Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 69 - Pernikahan Daniel dan Callista


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana yang di tunggu Callista dan Daniel. Pernikahan Callista di adakan di salah satu hotel milik keluarga Daniel. Callista sudah berdandan sangat cantik dengan gaun putihnya yang membuatnya sangat anggun dan menawan.


Callista memiliki kulit yang putih dan halus, membuat penampilannya hari ini benar-benar sangat cantik. Banyak yang memuji kecantikan Callista. Bahkan ibunya pun kagum dengan kecantikan putri bungsunya.


Gaun pengantin yang di padukan dengan kalung berlian yang sangat cantik, membuat penampilan Callista sangat menawan. Tidak hanya itu, ibunya Callista pun memberikan gelang tangan berlian dan anting yang sangat cantik untuk putri bungsunya.


Awalnya Daniel ingin masuk ke ruang rias Callista. Tapi karena banyak orang yang melarangnya, terpaksa ia pun harus menunggu hingga upacara pernikahan.


Keamanan pernikahan Daniel dan Callista di jaga sangat ketat. Hanya yang memiliki undangan yang bisa masuk . Dan data yang telah di undang oleh Daniel dan Callista harus di cocokan dengan tamu yang datang saat memberikan kartu undangannya. Daniel memang tidak ingin terjadi sesuatu di hari pernikahannya.


Callista mulai berjalan memasuki ballroom hotel dengan menggenggam erat tangan ayahnya. Jessica dan ibunya berjalan tepat di belakang Callista. Saat Callista mulai memasuki ballroom hotel, banyak wartawan yang terus memotret Callista dan keluarganya. Daniel yang sudah menunggu,terus menatap calon istrinya yang berjalan memasuki ballroom. Senyum Daniel mereka saat melihat calon istrinya dengan gaun putih yang sangat cantik.


Michael menyerahkan tangan Callista ke tangan Daniel.


“Jagalah putri ku” Pinta Michael.


“Tentu pa, aku tidak hanya menjaga. Tapi akan mencintainya sepenuh hati ku” Ucap Daniel sambil menerima uluran tangan Callista.


“Aku selalu melihat mu cantik. Tapi hari in kamu jauh lebih cantik” Ucap Daniel ke arah Callista.


Callista pun tersenyum mendengar ucapan Daniel.


“Pria yang menjadi suami ku pun sangat tampan” Balas Callista.


kini tiba waktunya upacara pernikahan.


“Tuan Daniel Renaldy, apakah kamu bersedia menerima Nona Callista Hutomo sebagai istri anda, dalam suka maupun duka hingga maut memisahkan kalian”


“Ya, saya bersedia” Jawab Daniel tersenyum sambil menatap Callista dan mengatakannya dengan lantang dan penuh keyakinan.


“Nona Callista Hutomo, apakah kamu bersedia menerima Tuan Daniel Renaldy sebagai suami anda, dalam suka maupun duka hingga maut memisahkan kalian”


“Ya, saya bersedia” Jawab Callista sambil menatap Daniel dengan tatapan lembut.


“Sekarang silahkan pengantin pria dan pengantin wanita bertukar cincin”


Kemudian Daniel memakaikan cincin pernikahannya pada jari manis Callista dan begitu pun Callista, ia memakaikan cincin pada jari manis Daniel.


Bertukar cincin selesai.

__ADS_1


“Sekarang pengantin pria dan pengantin wanita boleh berciuman”


Daniel dan Callista pun berciuman, mereka tidak memperdulikan tamu yang datang. Ciuman cukup Panjang yang membuat para tamu bertepuk tangan. Para wartawan sejak tadi sudah memotret pernikahan Daniel dan Callista.


Pernikahan Daniel Renaldy dan Callista Hutomo, sangat menjadi perbincangan. Bagaimana pun keluarga Renaldy adalah keluarga terkaya di Amerika. Sedangkan keluarga Hutomo pun mejadi salah satu yang terkaya di Amerika. Hingga banyak pembisnis yang datang ke pernikahan Daniel dan Callista.


Amel yang sejak tadi memperhatikan Daniel, hatinya benar-benar merasakan sakit. Pria yang dia sukai kini telah menikah dengan sosok gadis yang sangat cantik. Amel pun mengerti jika Daniel memilih Callista untuk menjadi istrinya.Tidak hanya cantik, Callista pun berasal dari keluarga terpandang.


