Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 95 - Renaldy Mansion


__ADS_3

Callista mulai membuka kedua matanya. Ia melihat sekeliling ruangan tempat yang sangat asing untuknya. Ia mulai merenggangkan tubuhnya. Badannya terasa sangat pegal.


“Sudah bangun hem?”


“Astaga, aku baru ingat aku masih di kantor mu”


“Aku sudah meminta Harry membelikan beberapa baju mu, dan aku sudah meletakan di lemari” Daniel menunjuk salah satu lemari di kamar pribadi yang di dalam ruang kerja miliknya.


“Untuk apa kamu meletakan baju ku di situ?” Tanya Callista yang heran saat melihat banyak baju baru di dalam lemari.


“Sayang, jika kamu datang lagi ke kantor ku. dan kita melakukannya lagi jadi lebih mudah” Bisik Daniel di telinga istrinya. Callista yang mendengar ucapan suaminya, ia langsung mencubit lengan suaminya.


“Kau ini! Kantor untuk tempat bekerja. Sudah aku tidak mau lagi datang ke kantor mu. Ujung-ujungnya kau membuat tubuh ku remuk!” Gerutu Callista yang membuat Daniel mencium pipi istrinya. Ia benar-benar gemas dengan istrinya saat ini.


“Yasudah, kamu ganti baju dulu. Habis ini kita ke mansion keluarga ku” Ucap Daniel lalu Callista pun mengangguk.


Callista mengganti bajunya dengan mini dress berwarna maroon lengan pendek. Dress yang sangat pas di tubuhnya. Dress ini benar-benar sangat kontras di kulit putih miliknya. Callista pun memakai heels berwarna cream.


Melihat Callista sudah mengganti baju, Daniel pun terus menatap istri cantiknya yang kini sedang berdandan.


“Sayang, aku harus minta Nick untuk datang ke masion keluarga mu nanti membawa koper yang berisi oleh-oleh untuk Papa Gio, Mama Alin dan juga Grace” Ujar Callista.


“Yasudah, suruh saja dia datang.” Balas Daniel.


“Sayang, bagaimana dengan mobil Olivia?” Tanya Callista yang mengingat dia datang ke perushaan suaminya dengan meminjam mobil Olivia.


“Nanti Harry akan mengembalikannya ke rumah sakit”


“Baiklah”


Setelah Callista siap dan ia pun sudah mengirim pesan pada Nick untuk datang ke mansion Keluarga Renaldy membawakan koper yang berisikan oleh-oleh yang telah Callista siapkan.


Kini Daniel dan Callista berjalan meningglkan ruang kerja Daniel. Di lobby perusahaan banyak staff yang menyapa dengan hormat pada Daniel dan Callista. Callista pun membalas dengan senyuman ramah pada karyawan suaminya.


Mobil Daniel kini mulai meningalkan perushaan dan berjalan menuju mansion Keluarga Renaldy. Di dalam mobil Daniel memulai percakapannya.


“Sayang, restaurant mu sudah dalam proses pembukaan di Amsterdam” Ucap Daniel tanpa mengalihkan pandangannya dari tab di hadapannya


“Kamu jadi membuka restaurant cabang untuk ku di Amsterdam?” Callista menoleh ke arah suaminya.


“Tentu, aku sudah berjanji pada mu. Tidak mungkin aku tidak mewujudkan apa yang sudah aku ucapkan” Jawab Daniel yang kini menatap istrinya.


“Tapi perushaan mu tidak dengan keadaan yang baik” Balas Callista yang membuat Daniel tersenyum, lalu Daniel mengelus rambut panjang istrinya.


“Sayang, apa kamu pikir aku kehilangan saham perusahaan cabang ku di Australia yang hanya sebesar 5% lalu aku tidak bisa menuruti keinginan istri ku?”

__ADS_1


“Tapi-“ Belum selesai Callista berbicara Daniel sudah mengecup bibir istrinya dengan lembut.


Callista langsung melirik ke supir suaminya, ia tidak enak karena suaminya menciumnya di mobil. Dan untungnya supirnya hanya fokus mengendarai mobil.


“Sayang, harta ku tidak sesedikit itu. Bahkan kehilangan perushaan cabang ku di Australia pun aku tetap mampu membeli apapun yang kamu minta” Ucap Daniel yang langsung mendapat cubitan dari istrinya.


“Kamu itu dari sebelum menikah sampai kita menikah, kamu seperti yang punya bank saja” Gerutu Callista yang membuat Daniel tersenyum dan menarik istrinya masuk dalam pelukannya.


