
Tiga hari kemudian.
Callista sudah keluar dari rumah sakit. Dan luka-lukanya pun sudah membaik. Menjelang hari pernikahannya, orang tua Callista melarang Callista untuk keluar rumah.
Gaun rancangan yang di siapkan oleh Alin pun sudah di kirim ke mansion keluarga Callista. Callista sudah mencoba gaun putih yang sangat cantik di tubuhnya. Ia sengaja ingin membuat kejutan untuk Daniel. Ia tidak ingin Daniel melihat saat dirinya mencoba gaun pengantinnya.
Tidak hanya gaun pengantin yang Alin berikan, Alin memesan kalung berlian rancangan salah satu designer terkenal dari Italia. Alin memang sengaja memesan kalung berlian yang sangat cantik untuk menantunya. Alin ingin saat pernikahan putranya benar-benar sangat sempurna.
Awalnya Callista menolak pembelian kalung berlian dari Mertuanya, tapi karena Alin memaksa akhirnya Callista pun menerima. Callsta memaklumi jika mertuanya ingin pernikahan putranya sangat sempurna.
Hari ini Jessica sudah tiba, dia aka melanjutkan lagi bulan madunya, setelah pernikahan adiknya. Saat Jessica tahu jika adiknya di serang, Jessica marah dengan Callista dan orang tuanya yang tidak memberi tahunya. Tapi kini, ia Bahagia karena masa sulit adiknya sudah selesai. Gadis yang mencelakai adiknya pun sudah di penjara. Sedangkan Lucy, sebenarnya Callista tidak tega. Tapi Jessica lah yang memaksa Callista untuk membiarkann Lucy masuk ke penjara. Jessica sangat marah saat mengetahui assistant yang ia carikan untuk adiknya berani mengkhianati adiknya.
Jessica sangat bersyukur karena adiknya memiliki pria yang sangat hebat. Pria yang akan selalu melindungi adiknya. Jessica pun merasa Bahagia adiknya mendapatkan pria yang tepat.
Jessica berjalan menuju kamar Callista. Ia ingin menikmati kebersamaan dengan adiknya sebelum adiknya menikah.
Tok
Tok
Suara ketukan pintu
“Masuk”
“Kakak?”
Callista langsung memeluk kakaknya dengan erat.
“Apa kamu sudah menyoba gaun pengantin mu?” Tanya Jessica.
“Sudah ka, gaunnya sangat cantik”
“Kakak yakin, kamu akan menjadi pengantin tercantik” Seru Jessica.
“Tidak, kakak juga sangat cantik kemarin” Tutur Callista.
Mendengar ucapan adiknya, Jessica pun tersenyum.
“Sayang, kamu sekarang sudah akan menikah. Apa kamu ingin sesuatu dari kakak?” Tanya Jessica.
“Aku ingin kakak memberikan ku keponakan” Seru Callista sontak membuat Jessica menyentil dahi Callista.
“Kau ini! Kau fikir memberi mu keponakan sama seperti memberikan tas untuk mu!” Seru Jessica.
“Ya, tapi setelah ini kakak harus kembali bulan madu. Aku tidak ingin menganggu bulan madu kakak dan Ka Adam” Tutur Callista.
“Tenanglah sayang, setelah pernikahan mu. Kakak akan melanjutkan bulan madu kakak” Ucap Jessica dengan lembut.
“Callista, saat kamu menikah kamu tinggal di apartement Daniel atau di Manison Daniel?” Tanya Jessica.
__ADS_1
“Mungkin apartement. Aku kurang suka tinggal di mansion. Mansion terlalu besar. Nanti setelah aku memiliki anak, aku akan tingal di mansion” Tutur Callista.
“Ka, apa kakak mengenal Taylor? Tanya Callista.
“Tentu kakak mengenalnya. Dia sahabat Adam juga, sama seperti Daniel sahabat dari Adam”
“Aku ingin menjodohkan Olivia dengan Taylor. Saat pernikahan ku Olivia sebagai bridesmaid ku. Dan aku ingin Taylor mendampingi Daniel.”
“Kau ini! Olivia sudah tahu?”
“Tentu tidak.Aku merencanakannya. Aku akan menghubungi Olivia nanti” Ucap Callista.
Mendengar ucapan adiknya, Jessica hanya menggeleng-geleng kepalanya.
“Tapi Taylor memang pria yang baik. Dan dia pun masih sendiri. Semoga dia pun menyukai Olivia” Tutur Jessica.
“Harus suka! Olivia sahabat ku itu seorang dokter yang cantik” Seru Callista.
