
Pagi hari Callista seperti biasa sudah bersiap menuju Queen Hospital dengan mobil buggati pembelian kekasihnya. Callista berencana untuk bertemu dengan Mike. Ia ingin meminta Mike untuk membuka hatinya untuk Grace.
Meskipun Callista yakin Mike akan menolaknya, tapi setidaknya Callista sudah berusaha membantu adik iparnya. Callista masih belum berani untuk membicarakan ini pada Daniel. Ia takut Daniel akan salah paham padanya.
Setibanya Callista di Queen Hospital, Callista memarkirkan mobilnya dengan cantik. Ia berjalan memasuki lobby rumah sakit dan berjalan menuju ruang kerja Mike.
Setibanya di depan ruang kerja Mike, Callista menghela nafas dalam. Iya harus berusaha untuk meyakinkan Mike. Setidaknya meskipun gagal, ia sudah mencobanya.
Tok
Tok
Suara Ketukan pintu
“Masuk”Ucap Mike
“Dokter Mike, bisa kita bicara?”
“Dokter Callista?” Mike sedikit terkejut karena Callista datang ke ruang kerjanya.
Callista berjalan masuk mendekat ke arah Mike.
“Mike, maaf aku ingin berbicara dengan mu sebagai seorang teman” Ucap Callista yang masih terus menatap Mike.
“Katakan Callista, ada hal apa?” Tanya Mike yang penasaran.
“Mike, apa kau mengenal dekat Grace?”
“Dokter Grace? Dokter specialist Kandungan?”
“Iya Mike”
“Tentu aku mengenalnya, tapi jika kamu bertanya mengenal dekat jawabannya adalah tidak”
“Mike apa kamu tahu dia menyukai mu?” Tanya Callista kembali.
“Iya aku tahu”
“Begini Mike, apa kamu bersedia membuka hati mu untuknya?”
Mendengar ucapan Callista sontak membuat Mike kaget.
“Kenapa kamu meminta ku untuk membuka hati untuk Grace?” Tanya Mike yang sedikit heran.
“Baiklah Mike, aku berbicara dengan mu sebagai seorang kakak. Bisakah kamu membuka hati mu untuk adik ku?” Tanya Callista yang masih terus menatap Mike.
__ADS_1
“Adik? Bukan kah kamu hanya memiliki seorang kakak?” Kini Mike semakin bingung dengan ucapan Callista.
“Grace adalah adik kandung dari Daniel. Saat aku berulang tahun kemarin, Daniel telah melamar ku. Aku sudah menerimanya dan kami akan segera menikah. Itu artinya Grace adalah adik iparku” Jawab Callista sontak membuat Mike benar-benar merasakan perih di hatinya. Ia merasakan sakit di dadanya.
“Grace adik Daniel?” Tanya Mike yang masih tidak percaya.
Callista mengangguk.
“Benar, dia memang menyembunyikan identitasnya seperti aku dulu. Sekarang Mike bisakah kamu membuka hati mu untuk Adik ku?” Pinta Callista.
Mike menghela nafas dalam.
“Callista, ada hal penting yang ingin aku bicarakan.”
“Ada apa Mike?”
Mike menceritakan kejadian tadi malam. Dimana ia telah mengatakan pada Grace jika dirinya menyukai dan bahkan mencintai Callista. Mike tidak ingin membuat seseorng sangat berharap padanya. Mike tahu rasa sakit karena orang yang kita cintai tidak mencintai kita. Itulah kenapa Mike berkata jujur pada Grace. Mike memang tidak bisa membuka hatinya untuk gadis lain selain Callista.
Mendengar ucapan Mike, benar-benar membuat Callista terkejut.
“Mike, apa yang kau lakukan?” Seru Callista yang mulai emosi.
“Callista, aku tidak bisa membohongi perasaan ku. Aku mencintai mu Callista. Aku tidak perduli dengan mu yang telah memiliki kekasih. Bahkan meskipun kamu memiliki suami pun aku tetap mencintai mu.” Ujar Mike.
“Mike apa kau ini sudah gila? Aku akan menikah. Mike bukalah hati mu untuk gadis lain. Jangan membuang waktu mu untuk menunggu ku. Percayalah Grace gadis yang hebat untuk mu” Seru Callista yang berusaha meyakinkan Mike.
“Kau benar-benar gila Mike, aku kecewa dengan sifat mu. Dan aku sangat kecewa karena kau telah melukai adik ku. Seharusnya kamu tidak berkata seperti itu padanya. Sekarang aku yakin dia akan salah paham pada ku” Ujar Callista yang mulai emosi.
Melihat Mike yang tetap pada pendiriannya, akhirnya Callista berlari keluar ruang kerja Mike. Callista ingin segera bertemu dengan Grace dan memberi penjelasan pada Grace.
