
Daniel dan ayahnya kini sudah berada di ruang kerja. Daniel memang tidak ingin ikut makan, karena ia ingin langsung melaporkan masalah perushaan pada ayahnya.
"Daniel ada apa nak?" Tanya Gio yang kini menatap putranya.
"Apa papa mengenal Linfard Company?"
"Linfard Company?" Gio mengernyitkan dahinya saat mendengar nama perusahaan itu.
"Ya, apa papa mengenalnya?"
"Linfard Company adalah salah satu perusahaan besar di Australia. Tapi memang kita tidak pernah bekerja sma dengannya. Ada apa nak?" Tanya Gio yang heran karena putranya menanyakanLinfard Company.
"Begini pa, saham perusahaan kita di Australia anjlok 5%. Dan juga saham perusahaan cabang hutomo milik Jessica juga anjlok. Bahkan perusahahaan cabang hutomo anjlok sangat parah. Dan orang di balik semua ini adalah pemilik dari Linfard Company" Tutur Daniel yang sontak membuat Gio terkejut.
"Kenapa bisa pemilik Linfard Company melakukan ini pada kita?" Tanya Gio yang masih terkejut dengan apa yang diucapkan oleh putranya.
"Ini semua ulah dari Mike. Mantan dokter specialist jantung di Queen Hospital. Mike mencintai Callista, dia ingin menghancurkan perushaan keluarga kita daan juga keluarga Callista. Dengan seperti itu dia bisa memiliki Callista."Ujar Daniel yang menahan amarah karena ia harus membahas tentang Mike.
"Cara yang pernah papa lakukan dulu kini di lakukan oleh pria yang mengejar istri putra ku" Seru Gio yang menarik sudut bibirnya membentuk senyuman kecil.
"Maksud papa apa?" Daniel mengernyitkan dahinya, ia tidak mengerti apa yang diucapkan oleh ayahnya.
"Papa pernah menjatuhkan perushaan Michael dengan cara seperti Mike. Tujuannya adalah mendapatkan ibu dari Callista kembali. Tapi Michael jauh lebih cerdas, pertahanan perusahaannya sangat luar biasa. Harusnya dengan seperti ini Michael bisa menyelesaikannya." Tutur Gio.
"Papa pernah melakukan cara seperti ini?" Daniel masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan ayahnya. Namun Gio pun langsung mengangguk.
"Bukankah papa pernah mengatakan, dulu papa pernah berusaha menjatuhkan perushaan Michael. Tapi papa tidak berhasil. "
"Daniel, lebih baik kau serang Linfard Company. Kau harus selangkah lebih maju. Dan untuk perushaan cabang Jessica. Keluarkan dana besar untuk berinvestasi di perushaan cabang milik istri mu. Lalu lakukam promosi besar-besaran. Buat perushaan Callista dan Jessica berkaitan satu sama lain. Jika perushaan cabang milik Callista naik, pasti akan berdampak dengan perusahaan cabang Jessica." Tutur Gio.
"Papa benar, lebih baik aku menginvestasikan dana besar di perushaan istri ku. Tapi pa, Callista pasti menolak ini"
"Tidak ada pilihan lain, keluarkan dan besar. Untuk perushaan kita, lebih baik kamu bekerja sama dengan perusahaan utama yang di pimpin oleh Michael. Papa yakin Michael meskipun diam saat ini, dia sudah memiliki rencana. Temui mertua mu besok. kamu harus melangkah lebih cepat karena musuh mu menggunakan cara licik" Ujar Gio.
"Baiklah pa, kalau begitu aku lebih baik pamit" Ucap Daniel yang berpamitan.
"Ya, hati-hati nak. Jika terjadi sesuatu beritahu papa"
Daniel pun mengangguk dan berjalan meninggalkan ruang kerja lalu menuju ruang makan untuk mengajak istrinya pulang.
"Sayang, apa sudah selesai?" Tanya Daniel ke istrinya saat ia tiba di ruang makan.
"Sudah, apa kamu mau makan dulu?"
__ADS_1
"Tidak, aku makan di apartemen saja, ayo kita pulang" Ajak Daniel.
"Kenpa kalian tidak menginap?" Sambung Alin.
"Ma, nanti saja aku menginap. Ada hal yang harus aku kerjakan" Ucap Daniel.
"Baiklah, hati-hati nak" Balas Alin
"Ma, aku pamit ya" Ucap Callista yang langsung memeluk mertuanya.
"Iya sayang, kamu hati-hati ya" Callista pun langsung mengangguk.
Kini Daniel dan Callista berjalan masuk ke dalam mobil.
Di dalama mobil, Daniel terus melamun. Membuat Callista mulai khawatir.
