Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 89 - Tidak Pernah Bosan


__ADS_3

Daniel masih berpikir siapa Linfard Company. Daniel merasa tidak pernah berurusan dengan pemiliki dari Linfard Company.


Linfard Company salah satu perusahaan besar di Australia. Jika di bandingkan dengan Hutomo Company, memang Linfard Company jauh lebih besar. Tapi jika di lihat dari segi aset dan profit perusahaan. Linfard Company masih tetap kalah dengan Renaldy Company. Meskipun demikian, Renaldy Company tidak terlalu berbeda jauh dengan Linfad Company.


“Tuan, mungkin Nona Callista mengenalnya” Ucap Harry.


“Istri ku? bagaimana mungkin dia mengenal Linfard Company?” Daniel mengernyitkan dahinya dan masih terus berpikir bagaimana mungkin istrinya mengenal Linfard Company.


Tok


Tok


Suara ketukan pintu


“Masuk”


Taylor berjalan masuk dan ia langsung duduk di sofa.


“Harry, kamu lanjutkan pekerjaan mu. Selidiki masalah ini” Perintah Daniel sambil berjalan ke arah sofa dan ia langsung duduk di samping Taylor.


“Baik Tuan”


Harry berjalan meninggalkan ruang kerja Daniel. Saat melihat Harry pergi, Taylor langsung memulai percakapannya.


“Daniel, bagaimana ini bisa terjadi?”


“Bukan hanya perusahaan cabang milik Jessica. Tapi orang itu juga menyerang perushaaan cabang ku di Australia. Saham perusahaan ku di Australia mengalami penurunan 5%” Ujar Daniel.


“Perusahaan mu mengalami penurunan 5%?” Tanya Taylor yang terkejut saat mendengar saham perusahaan Daniel mengalami penurunan.


Daniel mengangguk.


“Ya”


“Itu artinya dia bukanlah orang sembarangan” Jawab Taylor.


“Harry mengatakan jika yang menghasut para investor di perusahaan ku adalah Linfard Company. Salah satu perusahaan terbesar di Australia” Balas Daniel.


“Linfard Company? kau mengenalnya?” Tanya Taylor kembali.


“Tidak, aku tidak mengenalnya. Itulah yang membuat ku bingung. Bagaimana mungkin perusahaan yang tidak aku kenal tapi dia menyerang perusahaan ku dan juga perusahaan keluarga istri ku” Ujar Daniel.


“Daniel, aku rasa pasti Linfard Company mengenal mu. Tidak mungkin dia tidak mengenal mu. Lebih baik kau harus bertemu dengan Linfard Company”


“Ya, besok pagi aku akan datang ke Linfard Company. Aku akan berhadapan langsung dengan pemilik Linfard Company. Aku ingin tahu siapa orang di balik semua ini” Ujar Daniel.


“Daniel, aku bisa membantu mu menangani perusahan Jessica dan Callista. Kau besok datangi dulu pemilik Linfard Company. Aku akan berjaga-jaga dan terus memeriksa keadaan perusahaan Jessica”


“Terimakasih Taylor, kau memang sahabat yang bisa ku andalkan”


“Sudah menjadi tugas ku, yasudah aku harus kembali ke perushaan. Sebaiknya kau segera kembali ke rumah mu. Istri mu pasti menunggu mu”

__ADS_1


“Ya, aku pun akan langsung pulang”


Daniel dan Taylor pun mereka bersama-sama meninggalkan perushaan.


Mobil Daniel berjalan keluar meninggalkan perushaan menuju apartementnya. Sudah lama Daniel selalu bersama dengan supir. Semenjak ia menikah, ia lebih memilih menggunakan supir.


Tujuan Daniel ke perusahaan adalah untuk memeriksa beberapa laporan dan ingin langsung bertemu dengan Harry. Setelah ia mendapatkan informasi yang ia inginkan, ia memutuskan untuk segera pulang. Karena sekarang sudah ada istri yang menunggunya di rumah.


***


Kini mobil Daniel sudah tiba di apartement, ia langsung berjalan masuk menuju apartement.


“Sayang” Panggil Daniel yang kini sudah masuk ke dalam apartement miliknya.


“Ya, aku di sini” Jawab Callista sambil mengeringkan rambutnya.


Daniel berjalan mendekat ke arah istrinya.


“Kamu sudah mandi hem?”


“Sudah, kamu mandilah dulu.”


“Iya”


Daniel langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


20 menit kemudian.


Daniel berjalan menuju ranjang, dan merebahkan tubuhnya di samping istrinya yang sudah berada di atas ranjang.


“Sayang, aku ingin bertanya sesuatu” Ucap Daniel sambil menarik istrinya masuk kedalam pelukannya.