“Bagaimana ini, pasti grace kecewa dengan ku” Gumam Callista dalam hati.
Ia terus melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Grace. Tapi saat ia sampai di ruang kerja Grace, ternyata ruang kerjanya masih kosong. Callista yakin Grace tidak masuk kerja karena ucapan Mike benar-benar melukai hatinya.
Callista yakin grace benar-benar kecewa dengan kenyataan yang ia dapat. Pria yang ia sukai mencintai kakak iparnya sendiri bukan lah hal yang mudah untuknya.
Melihat Grace tidak berada di ruang kerjanya, Callista berlari ke ruang kerjanya. Ia ingin mencoba menghubungi Grace.
“Callista kamu kenapa terburu-buru?” Tanya Olivia yang mengikuti Callista saat Callista berlari ke ruang kerjanya.
“Ada hal penting Liv” Jawab Callista.
Setibanya Callista di ruang kerjanya, ia langsung mengambil handphonenya di atas meja kerjanya. Ia mencoba menghubungi Grace berkali-kali tapi nomor handphonenya tidak aktif.
“Bagaimana ini “ Gumam Callista pelan.
__ADS_1
Olivia masih terus menatap sahabatnya yang sedang panik.
“Callista, ceritalah pada ku. Ada apa?” Tanya Olivia yang mencoba menenangkan Callista.
“Grace pasti marah pada ku liv”
“Kenaapa dia harus marah pada mu? Memangnya apa yang kamu lakukan padanya?”
Callista menceritakan kejadian antara dia dan Mike. Mike yang mengatakan secara langsung di depan Grace jika dia mencintai Callista. Bahkan Mike tidak perduli dengan Callista yang telah memiliki kekasih. Callista sudah menceritakan bahwa dia akan segera menikah tapi Mike pun tetap tidak perduli. Sekarang yang Callista khawatirkan adalah perasaan Grace yang terluka. Calista yakin Grace kecewa padanya. Setiap gadis pasti ingin cintanya di balas oleh pria yang kita cintai. Callista sangat paham dengan apa yang di rasakan oleh Grace.
Olivia menghela nafas dalam saat mendengar cerita Olivia.
“Kenapa Mike bisa berkata hal gila seperti itu” Seru Olivia yang kesal dengan Mike.
“Entahlah liv, sekarang aku harus bagaimana”
“Aku yakin, Grace pasti sangat terluka. Terlebih dia mendengar pria yang dicintainya mencintai calon kakak iparnya sendri”
“Iya aku sudah yakin itu, sebenarnya tujuan ku bertemu dengan Mike adalah meminta Mike membuka hatinya untuk Grace.” Ucap Callista yang wajahnya mulai muram.
“Callista, terkadang cinta bisa berubah menjadi obsesi. Terlebih dia tidak bisa mendapatkan mu. Aku rasa kamu harus menceritakan ini semua pada Daniel” Balas Olivia.
“Bagaimana aku menceritakannya, aku takut Daniel akan salah paham dan cemburu. Daniel itu benar-benar sensitive jika aku di dekati pria”
“Iya aku mengerti, tapi tidak ada pilihan lain selain kamu bercerita padanya. Aku rasa meskipun Daniel cemburu, dia akan tetap bersikap bijaksana. Daniel bukanlah anak kecil lagi Cal” Tutur Olivia.
“Malam ini aku akan makan malam bersama Daniel, sepertinya aku akan bercerita padanya malam ini”
“Callista, kamu tidak bersalah disini. Bukan salah mu jika ada orang yang menyukai mu. Kamu pun selalu menolak ajakan pria yang berusaha mendekati mu. Untuk masalah Grace, jelaskan padanya pelan-plean. Aku yakin dia akan mengerti, meskipun aku tahu dia kecewa tapi bagaimana pun kamu tidak bersalah. Jadi tidak ada alasan untuknya membenci mu” Tutur Olivia sambil mengelus bahu Callista.
“Terimakasih Liv, kamu selalu ada di saat seperti ini” Callista langsung memeluk erat Olivia dan Olivia pun membalas pelukan Callista.
“Sudah menjadi tugas seorang sahabat” Jawab Olivia sambil tersenyum.
Calista sudah memutuskan untuk menceritakannya pada Daniel nanti malam. Ia berharap semoga Daniel tidak salah paham padanya. Terjebak di posisi seperti ini benar-benar membuat Callista tidak nyaman.
***
Baca juga ya karya author lain "Love In Milan"
Yang mau Author lanjut, ayo vote yang banyak.
Biar author semangat ni hehe.
Author pagi-pagi dateng ke kantor udah buat bab baru khusus buat para readers yang author sayangi.
__ADS_1
Like dan coment juga ya.
Terimakasih atas dukungan kalian😘