
Setelah Alin mendapat kabar dari Grace, jika Callista sudah sadar. Alin dan Gio pun langsung menuju rumah sakit. Ia sudah tidak sabar untuk beremu dengan Callista. Terlebih ia cucunya pun dalam keadaaan baik-baik saja. Ia benar-benar bersyukur Tuhan masih membiarkan putranya merasakan kebahgiaan.
Grace juga kini sudah berada di rumah sakit, Ia langsung meninggalkan meeting di perusahaan pada Harry. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kakak iparnya. Rasanya sudah lama sekali ia tidak mengobrol pada kakak iparnya.
Daniel kini tengah menyuapi istrinya untuk makan.
"Sayang, makanlah yang banyak" ucap Daniel sambil menyuapi istrinya.
"Makanannya tidak ada rasanya" keluh Callista.
"Kamu sedang di rumah sakit sayang, nanti jika kamu sudah sembuh, kita akan langsung ke restaurant" ujar Daniel.
"Sayang, bisakah aku keluar hari ini saja? aku sudah bosan di rumah sakit. Lihat lah aku sudah sehat" ucap Callista.
"Tidak bisa, kau ini masih sakit" balas Daniel.
Obrolan Daniel dan Callista terhenti saat mendengar seseroang memanggil Callista.
"Callista" panggil seseorang yang Callista sangat mengenal pemilik suara ini.
"Mama?"
"Putri ku, kamu sudah sadar nak" ucap Alice yang langsung menhampiri putrinya.
Alice di bantu Michael untuk berdiri dari kursi rodanya dan langsung memeluk putrinya.
"Sayang, mama sangat khawatir dengan mu nak"
"Ma, aku sudah sehat. Mama baik-baik saja kan ma?" tanya Callista.
"Mama akan sehat jika kamu sehat nak" jawab Alice sambil mengelus rambut putrinya.
"Ma, jangan khawatir. Aku akan sehat" balas Callista.
"Kamu sebentar lagi akan menjadi seorang ibu, kamu akan merasakan apa yang mama alami jika anak mu terluka nak. Itu adalah hal yang wajar" tutur Alice.
"Berjanjilah untuk jangan terluka lagi, mama tidak akan bisa hidup jika kamu sampai terluka"
"Ma, aku berjanji akan jauh lebih berhati-hati" balas Callista.
"Aku akan menjaga istri dan anak ku dengan baik ma" sambung Daniel.
Alice pun tersenyum "Aku percaya kamu bisa mnejaga anak dan cucu ku dengan baik" ucap Alice.
Tidak lama kemudian Alin, Gio dan juga Grace masuk ke dalam ruang rawat Callista.
"Sayang" Alin langsung memeluk menantunya.
"Terimakasih nak kamu sudah sadar" ucap Alice dengan lembut.
"Callista, papa senang kamu sudah sadar" ucap Gio.
"Kakak ipar, aku senang. Sekarang kau adalah pasien ku, aku akan memberikan vitamin yang paling terbaik untuk keponakan ku" ujar Grace yang membuat Callista tersenyum.
"Tentu, kamu adalah dokter yang aku pilih." ucap Callista.
"Papa Gio dan Mama Alin, terimakasih. Aku sekarang sudah sehat. maaf aku membuat kalian khawatir" ujar Callista.
__ADS_1
"Mulai detik ini pengawalan mu akan di perketat sayang, kamu tidak hanya dengan Nick. tapi beberapa anak buah ku akan mengikuti mu kemana pun kamu beradaa" ujar Daniel yang sontak membuat Callista terkejut.
"Tidak sayang, aku tidak suka jika pergi terlalu ramai. Membawa Nick saja sudah membuat ku tidak nyaman. Ayolah ini salah mu sendiri karena sebelumnya aku sudah meminta mu untuk mengajarkan bela diri mu" seru Callsta yang membuat semua orang terkejut.
Michael langsung menatap tajam putrinya.
"Daniel, jangan dengarkan putri ku, Dia memang keras kepala, apa kamu masih ingin melihat mama dan papa mu berada di dunia?" seru Michael yang membuat Callista berdecak kesal.
"Tenang pa, kali ini aku tidak akan memperdulikan bujukan istri ku. Meskipun dia melarang pengawalan ketat tapi aku akan tetap melakukannya" ujar Daniel.
"CK! kalian ayah dan menantu saja saja. Sama-sama menyebalkan. Aku ini tidak suka jika seperti tuan putri" gerutu Callista yang membuat Daniel tersenyum.
Daniel sangat merindukan bantahan istrinya, bujukan istrinya yang selalu menolak jika adanya pengawal.Istrinya yang keras kepala benar-benar ia sangat merindukannya. Ia benar-benar besyukur melihat istrinya kini sudah sadar dan anaknya pun dalam keadaan sehat.
Jessica yang kini sudah tiba di ruang rawat Callista, ia langsung berlari dan memeluk Callista dengan erat. Ia pun langsung menangis. Ia sangat bahagia melihat adiknya kini sudah sadar.
"Callista jangan lakukan itu lagi! kamu hampir membunuh kakak saat kakak melihat mu penuh dengan darah" seru Jessica.
"Ka sudahlah yang terpenting aku sudah sehat, lebih baik kakak membantu ku bujuk suami ku untuk tidak memberi ku pengawal. Kakak tahu kan aku tidak suka dengan adanya pengawal kan"
Jessica langsung menyentil dahi adiknya.