“Iya ada apa?”


“Apa kamu mengenal Linfard Company?”


“Linfard Company?” Callista meloleh ke arah suaminya dan mengerutkan keningnya.


“Ya, apa kau mengenalnya?”


“Aku tidak mengenalnya, aku tidak terlalu banyak mengenal pengusaha. Biasanya yang selalu mengenal para pemgusaha adalah papa ku atau kakak ku” Jawab Callista.


“Sudah ku dugam pasti kamu tidak mengenalnya” Ucap Daniel.


“Ada apa sayang?” Tanya Callista saat melihat suamiinya sedang memikirkan sesuatu.


“Linfard Company mencoba menghasut para investor hingga membuat perushaan ku di Australia mengalami penurunan saham 5%” Ujar Daniel.


“Jadi Linfard Company adalah yang di balik semua ini?”


“Ya, aku yakin dia juga yang di balik penurunan saham perushaan kakak mu”

__ADS_1


“Apa kamu mengenalnya?” Tanya Callista kembali.


“Aku bahkan tidak mengenalnya sama sekali. Aku tidak pernah bekerjasama dengannya. Aku hanya bingung siapa dia sebenarnya, kenapa dia berniat menghancurkan perusahaan ku dan perushaan keluarga mu”


“Sayang, aku rasa aku ingin bertemu dengan pemilik Linfard Company” Ucap Callista.


“Jangan, besok aku akan bertemu dengannya. Masalah mu sudah menjadi masalah ku. Aku yang akan mengatasi ini semua” Balas Daniel.


“Baiklah, aku percayakan semuanya. Sayang besok pulang dari rumah sakit aku harus ke mansion orang tua ku. Mereka belum mengetahui aku sudah kembali ke Los Angeles” Tutur Callista.


“Baiklah, tapi besok kamu jangan lupa sudah ada supir sekaligus menjadi pengawal mu. Kemana pun kamu pergi, kamu sudah di temani supir” Ujar Daniel.


“Bawel sekali kau ini! Ya, aku tahu. Aku harus dengan supir yang kau pilih.Benar-benar menyebalkan memiliki suami seorang pengusaha” Gerutu Callista.


“Apa yang kau katakan tadi” Daniel menarik dagu istrinya dan menatap istrinya.


“Ti...daak aku mengatakan sangat beruntung memiliki suami pengusaha” Bantah Callista.


“Benarkah?”


Callista pun langsung mengangguk dengan cepat.


“Aku mendengar kau mengatakan menyebalkan memiliki suami seorang pengusaha” Ujar Daniel.


“Kau salah dengar” Bantah Callista lagi.


Mendengar bantahan istrinya Daniel langsung mencium bibir istrinya, mengigit dan menghisap bibir istrinya denga lembut.


“Kau ini” Gerutu Callista saat pagutannya terlepas.


“Sayang, biar cepat jadi” Bisik Daniel.


“Tidak, apa kau tidak bosan melakukannya setiap hari?” Keluh Callista.


“Tidak sayang, jika bisa setiap detik malah lebih bagus” Bisik Daniel ditelinga istrinya. Callista yang mendengar langsung membulatkan matanya terkejut dengan ucapan suaminya.


Daniel langsung mencium kembali istrinya dengan lembut dan menghisap bibir istrinya. Tangannya mulai menarik gaun tidur istrinya dan ia pun langsung membuka pakaian miliknya sendiri. Kini mereka tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuh mereka. Callista mengalungkan tangannya di leher suaminya dan ia membalas ciuman suaminya. Ciuman Daniel mulai berpindah ke leher putih istrinya dan meninggalkan jejak kemerahan. Daniel mulai meremas dan menghisap benda kenyal di dada istrinya hingga membuat istrinya mengeluarkan desahan.


Daniel yang sudah tidak tahan ia langsung menyatukan miliknya dengan milik istrinya. Daniel memeluk tubuh istrinya untuk mengurangi rasa sakit istrinya. Dan ia pun bermain dengan kecupan-kecupannya. Suara desahan dan erangan terdengar sangat merdu di telinga keduanya.


Hingga akhirnya keduanya mencapai kebersamaan. Daniel ambruk di atas tubuh istrinya. Kemudian merebahkan tubuhnya di samping istrinya. Callista yang sudah lebih dulu memejamkan matanya, Daniel pun langsung memeluk dan menyusul istrinya.


***


Baca juga karya author yang lain yaa


judulnya "Love In Milan"


Tinggalin jejak kalian setelah membaca karya author yaa.


Like,coment dam vote terus setiap karya author.

__ADS_1


Terimakasih ataa dukungan kalian😘


__ADS_2