
Media sudah memberitakan tentang Debora Alister, yang menjebak Callista Hutomo untuk menandatangani surat penahanan pembayaran pajak. Kini nama Debora pun di cari oleh para wartawan. Hanya saja saat wartawan mencari Debora di perusahaan dan di mansion keluarga Alister, para wartwan tidak menemukan keberadaaan Debora.
Para polisi kini masih mencari Debora, karena kemarin saaat Lucy memberikan saksi jika Debora lah yang menyuruhnya, akhirnya polisi memulai pencariannya mencari Debora.
Callista kali ini sudah tenang, karena kebenaran sudah terungkap. Ia sangat yakin kekasih dan ayahnya pasti akan selalu membantunya. Saat Callista kecil ayahnya selalu menjadi penolongnya. Kali ini ia tidak hanya memiliki ayah yang akan terus menolongnya tapi sudah ada calon suami yang selalu akan menolongnya di setiap saat.
Setelah kebenaran terungkap, sejak tadi malam Callista pulang ke mansion keluarganya. Ibunya Alice memang sering merindukannya semenjak kakaknya berbulan madu. Hal ini yang membuat Callista tidak tega pada ibunya.
Drttt
Drttt
Suara handphone Callista.
“Hallo” Sapa Callista.
“Kakak ipar, ayo kita berbelanja bersama” Seru Grace.
“Kamu sedang di mana grace?” Tanya Callista.
“Aku sedang di jalan menuju mansion keluarga mu. Hari ini aku tidak membawa mobil. Aku menggunakan taxi ke mansion keluarga mu. Kita berbelanja bersama ya” Pinta Grace.
“Baiklah, kita berbelanja bersama” Jawab Callista.
“Yasudah, sampai nanti”
Callista memutuskan sambungan teleponnya.
Callista berjalan menuju ruang keluarga, ia akan meminta izin pada ke dua orang tuanya untuk pergi bersama dengan Grace adik iparnya.
“Pa, maa” Sapa Callista yang sudah berada di ruang keluarga.
“Iya sayang” Ucap Alice dengan lembut.
“Pa, ma aku akan pergi bersama Grace ke mall. Kita ingin berbelanja bersama” Ucap Callista.
“Kamu ini sudah mau menikah, tapi masih saja pergi-pergi” Seru Michael.
“Pa, ini kan pergi sama calon adik ipar. Jadi tidak apa ya?” Pinta Callista.
“Pa, sudahlah biarkan Callista pergi dengan adik iparnya” Pinta Alice.
“Yasudah, tapi kamu akan di temani oleh David.” Jawab Michael.
“Pa, untuk apa David bersama ku? Aku bisa melindungi diri ku sendiri” Ujar Callista kesal karena dia paling tidak suka di temani oleh pengawal.
“Anggap saja David supir mu. Jika kamu ingin pergi papa akan memberi izin tapi David harus mengantar mu” Perintah Micahel.
“Ck! Menyebalkan sekali” Gerutu Callista.
“Baiklah, aku akan bersama dengan David” Ucap Callista dengan kesal.
“Ma, pa itu sepertinya ada suara mobil, Aku yakin Grace sudah sampai di depan. Aku pergi dulu ya” Ucap Callista yang berpamitan dan langsung mencium ke dua orang tuanya.
“Iya sayang, kamu hati-hati yaa” Ucap Alice dengan lembut.
“Iya, jangan lupa minta David mengantar mu” Michael yang meningatkan putrinya kembali.
__ADS_1
“Iya”
David sudah berada di depan mansion keluarga Callista.
“David, antar aku ke mall” Perintah Callista.
“Baik nona”
Taxi Grace sudah tiba di depan masion mewah keluarga Callista. Grace turun dari taxi dan langsung memeluk Callista dengan erat.
“Kakak ipar, kau ini memang hebat” Seru Grace.
“Hebat bagaimana?” Tanya Callista yang heran.
“Aku baru saja medengar masalah mu, tapi cepat sekali sudah terbongkar, Kau ini sungguh hebat kakak ipar” Puji Grace.
“CK! Yang hebat adalah kakak mu. Dia yang menangkap orang yang berusaha menjebak ku” Ujar Callista.
“Benarkah? Itu artinya kakak ku benar-benar mencintai mu” Ucap Grace smabil tersenyum.
