
Callista sudah mengemudikan mobilnya menuju Queen Hospital. Tujian Callista ke Queen Hospital adalah menyerahkan surat pengunduran diri. Sekaligus berpamitan dengan sahabatnya Olivia.
Sesampainya di Queen Hospital, Callista berjalan menuju ruangaan Olivia.
"Cal, kamu disini?"tanya Olivia heran
Callista berjalan mendekat kearah Olivia.
"Liv, besok aku akan pindah ke Paris. dan ini surat pengunduran diri ku. Aku minta tolong kamu berikan surat ini saat aku sudah berangkat"ucap Callista sambil memberikan surat pengunduran diri.
"Kenapa kamu pindah? apa karena Daniel?
"Liv, kamu tahu hubungan ku dengan Daniel sudah berakhir. Dia telah mempunyai tunangan. Aku minta kamu jangan bahas tentang Daniel lagi"ucap Callista dengan wajah muram
"Cal, jika di Paris adalah tempat untuk kamu bisa membuka lembaran baru, maka aku adalah orang yang paling bahagia. Callista kamu sudah seperti saudara ku. Aku yakin, setiap luka yang kamu dapatkan, Akan bisa terobati. Bukankah selalu ada pelangi sehabis hujan?"seru Olivia sambil memeluk erat Callista.
"Liv, Aku harap hidup mu juga bahagia. Mendapatkan pasangan yang terbaik. Aku selalu mendoakan mu liv"
Olivia menghela nafasnya. Meskipun sahabatnya tidak menceritakan apapun. Dia tahu, luka yang didapatkan Callista terlalu dalam. Olivia memilih untuk tidak bertanya tapi dia akan tetap selalu mendukung sahabatnya.
Setelah memberikan surat pengunduran diri dan juga berpamitan dengan sahabatnya. Callista kembali ke mansion keluarganya. Barang-barang yang dia akan bawa sudah disiapkan pelayan. Callista memilih untuk menggunakan privat jet milik keluarganya. Dia tidak ingin orang lain melihatnya dengan mata yang sembab.
Setibanya di Hutomo Mansion
Callista berjalan menuju ruang keluarga dimana kedua orang tuanya berkumpul.
"Sayang, kamu sudah selesai?"tanya Alice
"Ma pa, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan keluarga kita dan keluarga Daniel. Aku tidak bisa memaksa kalian bercerita. Lagipula Daniel sudah memiliki tunangan. Mungkin aku akan jarang menemui kalian tapi aku harap kalian bisa selalu menjaga diri"ucap Callista sambil menatap kedua orang tuanya
"Callista, mama yakin kamu akan mendapatkan yang terbaik"
Callista hanya diam mendengar ucapan ibunya, lalu dia berjalan menuju kamarnya.
Michael memeluk istrinya dengan erat. Dia berusaha menenangkan istrinya.
"Pa, tadi aku tidak sengaja bertemu dengan Gio"ucap Alice sambil melihat suaminya
"Apa dia membicarakan sesuatu?"tanya Michael
"Iya, dia pun tidak menyangka putra dia mencintai putri kita pa"jawab Alice
"Papa juga bersalah ma, biarkan waktu yang mengobati luka Callista"
Flashback on#
"Alice, maukah kamu menikah dengan ku?menjadi ibu dari anak anak ku?"tanya Gio sambil berlutut dihadapan Alice
Alice yang kaget mendengar ucapan Gio, air matanya menetes membasahi pipinya.
"Yaaa Gio, Aku mauuu"seru Alice sambil memeluk dan mencium Gio.
__ADS_1
Gio membalas pelukan Alice dengan erat.
"Terimakasih Alice"
"Gio, aku harus bertemu dengan ayahku. aku harus memberitahu dia kabar baik ini"ucap Alice dengan senyum bahagia.
Gio pun mengangguk dan mengantar Alice pulang mansion mewah milik keluarganya.
Setibanya Alice mansion keluarganya, Alice berlari menemui ayahnya.
"Papaa"teriak Alice
"Iya sayang"jawab Stev ayah Alice
Alice yang melihat ayahnya dengan wajah muram, dia perlahan berjalan mendekat kearah ayahnya.
"Pa, ada apa?"tany Alice khawatir pada ayahnya
"Kamu sangat bahagia nak, ada kabar bahagia?"tanya stev
"Iya pa, Gio melamar ku. Hari ini kami baru saja merayakan anniversary kami ke 7 tahun dan dia melamar ku paa"Alice dengan wajah yang sangat bahagia.
