baru" ujar Edward yang membuat Grace tersenyum malu.
"Iya, aku sudah lama memintanya pada kakak ku. Akhirnya dia membelikannya" jawab Grace.
"Kakak mu memang hebat dan sangat menyayangi mu" balas Edward.
"Yasudah ayo kita masuk ke dalam" ajak Grace yang langsung memeluk lengan Edward.
__ADS_1
Saat pelayan melihat Grace masuk mereka langsung menyapa dengan sopan.
"Selamat malam nona dan tuan" sapa Pelayan.
"Malam, apa kalian lihat mama dan papa ku?" tanya Grace.
"Tuan besar dan Nyonya besar malam ini ada jamuan makan malam, sejak dari tadi belum pulang nona"
"Jamuan makan malam? kenapa aku tidak tahu?" gumam Grace.
"Yasudah terima kasih"
Grace dan Edward kembali melangkah masuk menuju ruang keluarga. Garce juga meminta pelayan untuk menyiapkan minuman.
"Edward, kenapa kamu datang tidak mengatakan pada ku?" tanya Grace.
"Apa aku tidak boleh datang ke rumah kekasih ku?" tanya Edward.
"Astaga bukan itu, aku hanya takut saat kau datang aku tidak di rumah" jawab Grace
"Aku sangat tahu, kekasih ku akan memberi kabar pada ku jika ia keluar rumah" balas Edward.
"Kau benar" ucap Grace sambil tersenyum.
"Aku sekarang sadar, kekasih ku ternyata menyukai mobil mewah" ucap Edwrad yang membuat Grace menunduk malu.
"Jadi waktu kakak ku berbulan madu, dia meminta ku untuk mengurus perusahaannya. Lalu aku dengan terpaksa mengurus perusahaannya. Kau masih ingat bukan yang pertama kali kita bertemu itu?"
Edward langsung mengangguk.
"Gadis yang sangat cerdas, apa nanti kau akan meminta suami mu seperti itu juga?" tanya Edward.
"Entahlah, tapi mungkin iya" jawab Grace sambil menahan tawanya.
"Itu artinya aku harus bekerja keras, karena kekasih ku sungguh mahal" balas Edward sambil tersenyum,
"Tapi sungguh, aku tidak akan membebani mu" ucap Grace.
"Jangan bicara seperti itu, kau tahu kemampuan ku bukan? ku pastikan masa depan mu akan sangat baik. Aku tidak mungkin membiarkan gadis yang aku cintai tidak merasakan bahagia" ujar Edward.
“Terima kasih Edward”
“Jangan berterima kasih, itu memang sudah tanggung jawab ku”
“Sayang, sepertinya aku harus pamit dulu.” Ucap Edwrad yang langsung bangkit dari tempat duduknya.
“Kau tidak ingin menunggu orang tua ku pulang?” tanya Grace.
“Sudah malam sayang, nanti kamu salamkan saja untuk orang tua mu”
“Baiklah, kalau begitu aku antar ke depan”
***
__ADS_1
Olivia kini sudah tiba di apartemen, menjelang pernikahan ia sudah tidah bertemu dengan Taylor. Dua hari lagi pernikahannya dengan Taylor, dan tadi ia masih masuk bekerja, karena ia akan meraasa bosan jika tidak bekerja.
Orang tuanya juga sudah tiba, keluarga Olivia memiliki mansion di Los Angeles. Jadi mereka tinggal di mansion. Sedangkan Olivia lebih suka tinggal di apatemen.
Persiapan pernikahannya sudah semua, memang karena Taylor menyewa wedding organizer ternama. Jadi Olivia tidak perlu kerepotan mengurus persiapan pernikahan.
Saat Olivia ingin membaringkan tubuhnya di ranjang, terdengar dering ponselnya. Ia langsung mengambil ponselnya di atas nakas. Lalu menjawabnya.
“Hallo Taylor” sapa Olivia saat panggilannya terhubung.
“Apa kamu sudah tidur sayang?” tanya Taylor.
“Belum, kau merindukan ku ya?” goda Olivia.
“Kau benar, aku sangat merindukan mu. Rasanya sudah tidak sabar menunggu pernikahan kita. Aku bisa tidur di samping mu dan memeluk tubuh mu” ujar Taylor yang membuat Olivia tersenyum.
“Dua hari lagi kita sudah resmi menjadi suami istri” balas Olivia.
“Aku sudah tidak sabar menunggunya”
“Bagaimana kabar keluarga mu?” tanya Taylor.
“Semuanya baik, mereka masih tidak percaya jika aku akan menikah” ucap Olivia.
“Aku sendiri juga tidak percaya akan menikah secepat ini. Aku sangat bersyukur Tuhan mempertemukan ku dengan dokter cantik” balas Taylor.
“Kau pandai sekali merayu” seru Olivia.
“Aku berkata jujur sayang, memang aku sangat bersyukur mendapat calon istri yang sangat cantik” ucap Taylor yang membuat Olivia tersenyum.
“Aku pun bersyukur memiliki kekasih yang sangat hebat” balas Olivia.
“Oh ya sayang, tadi Daniel datang ke Queen Hospital. Apa kamu tahu jika Daniel menyerahan kepemilikan sahamnya di Queen Hospital untuk Callista?” tanya Olivia
“Aku sudah menduganya, tidak hanya saham di Queen Hospital. Tapi 35% saham di perusahaan entertainment miliknya sudah di alihkan pada Callista” ujar Taylor.
“Daniel sangat mencintai Callista” ucap Olivia.
“Apa kau juga mau aku bisa seeprti Daniel, aku bisa menyerahkan club milik ku untuk mu. Dan seluruh apa yang ku punya aku bisa memberikannya untuk mu” ujar Taylor.
“Astaga kau ini jangan gila! Sudah jangan membuat ku marah, lebih baik kita tidur” balas Olivia.
Taylor terkekeh kecil saat Olivia tengah mengomel padanya.
“Baiklah, kalau begitu have a nice dream”
“You too, have a nice dream"
***
Follow Ig Author : abigailranadewi
Like, coment dan vote terus ya.
__ADS_1
Terimakasi atas dukungan kalian.