Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 189 -END


__ADS_3

Enam bulan kemudian.


Callista berjalan di taman bersama dengan Daniel yang sedang menggedong Kenneth. Wajah Kenneth benar-benar sangat tampan, sangat mirip dengan Daniel. Callista benar-benar bersyukur memiliki Kenneth dan Daniel di hidupnya. Kini ia merasa hidupnya sudah sangat sempurna.


"Sayang, setelah Kenneth nanti satu tahun kita harus memiliki anak lagi." ucap Daniel.


Callista mendengus. "Nanti Daniel! setelah Kenneth berusia lima tahun baru kita memiliki anak lagi." balas Callista.


"Aku tidak mau selama itu sayang, jangan terlalu lama. Kau ingat kan? aku ingin memiliki enam atau tujuh anak." ujar Daniel.


"Kau gila Daniel! kau pukir aku ini kucing! kau saja yang melahirkan! aku tidak mau melahirkan sebanyak itu!" seru Callista kesal. Ia tidak pernah setuju dengan permintaan Daniel. Tapi Daniel selalu merajuk setiap haari, benar-benar menyebalkan.


"Kenneth, bantu daddy menbujuk mommy supaya bisa memberikan adik untuk mu." ucap Daniel sambil menatap Kenneth yang terus tertawa padanya.


"Jangan dengarkan daddy mu Kenneth! yang benar saja mommy mu ini bukan kucing! mommy tidak mau punya anak banyak!" seru Callista, namun saat wajah Kenneth berubah. Kennet mengerutkan bibirnya dan tidak lagi tertawa.


"Sayang lihat? wajah Kenneth langsung berubah. Itu artinya dia sudah setuju untuk menadaptkan adik yang banyak." balas Daniel dengan wajah kemenangan.


"Anak dan ayah sama saja!" tukas Calliista.


Daniel tersenyum, ia langsung mengangkat Kenneth dengan tinggi hingga membuat Kennteh terus tertawa. Daniel mengecupi pipi gemuk Kenneth. Ternyata begitu bahagia telah memiliki anak. Kehidupannya kini sangat sempurna, memiliki istri yang cantik dan juga buah cintanya dengan istri yang ia cintai.


Danile mengenggan tangan Callista. "Terima kasih telah begitu sempurna untuk ku, aku mencintai mu dan anak-anak kita."


Callista tersenyum, ia mengelus rahang suaminya. "Aku juga berterima kasih telah menjadi suami yang sempurna untuk ku. Aku juga mencintai mu dan anak-anak kita."


Daniel mendekatkan bibrinya pada bibir Callista, ia mencium bibir istrinya dengan sangat lembut. Daniel memeberi jarak sedikit karena Kenneth berada di tengah mereka. Namun saat Daniel dan Callista berciuman, kenneth langsung menagis hingga membuat Danile melepaskan ciumannya.


"Son! kenapa kau menganggu daddy mu." seru Daniel menatap Kenneth yang masih menangis.


"Kenneth juga ingin di cium sayang?" ucap Callista dengan lembut.


Callista langsung mencium pipi Kiri Kenneth dan Daniel pun ikut mencium pipi kanan Kenneth. Tangis Kenneth berhenti ketika Daniel dan Callista menciumnya. Kini mereka tertawa bersama-sama ternyata Kenneth ingin dicium olehnya.

__ADS_1


***


Olivia terlihat begitu gusar, melihat test kehamilan. Ia pernah gagal menjalankan pogram bayi tabung. Jujur saja Olivia sudah sangat putus asa. Bahkan Olivia juga pernah meminta Taylor untuk menikah lagi. Tapi Taylor denga tegas menolanya. Taylor mengatakan jika dia akan tetap bersama Olivia meski dirinya tidak memiliki anak. Taylor selalu setia di samping Olivia.


Tiga bulan lalu, Olivia sudah mendengar kabar kehamilan Amel. Hatinya sangat bahagia karena temannya sudah hamil. Tapi jujur, Olivia merasakan iri karena Olivia sudah lebih dulu menikah. Kenyataan Tuhan memang belum memerikan anak untuknya.


Tiga puluh menit kemudian, setelah Olivia melakukan test. Ia memegang test pack itu ditanganna. Ia masih belum berani untuk melihatnya. Ia masih takut jika hasilnya negatif itu akan membuatnya benar-benar merasakan hancur. Meski Taylor selalu memberikan semangat untuknya tapi tetap saja hatinya tetap hancur. Ia merasa tidak sempurna sebagai seorang wanita.


