Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 49 - Amarah Callista


__ADS_3

Daniel sudah bersiap untuk menjemput Callista di apartement milik kekasihnya. Malam ini sesuai permintaan orang tuanya, Daniel membawa Callista makan malam bersama keluarganya.


Seperti biasa Daniel sudah tiba di lobby apartement milik kekasihnya. Sekitar 5 menit Daniel menunggu, ia melihat Callista sudah berjalan mendekat ke arahnya. Meskipun hubungan mereka sudah cukup lama, Daniel selalu menganggumi Callista di setiap saat. Menurutnya Callista selalu membuatnya jatuh cinta.


Malam ini Callista mengenakan long dress berwarna merah dengan memperlihatkan bahu mulus miliknya. Long dress yang sangat pas dipadukan dengan kalung berlian yang sangat cantik dan anting yang di berikan oleh ibunya.


“You always perfect sweetheart” Bisik Daniel di telinga Callista.


Callista langsung mengecup bibir Daniel.


“You too my love, you also perfect” Balas Callista.


Daniel membukakan pintu mobilnya untuk Callista. Daniel mengendari mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia mulai meninggalkan lobby apartement milik kekasihnya.


“Sweetheart ini untuk mu” Ucap Daniel sambil menyerahkan sebuah kotak.


“Apa ini sayang?” Callista sambil memegang kotak pemberian Daniel.


“Bukalah”


Ketika Callista membuka kotak pemberian kekasihnya, matanya berbinar saat melihat kalung berlian. Daniel langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan. Lalu ia mengambil alih kotak perhiasan yang ada di tangan Callista.


“Aku mau kamu memakai ini sweetheart” Ucap Daniel.


“Sayang, ini kalung berlian rancangan designer terkenal. Ini sangat mahal” Ujar Callista.


“Sudah ku katakan, semahal apapun yang ada di dunia ini. Tidak sebanding dengan rasa cinta ku pada mu” Jawab Daniel.


Callista terharu mendengar ucapan Daniel,air matanya hampir menetes.


“Jangan menangis sweetheart” Daniel menghapus air mata Callista yang sudah menetes.


“Aku hanya terharu karena kamu begitu mencintai ku” Balas Callista.


Daniel mengcup bibir Callista.


“Bisakah aku memakaikannya untuk mu sweetheart?” Tanya Daniel, lalu Callista pun mengangguk.


Daniel melepaskan kalung berlian Callista lalu menyimpannya di kotak perhiasannya. Dan menggantinya dengan kalung berlian yang Daniel belikan untuk kekasihnya.


“Simpan kalung lama mu ini di tas mu sweetheart” Ucap Daniel sambil menyerahkan kotaknya kembali yang sudah berisi kalung berlian milik Callista.


Callista pun menyimpan kotak perhiasannya di dalam tasnya. Lalu Daniel mulai mengemudikan kembali mobilnya.


Callista benar-benar sangat bersyukur memiliki kekasih yang begitu mencintainya. Sebenarnya Callista ingin membicarakan masalah Mike dan Grace tapi karena rasa Bahagia Callista, ia tidak ingin merusak moment bahagianya dengan Daniel. Akhirnya Callista memutuskan untuk mengatakannya saat pulang dari mansion milik keluarga Daniel.


Daniel sudah tiba di mansion mewah milik keluarganya, ia memasuki mobilnya ke dalam mansionnya. Daniel dan Callista berjalan masuk ke dalam dan para pelayan pun membungkukan badannya dengan hormat saat melihat Daniel dan Callista datang.


“Selamat malam Tuan muda dan Nona” Sapa seorang pelayan.


“Malam, dimana papa dan mama ku?” Tanya Daniel.


“Mereka sudah berada di ruang makan tuan, mereka sudah menunggu Tuan muda dan Nona Callista datang” Jawab seorang pelayan.

__ADS_1


“Terimakasih”


“Terimakasih” Ucap Callista sambil tersenyum.


Daniel menggandeng tangan Callista menuju ruang makan, mereka sudah di sambut dengan Alin dan juga Gio.


“Callista kamu sudah datang” Ujar Alin langsung memeluk Callista.


“Iya bibi”


“Loh kok bibi?”


“Mama maksud ku” Ucap Callista sambil tersenyum.


“Kamu sangat cantik sayang” Ucap Alin sambil mengelus wajah Callista.


“Mama juga sangat cantik” Balas Callista.


Gio mendekat ke arah Callista, lalu ia mulai memeluk Callista.


“Aku senang kamu datang” Ucap Gio.


“Terimakasih paman, eh papa”Ucap Callista yang membuat Gio tertawa.


“Nanti kamu akan tebiasa nak”


“Ayo mari kita makan dulu” Sambung Alin.


Mereka pun mulai duduk dan menikmati makan malam yang sudah di siapkan oleh Alin.


“Benarkah itu sayang?” Tanya Alin.


Callista mengangguk.


“Ini sangat lezat ma, apa mama memasaknya?” Tanya Callista.


“Iya nak, mama yang memasaknya” Jawab Alin.


“Mama bisa menyaingi restaurant milik ku, jika mama membuka restaurant” Ucap Callista sambil tersenyum. Alin yang mendengar ucapan Callista ia langsung tertawa.


