
Pagi hari Daniel sudah lebih dulu berangkat ke kantor. Sedangkan Callista masih bersiap, hari ini Callista memilih mengenakan mini dress berwarna navy lengan pendek. Karena ia sedang hamil, Callista sudah tidak lagi memakai heels. Hanya saja terkadang ia memakai wedges, itu pun hanya untuk jamuan makan malam saja. Jika hari-hari biasa, Callista memilih memakai sepatu heels.
Callista mengambil tas merk LV di atas meja riasnya dan langsung meninggalkan kamarnya. Ketika Callista sudah tiba di bawah,ia di kejutkan dengan sosok seorang gadis.
"Selamat pagi nyonya, perkenalkan nama saya Maria. Saya assistant baru nyonya" ucap Maria.
Callista menyambutnya dengan senyuman ramah.
"Hi Maria, hari ini aku akan ke butik. Jadi kamu ikut saja ya"
"Baik nyonya"
Callista berjalan meninggalkan mansionnya, dan di ikuti oleh Maria. Nick yang melihat nyonyanya sudah datang ia langsung membukakan pintu mobil.
Kini mobil Callista sudah berjalan meninggalkan mansion suaminya. Callista menoleh ke belakang lalu ia membuang nafas kasar. Bagaimana tidak. satu buah mobil BMW mengikutinya, dan itu adalah pengawal dari suaminya. Kali ini Callista benar-benar tidak bisa sebebas dulu.
"Aku ini seperti istri seorang pejabat saja" gerutu Callista dalam hati.
Jarak dari mansion ke butik sekitar satu jam. dan Callista sudah tiba di butik. Saat Callista masuk ke dalam butik, banyak mata yang menatapnya karena ia di kelilingi oleh pengawal.
"Benar-benar menyebalkan" gerutu Callista dalam hati.
"Callista" panggil seorang gadis yang Callista tahu siapa pemilik suara ini.
Callista pun langsung menoleh.
"Liv, sorry aku telat ya?" ucap Callista.
"No Cal, aku juga belum fitting gaun pengantin ku" balas Olivia.
"Eh ya, dimana Grace?" tanya Callista.
"Grace sudah datang tapi tadi ke toilet sebentar" jawab Olivia dan Callista langsung mengangguk.
Tidak lama kemudian Grace keluar dan ia menghampiri Olivia dan Callista.
"Hi kakak ipar, kau sudah datang rupanya" ucap Grace.
"Yasudah kalau begitu kita ke fitting room sekarang" ucap Olivia.
"Ayo" ucap Grace dan Callista.
Nick dan pengawal menunggu di depan ruang fitting room. Sedangkan Maria, ia ikut masuk ke dalam fitting room.
"Callista, ini assistant mu yang baru?" tanya Olivia.
"Ya, perkenalkan dia maria"
Maria langsung mengangguk dan menyapa Olivia serta Grace dengan sopan.
__ADS_1
"Suami mu memang sangat mencintai mu, lihatlah pengunjung butik tertuju pada Nyonya Renaldy yang datang dengan pengawal dan assistantnya" ledek Olivia.
Callista berdecak kesal mendengar ucapan Olivia.
"Kau jangan menyebalkan liv! cukup suami ku saja" seru Callista.
"Baiklah Nyonya Renaldy"
Callista memutar bola matanya malas.
"Grace, dimana pengawal mu kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Callista.
"Aku memang memintanya untuk tidak terlihat publik kakak ipar, aku malu setiap bertemu dengan teman ku harus bersama dengan pengawal. Akhirnya aku meminta mereka untuk terus melindungi ku tanpa harus memperlihatkan muka mereka. Entah mereka bersembunyi dimana aku tidak perduli" ujar Grace yang membuat Olivia benar-benar tertawa.
"Kalian ini ya memang hebat dan luar biasa. Seeprti istri dari raja dan adik dari raja" ucap Olivia sambil berusaha menahan tawanya.
"Diamlah liv, aku sumpal mulut mu itu jika terus menyindir" seru Callista yang mulai kesal.
"Oke Fine, sabar nyonya. Jangan marah dengan sahabat mu yang cantik ini" balas Olivia.
"Yasudah sekarang lebih baik kau fitting gaun pengantin mu terlebih dahulu" ucap Callista dan Oliva mengangguk setuju.
Olivia menyewa salah satu designer terkenal dari Italia yang membuka butik di Los Angeles.
