Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 50 - Penggunaan Kuasa


__ADS_3

Setelah Callista meninggalkan mansion keluarga Daniel. Semua orang yang berada di ruang makan hanya diam melihat Callista pergi. Sebenarnya Alin ingin menyusul Callista, Alin sangat tidak enak pada Callista karena sifat putrinya yang mengungkit masa lalunya.


Gio yang melihat putranya malam ini benar-benar sangat marah. Ia sudah mencoba menenangkan Daniel. Setidaknya masalah akan dapat di selesaikan dengan baik jika tidak melibatkan emosi.


“Grace, sekarang katakan apa yang terjadi” Ujar Gio.


Grace masih terdiam saat melihat Callista pergi. Disisi lain ia merasa puas dengan apa yang ada di hatinya ia bisa ungkapkan semuanya. Tapi disisi lain ia merasa bersalah karena sudah berbicara kasar pada Callista. Memang benar apa yang dikatakan Callista, jika Callista mencintai Mike untuk apa Callista menerima lamaran kakaknya. Terlebih Callista tidak pernah menerima ajakan Mike.


“Grace katakan sekarang!” Teriak Daniel yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.


“Kakak” Grace menunduk, ia tidak pernah berani melawan kakaknya. Ia tahu kakaknya memliki sifat yang sangat keras.


“Katakan sekarang atau kakak akan menarik Mike kesini dan menghajarnya di depan mu” Ancam Daniel sontak membuat Grace terkejut.


“Jangan ka, baik aku akan bercerita” Ucap Grace pelan.


Akhirnya Grace menceritakan pada keluarganya, dia mencintai seorang dokter specialis jantung di Queen Hospital. Dan dokter itu ternyata mencintai calon kakak iparnya sendiri. Grace mengatakan tentang makan malam dengan Mike. Grace juga menceritakan Mike yang akan terus mencintai Callista dan tidak perduli Callista memiliki seorang kekasih. Perasaan Grace hanya di ketahui oleh Callista dan Olivia. Tapi Grace jauh lebih banyak bercerita pada Callista. Grace menceritakan kenapa dia kecewa dengan Callista. Ia hanya merasa Callista berpura-pura mendukungnya. Rasa kecewa Grace membuat Grace sangat marah pada Callista.


Daniel yang mendengar adiknya menceritakan semuanya, benar-benar membuatnya marah. Daniel marah karena Callista tidak menceritakan apapun padanya.


“Jadi Mike berani mencintai calon istri ku?” Seru Daniel yang terpancing emosi.


“Daniel, tenanglah. Jangan pernah selesaikan masalah dengan emosi” Ucap Alin sambil mengelus lengan putranya.


“Grace, mama tahu kamu pasti terluka. Bukan maksud mama membela Callista, tapi Callista tidak bersalah. Bukankah tadi dia mengatakan pada mu jika dia sudah meminta Mike untuk membukakan hatinya untuk mu? Sayang, jangan seperti ini. Mama tidak mau kamu memiliki sifat yang seperti ini. Grace, jika seseorang tidak mencintai mu. Jangan di paksa nak. Jika memang dia adalah takdir Tuhan untuk mu, dia akan menjadi milik mu. Percayalah sayang” Alin mengelus rambut putrinya.


“Grace, kamu harus meminta maaf pada Callista. Kamu membahas masa lalu ibunya. Itu melukai dirinya Grace. Jika memang kamu ada masalah dengannya, harusnya kamu bisa menyelesaikan berdua. Jangan melibatkan orang lain” Ucap Alin kembali.


“Grace, apa yang di katakan mama mu benar nak. Kamu sudah sewasa, jangan seperti ini” Ucap Gio.


“Grace, kakak tidak menyetujui kau menyukai Mike. Sekarang masuklah ke kamar mu” Perintah Daniel.

__ADS_1


Mendengar ucapan kakaknya, Grace langsung berjalan menuju kamarnya.


“Daniel, kamu lebih baik beristirahat. Selesaikan masalah kalian dengan baik nak” Tutur Alin.


Daniel berjalan meninggalkan kedua orang tuanya, Daniel memutuskan untuk beristirahat.Ia tidak ingin menemui Callista dengan keadaan emosi.


***


Keesokan harinya Daniel sudah bersiap menuju Queen Hospital. Daniel sudah tidak sabar bertemu dengan pria yang berani mencintai kekasihnya. Daniel sudah tidak sabar untuk menghajar pria yang berani mencintai kekasihnya.


