Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 127 - Rapat Pemegang Saham I


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Callista untuk datang ke rumah sakit, entah apa yang membuat suaminya luluh. Padahal sebelumnya ia terus meminta izin suaminya, untuk bisa kembali berkerja. Namun Daniel tidak memberinya izin, tapi tadi malam saat Callista kembali membujuk suaminya akhirnya Daniel memberinya izin. Tentu itu adalah hal yang sangat membahagiakan untuknya. Sudah lama sekali ia merindukan memeriksa pasiennya.


Semenjak hamil, Callista sudah tidak lagi memakai heels. Oleh karena itu saat ia bersama dengan Olivia pulang dari butik. Callista banyak berbelanja dress dan juga flat shoes. Karena ia tahu, kesehariannya akan banyak memakia flat shoes.


Callista yang sudah bersiap, ia langsung meninggalkan mannsion dan di ikuti oleh Maria assistant barunya. Nick yang melihat nyonyanya berjalan ke arahnya, ia langsung segera membuka pintu mobil.


Kini mobil Callista sudah berjalan meninggalkan mansion, seperti biasa di belakang mobilnya pasti ada mobil pengawal. Sekarang Callista mulai terbiasa dengan sifat over protective suaminya,


"Maria" panggil Callista.


"Iya nyonya"


"Apa kau tadi sudah membawa buah yang aku minta?" tanya Callista.


"Sudah nyonya, saya juga membawa susu kacang untuk nyonya" jawab Maria dengan sopan.


"Baiklah, terimakasih Maria"


"Iya nyonya"


Tidak lama kemudian, mobil Callista sudah tiba di rumah sakit. Callista pun turun di lobby bersama dengan Maria yang menyikutinya. Sedangkan Nick, ia langsung memarkirkan mobil.


Saat Callista memasuki lobby, ia benar-benar sangat bahagia. Akhirnya ia kembali bekerja. Baginya menjadi dokter adalah salah satu bagian dari hidupnya.


Callista menuju ruang kerjanya.


Ceklek


"Welcome Back Callista Renaldy" seru Olivia dan Grace.


Callista terkejut saat melihat Olivia dan Grace berada di ruang kerjanya.


"Astaga kalian menganggetkan ku" seru Callista.


Callista langsung menghampiri Olivia dan adik iparnya itu.


"Akhirnya cal, kamu kembali. Aku merindukan mu, di ruang operasi tidak enak jika tidak dengan mu" ucap Olivia.


"Astaga, kau merindukan ku hanya karena aku tidak bersama dengan mu di ruang operasi? benar-benar kau ini" seru Callista.


"Ibu hamil, kau ini sangat sensitive. Aku tentu merindukan mu selalu" seru Olivia.


"Kakak ipar, akhirnya kau kembali bekerja. Aku sangat merindukan mu." ucap Grace yang membuat Callista tersenyum.


"Cal, apa kau tahu hari ada rapat pemegang saham?" tanya Olivia.


"Rapat pemegang saham? itu artinya suami ku datang. Tapi kenapa Daniel tidak mengatakan apapun pada ku tadi malam"


"Mungkin dia ingin memberikan kejutan" ucap Olivia.

__ADS_1


"Kau ini kejutan apa jika hanya rapat pemegang saham saja, aku ini sudah menikah dengannya" balas Callista.


"Aku jadi ingat saat pertama kali rapat pemegang saham, kau masih belum menjadi kekasih Daniel. Kau sangat gugup saat melihat dia waktu itu kan" ledek Olivia yang kembali mengingatkan kejadian saat Callista terekjut saat tahu Daniel adalah pemegang saham di Queen Hospital.


"Dan sekarang, orang yang membuat mu gugup dulu, adalah pria yang kini menghamili mu." lanjut Olivia sambil tersenyum.


"Asataga, jangan menggoda ku liv" seru Callista yang kesal.


"Saat itu aku masih baru menjadi dokter, aku pun tidak menyangka kakak ku terpesona dengan dokter cantik yang bekerja di rumah sakitnya" timpal Grace.


"Sudah kalian sama saja, jangan menggoda ku" seru Callista.


"Jam berapa rapat pemegang saham?" tanya Callista.


"Sekitar jam 11 nanti" jawab Olivia.


Callista langsung melihat jam tangannya.


"Sekarang sudah jam setengah 11, tapi kenapa Daniel tidak mengatakan apapun pada ku tadi malam ya" gumam Callista.


"Sudahlah intinya kau sudah kembali bekerja, aku sangat bahagia sekarang" ucap Olivia.


