
Setelah Callista berbicara dengan Gio, ada rasa kelegaan di hati Callista. Karena Gio menyambutnya dengan baik. Padahal sebelum bertemu Gio, Callista selalu merasa tidak enak dan sedikit takut. Kini Callista yakin keluarganya dan keluarga kekasihnya akan melupakan masa lalu mereka.
Callista sebenarnya sempat sedih dengan kisah cinta ibunya. Bagaimana pun Ibunya telah menjalin kisah cinta dengan ayah kekasihnya sudah 7 tahun lamanya. Tapi sekarang dia sadar, Tuhan telah mengirim pasangan terbaik untuk ayah Daniel dan ibunya sendiri.
Callista pun sempat berfikir apa yang di katakan Daniel benar. Terkadang seseorang harus berjuang mendapatkan orang yang dia cintai. Contohnya ayahnya sendiri, meskipun ayahnya menggunakan kuasa yang ia miliki tapi itu adalah usaha yang di lakukan ayahnya untuk mendapatkan orang yang dia cintai.
Kini Callista pun berpamitan pada Gio untuk kembali ke apartementnya. Dan Daniel pun mengantarkan Callista kembali ke apartemet. Di perjalanan menuju apartement milik Callista, Daniel penasaran dengan apa yang di bicarakan oleh kekasihnya dan ayahnya.
"Sayang, bagaimana tadi sama papa?" Tanya Daniel ke arah Callista.
"Kamu benar sayang, semuanya akan baik-baik saja. Ayah mu akan bertemu dengan ayah ku" Jawab Callista sambil tersenyum.
"Sudah ku katakan, semuanya akan baik-baik saja"
Mobil Daniel memasuki lobby apartement Callista.
"Kamu hati-hati ya" Ucap Callista lalu langsung mengecup bibir Daniel.
Melihat Callista yang sudah berani menciumnya duluan, membuat Daniel tersenyum.
"Aku suka kalau kau seperti ini" Balas Daniel
"Aku akan melakukannya selalu" Ujar Callista.
Setelah mengantarkan Callista, Daniel segera berpamitan untuk pulang ke apartementnya.
***********
Queen Hospital
Pagi hari Callista sudah bersiap menuju Queen Hospital. Dia masih belum ingin kembali ke perusahaan, dia memutuskan hari ini dia datang ke Queen Hospital. Dia pun ingin menyapa Grace adik dari Daniel.
Sesampainya Callista di lobby Queen Hospital, Callista berjalan menuju ruang kerja Grace.
Tok
Tok
Suara ketukan pintu.
"Masuk" Ucap Grace
Ceklek
__ADS_1
Callista membuka pintu kerja Grace.
"Dokter Callista?" Grace kaget melihat Callista datang ke ruang kerjanya, yang dia tahu Callista masih berada di Paris. Grace memang sudah mendengar cerita masa lalu antara ayahnya dan Ibu Callista. Dia sendiri pun kaget saat mendengarnya. Terlebih sekarang Callista berada di hadapannya.
"Grace, kamu bisa panggil ku Callista. Aku kesini bukan berlaku sebagai rekan kerja mu. Aku kesini berlaku sebagai kekasih dari kakak mu" Ucap Callista sambil tersenyum ke arah Grace.
"Silahkan duduk Callista" Ucap Grace yang meminta Callista untuk duduk di depannya.
"Baik, terimakasih" Callista duduk depat di hadapan Grace.
"Grace, maafkan aku yang tidak mengetahui mu adalah adik dari Daniel"
"Kenapa kamu harus meminta maaf?" Tanya Grace ke arah callista.
"Karena aku merasa tidak enak, aku tidak pernah bertanya pada Daniel dia memiliki saudara atau tidak" Jawab Callista.
"Callista, aku yang memang tidak ingin di ketahui orang tentang identitas ku. Jadi kamu tidak perlu merasa tidak enak"
"Tapi Cal, bagaimana bisa kamu ada di sini?"
"Daniel menyusul ku ke Paris, maaf tapi Grace apa kamu sudah mengetahui permasalahan ke dua orang tua kita?"
"Aku tahu kakak ku memang mencintai mu Cal. Dan untuk masalak keluarga kita, aku pun sudah mengetahuinya. Tapi Cal, biarkan orang tua kita menyelesaikan masalah mereka sendiri"
Callista pun tersenyum dan mengangguk.