Kini Amel harus benar-benar belajar merelakan Daniel. Ia sudah mulai menjauh ketika Daniel datang ke perusahaan entertainment. Amel tahu, tidak mungkin baginya untuk mengambil Daniel dari Callista.


“Dia gadis yang sangat cantik.” Gumam Amel Pelan.


“Aku tahu, kamu menyukai Daniel” Ucap seorang pria yang membuat Amel menoleh.


“Tuan Andre?” Amel terkejut saat Andre berada di sampingnya.


“Amell, aku tahu kau menyukai sahabat ku Daniel” Ujar Andre.


“Ti…daakk Tuan”


“Kau jangan berbohong. Aku melihat mu saat menatap Daniel penuh kekaguman. Daniel memang sosok yang sangat sempurna. Banyak gadis yang sejak dulu mengejarnya” Tutur Andre.


“Iya Tuan, saya tahu. Saya pun akan mengubur perasaan saya pada Tuan Daniel” Ucap Amel dengan lembut.


“Ya, memang kau harus melupakannya. Karena aku tahu Daniel sangat mencintai Callista. Dan kamu pun tahu siapa Callista. Dia adalah gadis yang tidak hanya cantik. Dia cerdas dan juga berasal dari keluarga terpandang” Tutur Andre kembali.


“Sepertinya anda menganggumi sosok Nona Callista”


“Yang kau katakan itu benar. Pertama kali aku melihatnya, aku sudah kagum dengan kecantikannya. Di tambah dia seorang dokter. Tapi saat itu, dia sudah menjadi milik Daniel. Aku tidak akan mungkin berani berniat buruk pada sahabat ku. Daniel bukan hanya sahabat untuk ku. Tapi dia sudah seperti saudara ku” Ujar Andre.


“Tuan Andre, anda pun orang hebat. Suatu saat, anda akan mendapat gadis baik untuk hidup anda” Tutur Amel dengan lembut.


“Ya, aku harap begitu” Jawab Andre yang melihat Daniel dan Callista.


Edward yang sejak tadi sudah datang dan melihat proses upacara pernikahan gadis yang ia cintai, hatinya benar-benar merasakan sakit. Dia memang datang karena undangan dari Callista dan Daniel. Tidak mungkin dia tidak datang. Edward berusaha untuk menguatkan hatinya. Bohong saja jika Edward tidak merasakan perih saat melihat gadis yang dia cintai kini telah bersuami.


Awalnya Edward ingin merebut Callista. Tapi ia sadar, ia tidak mungkin melawan sosok Daniel Renaldy. Terlebih Edward melihat dari mata Callista, jika gadis yang ia cintai begitu mencintai Daniel. Akhirnya Edward pun memilih untuk melupakan perasaannya. Meskipun hingga saat ini Edward masih mencintai Callista.


Edward berjalan menghampiri Daniel dan Callista.

__ADS_1


“Tuan Daniel dan Nona Callista, selamat atas penikahan kalian” Ucap Edward.


“Terimakasih Edward, atas kehadiran di pernikahan kami” Jawab Daniel.


Callista tahu jika Edward pasti terluka. Tapi Callista tersenyum karena Edward datang ke pernikahannya.


“Edward, terimakasih kamu telah datang. Aku berdoa, kamu mendapatkan gadis yan baik” Tutur Callista dengan lembut.


“Terimakasih Nona Callista”


Edward pun pergi meninggalkan Daniel dan Callista.


“Sayang kamu kenapa?” Tanya Daniel yang melihat wajah istrinya muram.


“Tidak apa sayang” Ucap Callista yang langsung memeluk erat kekasihnya.


“Sayang lihatlah, Olivia duduk di samping Taylor” Callista yang memandang Olivia dan juga Taylor.


“Iya”


“Aku sangat berharap mereka bisa menjadi sepasang kekasih” Ujar Callista.


“Ya semoga saja.”


“Tapi sahabat ku itu sangat menyebalkan! dia tidak melihat ke arah Taylor sama sekali” Gerutu Callista.


“Tidak apa sayang, dulu kamu juga seperti itu. Menolak tapi akhirnya menerima” Goda Daniel.


“Kau-“ Belum selesai Callista bicara, Daniel kembali mencium bibir istrinya. Para wartawan pun kembali memotret Daniel dan Callista.


***


Baca juga karya author yang lain ya


"Love In Milan"


author minta vote yaa


Like,coment juga yaa

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian selama ini😘


__ADS_2