“Tenang saja, tidak perlu kamu pikirkan perusahaan ku. Aku pastikan minggu ini perushaan ku dan perusahaan cabang milik mu akan kembali normal” Ujar Daniel.


***


Renaldy Mansion


Mobil Daniel sudah tiba di mansin mewah milik Keluarga Renaldy. Daniel dan Callista pun langsung turun dan masuk ke dalam mansion. Langkah kaki Callista terhenti saat melihat Nick supirnya yang sudah lebih dulu tiba.


“Selamat sore Nyonya” Sapa Nick dengan hormat.


“Sore Nick, dimana koper yang aku minta?”


“Ini Nyonya” Nick memberikan dua koper besar yang sudah Callista siapkan untuk Gio, Alin dan juga Grace.


“Terimkasih” Ucap Callista.


“Sama-sama Nyonya”


Daniel dan Callista menuju ruang keluarga.


“Pa, ma” Panggil Daniel.


“Sayang, kamu sudah pulang?” Alin terkejut saat melihat anak dan menantunya sudah pulang dari bulan madu.


“Sudah, ma.” Jawab Daniel.


Alin langsung memeluk Callista dan ia pun langsung membalas pelukan mertuanya ini.


“Daniel, kenapa kamu pulang cepat nak?” Tanya Gio.


“Ada sesuatu masalah pa. Nanti aku akan cerita” Jawab Daniel.


“Kakak, sudah pulang” Seru Grace yang baru saja pulang dari rumah sakit dan kini ia sudah muncul di ruang keluarga. Grace yang melihat kakak dan kakak iparnya sudah pulang, ia langsung berlari memeluk Daniel dan setelah itu ia langsung memeluk Callista.


“Iya anak nakal, aku sudah pulang” Ucap Daniel.


“Kakak maaf, aku kemarin tidak ke perusahaan kakak. Karena aku ada jadwal operasi. Pasien VVIP ku melahirkan” Tutur Grace.

__ADS_1


“Ya, tidak apa. Tapi jangan harap kakak akan membelikan mu mobil” Balas Daniel.


“Kakak, jangan seperti itu. Selama kau berbulan madu aku selalu membantu perusahaan mu. Aku hanya tidak datang kemarin saja. Tetap belikan aku mobil baru ya ka” Bujuk Grace sambil memeluk lengan kakaknya. Namun Daniel tetap tidak menjawab.


“Grace, tenang lah. Kakak mu akan membelikan mobil baru untuk mu” Sambung Callista yang membuat Garce tersenyum.


Daniel hanya menghela nafas dalam saat istrinya membela adiknya.


“Yess! Terimakasih kakaak dan kakak ipar” Seru Grace sambil tersenyum.


“Kamu ini, kakak mu baru saja tiba kau sudah minta di belikan mobil baru” Seru Alin yang kini menatap tajam putrinya.


“Ma, sudah tidak apa” Ucap Callista dengan lembut.


“Ma, pa, Grace, aku membawakan oleh-oleh untuk kalian” Ucap Callista yang kini menyerahkan dua koper besar.


“Wah, oleh-oleh ku pasti tas kan?” Tanya Garce yang kini mulai membuka koper yang di berikan kakak iparnya.


“Bukalah” Ucap Callista dengan lembut.


Grace membuka koper dan benar Callista membelikan tas keluaran terbaru untuk Grace dan juga Alin. Serta membelikan dasi juga belt untuk Gio.


“Terimakasih kaka ipar, kau memang benar-benar kakak ipar ku” Ucap Grace sambil memeluk tas brand ternama dari paris yang selama ini dia inginkan.


“Terimakasih sayang” Ucap Alin dan juga Gio.


“Iya sama-sama” Jawan Callista sambil tersenyum.


“Yasudah ayo kita makan, mama tadi sudah memasak. Pas kalian datang mama buat puding cokelat” Ajak Alin.


“Pa, aku ingin bicara dengan papa” Ucap Daniel.


"Apa tidak nanti saha sayang?" Ucap Alin.


"Tidak ma, ini penting"


“Baiklah kalau begitu kita keruang kerja papa” Jawab Gio.


Callista bersama dengan mertua dan adik iparnya menuju ruang makan. Tapi Daniel dan Gio mereka memilih untuk membahas pekerjaan. Gio sudah yakin ada sesuatu karena ia bisa melihat saat putranya tiba, seperti ada hal yang ingin di bicarakan padanya.


***


Baca semua karya author yaa.


Jangan lupa Like,Coment dan vote teruss.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya😘


__ADS_2