Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 187 - Welcome Baby Boy


__ADS_3

Malam hari, Callista merasakan sakit dibagian perutnya. Tubunya berkeringat dingin. ia meringis kesakitan. Callista sudah sering mendaptkan kontraksi palsu. Ia berusaha untuk mengantur napasnya dengan baik. Tapi sakit tidak kunjung reda, Callista sudah tidak kuat lagi menahan sakit.


"Daniel." Callista berusaha membangunkan suaminya yang masih terdiur pulang.


"Deniel bangun, perut ku sakit." ucap Callista.


Mendengar rintihan Callista, Daniel langsung membuka matanya. "Sayang, kau kenapa?"


"Daniel sepertinya anak kita mau lahir, perut ku sakit sekali."


"Bukannya harusnya tiga hari lagi?"


"Sudah jangan bicara Daniel, perut ku sakit!" ringis Callista.


Dengan cepat Daniel bangun dan langsung meminta Maria menyiapkan perlengkapan Callista. Daniel membopong Callista masuk ke dalam mobil. Rasanya panik di dirinya saat melihat istrinya terus meringis kesakitan. Keringat dingin di wajah istrinya benar-benar membuat Daniel tidak tega.


***


Queen Hospital


Daniel membawa istrinya langsng masuk ke ruang bersalin. Grace sudah bersiap, karena memang Daniel meminta adiknya Grace yang menagani selama proses persalinan.


Grace meminta Maria untuk segera menghubungi keluarga Callista da juga keluarganya. Daniel bahkan tidak sempat memikirkan untuk menghubungi keluarganya


"Ka, kau harus masuk ke dalam temani istri mu." ucap Grace.


"Grace, aku tidak bisa melihat istri ku seperti ini."

__ADS_1


"Ka, dia berjuang untuk melahirkan anak mu. Istri mu sangat membutuhkan mu."


Daniel mengangguk dan masuk ke dalam ruang bersalin. Ia melihat istrinya terlihat begitu pucat. Ia tidak tega melihat istrinya kesakitan seperti ini.


"Sayang, aku disini menemani mu." Daniel mengecup kepala istrinya.


"Ini sakit Daniel" Callista mulai meneteskan air matanya.


Daniel mengecupi mata istrinya. "Aku disini menemani mu, kau pasti bisa sayang."


Rasa sakit di perut Callista semakin bertambah, Callista sudah berusaha mengatur napas. Daniel terus mengesupi pucuk kepala istrinya.


"Aaaaa" teriak Callista.


"Sayang, kuat ya."


"Grace, apa kau tidak bisa mengurangi rasa sakit istri ku?" seru Daniel, saat meliht Grace masuk ke dalam ruang bersalin.


"Astaga kakak, itu normal. Semua ibu hamil akan merasakan sakit seperti itu." balas Grace,


Grace memeriksa jalan lahir yang sudah terbuka sempurna, Grace langsung memberi kode pada para perawat untuk memulai proses persalinan.


"Callista, jalan lahir sudah terbuka sempurna. Kau dorong sekuat mungkin." ucap Grace dan Callista hanya mengangguk pelan.


"Aaaaaa" teriak Callista mengejan sekuat mungkin.


Tangan Calista menarik kuat rambut Daniel. Bahkan Daniel tidak memperdulikan istrinya menarik kuat rambutnya. Ia bahkan tidak tega melihat istrinya seperti ini.

__ADS_1


"Ayo Callista, dorong lagi yang kuat." ucap Grace.


"Huohh.." Callista berusaha mengambil napas, ia kembali mengejan sekuat mungkin. Tapi bayinya masih belum muncul juga.


"Sayang, ayo kamu pasti bisa." ucap Daniel yang berusaha memberikan semangat pada istrinya.


Callista kembali mengejan sekuat mungkin, tubunya sudah dipenuhi keringat dingin. Callista sudah berusaha hingga rasanya dia sudah tidak mampu lagi. Ternyata ini rasanya melahirkan.


"Ayo Callista, sedikit lagi." ucap Grace


"Aaaaaaaagghh" teriak Callista.


Oeeee.oeeeee


Suara tangis bayi membuat Callista bernapas lega. Daniel langsung mengecupi pucuk kepala istrinya. Mereka saling meneteskan air mata.


"Ka, bayi laki-laki yang sangat sehat." ucap Grace


Daniel tersenyum haru, ia tidak bisa menahan air matanya.


***


Note :


Dokter Cantik Milik Tuan Muda menuju ending ya.


Maaf sekali author jarang up.

__ADS_1


__ADS_2