"Ya kau benar, sungguh hanya di rumah tidak lah enak. Aku bisa gila, bahkan masak saja tidak di izinkan. Kau pikir saja aku ke supermarket saja tidak di izinkan. Daniel akan meminta Maria dan pelayan untuk ke supermarket." ujar Callista.


"Kakak ku memang sangat mencintai mu kakak ipar, kau harus tahu saat kau koma dia menangis tidak henti menyalahkan dirinya" ucap Grace yang membuat Callista terkejut.


"Daniel menangis?" tanya Callista yang masih tidak percaya.


"Selama kau hidup, aku belum pernah meelihat kakak ku menangis. Bahkan ketika mama memarahi kakak ku dulu saja, ia tidak menangis. Tapi kemarin saat aku melihat kau koma, dia menangis dan terus menyalahkan dirinya" ujar Grace yang membuat Callista benar-benar tersentuh. Ia masih tidak menyangka suaminya yang selama ini ia tahu, sangat dingin ternyata sangat mencintai dirinya.


"Aku memang sangat beruntung memiliki kakak mu Grace" ucap Callista.


"Dan kakak ku pun sangat beruntung memiliki mu kakak ipar" balas Grace.


"Yasudah, ayo lebih baik kita ke ruang meeting sekarang. Aku yakin para dokter sudah menunggu kita" ucap Olivia


"Tunggu sebentar liv"


Callista langsung mengambil dompet di dalam tasnya.


"Maria" panggil Callista


"Ya nyonya"


"Kamu tunggu di sini saja, aku akan ada meeting" ucap Callista.


"Baik nyonya"


"Oh ya, apa suami ku sudah memberikan kartu atm pada mu?" tanya Callista.

__ADS_1


"Sudah nyonya, saya sudah di berikan kartu atm oleh Tuan Daniel"


"Baiklah kalau begitu, nanti kalau kau ingin pergi makan jangan lupa untuk membelikan juga untuk supir dan pengawal ku" ucap Callista.


"Baik nyonya"


"Yasudah Maria, aku tinggal dulu"


"Iya nyonya"


Callista, Olivia dan Grace langsung meninggalkan ruang kerja Callista dan menuju ruang meeting.


Saat di ruang meeting, Grace harus duduk terpisah dengan Callista dan Olivia. Karena Grace adalah dokter specialist kandungan, maka ia duduk dengan sesama dokter specialist kandungan.


Tidak lama kemudian, Callista melihat suaminya yang di ikuti oleh banyak karyawan. Ia kembali mengingat masa dulu, masa dimana ia belum memiliki hubungan dengan Daniel. Saat itu ia benar-benar terkejut saat melihat Daniel adalah pemegang saham dari Queen Hospital. Dan kini pria itu sudah menjadi suaminya, bahkan kini ia sudah mengandung anak dari pria yang sangat menyebalkan dulu.


Direktur rumah sakit tentu menyambut Daniel dengan hormat, Daniel pun langsung naik ke atas stage. Saat ia naik, ia melihat istrinya yang cantik tengah duduk. Ia terus menatap dan tersenyum pada istrinya.


Callista yang melihat suaminya tengah senyum padanya, ia pun membalas dengan senyuman. Sebenarnya ia sempat kesal karena tidak di beritahu jika Daniel akan rapat pemegang saham. Namun saat melihat suaminya tengah tersenyum padanya, ia tentu sangat bahagia.


Olivia yang melihat Callista yang tersenyum ke arah Daniel, ia pun langsung berdehem dan menyenggol sikut sahabtanya.


"Kau seperti orang kasmaran saja, kau ini sudah menikah dengan pria tampan yang berdiri di stage" bisik Olivia di telinga Callista dengan nada menggoda.


"Shut up" balas Callista yang kesal karena Olivia menggodanya.


Olivia pun terkekeh kecil.


"Lihatlah para dokter wanita tidak henti menatap suami mu, seperti kucing yang kelaparan" bisik Olivia kembali di telinga Callista.


"Apa harus aku mencongkel mata mereka yang tengah menatap suami ku" bisik Callista di telinga Olvia.


Olivia pun berusaha untuk menahan tawanya.


"Nyonya Renaldy, kau memang sungguh menyeramkan. Aku yakin tidak akan ada berani wanita yang menggoda suami mu, jika istrinya sudah seperti harimau" balas Olivia yang menahan tawanya.


Callista hanya memutar bola matanya malas.


***


Follow Ig Author : abigailranadewi


Maaf sekali kalau ada typo


Like,coment dan vote terus ya.


Terimakasih atas dukungan kalian.


 

__ADS_1


 


__ADS_2