“Kamu ini bisa saja, Royal Restaurant milik mu sangat terkenal. Mama dan teman-teman mama besok akan datang kesana."


“Jika mama ingin datang, aku akan menghubungi managerku. Aku akan memberikan tempat VIP untuk mama”


“Tidak usah nak, biar mama saja yang pesan sendiri”


“Jangan ma, biar aku saja yang pesankan untuk mama. Aku akan kirim pesan pada manager ku”


“Baiklah sayang, terimakasih”


Saat mereka menikmati makan malam bersama, seseorang berjalan masuk keruang makan.


“Maa, aku ingin berbicara sesuatu” Teriak Grace

__ADS_1


Ketika Callista melihat Grace mendekat, kali ini ia benar-benar kaget melihat Grace.


“Ternyata ada calon kakak ipar yang banyak di idolai para pria kesini” Ucap Grace dengan penuh sindiran.


“Bicara apa kamu Grace” Seru Gio yang marah karena putrinya menyindir Callista.


“Ma, aku datang kesini karena aku ingin bercerita. Tapi ternyata calon kakak iparku sedang datang kesini” Seru Grace sambil melihat Callista.


Callista bangkit dari tempat duduknya, ia menghela nafas dalam.


“Grace, kamu salah paham. Mari kita bicara, dengarkan penjelasan ku terlebih dahulu” Ucap Callista dengan lembut.


“Sweetheart ada masalah apa?” Tanya Daniel yang heran.


“Tidak ada lagi yang harus di bicarakan, kamu hanya mau menertawakan ku kan?” Ujar Grace.


“Grace bicara yang sopan. Mama tidak pernah mengajari mu seperti itu” Seru Alin yang kesal.


“Grace, ini tidak seperti yang kamu fikirkan.”Jawab Callista.


“Tidak seperti yang aku fikirkan? Kamu tahu Mike menyukai mu kan? Aku bercerita seperti orang bodoh. Dan kau seolah mendukung ku. Kenyataannya apa Callista Hutomo? Kau hanya berpura-pura mendukung ku. Kau tega membiarkan aku terluka” Seru Grace yang emosi.


“Grace, apa maksud mu. Jangan membuat kakak marah” Ucap Daniel yang mulai emosi.


“Kakak, tanya saja pada kekasih kakak yang cantik ini. Aku mencintai Mike tapi kenyataannya Mike mencintai kekasih mu. Dan bodohnya aku bercerita pada kekasih mu, aku fikir dia akan menjadi kakak perempuan ku yang baik. Tapi apa? Dia berpura-pura mendukung hubungan ku dengan Mike. Padahal dia hanya mengasihani ku dan menertawakan ku” Seru Grace.


“Mama, dulu mama mencintai papa kan? Tapi papa hanya mencintai ibunya Callista. Sekarang mama sadar bagaimana perasanaan ku?” seru Grace kembali.


“Callista Hutomo, aku Lelah mendengar nama mu menjadi idola para dokter. Aku Lelah mendengar para dokter menganggumi mu. Aku pun lelah dengan pasien pria yang menyukai mu. Sekarang aku hanya meminta Mike. Dan dia pun mencintai mu. Kau berpura-pura mendukung ku tapi sebenarnya kau menertawakan ku” Seru Graace.


“Callista, apa benar Mike mencinta mu?” Tanya Daniel yang sudah menatap Callista.


Callista hanya diam dan tidak menjawab. Ia tidak ingin terpancing emosi.


“Callista! Kenapa kamu tidak menceritakan masalah ini pada ku hah?” Teriak Daniel.


“Cukup!” Teriak Callista.


“Aku minta maaf pada mu karena tidak bercerita. Aku hanya tidak ingin kamu salah paham” Seru Callista.


“Dan kau Grace, aku mempunyai batas kesabaran ku. Aku katakan sekali lagi aku tidak pernah menertawakan mu. Aku tidak pernah meminta Mike mencintai ku. Satu lagi jangan sekali-kali kamu berani membawa masa lalu ibu ku. Aku menghormati ibu mu sebagai ibu dari kekasih ku. Tapi aku akan marah jika kau berani membawa ibu ku ke dalam masalah kita. Aku pun tidak pernah mencintai Mike. Jika aku mencintainya untuk apa aku harus menerima lamaran kakak mu. Hari ini aku sudah menemui Mike secara langsung untuk meminta Mike membuka hatinya untuk mu. Tapi ternyata aku salah, bersikaplah dewasa Grace. Selesaikan masalah tanpa melibatkan siapapun. “ Ujar Callista yang menahan emosinya.


“Grace, aku mendukung mu karena aku melihat kamu mencintai Mike. Aku hanya tidak ingin melukai mu. Penjelasan ku sudah cukup sampai disini Grace. Aku tidak pernah perduli dengan siapapun yang menyukai ku kecuali kakak mu” Seru Callista.


“Paman Gio, dan Bibi Alin maafkan atas ketidaksopanan ku malam ini. Aku permisi”


Callista berjalan keluar meninggalkan Daniel dan keluarganya. Sedangkan Daniel sengaja tidak mengejar Callista. Ia tidak ingin dalam keadaan emosi datang kepadanya.


***


Baca karya author yang lain ya Love In Milan


Like, Coment dan Vote yang banyak ya

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian.


__ADS_2