
Mobil Daniel sudah tiba di Queen Hospital. Ia memang sengaja membawa kekasihnya ke rumah sakit miliknya sendiri.
Daniel berjalan masuk ke dalam rumah sakit dan masih dengan menggendong Callista. Daniel meminta Olivia sahabat Callista untuk memeriksa keadaan kekasihnya.
Olivia yang melihat wajah Callista penuh dengan luka, ia pun terkejut. Dengan segera Olivia langsung memeriksa keadaan Callista.
Daniel yang melihat kekasihnya sedang di periksa, ia segera menghubungi keluarganya dan juga keluarga kekasihnya. Jika ia telah sedikit saja mengabari keluarga kekasihnya, ia yakin mertuanya akan marah dengannya.
30 Menit kemudian
Michael dan Alice berlari menuju ruang inap Callista. Mereka melihat Daniel berdiri di depan ruangan.
“Daniel” Panggil Michael
“Papa?”
“Daniel apa yang terjadi dengan putri ku?” Ucap Alice dengan nada khawatir.
“Alice, tenanglah” Aline berusaha menenangkan Alice.
Gio dan Alin memang sudah lebih dulu datang sebelum Michael dan Alice.
“Daniel, apa yang terjadi dengan putri ku?” Tanya Michael kembali.
“Debora menyerang Callista. Dia membawa lima orang untuk menyelakai Callista. Maaf pa, aku terlambat datang” Tutur Daniel yang menyesal terlambat menolong kekasihnya.
“Kurang ajar! Aku akan buat Alister Company jatuh miskin” Seru Michael yang sudah emosi saat mendengar Debora menyelakai putrinya.
“Pa, tenanglah” Ucap Alice dengan lembut sambil mengelus lengan suaminya.
“Dimana pengawal ku David? Kenapa dia bisa membiarkan putri ku terluka” Seru Michael.
“David di dalam, kita bisa bertanya langsung dengannya. Sedangkan Callista masih belum sadarkan diri pa” Ujar Daniel.
Michael berjalan menuju ruang inap David dan di ikuti oleh semua orang yang datang. Mereka pun penasaran dengan apa yang terjadi. Sedangkan Callista masih dalam pemeriksaan Olivia sahabatnya.
“David” Panggil Michael.
“Tuan Michael”
“Bagaimana bisa kau membiarkan putri ku dalam bahaya” Seru Michael.
“Tuan, maafkan saya”
“Katakan, kenapa kau bisa mudah sekali kalah. Aku sudah melatih mu! Kau ini bersama dengan putri ku yang bisa membela diri, bagaimana jika kau bersama dengan putri sulung ku? Hah?” Bentak Michael.
“Tuan, Nona Debora membayar pembunuh bayaran dari Afrika dan Meksiko. Itu sangat sulit kami lawan. Nona Callista berhasil mengalahkan tiga pria tapi karena jumlah mereka terlalu banyak. Kami pun tidak mampu mengalahkanya” Tutur David.
__ADS_1
“Paman, maafkan aku” Grace mulai bersuara membuat semua menoleh ke arah Grace.
“Paman, Callista melindungi ku. Dia berkali-kali meminta ku untuk lari tapi aku tetap tidak mau meninggalkannya. Saat aku di Tarik oleh pria itu, Callista maju untuk melindungi ku. Maafkan aku paman tidak bisa membantu Callista dalam bahaya. Dia menolong ku di sisa tenaganya. Bahkan ketika dia sudah berkali-kali tersungkur di tanah, dia tetap berusaha bangun karena mengkhawtirkan ku” Lirih Grace yang membuat semua orang terdiam.
Alice mengelus lengan suaminya.
“Pa, sudahlah. Yang terpenting putri kita selamat” Ucap Alice dengan lembut.
Alice berjalan menghampiri Grace yang sejak tadi berlinang air mata.
“Grace, tidak apa. Ini bukan salah mu. Putri ku melakukan hal yang benar. Dia menjaga mu seperti dia menjaga kakaknya Jessica” Ucap Alice dengan lembut sambil menghapus air mata Grace.
“Alice, kau memang benar-benar sangat baik dan lembut” Gumam Alin dalam hati.
Setelah mendengar penjelasan dari David, mereka datang ke ruang inap Callista. Tepat saat mereka datang, Olivia baru saja keluar dari ruang inap Callista.
“Olivia, bagaimana dengan putri ku?” Tanya Michael yang sudah tidak sabar.
“Paman, tenang lah. Callista memiliki fisik yang kuat. Dia tidak selemah itu. Dia baik-baik saja. Lukanya akan sembuh dalam beberapa hari” Tutur Olivia.
