Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 102 - Amarah Daniel


__ADS_3

Kini Daniel menungu laporan dari Harry. Daniel hanya meminta 20 menit bagi Harry untuk memberikan informasi siapa pria yang membawa Grace. Tidak hanya Daniel, Edward pun meminta assistantnya untuk mencari tahu.


Harry yang sudah tiba di tempat kejadian, ia langsung berjalan menghampiri tuannya.


"Tuan" Sapa Harry dengan hormat.


"kau sudah mendapatkan yang aku mau?" Tanya Daniel langsung.


"Tuan ini hasil CCTV yang berhasil saya ambil. Ada CCTV dari sudut kiri yang tidak di hancurkan oleh pria itu" Harry memberikan ponselnya yang sudah terkoneksi dengan CCTV itu.


Daniel dan Edward kini menatap CCTV. Dua pria berbaju hitam dan mengenakan topi tengah mengikuti Edward dan Grace. Terlihat bagaimana salah satu pria telah memukul tengkuk leher Edward hingga membuat Edward tersungkur. Wajah dari pria itu tidak terlihat karena mereka memakai masker. Tapi plat mobilnya terlihat. Daniel langsung meminta Hary melacak plat mobil itu. Tidak hanya Daniel, Edward yang kini sudah melihat hasil CCTV ia langsung meminta assistantnya melacak posisi plat mobil itu.


***


Grace menatap tajam pria asing yang berdiri dihadapannya.


"Siapa kalian!" Bentak Grace.


"Ah, Tuan putri Keluarga Renaldy ternyata sangat galak" Ucap pria itu sambil tersenyum.


"Bajingann! apa yang kau inginkan" Seru Grace.


"Tunggulah sebentar Nona, Tuan kami akan segera datang mengujungi mu" Jawab pria itu dengan senyumannya.


Tidak lama kemudian, sosok pria berpostur tinggi dan tegap berjalan masuk kedalam ruangan. Pria itu langsung berjalan menuju Grace dan tersenyum saat melihat Grace.


"Kau-" Grace terkejut saat melihat pria di hadapanya.


"Apa yang kau lakukan Mike!" Bentak Grace.


Ya, pria yang di hadapan Grace adalah Mike.


"Bersabarlah, aku hanya ingin tahu sebesar apa rasa sayang kakak mu pada mu" Ucap Mike sambil mengelus pipi Grace.


"Jangan sentuh aku Bajingann!" Bentak Grace.


"Tenanglah Grace, aku tidak akan melukai mu. Aku hanya menginginkan kakak mu menukar dirimu dengan istrinya yang cantik itu" Jawab Mike sambil tersenyum.


"Kau brengsekk! kau benar-benar harusnya sudah berada di rumah sakit jiwa!" Seru Grace.


"Ini semua karena kakak mu" Bentak Mike.


"Kakak mu terlalu sombong! sudah ku katakan Callista hanya akan menjadi milik ku! tidak akan ku biarkan satu orang pun memiliki Callista. Aku pastikan aku jauh lebih hebat dari kakak mu itu" Seru Mike yang menatap tajam Grace,


"Kau? lebih hebat? kau hanya bermimpi Mike Linfard. Aku beritahu, kakak ku adalah pria yang hebat! dia pasti akan datang menyelamatkan ku tanpa harus mengorbankan istrinya" Seru Grace yang membuat Mike tersenyum.

__ADS_1


"Sayangnya aku tidak akan membujuk istrinya datang sendiri ketempat ku. Aku yakin dia pasti akan datang menyelamatkan adik iparnya yang cantik ini" Balas Mike.


"Tidak! lebih baik aku mati ditangan mu dari pada Callista harus datang menyelamatkan ku" Seru Grace.


"Kita lihat saja nanti" Mike menarik sudut bibirnya membentuk senyuman lalu langsung pergi meninggalkan Grace.


Grace yang melihat Mike sudah pergi, ia langsung menarik nafas dalam. Ia tidak menyangka akan kegilaan Mike. Ia pun merasa sangat bodoh pernah menyukai pria gila seperti Mike. Grace sangat yakin kakaknya akan bisa menolongnya.


"Harusnya dia berada di rumah sakit jiwa" Gumam Grace dalam hati.


***


Queen Hospital.


Callista baru saja selesai memeriksa pasien VVIPnya. Kini ia duduk di ruang kerja miliknya. Rasanya belakangan ini tubuhnya mrasakan sangatlah lelah.