**********
Michael sangat mirip dengan Callista yang keras kepala. Tapi di balik sifat keras kepala Michael, dia adalah pria yang memiliki karakter yang baik dan sangat bijaksana dalam menyikapi permasalahan.
Alice dan Alin telah mengatur waktu bertemu Michael dan Gio di Castle Caffe. Alice membiarkan suaminya menyelesaikan sendiri masalahnya dengan mantan kekasihnya tanpa melibatkan putra-putri mereka.
Seperti biasa, Michael menggunakan salah satu koleksi mobil mewahnya untuk bertemu dengan Gio. Michael lebih suka menggunakan supir dari pada dia harus menyetir sendiri.
Sesampainya Michael di Castle Caffe, dia mulai memasuki Castle Caffe dan berjalan ke arah Gio.
"Gio" Sapa Michael
"Michael"
Kini mereka berdua masih berdiam diri dan saling menatap satu sama lain.
"Lama tidak jumpa Gio" Michael yang mulai membuka suara terlebih dahulu.
__ADS_1
"Kau benar. Lama tidak jumpa Michael"
"Bagaimana kabar mu?" Tanya Gio ke arah Michael
"Aku baik, lalu bagaimana dengan mu?" Balas Michael.
"Aku juga baik"
"Gio, bisnis mu sangat luar biasa. Bisnis mu bisa berkembang pesat dengat sangat hebat" Puji Michael kepada Gio.
"Terimakasih Michael, ini semua karena mu. Aku juga ingin berterimakasih karena diri mu sudah memotivasi ku untuk bisa di posisi ini" Jawab Gio.
"Gio, sebenarnya ini semua salah ku. Aku sebenarnya sudah mencintai Alice sejak pertama kali melihatnya. Aku menggunakan cara licik untuk mendapatkannya. Aku benar-benar minta maaf" Ujar Michael.
"Michael, ini bukan salah mu sepenuhnya. Tapi ini memang sudah jalannya. Aku pun salah karena pernah ingin menghancurkan perusahaan mu. Dulu memang aku dendam pada mu, tapi aku benar-benar bodoh waktu itu"
"Gio, jika posisi ku menjadi diri mu. Aku pun akan melakukan hal yang sama"
"Michael, mari lupakan masa lalu. Aku tidak ingin menyesali pernikahan ku dengan Alin. Jika aku tidak dengan Alin, mungkin anak-anak ku tidak ada sekarang"
"Ya, kau benar Gio jika aku tidak menikah juga dengan Alice mungkin aku tidak memiliki dua putri yang cantik"
"Jujur aku tidak menyangka kamu memiliki dua putri, dulu aku hanya tahu kau memiliki putri bernama Jessica"
"Putri bungsu ku memang keras kepala sama seperti ku. Dia pernah pergi dari rumah dan memilih menjadi dokter serta membangun restaurant sendiri. Sifat keras kepala Callista memang mirip dengan ku. Dan memang dia tidak suka jika dirinya di liput oleh media. Itu kenapa setiap media datang ke kami, hanya Jessica yang menjadi sorotan"
Mendengar ucapan Michael, membuat Gio tersenyum.
"Ternyata, dia lebih suka menyembunyikan identitasnya persis sama seperti putri bungsu ku" Jawab Gio
"Kau memiliki putri bungsu?" Tanya Michael dengan wajah sedikit kaget.
"Ya, dia pun dokter. Dia baru saja pindah dari Paris, dia juga memiliki butik di Paris. Dia adalah dokter Kandungan di Queen Hospital" Tutur Gio.
"Dunia memang sangat sempit, Anak ku adalah dokter specialist bedah di Queen Hospital dan anak mu adalah dokter kandungan di Queen Hospital. Mungkin ini memang sudah jalan Tuhan supaya kita bisa melupakan masa lalu kita" Balas Michael.
Michael dan Gio sudah memutuskan untuk melupakan masa lalu mereka. Mereka akan memulai kembali lembaran baru di hidup mereka. Gio pun sudah meminta izin kepada Michael untuk putranya bisa bersama dengan Callista. Michael pun menyambut dengan baik, karena Michael juga ingin membuat Callista bahagia.
**********
Konflik antara keluarga Callista dan Daniel sudah selesai ya.
Ayo vote yang banyak yaa.
__ADS_1
Like dan Coment juga.
Terimakasih.