Olivia berjalan keluar dari kamar mandi. Ia sudah melihat Taylor menunggunya. Wajah Olivia begitu muram, sebisa mungkin Olivia tidak ingin memangis di depan suaminya.


Taylor melangkah mendekat ke arah Olivia dan memeluk erat istrinya. "Apapun hasilnya, tidak akan pernah mengurangi perasaan ku pada mu sayang. Aku mencintai mu dan selamanya kau akan tetap menjadi istri ku."


Air mata Olivia mulai berlinang membasahi pipinya. "Maafkan aku tidak sempurna Taylor." ucap Olivia.


"Ssst, kau adalah wanita paling sempurna yang pernah aku temui. Tidak memiliki anak bukan berarti aku tidak mencintai mu. Aku akan terus mencintai mu Olivia." ujar Taylor, ia menghapus air mata istrinya denga jemari tangannya.


"Kita lihat hasilnya bersama? apapun hasilnya percaylah aku akan selau mencitai mu." ucap Taylor dan Olivie mengangguk.


"Sayang kau hamil!" teriak Taylor, ia langsung menggedong tubuh Olovia. Tangis Olivia pecah saat mengetahui dirinya hamil. Ia tidak menyangka Tuhan masih begitu baik padanya.


Olivia menangkup pipi Taylor dan mencium bibir suaminya. "Terima kasih telah menjadi suami ku, aku mencintai mu."


"Terima kasih telah menjadi istri ku, aku juga sangat mencintai mu." balas Taylor.


***


Kini Grace tengah bersantai di rumahnya, hari ini adalah hari liburnya. Edward sedang melakukan perjalanan bisnis ke Italia. Dan sudah dua bulan Grace tidak bertemu dengan Edward. Awalnya Grace marah karena Edward selalu fokus pada bisnisnya. Tapi Grace mencoba mengerti Edward.


Grace mengambil ponselnya. ia mencoba menghubungi Edward. Sudah beberapa minggu diirnya tidak bisa menghubungi Edward. Entah apa yang dilakukan Edward selama di Italia Gras juga tidak mengetahuinya.


"Awas saja jika kau berani berselingkuh! aku akan membunuh mu!" seru Grace, ia meremas dengan kuat ponsel di tangannya.


"Sayangnya aku tidak berniat selingkuh dari mu. Aku sudah memiliki kekasih yang begitu cantik dan cerdas. Aku tidak mungkin selingkuh darinya." suara bariton masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Grace tersentak saat melihat sosok pria yangs sangat ia rindukan akhirnya datang. Dengan wajah kesal Grace berlari dan memeluk Edward. Tidak hanya memeluk, Grace juga memukul dada Edward.


"Kau jahat sekali! kenapa tidak menjawab telepon ku!" gerutu Grace.


Edward menarik dagu Grace mencium dengan lembut bibir kekasihnya itu. "Maafkan aku sayang, aku sibuk demi membahagikan mu dan anak-anak kita nanti."


Grace mendengus tak suka. "Kau terlalu sibuk! membahagiakan bagaimana yang kau maksud!"


"Bulan depan kita akan menikah, persiapan sudah aku siapkan semuanhya." ujar Edward yang sontak membuat Garce terkejut.


"M-Maksud mu bagaimana? siapa yang menikah?"


"Bulan depan kita akan menikah sayag. Aku sudah menyiapkan semuanya." balas Edward.


"T-Tapi kau kenapa kau mendadak seperti ini?"


"Apa kau tidak menginginkan menikah dengan ku?" tanya Edwrad menatap lekat wajah Grace.


Dengan cepat Grace memukul lengan Edwrad. "Bodoh! tentu aku ingin menikah dengan mu!"


"Kalau begiti kita akan menikah bulan depan." ucap Edward dan Garce mengangguk setuju.


Edwrad mengelus pipi Grace dengan lembut. "Terima kasih sudah menunggu ku, aku sangat mencintai mu."


"Aku juga mencintai mu." balas Grace.


Edard menarik dagu Grace dan mecium bibir Grace dengan lembut. Grace mengalungkan tangannya dan membalas setiap ******* yang diberikan oleh Eward. Bibir mereka saling mencecapi, lidah mereka saling berpagutan.


***


-TAMAT-


Terima kasih atas dukungannya selama ini🙏

__ADS_1


__ADS_2