
Tiga hari kemudian.
Kini Callista sudah berpindah di ruang VVIP, tapi Callista masih belum sadar. Selama beberapa hari ini Daniel sama sekali tidak meninggalkan istrnya. Harry telah membawa laptop dan pekerjaan tuannya ke rumah sakit. Daniel memeriksa pekerjaaanya sambil menjaga Callista.
Kondisi kesehatan Alice menurun saat melihat putrinya masih belum sadarkan diri, Alice pun di rawat di rumah sakit. Beberapa hari ini Alice tidak merespon orang yang berbicara padanya. Ia tidak henti berucap dimana putri ku. Hingga akhirnya MIchael meminta psikolog untuk merawat isrinya.
Michael sangat paham dan mengerti kenapa istrinya begitu terpukul. Bagaimana pun istrinya akan terus merasa bersalah karena dirinyalah yang membuat putri kecilnya terbaring di rumah sakit. Meskipun Michael menjelaskan putri mereka akan kembali sehat, namun Alice tetap tidak mudah percaya. Alice akan percaya jika ia melihat putrinya sudah membuka kedua matanya.
Tidak hanya kondisi Alice yang menurun, kesehatan Jessica sempat menurun. Terlebih Jessica kini sedang mengandung. Jessica juga merasa bersalah karena tidak bisa melindungi adiknya. Hari ini Jessica di minta oleh Grace beristirahat di rumah. Jangan terlalu berpikir karena akan berdampak pada bayinya. Grace pun sudah memberikan obat penguat kandungan pada Jessica.
Beberapa hari terakhir Andre dan Amel pun datang menjenguk Callista. Amel melihat dengan matanya Daniel begitu mencintai istrinya. Ada rasa iri dan bangga pada dirinya. Dia bangga karena dia pernah menyukai pria yang begitu hebat dan baik. Meskipun tidak bisa di pungkiri ada rasa iri karena gadis yang beruntung mendapatkan Daniel adalah Callista bukan dirinya.
Daniel yang masih berkutat dengan pekerjaaanya dan ia pun terus menjaga istrinya. Terdengar suara ketukan pintu. Daniel pun langsung memintanya untuk masuk.
"Selamat siang tuan" sapa Harry dengan sopan.
"Ya, ada apa Harry?"
"Begini tuan, Nona Esme meminta untuk bertemu khusus dengan tuan. Dia mengatakan ada yang ia ingin bahas langsung dengan tuan" ujar Harry.
"Katakan padanya, jika ingin bertemu dengan ku datang ke caffe terdekat dengan rumah sakit. Tapi aku hanya punya waktu tidak lebih dari satu jam"
"Baik tuan, apa tuan bisa hari ini?" tanya Harry kembali.
Daniel menghela nafas dalam.
"Sebenarnya aku berat untuk meninggalkan istri ku, tapi yasudah tidak apa. Nanti aku minta Grace untuk menggantikan ku" ucap Daniel.
"Baik tuan, kalau begitu saya akan atur siang ini"
"Ya"
"Kalau begitu saya pamit" Harry langsung berjalan meninggalkan Daniel.
Daniel yang melihat Harry sudah pergi, ia langsung mengirim pesan pada Grace untuk menjaga istri dan anaknya sebentar. Tentu dengan senang hati Garce menerimanya, karena memang Grace sudah berkali-kali menawarkan pada kakaknya agar berganti jaga.
"Sayang, kamu harus cepat sadar. Aku sangat merindukan mu" bisik Daniel di telinga Callista.
"Lihatlah, kamu selalu cantik. bahkan saat mata mu terpejam seperti ini pun kamu sangatlah cantik" ucap Daniel sambil mengelus pipi istrinya.
"Aku tidak sabar melihat bentuk tubuh mu akan berubah, aku ingin melihat istri ku yang cantik ini ketika perutnya sudah membesar nanti" lanjut Daniel.
Daniel berpindah menciumi perut istrinnya dan mengelus dengan lembut perus istrinya.
"Anak Daddy, kamu tahu kan kamu memiliki mommy yang kuat? jadi kamu harus selalu sehat ya nak. Daddy sudah lama menunggu mu" ucap Daniel yang langsung mengecup perut istrinya.
__ADS_1
"Kakak" panggil Grace yang kini sudah masuk ke ruangan.
"Grace, kakak titip Callista sebentar ya. Kamu jaga kakak ipar dan keponakan mu dengan baik" ucap Daniel yang membuat Grace tersenyum.
"Tenang ka, keponakan ku bukan hanya keponakan tapi sudah pasti akan menjadi anak ku juga. Tentu aku akan menjaga dan menyayanginya" balas Grace dan Daniel pun langsung tersenyum,
"Terimakasih, kalau begitu kakak pergi dulu. Ada rekan bisnis kakak yang akan menemui kakak di caffe terdekat di rumah sakit" ujar Daniel dan Grace pun langsung mengangguk.
