Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 110 - Kejujuran Edward


__ADS_3

Edward yang tengah berkutat dengan pekerjaanya. Ia merasakan sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ia masih belum mengatakan pada Grace jika gadis yang ia sukai adalah kakak iparnya.


Edward masih ragu, apa harus dia mengatakan pada Grace. Tapi jika ia tidak memberitahukan pada Grace ia takut terjadi sesuatu masalah dengan hubungannya. Jujur saja Edward sudah melupakan Callista, ia hanya menganggumi sosok Callista.  Tapi sudah tidak ada lagi rasa cinta di hati Edward untuk Callista.


Dulu saat Edward di dekat Callista, ia merasakan jantungnya yang terus berdebar cepat. Tapi kini, sudah tidak lagi ia hanya benar-benar menganggap Callista sebagai seorang teman. Sifat Callista yang baik membuat Edward masih mengangguminya.


Kini hati Edward sudah jatuh pada Grace, jika di lihat pun Grace tidak kalah cantik dengan Callista. Tubuh Grace ramping dan menawan. Wajahnya pun sangat cantik. Grace memiliki raut wajah seperti ibunya Alin.


Ditengah keraguan Edward, akhirnya Edward memutuskan untuk mengajak Grace bertemu di salah ssatu restaurant terdekat dengan Queen Hospital. Ia ingin mengatakan semuanya, karena menurutnya hubungan harus dilandasi dengan kejujuran.


Edward pun sudah mengirim pesan pada Grace untuk menunggunya di restaurant terdekat dengan Queen Hospital. Edward langsung mengambil kunci mobilnya di atas meja kerjanya dan langsung meninggalkan ruang kerjanya.


Mobil Edward kini sudah berjalan meninggalkan perusahaan miliknya, Di dalam perjalanan Edward kembali mencoba menenangkan dirinya. Ia hanya takut jika Grace mengira dirinya masih mencintai Callista. Edward berharap jika Garce dapat memahami tentang perasaanya di masa lalu pada Callista.


Mobil Edward sudah tiba di restaurant, Edward pun segera turun dan berjalan masuk ke restaurat. Ia melihat Grace yang sudah menunggu dirinya duduk di kursi dekat jendela.


"Grace" panggil Edward yang kini sudah berada di hadapan Grace.


"Edward?" sapa Grace sambil tersenyum.


"Aku sudah memesnkan cuppuchino untuk mu" ucap Grace.


"Terimaksih" balas Edward yang langsung duduk di hadapan Grace.


"Apa kau sudah makan?" tanya Edward.


"Sudah, aku sudah makan, bagaimana dengan mu?" tanya Grace.


"Aku juga sudah makan"


"Apa kerja sama perusahaan mu dan perusahaan kakak ku berjalan dengan lancar?" tanya Grace kembali.


"Sangat lancar, aku benar-benar beruntung bisa bekerja sama dengan Renaldy Company. Perusahaan yang sangat besar.Hingga membuat profit perusahaan ku berkali lipat bertambah" ujar Edward.


"Aku bangga dengan mu Edward. Kau memang hebat" puji Grace dan Edward pun tersenyum.


"Grace" panggil Edwrad.

__ADS_1


"Iya?"


"Aku ingin bertanya sesuatu pada mu" ucap Edward sambil menatap Grace.


"Ada ap?"


"Apa dulu kau sangat membenci Callista karena Mike menyukainya dan bukan diri mu?" tanya Edward yang membuat Grace sedikit terkejut dengan pertanyaan Edward.


Grace pun menghela nafas dalam.


"Iya, dulu memang aku pernah membencinya. Dia pernah mendukung hubungan ku dengan Mike, tapi dia tidak memberitahu ku jika Mike menyukainya. Dari situ aku sangat marah, aku berpikir dia ingin menertawakan ku karena pria yang aku cintai menyukai diirnya" ujar Grace.


"Tapi setelah itu aku sadar, untuk apa Callista menertawakan ku. Dia sangat menyayangi ku sebagai adiknya meskipun usia kami sama tapi dia sangat dewasa. Callista selalu mengatakan aku adalah gadis hebat, aku lahir dari keluarga yang hebat. Dia selalu mengatakan jika aku akan mendapatkan pria yang sangat tepat untuk hidup ku" lanjut Grace.


"Kenapa kau bertanya ini Edward?" tanya Grace kembali.


"Menurut mu, apa dalam suatu hubungan kejujuran adalah hal yang paling penting?" tanya Edward yang membuat Grace semakin bingung.


"Edward, jika dari awal hubungan tidak ada kejujuran. Untuk apa hubungan itu di teruskan? tentu saja kejujuran adalah hal yang sangat penting" balas Grace.


