
Satu minggu kemudian.
Setelah kejadian Grace diculik, membuat Grace mengalami trauma. Daniel harus memanggil psikolog datang ke apartemennya untuk bertemu dengan adiknya. Selama satu minggu Grace tinggal di apartemen Daniel. Dia enggan keluar rumah dan tidak ingin pulang ke mansion keluarganya.
Daniel pun menceritakan penculikan Grace pada orang tuanya. Bukan hanya penculikan tapi Grace hampir menjadi korban pemerkosaan. Daniel pun menceritakan pada orang tuanya Edward membantunya.
Selama satu minggu Alin dan Gio selalu datang mengunjungi apartemen Daniel untuk melihat Grace. Grace memang selalu mengurung diri di kamar. Meskipun Edward berhasil datang tepat waktu dan dia pun selamat tapi Grace masih memilki trauma yang berat.
Alin dan Gio yang mendengar itu dari Daniel pun mereka sangat marah. Bahkan Gio mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Mike. Bukan hanya Gio saja, tapi Michael pun membantu Gio mencari Mike dan juga Alvonso. Bagaimana pun ini akibat pria yang tergila-gila pada Callista. Sudah pasti Mike akan membantu Gio.
Selama satu minggu, Daniel mendapatkan kabar jika Mike dan Alvonso kabur ke Meksiko, Saat ini anak buah Daniel pun sudah berada di Meksiko untuk menangkap Mike dan Alvonso. Daniel tidak akan berhenti menri Mike yang membuat adiknya mengalami trauma berat.
Beruntungnya Grace masih bisa selamat, Daniel pun sempat merasa menjadi kakak yang bodoh karena lengah menjaga adiknya. Apartemen Daniel kini di awasi oleh banyak pengawal dari Keluarga Renaldy dan juga Keluarga Hutomo. Sesuai permintaan Michael, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada putri bungsunya. Meskipun dia tahu, putri bungsunya pandai bela diri. Tapi tetap saja sebagai ayah ia masih merasa khawatir.
Hari ini Grace sudah jauh lebih baik, ia sudah berani untuk keluar. Grace pun berencana untuk datang ke perusahaan Edwrad. Ia ingin mengucapkan rasa terimakasih sekaligus mengembalikam jas milik Edward.
Callista yang mendengar Grace akan ke kantor Edward, ia pun sangat senang. Callista memang berharap Edward melupakannya dan mulai membuka perasaannya pada Grace.
Beberapa hari lalu memang Edward menanyakan kabar Grace pada Callista, karena Grace sudah satu minggu tidak menjawab telepon. Jadi Edward tidak tahu bagaimana keadaan Grace.
Grace kini meninggalkan apartemen kakaknya menuju perusahaan Edward. Pengawalan pada Grace sangatlah ketat, Grace pun menyetujui banyak pengawal yang bersamanya. Karena dia sendiri masih belum tenang jika Mike belum di tangkap.
Setibanya Grace di perusahaan milik Edward, ia langsung berjalan menuju rceptionist.
"Hi saya Grace Renaldy, ingin bertemu dengan Edward" Ucap Grace ke arah receptionist.
"Apakah nona, sudah membuat janji dengan Tuan Edward?" Tanya receptionist dengan sopan.
"Belum, katakan saja padanya Grace putri Keluarga Renaldy ingin bertemu dengannya" Jawab Grace.
"Baik nona, mohon di tunggu" Receptionist pun kini menghubungi seseorang.
"Nona, bisa langsung naik ke lantai 38. Itu ruang kerja Tuan Edward" Ucap receptionist dengan sopan sambil memberikan kartu akses gedung.
"Terimakasih" Grace langsung mengambil kartu akses gedung dan berjalan masuk ke arah lift.
Ting
__ADS_1
Pintu lift terbuka.
"Selamat pagi, saya Albert assistant Tuan Edward." Sapa Albert dengan sopan.
"Pagi, apa Edward ada?" Tanya Grace.
"Ada nona, silahkan"
Ceklek
Albert membukakan pintu untuk Grace dan Grace pun langsung masuk ke ruang kerja Edward. Sebelumnya Edward sudah di beritahu oleh Albert jika Grace datang menemuinya.
"Edward, maaf aku mengganggu mu" Ucap Grace yang kini sudah berada di ruang kerja Edward.
"Kamu sama sekali tidak mengganggu ku" Edward bagkit dari tempat duduknya dan langsung meminta Grace duduk di sofa. Kini mereka pun sudah duduk di sofa.
"Edward aku mau mengembalikan ini" Grace memeberikan jas milik Edward yang waktu itu di pinjamkan untuknya.
"Terimakasih" Edward langsung mengambil jas itu dari tangan Grace.