"Selamat pagi Nona Olivia" sapa Alana designer yang di sewa Olivia.
"Pagi Alana, aku akan mencoba gaun ku. Jangan lupa kau tunjukan gaun untuk dua perempuan ini karena mereka akan menjadi bridesmaid ku" ujar Olivia.
Olivia, Callista dan Grace langsung mencoba gaun mereka.
Tidak lama kemudian, Olivia keluar dengan gaun pengantin yang sangat cantik dengan memperlihatkan bahu mulus miliknya. Tidak hanya Olivia yang sudah memakai gaun, Callista dan juga Grace juga sudah mengganti gaun mereka.
"Lihatlah, kau sangatlah cantik" puji Callista yang terus menatap Olivia.
"Benar liv, kau benar-benar sangat cantik" timpal Grace.
"Benarkah?" tanya Olivia.
"Sudah ku katakan, kau ini sangat cantik" ucap Callista kembali yang membuat Olivia tersenyum.
"Tapi kedua bridesmaid ku pun sangatlah cantik" balas Olivia.
Callista dan Grace saling tukar pandang. Gaun untuk mereka berwarna tosca. Hanya saja modelnya berbeda, Callista memilih bagian atas x-straps memang ini terlihat sangat seksi, tapi Callista menyukainya. Sedangkan Grace tidak kalah seksi dengan kakak iparnya, ia memilih model sabrina yang memperlihatkan bahu mulus miliknya.
Setelah mereka puas dengan gaun mereka, akhirnya mereka pun langsung mengganti baju mereka, yang mereka kenakan di awal.
"Kakak ipar dan Olivia sepertinya aku tidak bisa lama" ucap Grace.
"Loh kamu mau kemana Grace?" tanya Callista.
__ADS_1
"Malam ini aku akan bertemu dengan ibunya Edward" jawab Grace yang membuat Callista dan Olivia tersenyum.
"Sepertinya setelah aku menikah nanti, aku akan mendapat kabar adik dari Daniel Renaldy akan menikah juga" timpal Olivia.
"Aku rasa begitu, adik ipar ku yang cantik ini sepertinya akan segera di lamar" ledek Callista sambil tersenyum.
"Sudahlah kalian berdua jangan meledek ku seperti itu! aku hanya bertemu untuk makan malam saja dengan ibunya Edward. Tidak lebih, jadi jangan melebih lebihkan" seru Grace yang kesal.
"Lagi pula, jujur saja aku belum siap menikah. Hubungan aku dengan Edward masih sangat baru. Aku ingin mengetahui Edward lebih dalam lagi" lanjut Grace.
"Baiklah, aku pasti akan mendukung mu." ucap Callista.
"Yasudah kalau begitu aku duluan"
"Hati-hati" ucap Callista dan Olivia bersamaan.
Grace langsung meninggalkan fitting room.
"Liv" panggil Callista.
"Ya?" Olivia menoleh ke arah sahabatnya.
"Apa nanti kau akan mengundang Esme? bagaimana pun dia adalah teman SMA kita" ucap Callista.
"Entahlah, aku tidak dekat dengannya. Terlebih aku tahu dia berada di Los Angeles dari mu" jawab Olivia.
"Tapi dia tetap teman mu liv"
"Baiklah, aku akan mengundangnya. Lagi pula, memang aku dan Taylor mengundang banyak teman-teman kami" ujar Olivia.
"Habis dari sini kamu mau kemana cal?" tanya Olivia.
"Bebas, apa kamu mau ke caffe? aku lihat ada caffe terdekat dengan butik ini" jawab Callista.
"Baiklah ide yang bagus, tapi jangan lupa kau izin dulu dengan suami mu itu. Aku tidak mau di salahkan dengannya. Bisa-bisa suami ku memecat ku dari rumah sakitnya" ujar Olivia.
"Tenanglah, aku akan mengirim pesan padanya. Lagi pula kau lihat sendiri, aku sudah menuruti suami ku dengan pengawalan ketat dan juga di ikuti assistant pribadi" balas Callista.
"Yasudah kalau begitu ayo" ajak Olivia.
"Oke"
Mereka langsung meninggalkan butik dan menuju caffe terdekat dengan butik. Saat Callista meninggalkan butik memnag banyak mata yang terus manatapnya. Karena memang banyak pengawal yang mengikuti Callista.
***
Follow Ig Author : abigailranadewi
Like,coment dan vote terus ya.
__ADS_1
Terimakasih atas dukugan kalian.