“Olivia, apa kami susah bisa melihat Callista?” Tanya Daniel ke arah Olivia.
“Sudah Tuan Daniel, silahkan” Ucap Olivia.
Mereka mulai masuk ke ruang inap VVIP yang sudah Daniel siapkan untuk kekasihnya.
Daniel berjalan mendekat ke arah Callista.
Tidak lama kemudian Calista mulai membuka matanya.
“Putri ku, kamu sudah sadar” Seru Michael saat melihat Callista membuka matanya.
“Papa, mama? Daniel? Semuanya di sini?”
“Sayang, apa kamu sudah jauh lebih baik?” Tanya Alin dan Gio.
“Mama Alin dan Papa Gio, aku sudah baik. Kalian tidak perlu khawatir” Jawab Callista.
“Kakak ipar, maafkan aku tidak berguna. Aku tidak bisa membantu mu” Lirih Grace.
“Grace, tidak apa. Dengan kamu bersembunyi. Kamu sudah menolong ku. Kamu juga kan yang menghubungi Daniel? Jika bukan karena mu, entah apa yang terjadi dengan ku” Tutur Callista.
“Sayang, kenapa kamu pergi dengan Grace tapi tidak memberitahu ku?” Tanya Daniel.
“Maaf, aku lupa mengabari mu"
"Tapi aku mohon, lain kali kamu harus memberitahu ku. Sayang, aku berterimakasih karena kamu melindungi adik ku" Ucap Daniel dengan lembut.
__ADS_1
"Adik mu juga adik ku" Jawab Callista dengan tersenyum.
Mendengar ucapan kekasihnya, Daniel mengelus rambut kekasihnya.
“Sayang, Bagaimana keadaan David?” Tanya Callista.
“David baik, dia selamat. Kamu tenang lah” Jawab Daniel.
“Papa akan mencarikan mu pengawal terbaik.” Seru Michael.
“Pa, aku baik-baik saja. Tidak akan lagi seperti ini.” Jawab Callista.
“Kau benar-benar membuat ku khawatir saat melihat mu tergeletak di tanah dan sudah tidak sadarkan diri” Ucap Daniel kembali.
“Maaf, tapi aku rasa aku harus berlatih lebih keras. Aku masih kalah hebat dengan ke lima pria itu. Mereka pembunuh bayaran yang hebat” Gerutu Callista yang kesal karena tidak bisa mengalahkan semuanya.
Daniel dan Michael mendengar ucapan Callista, mereka langsung melototi Callista.
“Apa kau ini sudah gila? Kau ingin berlatih? Memangnya kau ini akan bertarung lagi?” Seru Daniel.
“Callista, kau ini benar-benar sudah tidak waras! Kau ingin membuat papa cepat mati karena jatungan?” Seru Michael.
“CK! Kalian ini berlebihan. Aku hanya kesal tidak bisa menang melawan mereka. Biasanya anak buah papa selalu ku habisi hingga masuk rumah sakit. Sekarang aku yang di buat masuk rumah sakit. Aku ingin sekali membuat mereka masuk rumah sakit.” Callista berdecak kesal.
Gio dan Alice yang melihat calon menantunya mereka tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Mereka tidak menyangka calon menantunya yang selama ini berpenampilan menawan sangatlah tanggung.
“Callista, sudah jangan bicara yang aneh-aneh. Kita harus segera mempersiapkan pernikahan mu” Ujar Alice.
“Tapi ma, lihat lah wajah ku. Apa nanti di pernikahan ku luka ku akan tertutupi?’ Tanya Callista.
“Tenang, mama akan mencari make up artis terbaik dari Rusia. Putri bungsu mama yang cantik harus berpenampilan sangat menawan di hari pernikahannya” Tutur Alice.
“Benar apa yang di katakana mama mu sayang. Mama Alin juga sudah menyiapkan gaun pengantin rancangan salah satu designer terkenal” Sambung Alin.
“Papa juga sudah mengatur wedding organizer, mereka sudah menyiapkan semuanya. Kalian akan menikah di hotel milik keluarga Renaldy. Papa sudah menyiapkan semuanya dengan baik” Ucap Gio.
“Lihatlah sayang, keluarga kita sudah menyiapkan pernikahan kita” Ucap Daniel ke arah Callista.
“Terimakasih semuanya. Aku benar-benar beruntung memiliki kalian” Ucap Callista sambil tersenyum.
***
Baca juga karyaa author yang lain yaa
"Love In Milan"
Author minta Vote yaa.
__ADS_1
Like dan coment juga.
Terimakasih atas dukungannya😘