“Yasudah, kalau begitu kakak pergi dulu ya. Adam sudah menunggu kakak”
“Iya ka, salam untuk Ka Adam” Balas Callista.
Jessica pun pergi mennggalkan Callista, Saat Jessica pergi Callista langsung mengambil handphonenya untuk menghubungi Olivia sahabatnya.
“Hallo” Sapa Callista.
“Sudah Liv, terimakasih sudah merawat ku dengan baik”
“Iya, sudah lah Cal jangan berkelahi lagi. Waktu wajah mu terluka aku, itu benar-benar mengerikan” Ujar Olivia.
“CK! Siapa yang mau berkelahi. Aku ini di serang. Kalau aku tidak melawan, kau sudah tidak melihat ku lagi” Gerutu Callista.
“Tapi harusnya kamu lapor polisi jika di serang” Seru Olivia.
“Kau ini sama saja bodohnya dengan pengawal ku! Meminta bantuan polisi atau menghubungi pengawal khusus keluaga ku membutuhkan waktu paling tidak 30 menit. Percayalah dalam wkatu 30 menit aku sudah pasti mati” Seru Callista yang kesal.
Mendengar ucapan Callista, Olivia menghela nafas dalam. Karena memang benar apa yang di katakan Callista. Tidak ada waktu untuk menghubungi polisi. Hanya saja masih beruntung karena Grace bisa menghubungi Daniel.
“Yasudah, tapi lain kali kau ini berhati-hati. Aku melihat mu penuh dengan darah. Saat memeriksa mu benar-benar membuat ku takut. Ayah mu menunggu di luar, jika terjadi sesuatu dengan putri bungsu keluarga Hutomo, percayalah aku pastikan aku sudah tidak menjadi dokter” Seru Olivia.
“CK! Kau ini berlebihan sekali” Callista berdecak kesal.
“Liv, aku ingin saat pernikahan ku. Kau menjadi bridesmaid ku” Ujar Callista.
“Baiklah, tapi kau tidak ada niat untuk menjodohkan ku dengan pemilik club itukan?” Tanya Olivia yang mulai curiga.
“Kau ini bagaimana! Aku membicarakan pernikahan ku. Siapa juga yang ingin menjodohkan mu” Seru Callista.
“Aku hanya waspada. Terakhir kamu meminta ku membuka hati untuk pria lain. Lalu meminta ku untuk dekat dengan Taylor. “ Ucap Olivia.
__ADS_1
“Tidak, lagi pula siapa tahu kau memang jodoh dengan Taylor” Ujar Callista.
“Jangan bicara sembarangan! Sudah ku katakan aku tidak ingin menjalin hubungan dengan pria mana pun” Seru Olivia.
“Yasudah terserah dengan mu saja. Intinya saat pernikahan ku kau harus jadi bridesmaid ku” Ucap Callista kembali.
“Baiklah, yasudah aku tutup dulu ya. Ada pasien yang harus aku periksa”
Callista memutuskan sambungan teleponnya.
Saat ia ingin meletakan handphonenya di atas meja, ia mendapatkan pesan dari kekasihnya.
Daniel : Aku tidak sabar di hari pernikahan kita. Akhirnya aku menikahi gadis tercantik yang aku temui dalam hidup ku.
“Kau ini sudah pintar merayu dan menyusun kata-kata” Balas Callista.
Daniel : Aku tidak merayu, memang kamu itu cantik. Hanya saja ada satu hal yang aku tidak suka dari mu.
“Apa?” Balas Callista yang penasaran.
Daniel : kau ini seperti preman! Suka sekali berkelahi. Aku tidak ingin kamu seperti itu lagi.
Mendapat balasan dari Daniel, Callista memutar bola matanya.
“Dia ini sama saja” Gerutu Callista.
“Aku bukannya ingin menjadi preman, tapi keadaan mendesak aku harus melawan diri ku!” Balas Callista yang kesal.
Daniel : Ya, aku mengerti. Tapi setelah kita menikah, aku akan memberikanmu supir dan pengawal.
“Tidak! Kau jangan seperti papa ku. Aku tidak suka jika di temani banyak orang ketika aku pergi” Balas Callista yang semakin kesal.
Daniel : Aku suami mu! Kamu tidak bisa menolak apa yang sudah menjadi perintah ku.
“Kau-“ Geram Callista.
***
Baca juga karya author yang lain yaa
"Love In Milan"
Baca ya hehe
Author minta votenya yaa.
Like dan coment juga
Terimakasih atas dukungan kalian selama ini😘
__ADS_1