Callista melanjutkan lagi membuat laporan, seperti biasa Callista sangatlah sibuk Ia bersykur perusahannya sudah di tangani oleh Taylor. Sedangkan restaurantnya dia percayakan pada Leora. Tapi semenjak Lucy yang berkhianat padanya ada rasa sedikit waspada pada Leora. Namun Callista yakin, suaminya akan lebih berhati-hati dalam mencarikan assistant untuknya.


Drttt


Drtt


Suara handphone Callista.


Callista pun langsung mengambil handponenya dan melihat layar ponselnya.


"Hallo" Sapa Callista.


"Callista, apa kabar?"


"Maaf. ini siapa?" Tanya Callista sambil mengerutkan keningnya.


"Kau pasti mengenal suara ku"


"Hemm, ini Mike?" Tanya Callista yang memastikan.


"Ya, kau benar"


"Ada apa Mike?" Tanya Callista yang penasaran karena Mike menghubunginya.


"Apa kau menyayangi adik ipar mu?" Tanya Mike.


"Maksud mu?"


"Jika kau mencintai adik ipar mu, datanglah ke tempat yang aku minta. Dan ingat aku hanya ingin dirimu saja" Ucap Mike yang langsung mematikan sambungan teleponnya.

__ADS_1


Tingg


Sebuah gambar masuk di pesan Callista.


Mata Callista membulat sempurna saat melihat Grace dengan tangan terikat di dalam sebuah ruangan.


"Shit! pria itu sudah gila" Umpat Callista.


Callista menarik nafas dalam. Ayahnya selalu mengajarkan jika ada sesuatu yang mengancam, ia harus mengontol perasaan dan emosinya. Dalam keadaan seperti ini tidak bisa ia ambil keputusan dengan gegabah. Ia mulai berpikir apa yang Callista langsung menghubungi suaminya, ia sudah berjanji untuk selalu memberitahukan apapun pada suaminya.


"Hallo" Sapa Callista saat panggilannya terhubung.


"Sayang, aku sedang sibuk. Aku akan pulang terlambat." Ucap Daniel yang hendak mematikan ponselnya namun Callista sudah menahannya.


"Tunggu"


"Ada apa sayang? aku hari ini ada hal yang aku urus" Seru Daniel.


"Apa kau sudah tahu tentang Grace?" Tanya Callista yang membuat Daniel terkejut.


"Apa kau mengetahuinya?" Tanya Daniel tanpa menjawab pertanyaan istrinya.


"Mike menghubungi ku, dia meminta ku untuk datang" Jawab Callista.


"Baj*ngan, aku akan membunuhnya" Seru Daniel.


"Aku akan mengirim alamat pada mu. Kita akan bertemu langsung disana" Ucap Callista yang langsung mematikan sambungan teleponnya.


Daniel sangat marah saat Callista langsung mematikan sambungan teleponnya. Daniel langsung meminta Harry untuk menghentikan pencariannya karena ia sudah mendapatkan pesan dari Callista dimana alamat Mike berada. Daniel bersumpah jika Mike berani melukai adiknya meskipun hanya sesikit ia akan membunuh Mike dengan tangannya sendiri.


"Tuan Daniel, ada apa?" Tanya Edward yang berlari menyusul Daniel.


"Ini semua ulah Mike, pria sialann itu berani menculik adik ku. Akan ku bunuh dia" Seru Daniel.


"Tuan Daniel, biarkan saya ikut. Paling tidak saya bisa membantu" Pinta Edwarad dan Daniel pun mengangguk setuju.


Saat ini Daniel membutuhkan orang yang akan membantunya, ia pun membawa Harry. Setidaknya Daniel tidak terlalu khawatir karena istrinya bersama dengan Nick. Hanya saja ada sedikit ketakutan jika istrinya berangkat sendiri.


Daniel sudah menghubungi istrinya bahkan mengirimkan pesan pada istrinya untuk jangan pergi. Namun Callista tidak menjawab telepon dan pesan Daniel. Daniel sangat tahu, istrinya memiliki sifat yang sangat keras. Terlebih dia memiliki kemampuan bela diri. Hanya saja semenjak Callista terluka parah akibat ulah anak buah Debora, Daniel sangat khawatir jika Callista akan terluka lagi.


***


Follor Ig Author yaa : abigailranadewi


Novel yang berjudul "Love In Milan" akan up tiap hari, tapi jika belum up itu artinya masih dalam review mangatoon ya. besabarlah.

__ADS_1


Like,coment dan vote terus setiap karya author ya.


Terimakasih atas dukungan kalian.


__ADS_2