“Sudahlah ayo kita pergi” Ucap Callista.
Mobil Callista mulai meninggalkan mansion keluarganya. Hari ini Callitsa tidak menggunakan mobil buggati milik Daniel. Karena mobil sport tidak mungkin di gunakan untuk berbelanja. Hari ini Callista menggunakan salah satu koleksi mobil mewah ayahnya yaitu Roll Royce. Dan juga hari ini pertama kalinya bagi Callista membawa David sebagai supir pribadinya sesuai perintah ayahnya. Karena jika Callista tidak menuruti perintah ayahnya, pasti Callista tidak akan di izinkan untuk pergi.
Mobil Callista sudah tiba di Del Amo Fashion Center. Salah satu mall terkenal di Los Angeles-California.
Callista dan Grace berkunjung ke salah satu butik LV untuk membeli tas. Karena Grace sangat mencintai tas sama seperti dengan Callista.
“Kakak ipar lihatlah ini bagus” Grace menunjuk salah satu koleksi tas LV terbaru.
“Benar, ini bagus.” Jawab Callista.
“Pakai ini” Callista memberikan American Card milik Daniel kepada kasir.
“Kakak ipar, pakai kartu ku saja” Ucap Grace yang tidak enak jika Callista yang membayarnya.
“Tidak apa, ini pun punya Daniel kakak mu. Jadi jangan di tolak ya” Pinta Callista.
“Kakak ku memang pria yang luar biasa. Aku berharap bisa mendapatkan pria yang mencintai ku sama seperti kakak ku mencintai mu” Seru Grace.
“Kau pasti akan mendatkannya” Ucap Callista dengan lembut.
Callista dan Grace meninggalkan toko.
“Grace, setelah ini kita mau kemana?” Tanya Callista ke arah Garce.
“Aku ingin ke salah satu restaurant teman ku. nama restaurantnya Della Restaurant. Ayo kita pergi sekarang” Jawab Grace.
“Baiklah”
Callista dan Grace berjalan menuju parkiran, karena mereka menuju salah satu restaurant milik teman Grace, itu artinya mereka harus meninggalkan mall.
“David ayo kita ke Della Restaurant” Ucap Callista.
“Baik Nona”
David meletakan barang belanjaan milik Callista dan Grace di dalam mobil.
__ADS_1
Kini mobil mereka meninggalkan parkiran mobil, David mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
Saat di tengah perjalanan menuju Della Restautant.
Cittttt
David mengerem mendadak.
“David, kenapa kau tidak bisa berhati-hati” Seru Callista.
“Nona maaf, tapi lihatlah. Ada empat mobil yang mengahadang kita” Ucap David.
“Siapa mereka David?” Tanya Callista.
“Saya tidak tahu nona”
“Kakak ipar, apa kau mengenal mereka ?” Tanya Grace yang sediki takut saat melihat pria mendekat ke arah mobil mereka.
“Tidak” Jawab Callista dengan tenang.
“David, apa kau membawa pistol?” Tanya Callista.
“Bawa nona, saya selalu membawanya” Jawab David.
“David, gunakan itu jika keadaan mendesak. Sekarang ayo kita turun” Ucap Callista yang langsung Grace menahan tangan Callista.
“Tidak, kau jangan turun. Biarkan David yang turun” Pinta Grace.
“Kau lihatlah, ada 5 pria pasti David akan kalah” Jawab Callista.
“Grace, jika terjadi sesuatu. Pergilah. Dan bawa mobil ini” Pinta Callista.
“Tidak, jangan harap aku akan pergi” Tolak Garce dengan tegas.
“Kau ini sama saja dengan kakak ku” Seru Callista.
“Nona, lebih baik nona dan nona Grace pergi dari sini” Jawab David.
“Lihatlah, mobil kita di kepung seperti ini, Bagaimana bisa kabur” Seru Callista.
“Sudahlah jangan banyak bicara. Ayo kita turun dan kau Grace. Apapun yang terjadi tetap di dalam mobil” Perintah Callista.
Grace pun mengangguk.
***
Baca juga karya author yang lain yaa
"Love In Milan"
Baca yaa hehe
Ini adegan dag dig dug hehe
Callsita menang atau kalah nih kali ini?
Like,coment dan vote terus setiap karya author yaa.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan kalian selama ini.