"Edward, aku datang kesini karena ingin berterimakasih pada mu. Terimakasih telah membantu ku, mungkin jika kamu tidak ada. Aku tidak tahu bagaimana nasib ku" Ucap Grace dengan wajah muram.
"Grace, lupakan kejadian buruk itu. Aku sangat khawatir saat mendengar mu satu minggu tidak keluar rumah. Aku berkali-kali menghubungi nomor mu, tapi kamu tidak mengakifkannya. Jujur aku benar-benar khawtir" Lanjut Edward yang membuat Grace tersenyum.
"Edward, aku pun benar-benar bersyukur memiliki kakak seperti Ka Danield dan juga kakak ipar seperti Callista. Mereka sangat membantu ku saat aku benar-benar trauma. Bahkan kau pun baik pada ku, terimakasih Edward" Tutur Grace dengan lembiut.
Edward pun tersenyum " Ini kamu minum dulu" Ucap Edward yang memberikan minuman dan Grace pun langsung menerima dan meminumnya.
Tiba-tiba tangan grace licin hingga menumpahkan minumannya pada baju Edward. Grace pun langsung segera membersihkan noda minuman di jas milik Edward dengan tisu.
"Edward maafkan aku" Ucap Grace sambil membersihkan jas milik Edward dengan tisunya.
"Tidak apa Grace" Balas Edward yang tanpa sengaja menyentuh tangan Grace.
Kini jarak mereka berdua sangat dekat. Bahkan Edward dan Grace merasakan jantung mereka berdebar saat jarak mereka sangat dekat. Mereka saling memandang satu sama lainnya. Grace pun terus menatap Edward. Di dalam hati Grace tanpa sengaja memuji wajah Edward yang sangat tampan.
Saat Grace hendak menarik diri namun pinggangnya di tarik oleh Edward. Tanpa sadar Edward yang terbawa suasana, ia mencium bibir grace dengan sangat lembut. Mata Grace membelalak terkejut saat mendapat ciuman lembut dari Edward. Awalnya Grace hanya diam tidak merespon, namun ia pun kini terbawa suasana. Grace mulai membalas ciuman Edward dan menghisap bibir secara pergantian.
__ADS_1
"Maaf" Lirih Grace saat pagutannya terlepas.
"Grace aku yang harus minta maaf" Balas Edward yang tidak enak. Edward merasa aneh saat di dekat Grace. Jarak mereka yang sangat dekat membuat Edward menganggumi kecantikan Grace.
"Grace, mungkin ini terlalu cepat. Tapi entah kenapa saat kemarin terjadi sesuatu dengan mu aku merasakan khawatir. Dan hari ini saat kita berdekatan, aku merasakan ingin selalu melindungi mu" Ujar Edward yang membuat Grace terkejut.
"Grace, kamu tidak perlu menjawabnya sekarang. Ini akan sangat aneh, tapi sejak kejadiaan itu dan aku pun tidak bisa menghubungi mu, aku benar-benar seperti orang gila yang sangat khawatir dengan mu" Lanjut Edward.
Grace masih terdiam mencerna penuturan Edward padanya. Sebenarnya sejak saat Edward menyelamatkannya dan memeluk Grace, Grace merasakan ada sesuatu di hatinya. Berbeda saat ia menyukai Mike, karena Mike tidak pernah memperilakukan Grace dengan lembut seperti Edward.
Edward sangatlah baik dan pekerja keras. Itu yang membuat Grace sangat menganggumi Edward, Dan hari ini ia datang dengan tujuan mengucapkan terimakasih. Namun entah kenapa jantung Grace sangat berdebar saat di dekat Edward. Dan mendengar ungkapan perasaan Edward jujur saja Grace pun masih bingung. Ada rasa takut di hatinya akan mendapatkan luka. Grace ingat apa kata kakak iparnya, jika Edward adalah pria yang baik dan tepat untuk dirinya.
"Edward, bisakah kamu memberikan waktu untuk ku mengenal mu lebih dalam?" Pinta Grace dan Edward pun langsung mengangguk.
"Kita akan saling mengenal satu sama lainnya" Balas Edward.
***
Follow Ig Author : abigailranadewi
Maaf ya telat up.
Jujur author lagi kejebak sama novel yang masih on going.
Di mangatoon author terbitkan 2 novel dan sisanya ada di tempat lain.
Tapi yang author terbitkan di mangatoon tidak akan di terbitkan ditempat lain yaa.
jadi author pastikan kalian engga akan baca double.
Author akan post di IG apa aja karya author ya.
Setiap novel author pasti up seetiap hari kok.
Author minta vote yaa
Like,coment dan vote terus setiap karya author yaa.
__ADS_1
Terimakasih banyak atas dukungan kalian selama ini.