Daniel langusng berjalan meninggalkan Grace dan Callista.
Grace langsung mengampiri Callista dan mengusap dengan lembut perut Callista.
"Kakak ipar, bangunlah. Banyak orang yang menunggu mu untuk sadar, aku pun sudah tidak sabar pergi berbelanja dengan mu kakak ipar." ucap Grace.
"Anak ku sayang, kamu bukan hanya keponakan ku. Tapi kamu adalah anak ku juga, nak bilang pada ibu mu yang cantik ini untuk cepat sadar" lanjut Grace sambil mengelus dengan lembut perut Callista.
"Kakak ipar, saat aku pertama kali melihat mu. Kamu adalah gadis yang cantik dan pemberani. Aku selalu bangga memiliki kakak ipar seperti mu" tutur Grace dengan lembut.
***
Daniel kini sudah tiba di caffe terdekat dengan rumah sakit, Daniel melihat Esme tengah duduk di dekat jendela.
"Nona Esme?" sapa Daniel.
"Tuan Daniel mari silahkan duduk"
"Hem begini Tuan, saya ingin membahas proyek kita yang di singapore" ucap Esme yang tidak henti menatap Daniel.
"Bukankah untuk proyek kerja sama bisa di bicarakan dengan direktur pemasaran dan juga Harry assistant ku?" tanya Daniel.
"Begini tuan, rasanya saya ingin langsung berbicara dengan tuan saja" balas Esme.
"Kalau begitu kataka Nona Esme karena aku tidak ingin meninggalkan anak dan istri ku terlalu lama" ujar Daniel yang membuat Esme seperti tersambar petir.
"Anak?"
"Callista kini sudah mengandung?"
Daniel langsung mengangguk.
"Ya, istri ku hamil 3 minggu"
"Ternyata dia sudah hamil" gumam Esme dalam hati.
"Tuan Daniel saya turut perihatin dengan keadaan Callista" ucap Esme.
__ADS_1
"Terimakasih"
"Lalu apa yang ingin Nona Esme bahas tentang proyek kita?" tanya Daniel kembali.
"Begini Tuan Daniel, aku ingin lebih baik kita tidak hanya membangun hotel mewah tapi kita pun membangun hotel setara bintang 3 atau 4 di Singapore dan juga Jepang" tutur Esme.
"Untuk pembangunan hotel bintang 3 dan bintang 4 aku belum bisa memastikan. Karena aku harus bertanya pada ayah ku terlebih dahulu dan aku pun harus menganalisa nya" ujar Daniel.
"Baik kalaau begitu tuan"
"Tuan Daniel boleh kah aku sedikit bertanya?"
"Silahkan"
"Maaf saya bertanya sedikit pribadi tuan"
Daniel mengenyitkan dahinya bingung dengan ucapan Esme.
"Katakan saja"
"Jika suatu saat tuan bertemu dengan sosok gadis yang jauh lebih cantik dan seksi dari istri tuan, apa tuan akan meeninggalkan istri tuan dan berpaling pada gadis itu?" tanya Esme yang membuat Daniel tersenyum.
"Nona Esme, sepertinya nona belum pernah mencintai seseorang" balas Daniel yang membuat Esme langsung pucat.
"Istri ku adalah gadis tercantik yang pernah aku lihat. Mata ku hanya akan tetap memandangnya, hati ku akan tetap memilihnya dan jiwa ku akan tetap menjadi miliknya. Tidak akan ada gadis yang bisa menggantikan Callista istri ku, meskipun aku di lahirkan kembali ke dunia ini aku akan meminta pada Tuhan untuk di pertemukan lagi dengan Callista, Jika bukan Callista aku lebih baik tidak akan menikah, dan Callista lah yang merubah hidup ku dan cara pandang ku." ujar Daniel.
Wajah Esme langsung berubah saat mendengar penuturan Daniel.
"Beruntungnya kau Callista" gumam Esme dalam hati.
"Maaf Nona Esme, kalau begitu aku harus pamit. Aku tidak bisa meninggalkan istri dan anak ku terlalu lama. Jika kedepannya membahas proyek di singapore dan jepang lagi. Nona Esme bisa langsung bertemu dengan Harry" ujar Daniel yang langsung bangkit meninggalkan Esme.
Sedangkan Esme kembali terdiam dan terus menatap kepergian Daniel.
"Bahkan aku berpenampilan sangat seksi hari ini deminya pun dia tidak melirik ku sedikit pun" seru Esme dalam hati.
Hari ini memang Esme berpenampilan sangat Sexy dan sangat terbuka di bagian dadanya, Ia yakin jika ia bisa memikat Daniel namun harapannay sia-sia saat mendengar ucapan Daniel.
***
Follow Ig Author : abigailranadewi
Like, coment dan vote setiap karya author.
Tinggalin jejak setelah membaca ini.
__ADS_1
Jengkel sama Esmee? author juga sama rasa pengen jambak wkwk
Terimakasih atas dukungan kalian.