Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 86 - Pulang ke Los Angeles


__ADS_3

Keesokan hari Daniel dan istrinya sudah bersiap untuk kembali ke Los Angeles. Tadi malam Daniel benar-benar tidak bisa tidur, ia memikirkan siapa yang berani mencoba menghancurkan perusahaannya. Meskipun ia tahu, ia memiliki banyak lawan bisnis tapi jika sampai ada yang berhasil membuat sahamnya menurun meskipun hanya 1% saja, orang itu bukanlah orang sembarangan.


Setiap cabang perusahaan milik Daniel, ia selalu menempatkan direktur terbaik. Tidak mudah untuk membuat perusahaannya merosot. Itulah kenapa Daniel sangat memilih dalam menempatkan direktur di perusahaan cabangnya.


Callista sudah mengemasi barang-barang dan karena hari ini dia sudah pulang, ia hanya memakai mini dress berwarna navy tanpa lengan. Dan di padukan dengan sepatu flat shoes merk Gucci yang menjadi salah satu merk kesukaannya.


Callista berjalan mendekat ke arah suaminya, yang kini tengah sibuk dengan laptopnya.


“Sayang, apa kamu sibuk?” Tanya Callista dengan lembut lalu ia duduk di samping suaminya.


“Sedikit, apa kamu sudah selesai?” Tanya Daniel yang kini menatap istrinya.


“Sudah, aku sudah mengemasi barang-barang kita” Jawab Callista.


“Baiklah, kita berangkat sekarang” Ucap Daniel yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan menggandeng tangan istrinya.


“Barang-barang biarkan staff hotel saja yang membawa keluar” Ucap Daniel kembali.


Callista pun mengangguk.


Tiga orang staff hotel datang ke kamar Daniel dan membawa barang-barang Daniel dan istrinya ke dalam mobil.


Mobil Daniel kini berjalan menuju bandara, Daniel memang sengaja ingin segera kembali ke Los Angeles, Ia ingin segera mencari siapa di balik semua ini. Jika sampai ia mengenal siapa yang berada di balik semua ini, Daniel akan memberikan pelajaran pada orang yang berani bermain dengannya.


***


Hutomo Family


Jessica sudah tiba di Los Angeles, dia sudah mendapatkan berita saham milik perusahaannya anjlok. Hatinya tidak tenang saat mendengar berita itu, ia langsung memutuskan keembali ke Los Angeles.


Sepulangnya Jessica dari bulan madu, ia langsung menuju mansion kleuarganya. Ia ingin langsung bertanya pada ayahnya. Karena tidak mungkin ayahnya tidak mengetahui apa-apa.


Jessica harus segera mengetahui kenapa saham perusahaannya anjlok, dia pun membaca dari laporan keuangan yang di berikan assistantnya. Profit perusahaannya menurun drastis. Ini membuat Jessica tidak tenang.


Setibanya Jessica di mansion keluarganya, Ia langsung di sapa oleh para pelayan. Jessica hanay seorang diri tanpa suaminya Adam. Ia meminta Adam untuk pulang terlebih dahulu.


Jessica hanya membalas para pelayan dengan senyuman, ia langsung berjalan cepat menuju ruang kerja ayahnya.


Tok


Tok

__ADS_1


Suara ketukan pintu


“Masuk”


“Papa”


Mendengar ada yang memanggilnya papa, Michael pun menoleh.


“Jessica?” Michael terekejut saat melihat Jessica datang.


Jessica pun berjalan mendekat ke arah ayahnya.


“Papa, apa yang terjadi dengan perusahaan ku pa?” Tanya Jessica yang cemas.


Michael menghela nafas dalam. Percuma saja ia tutupi, ternyata putrinya sudah lebih dulu untuk tahu tentang perusahaan miliknya.


“Sayang, papa masih menyelidiki ini. Saat ini papa masih belum mengetahuinya”


“Tapi papa kenapa tidak langsung memberitahu ku saat terjadi masalah dengan perusahan milik ku pa?”


“Papa tidak ingin mengganggu bulan madu mu nak. Lihatlah kamu sudah harus pulang sekarang saat mendengar perusahaan mu bermasalah” Ujar Michael.


“Pa, perusahaan itu aku pimpin karena itu perusahaan milik papa. Aku tidak akan mungkin tinggal diam, perusahan yang susah payah papa bangun hingga sebesar ini. Tapi malah hancur” Balas Jessica.


“Tapi siapa orangnya pa? Aku tidak pernah punya musuh” Ujar Jessica.