"Sayang, apa yang kamu pikirkan?" Tanya Callista yang kini menatap suaminya.
"Tidak ada, besok Papa Michael ada di kantor atau di mansion?" Tanya Daniel.
"Besok papa ku ada jadwal meeting. Itu artinya dia ada di perusahaan,"
"Yasudah, besok aku harus bertemu dengan Papa Michael" Ucap Daniel.
"Tidak sayang,kamu tidak perlu memikirkan apapun" Ucap Daniel sambil mengelus rambut panjang istrinya
Mobil Daniel sudah tiba di apartemen dan kini mereka berjalan masuk ke dalam apartemen.
***
Amel masih di sibukan dengan syuting film terbaru miliknya. Sejak ia tahu pria yang ia cintai kini sudah menikah dengan Callista. Amel menyibukan diri dengan segara rutinitas jadwalnya yang sangat padat.
Tujuannya adalah supaya ia bisa melupakan Daniel secepatnya. Ia sadar jika tidak mungkin baginya merebut Daniel. Terlebih ia melihat siapa sosok istri dari Daniel.
Rasanya Amel ingin sekali mengatakan jika ia mencintai Daniel. Hanya saja tdak mungkin baginya untuk mengucapkan itu semua. Itu hanya membuat Daniel merasa tidak nyaman jika mengetahui perasaan Amel.
Amel berjalan menuju salah satu caffe, ia pun memesan hot chocolate untuknya. Ia tidak ingin langsung pulang ke apartemen. Ia ingin menikmati hot chocolate di caffe untuk menghilangkan penat di kepalanya.
"Amel" Panggil seorang pria saat Amel tengah menikmati minumannya. Dan Amel pun langsung menoleh ke suara itu.
"Tuan Andre?" Amel terkejut saat melihat Andre.
"Kau di sini?"
__ADS_1
Amel pun langsung mengangguk.
"Silahkan duduk Tuan" Ucap Amel dengan sopan mempersilahkan Andre untuk duduk.
"Terimakasih" Ucap Andre dan kemudian ia langsung duduk.
"Apa kamu memikirkan Daniel?" Tanya Andre yang membuat Amel tekejut.
"Ti..daak Tuan"
"Jujur saja pada ku. Karena sebenarnya aku sempat memikirkan Callista. Bodoh sebenarnya, tapi aku harus mengubur perasaan ku. Aku tidak ingin persahabatan ku hancur hanya karena Daniel tahu aku menganggumi istrinya" Tutur Andre.
Mendengar penuturan Andre, Amel pun menghela nafas dalam.
"Memang tidak enak jika kita harus melupakan orang yang kita cintai. Tapi aku yakin lambat laun, akan mulai terbiasa" Balas Amel dan Andre pun langsung mengangguk setuju.
"kamu benar, itu kenapa aku lebih fokus bekerja saat ini" Jawab Andre.
"Tuan Andre, apa alasan Tuan Daniel membeli perusahaan entertainment?"
"Daniel adalah pria hebat. Dia sangat berbakat di dunia bisnis. Jika ada perushaan yang ingin di jual dan dia lihat sangat menguntungkan. Dia akan langsung membelinya. Hanya saja,dia tetep fokus pada perusahaan utama keluarganya yang ia pimpin. Itulah kenapa ia meminta ku untuk memimpin perusahaan entertainment yang dia beli" Tutur Andre.
"Aku bisa melihatnya dia pria yang hebat. Tapi selama Tuan Andre memimpin perushaan entertainment ini, bahkan Tuan Andre pun sangat hebat" Puji Amel.
"Terimakasih" Ucap Andre sambil tersenyum.
"Amel, jika tidak keberatan. Aku bisa mengantarkan mu pulang. Aku lihat kamu selalu naik taxi"
"Tidak perlu Tuan, aku naik taxi karena mobil ku masih di bengkel" Tolak Amel dengan sopan ia merasa tidak enak jika Andre harus mengantarnya.
"Yasudah, kalau begitu jangan tolak aku. Tidak baik, sudah malam seperti ini kamu pulang sendiri"
"Baiklah, terimakasih Tuan"
Amel pun kini berjalan mengikuti Andre masuk ke dalam mobil Andre. Sebenarnya Amel tidak enak, tapi karena sudah malam ia sendiri pun takut menggunakan taxi.
***
Untuk novel author yang berjudul "Love In Milan" mohon maaf author pasti akan telat up. Jika di tanya alasannya karena author bekerja kantoran. Jadi jika pekerjaan kantor author lagi menumpuk, maka author harus menyelsaikan dulu.
Mohon sabar ya, author pasti up setiap hari.
Like, Coment dan vote terus setiap karya author yaa.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan kalian selama ini