Daniel mengendarai mobil bugattinya dengan kecepatan penuh. Ia ingin segera tiba di Queen Hospital. Rasanya ia ingin segera menghabisi pria itu. Sudah semalaman Daniel menahan amarahnya. Ia pun tidak menghubungi Callista, ia tidak ingin melampiaskan emosinya pada kekasihnya.


Setibanya Daniel di Queen Hospital, Daniel langsung memarkirkan mobilnya. Lalu ia berjalan memasuki lobby sakit dan melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ruang kerja Mike.


Ceklek


Suara pintu terbuka.


“Tuan Daniel?” Mike kali ini tidak terkejut melihat Daniel, karena ia tahu jika Daniel akan datang kepadanya. Terlebih Grace adalah adiknya.


“Tuan sepertinya tidak memiliki sopan santun, datang keruang kerja ku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu” Sindir Mike yang sudah tidak lagi memperdulikan posisinya.


“Hebat Dokter Mike, anda berani berbicara dengan pemilik saham terbesar dimana tempat mu bekerja. Apa kau ingin kehilangan pekerjaan mu?” Daniel dengan senyum liciknya.


“Ah, aku lupa jika aku berhadapan dengan pemegang saham di tempat ku bekerja. Apa aku harus takut saat ini?” Sindir Mike kembali.


“Sepertinya memang kau harus takut Dokter Mike, karena aku dengan mudahnya akan menggunakan kuasa ku untuk menendang mu keluar dari rumah sakit milik ku” Seru Daniel yang mulai emosi.


“Tuan Daniel Renaldy, memang pria yang sangat licik. Menggunakan kuasa yang di miliki untuk mendapatkan apa yang kau ingin kan. Aku benar-benar iri pada mu”


“Jangan terlalu banyak bicara, aku kesini karena aku ingin katakan sesuatu pada mu. Jangan pernah berani kau mengharapkan calon istri ku. Callista adalah milik ku!” Seru Daniel.

__ADS_1


“Sepertinya adik mu yang cantik itu sudah mengatakan semuanya bukan? Aku hanya akan mencintai Callista. Tidak perduli dia memiliki calon suami”


“Kau-“ Geram Daniel yang sudah menarik kerah baju Mike.


“Silahkan kau pukul aku jika itu yang membuat kau puas” Senyum licik Mike.


“Mulai detik ini, aku putuskan kau sudah tidak lagi menjadi dokter di rumah sakit milik ku” Seru Daniel yang berusaha menahan emosinya.


“Baik, aku sudah tidak perduli dengan jabatan di rumah sakit milik mu.”


“ Mike, Jangan pernah berani kau berusaha mendekati adik ku”


“Tuan Daniel, sudah ku katakan. Harus aku akui kau memiliki adik yang sangat cantik dan dia pun putri dari keluarga Renaldy. Tapi sayangnya aku sudah mencintai putri bungsu keluara Hutomo. Selain Callista, aku tidak akan menginginkan gadis lain” Ujar Mike yang berjalan meninggalkan Daniel.


“Mike, lihatlah kau berani melawan diri ku. Kau akan merasakan akibatnya” Seru Daniel.


“Daniel Renaldy, bahkan kau tidak mengenal ku” Gumam Mike dalam hati.


Setelah puas Daniel melampiaskan amarahnya, ia ingin segera menemui Callista. Setidaknya kali ini ia harus menyelesaikan masalahnya dengan Callista. Daniel memang kecewa karena Callista tidak menceritakan masalahnya. Sedangkan Daniel selalu mengatakan hal sekecil apapun mereka harus bercerita.


Saat bertemu dengan Mike, sebenarnya Daniel ingin sekali menghajar Mike. Tapi ia harus menahan amarahya. Ia tidak ingin masuk pemberitaan media karena telah memukul dokter yang bekerja di rumah sakitnya. Jauh lebih baik untuk Daniel menggunakan kuasanya untuk membuat Mike berhenti dari rumah sakit miliknya. Meskipun egois, ia tetap tidak perduli.


Bagi Daniel, Callista tetap lah miliknya. Jika ada yang berani berusaha mengganggu hubungannya, maka Daniel akan menggunakan kuasanya untuk menghancurkan orang itu.


***


Readers baca juga "Love In Milan" yaa. karya author yang baru.


Like, coment dan vote terus ya.


Terimakasih atas dukungan kalian.

__ADS_1


__ADS_2