“Apa Adam memiliki musuh?” Tanya Michael.


“Pa, meskipun perusahan Adam cukup besar. Tapi papa tahu perusahan kita jauh lebih besar, jika ada orang yang menjadi musuh Adam akan sangat bodoh jika dia berani berulah dengan perushaan kita” Tutur Jessica.


“Papa juga berpikir seperti itu, satu-satunnya yang memiliki banyak musuh adalah perushaan kita dan perusahaan milik Daniel suami adik mu” Ujar Michael.


“Tapi terakhir kita bermasalah dengan Leonard Company, perusahaan itu telah berhasil di akusisi oleh Daniel. Mana mungkin dia punya kekuatan untuk menghancurkan perusahan mu” Tutur Michael.


Jessica mendengar ucapan ayahnya, ia langsung menghela nafas dalam.


“Pa, atau mungkin ini adalah ulah musuh Daniel?” Tanya Jessica.


“Jika musuh Daniel, kenapa dia menyerang mu bukan menyerang perusaan adik mu?”


“Pa, ini hanya perasaan ku saja. Perusahaan ku dan perusahaan Callista kita pun tida berbeda. Jika saham ku anjlok, maka tidak lama kemudian akan berdampak dengan perusahaan cabang milik Callista. Ini artinya orang yang berusaha menjatuhi perusahaan kita, dia bermain dengan cara perlahan” Ucap Jessica yang kini mulai curiga.

__ADS_1


“Apa papa sudah mendapatkan sesuatu yang mencurigakan?” Tanya Jessica ke arah ayahnya.


“Papa sudah mencari tahu, tapi masih belum menemukan apapun. Sebenarnya papa ingin meminta bantuan Daniel, tapi papa lebih baik menunggu Daniel kembali ke Los Angeles, papa tidak enak mengganggu bulan madunya” Jawab Michael.


“Pa, apa Callista dan Daniel sudah mendengar ini?”


“Papa tidak tahu, tapi papa belum bercerita pada Callista dan Daniel”


“Yasudah pa, aku harus kembali ke perusahaan. Aku akan memeriksa laporan keuangan perusahaan terlebih dahulu”


“Apa tidak besok saja sayang? Kamu baru saja tiba”


“Tidak pa, aku tidak bisa diam saja. Aku harus segera mencari tahu ini semua. Apalagi jika orang itu memang benar berniat melukai adik ku, maka aku tidak akan diam. “ Ujar Jessica yang membuat Michael tersenyum.


“Baiklah sayang, kamu bisa pergi”


“Pa, salamkan aku untuk mama. Maaf aku terburu-buru belum sempat menemui mama, saat aku tiba tadi aku langsung menuju ruang kerja papa” Ucap Jessica kembali.


Michael pun mengangguk.


“Iya sayang, mama mu pasti mengerti. Pergilah dan berhati-hati. Kabarkan papa jika kamu menemukan sesuatu yang mencurigakan” Ucap Micahel.


“Iya pa” Jessica berjalan meninggalkan ruang kerja ayahnya, ia langsung berjalan keluar menuju mobil yang ia parkiran. Ia memang tidak sempat untuk mencari ibunya, ia tahu di pagi hari biasanya ibunya selalu berada di taman.


Mobil Jessica mulai meninggalkan mansion keluarganya, ia ingin segera kembali ke perusahaanya. Ia akan segera memeriksa laporan keuangan perusahannya.


Jessica dikenal sangat cerdas dalam mengelola perusahan Hutomo. Berkat kemampuannya, banyak cabang Hutomo di berbagai negara. Ini merupakan pertama kali bagi Jessica mendapatkan masalah besar di perusahaanya. Pertama kali Jessica mengetahui saham perusahannya anjlok, ia pun sangat khawatir. Ia takut jika terjadi sesuatu dengan perusahan yang selama ini ia pimpin. Meskipun tidak terlalu berdampak dengan perusahaan pusat yang masih di pegang oleh ayahnya. Hanya saja ia tidak ingin mengecewakan ayahnya karena melihat perusahaan yang ia pegang tidak berjalan dengan baik.


***


Yang belum baca karya author yang lain baca yaa


judulnya "Love In Milan"


Author minta vote yaa


Like dan coment juga setiap karya author.


Tinggalin jejak setiap kalian baca karya author.


Coment negative pun author anggap itu untuk ngebangun tidak akan jadi masalah asal pengucapannya baik baik hehe.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian😘


__ADS_2