"Ada apa Edward?" tanya Grace dengan lembut sambil tersenyum ke arah Edward.


"Apa kamu ingat jika aku pernah mencintai seorang gadis dan aku tidak bisa mendapatkannya?" tanya Edward dan Grace pun langsung mengangguk.


"Grace, sebenarnya gadis yang aku maksud itu adalah Callista. Aku mohon kamu jangan-" belum seleai Edward berbicara, Grace langsung meneteskan air matanya. Ia langsung bangkit dari tempat duduknya namun Edward langsung memeluk Grace.


"Dengarkan penjelasan ku dulu sayang" pinta Edward.


"Jangan bicara pada ku" lirih Grace yang air matanya sudah membasahi pipinya.


"Grace. aku mohon Jangan seperti ini. Dengarkan aku" bujuk Edward yang tetap memeluk Grace dengan erat.


"Grace, aku tidak akan mungkin melukai mu. Aku sudah meyayangi mu" lanjut Edward dan Grace pun tidak menjawab.


Edward menarik kursi untuk Grace, dan Grace pun langsung duduk.


"Grace, aku mengenal Callista pertama kali saat aku ada perjalanan bisnis di Tokyo. Aku tidak sengaja bertemu karena Callista lupa membawa dompet saat ia berbelanja. Lalu aku yang membayarkan tagihannya." tutur Edwrad.

__ADS_1


"Setelah itu aku berkenalan dengan Callista tapi tidak lama kemudian kakak mu muncul, jujur aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Callista. Tapi saat aku mengetahui Callista adalah kekasih dari kakak mu, tentu aku akan mundur. Aku tidak akan mungkin menang dari kakak mu." lanjut Edward.


"Lalu aku pernah menyatakan perasaan ku pada Callista, tapi aku hanya menyatakan saja. Aku sadar aku tidak mungkin mendapatkan Callista yang sudah dimiliki oleh kakak mu. Sejak saat Callista menikah, aku sudah memutuskan untuk melupakannya hingga akhirnya aku bertemu dengan mu" lanjut Edward yang masih menyentuh tangan Grace. Sedangkan Grace masih tertegun mendengar penuturan Edward.


"Saat aku bertemu dengan mu, aku melihat mu adalah sosok gadis yang sempurna. Jujur aku sangat menyukai memiliki seorang kekasih dokter. Aku melihat mu pertama kali pun aku kagum dengan diri mu." ujar Edward.


"Aku memilih mu sebagai kekasih ku, bukan karena untuk di jadikan pelampiasan. Tapi aku memilih mu karena memang jantung ku berdebar saat di dekat mu. Aku ingin selalu melindungi mu. Dan sekarang di hati dan di mata ku hanya ada sosok gadis cantik yang bernama Grace Renaldy"


Grace tersenyum mendengar penuturan dari Edward.


"Edwrad apa kau yakin jika kau sudah tidak mencintai kakak ipar ku lagi?"


"Grace, jawaban ku adalah tidak. Saat ini mata ku dan hati ku hanya tertuju pada gadis cantik di hadapan ku. Aku meyayangi mu dan akan selalu melindungi mu" balas Edward.


"Grace, jangan salahkan Callista atas perasaan ku padanya. Dia adalah gadis yang aku cintai di masa lalu. Dan itu pun sebelum aku bertemu dengan mu. Setiap orang pasti memiliki masa lalu, di masa depan ku hanya ada diri mu Grace" lanjut Edward yang membuat Grace kembali tersenyum.


"Apa aku bisa memeprcayai semua ucapan mu ini?"


"Grace, aku tidak pandai untuk mengungkapkan sebuah omong kosong. Tapi aku sangat serius menjalani hubungan kita jika kau mau kta bisa-" belum selesai Edward berbicara Grace sudah memotongnya.


"Aku percaya pada mu Edward" seru Grace yang membuat Edward tersenyum.


"Terimaksih Grace, aku mengatakan ini semua karena aku ingin hubungan kita di landasi dengan kejujuran. Aku tidak ingin menyembunyikan sesuatu dari mu" balas Edward.


"Aku berjanji, aku pun akan melakukan hal yang sama dengan mu Edward. Aku akan selalu jujur dengan mu apapun yang terjadi dalam hidup ku" tutur Grace.


Kini hati Edward merasakan kenyamanan, ia sudah jujur dengan Grace, Walaupun Grace sempat berpikir tidak-tidak, namun ia bersyukur Grace masih mau mendengarkannya terleih dahulu.


***


Follow Ig Author : abigailranadewi


Readers bersabarlah sedikit lagi, besok bab yang akan membuat jantung berdebar hehe


Like,coment dan vote terus yaa.


Terimakasih atas dukungan kalian.

__ADS_1


__ADS_2