Tiba-tiba dia melihat ayahnya masih dengan wajah yang muram.
"Pa, ada apa? kenapa papa seperti tidak bahagia?"
Stev menghela nafasnya
Ucapan stev sontak membuat Alice kaget
"Maa..kksudd papa apa?"tanya Alice kaget
"Alice maafkan papa, Michael Hutomo memiliki saham di perusahaann kita hampir 50%. Dia pemuda yang sangat cerdas. Dia sangat mencintai mu sejak lama. Jika kamu tidak mau menikah dengannya, kita akan kehilangan perusahaan yang sudah kakek buyut mu turunkan pada kita"ucap Steve
"Pa, tapi papa tahu kalau aku hanya mencintai Gio"
"Alice, suatu saat kamu akan bisa mencintai Michael. Anggap lah ini permintaan terakhir papa. Kamu anak tunggal papa nak, papa tidak tahu harus seperti apa nak"
"Jadi aku harus menikah dengannya?"lirih Alice dengan air mata yang membasahi pipinya.
"Alice, kamu tahu. Jika perusahaan gio tidaklah sebesar michael. Gio pun tidak bisa menolong kita. Alice, papa mohon. Ini semua demi keluarga kita. Anggaplah ini permintaan terakhir papa nak"
Alice yang terus menangis, bahkan dia tidak tahu harus bagaimana harus bicara dengan Gio. Dia sudah menerima lamaran Gio tapi dia harus menikah dengan pria lain.
#Flashback end
**********
Olivia yang masih bersedih karena Callista akan pindah ke Paris. Dia terus melihat surat pengunduran diri sahabatnya.
tok
__ADS_1
tok
Suara ketukan pintu
"Masuk" ucap Olivia
"Dokter Olivia, Aku sudah lama tidak melihat Dokter Callista."tanya Grace
Olivia hanya menghela nafas
"Callista sudah mengundurkan diri"
"Apa? mengundurkan diri? kenapa?"tanya Grace kaget
"Dia akan pindah ke suatu Negara"
Grace sudah mengetahui hubungan kakaknya dengan Callista. Dia selalu melihat Callista bersama dengan kakaknya Daniel. Grace pun yakin Callista pindah karena melihat Daniel akan bertunangan dengan gadis lain.
"Dokter Olivia, bisa kita berbicara penting?"ucap Grace
"Ada apa dokter Grace?"tanya Olivia yang bingung
Grace menghela nafasnya
"Daniel adalah kakak ku, apa benar Callista pergi meninggalkan kota ini karena kakakku?"tanya Grace ke Olivia dan sontak membuat Olivia kaget.
"Aa...paaa? Daniel adalah kakakmu?"tanya Olivia yang tidak percaya
Grace pun mengangguk
"Benar"
"Dokter Olivia, Aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku hanya beberapa kali tidak sengaja bertemu Dokter Callista bersama dengan kakakku. Aku yakin mereka memiliki hubungan. Aku tidak tinggal dengan orang tua ku. Aku tinggal di apartement milik ku. Sejauh yang aku tahu mengenai kakak ku, dia pria yang sulit jatuh cinta. Dan aku bingung sekarang dia memiliki tunangan"ucap Grace
"Dokter Grace, Aku sendiri tidak tahu masalah apa yang dihadapi sahabat ku. Tapi aku yakin, kakak mu telah memberikan luka yang begitu dalam pada Callista"
"Kenapa kakak melukai hati seorang gadis?"batin Grace
Grace yang tidak enak pada Olivia. Bagaimana pun Olivia adalah sahabat Callista. Sedangakan dirinya adalah adik dari pria yang menyakiti sahabatnya. Grace pun berjalan keluar ruangan Olivia. Grace yakin terjadi sesuatu pada kakaknya. Dia tahu sifat kakaknya tidak akan mungkin melukai hati seorang gadis.
**********
Terimakasih atas dukungannya yaa.
Author minta votenyaa yaa biar semangat nulisnya.
Sedikit lagi author kasih tau konflik puncaknya.
Maafkan author yang buat emosi ya, alurnya sudah ada. Author pastiin engga akan mengecewakan. Mohon bersabar yaaa❤
Jangan lupa like dan komentnya.❤
__ADS_1