"Anak nakal! kau masih saja seperti dulu, kali ini kakak setuju dengan suami mu." seru Jessica.
"Lihatlah sayang, semua orang setuju dengan ku" ucap Daniel sambil tersenyum.
"Menyebailkan sekali" gerutu Callista.
"Sudahah, kamu jangan bicara yang tidak-tidak. Kakak dan kamu kita bisa berbelanja baju bayi bersama" ujar Jessica dengan tersenyum, Ia memang sudah merencanakan, jika adiknya sudah pulih mereka akan berbelanja baju bayi bersama.
"Tentu sayang" ucap Jessica.
"CK! aku jalan dengan dua ibu hamil. Apa kalian tidak mengasihani ku yang masih belum menikah ini?" gerutu Grace.
"Tenanglah, nanti aku akan memberitahu Edward untuk segera melamar mu" ujar Callista.
"Ah tidak tidak kakak ipar! aku masih belum mau menikah" balas Grace.
Alin dan Gio saling tukar pandang. Mereka memang sudah di beritahu tentang hubungan Grace dengan Edward. Mereka pun bahagian Grace memilih laki-laki yang tepat dan bertanggung jawab. Mereka sangat tahu Edward memulai bisni dengan usahanya sendiri. Itu adalah suatu kebanggaan untuk Alin dan Gio memiliki caloon menantu yang sangat pekerja keras.
"Sayang, kamu sudah harus memikirkannya. Usia mu sama dengan Callista" ucap Alin pada Grace.
"Ma, nanti saja. Aku masih ingin bermain dengan keponakan ku." balas Grace.
Akhirnya semuanya pun berpamitan untuk pulang. Michael menemani Alice ke ruang inap Alice. Karena kondisi Alice sudha baik, dokter sudah memperbolehkan Alice untuk pulang besok.
Setelah semuanya pulang Daniel langsung duduk di tepi ranjang, ia langsung mengelus dengan lembut perut istrinya. Ia memang sekarang selalu mencium dan mengelus perut istrinya.
"Aku tidak sabar melihat perut mu membesar sayang" ucap Daniel.
"Bukan hanya perut ku, pinggang ku, pipi ku, tubuh ku semuanya pasti jadi besar. Aku akan menjadi gendut" seru Callista.
"Kamu akan selalu cantik meskipun tubuh mu ini sudah gemuk sekali pun" balas Daniel yang membuat Callista tersenyum.
"Suami ku, mungkin mata mu akan sakit melihat istri mu saat gemuk nanti" ucap Callista sambil menaham tawanya.
"Percayalah, kamu akan selalu cantik" Daniel langsung mengecup dahi, hidung dan bibir istrinya.
__ADS_1
"Sayang, kita akan segera pindah. Kita tidak akan lagi tinggal di mansion" ucap Daniel yang membuat Callista terkejut.
"Kenapa?"
"Aku sudah membeli mansion baru, kamu sedang hamil sayang. Aku pasti menambah pengawal dan juga pelayan, tidak mungkin kita tinggal di apartemen" ujar Daniel yang membuat Callista kesal.
"Untuk apa kamu membeli mansion baru? sebelum kita menikah kamu sudah mempunyai mansion" seru Callista.
"Aku rasa mansion ku kurang besar, karena nanti kita akan memiliki banyak anak" jawab Daniel yang santai.
"Astaga kamu ini benar-benar membuang uang terus! menyebalkan" gerutu Callista.
"Dan aku tidak ingin punya anak banyak. Dua sudah cukup" lanjut Callista dengan wajah yang masih kesal.
"No sayang, aku ingin kita punya lima anak. Dua sangat lah sedikit. Kau tahu aku hanya dia bersaudara dan kamu pun juga dua bersaudara. Aku ingin rumah kita ramai dengan anak-anak kita nanti" ujar Daniel.
"Kalau begitu kamu saja yang hamil. Aku mengandung dua kali saja dan sisanya kamu yang hamil" balas Callista yang membuat Daniel langsung mencubit hidung istrinya.
"Lalu bagaimana dengan tagihan kartu kredit mu yang banyak itu? Jika aku yang hamil, yang membayar seluruh tagihan mu siapa?" ledek Daniel.
"Tentu kamu, kamu suami ku. Kamu harus membayar semua tagihan ku"
"Kalau begitu aku setuju karena kewajiban ku adalah mencari uang, dan kewajiban istri adalah melayani suaminya dengan baik termasuk mengandung anak yang banyak" ujar Daniel dengan wajah kemenangan.
"Menyebalkan sekali memiliki suami seperti mu" gerutu Callista.
"Lihatlah, aku keluar dari rumah sakit ini. Aku akan berbelanja sepuasnya, akan aku buat kamu pusing melihat tagihan ku" seru Callista.
"Tidak masalah, aku malah sangat bahagia melihat istri ku berbelanja sepuasnya" ledek Daniel.
"Astaga, benar-benar menyebalkan" gerutu Callista.
***
Follow Ig Author : abigailranadewi
Yang tanya love in milan kapan up, sekarang masih belum bisa up.
Like, coment dan vote terus ya.
Terimakasih atas dukungan kalian.
__ADS_1