
Keesokan hari Callista sudah lebih dulu terbangun. Akibat ulah suaminya yang memintanya tadi malam harus menuruti keinginannya, membuat Callista merasakan perih di bagian bawah.
Callista memeluk erat suaminya yang masih tertidur, pelukan Callista membuat Daniel terbangun. Daniel yang membuka mata dan sudah mendapatkan pelukan dari istrinya, ia langsung menarik dagu istrinya dan mengecup dengan lembut bibir istrinya.
“Morning kiss” Bisik Daniel
“Sayang, hari ini kamu mau kemana?” Tanya Daniel sambil mengelus rambut istrinya.
“Mungkin aku akan berbelanja, aku ingin membeli sesuatu untuk Mama Alin dan juga Mama Alice”Ucap Callista dengan lembut.
“Baiklah”
“Sayang, aku mandi duluan ya” Ucap Callista.
“Mandi bersama ya?” Pinta Daniel.
“Tidak mau! Nanti akan menjadi lama jika mandi bersama mu” Gerutu Callista yang langsung berjalan cepat menuju kamar mandi. Daniel pun tersenyum melihat tingkah istrinya.
Drttt
Drttt
Suara handphone Daniel.
Mendengar handphonenya berbunyi, Daniel mengambil handphonenya di atas nakas.
“Hallo” Sapa Daniel.
“Tuan Daniel selamat pagi” Ucap Harry dengan sopan.
“Pagi, ada masalah apa?” Tanya Daniel to do point. Ia yakin pasti terjadi sesuatu hingga membuat Harry harus menghubunginya pagi-pagi.
“Hem begini Tuan, ada sedikit berita buruk” Ucap Harry yang ragu untuk mengatakannya.
“Ada apa Harry?” Tanya Daniel yang penasaran sambil melirik ke arah kamar mandi.
“Saya mengawasi perusahaan keluarga Hutomo, semuanya berjalan dengan baik. Tapi tidak dengan perusahaan cabang Nona Jesssica. Sahamnya anjlok tuan, jika seperti ini akan berdampak pada perusahaan cabang Nona Callista” Jawab Harry.
“Kenapa bisa seperti itu?”
“Saya tidak tahu Tuan, dan juga perusahaan kita di Australia mengalami penurunan saham sebesar 5%” Ujar Harry kembali.
__ADS_1
“Bagaimana ini bisa terjadi Harry?
“Ada investor asing yang menarik dananya di perusahaan cabang kita yang di Australia” Jawab Harry yang membuat Daniel terkejut.
“Tidak mungkin ada investor yang berani menarik dana dari perusahaan ku. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya Harry” Ujar Daniel yang kesal.
“Tuan, saya pun tidak mengerti. Sepertinya Tuan harus kembali ke Los Angeles. Untuk bisa menyelesaikan masalah ini. Jika terlambat saya takut terjadi sesuatu dengan perusahaan Nona Jessica dan juga perusahaan cabang kita di Australia” Tutur Harry.
Daniel menghela nafas dalam.
“Harry, besok aku akan kembali ke Los Angeles. Siapkan data-data yang aku butuhkan. Aku ingin mencari siapa yang berniat menghancurkan perusahaan ku dan juga perusahan milik istri ku. Tidak akan aku biarkan ini terjadi” Ujar Daniel.
“Baik Tuan”
Daniel memutuskan sambungan teleponnya, ia berjalan ke arah sofa dan kini ia menagmbil laptopnya dan membuka data perusahan cabangnya di Australia.
“Sayang?” Panggil Callista yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Callista berjalan mendekat ke arah suaminya dan duduk tepat di samping suaminya.
“Ada apa? Kenapa wajah mu seperti itu?” Tanya Callista yang khawatir.
“Tidak apa-apa sayang” Jawab Daniel dengan lembut.
“Terjadi sesuatu di perusahaan ku dan perusahaan milik kakak mu” Jawab Daniel.
“Ada apa?” Tanya Callista yang terkejut.
“Perusahan kakak mu sahamnya mengalami penurunan yang besar. Dan perusahan cabang ku di Australia mengalami penurunan saham 5%. Aku rasa dia sengaja ingin menghancurkan perusahaan ku dan perusahaan keluarga mu” Ujar Daniel yang membuat istrinya kini benar-benar terkejut.
“Apa perusahaan papa ku dalam masalah juga?”
“Tidak, dia menyerang secara perlahan. Dia menyerang perusahaan Jessica, aku rasa dia ingin menyerang perusahaan mu juga. Tapi karena Taylor memimpin perusahaan mu, perusahaan mu masih bisa di tangani. Aku sangat mengenal Taylor dengan baik. Dia sangat cerdas memimpin perusahaan. Dia bisa dengan mudah mengetahui jika ada yang berniat menghancurkan perusahaan yang ia pimpin” Tutur Daniel.
“Lalu bagaimana sekarang dengan perusahaan mu dan perusahaan kakak ku?” Callista mulai khawatir.
“Perusahaan ku yang di Australia tidak akan membuat perusahaan ku menjadi merugi, Orang di balik ini hanya menyentuh bagian kecil dari perusahaan ku. Tenang saja aku pastikan aku akan menemui orang itu. Dan untuk perusahaan milik kakak mu, aku akan turun tangan” Balas Daniel.
“Sayang, aku percaya dengan kemampuan yang kamu miliki. Tapi menurut ku lebih baik besok kita kembali ke Los Angeles. Aku hanya takut ada orang yang sengaja menghancurkan perusahaan kita saat kita sedang berbulan madu” Tutur Callista. Dan Daniel pun mengangguk setuju.
“Kamu benar sayang, kita besok harus kembali pulang ke Los Angeles. Aku takut jika aku sampai terlambat, akan berdampak pada perusahaan ku dan perusahaan keluarga mu. Aku akan segera mencari siapa dalang di balik semua ini” Ujar Daniel.
__ADS_1
Callista menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya.
“Sayang, kenapa setelah menikah saja kita masih saja mendapat masalah” Ujar Callista.
“Tenanglah, aku akan selalu melindungi mu. Tidak akan ada yang bisa melukai keluarga kita” Balas Daniel.
“Aku sedikit takut terjadi sesuatu dengan perushaan mu dan perusahaan keluarga ku” Lirih Callista.
“Sayang, apa kamu pikir sangat mudah menjatuhkan perusahaan ku? itu tidak akan pernah terjadi. Aku memiliki banyak cara untuk melawan orang yang berniat menjatuhkan perusahaan ku. Dan untuk perusahaan keluarga mu, aku ini suami mu. Sudah pasti aku melindungi perusahaan keluarga mu” Ujar Daniel.
“Apa kamu lupa siapa ayah mu? Papa Michael sangat terkenal hebat di dunia bisnis. Dulu sebelum perusahaan ku masih belum sebesar sekarang, Papa Gio selalu memberitahu ku jika Papa Michael sangat hebat di dunia bismis. Papa Michael dengan mudahnya mengalahkan lawannya. Tenanglah dengan kemampuan Papa Michael, keluarga mu tidak mungkin jatuh dengan mudah. Dan aku pun tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku sudah berjanji pada mu, aku akan berdiri di depan ketika masalah datang menghampiri mu” Ujar Daniel kembali yang membuat istrinya tersenyum.
“Aku percaya kamu pasti akan melakukan yang terbaik” Balas Callista.
“Sayang, aku rasa ku tidak ingin berbelanja banyak” Ucap Callista kembali.
“Kenapa?”Daniel mengernyitkan dahinya.
“Perusahaan mu saja tidak dengan keadaan baik, aku akan menjadi istri yang sangat buruk jika berbelanja banyak tanpa memikirkan suaminya” Ujar Callista yang tidak enak.
Mendengar ucapan istrinya, Daniel pun tersenyum.
“Apa kamu pikir Renaldy Company itu kecil? Bahkan jika aku kehilangan perusahaan cabang ku di Australia, aku tetap tidak akan jatuh miskin. Harta ku masih sangat banyak. Masih sangat mampu menuruti keinginan istri ku untuk membeli apapun yang istri ku inginkan” Tutur Daniel.
“Tapi-“ Belum selesai Callista berbicara, Daniel mengecup bibir istrinya dengan lembut.
“Sayang, jangan takut. Sudah ku katakan, perusahan ku tidak akan terjadi masah besar. Aku akan mengatasinya" Ucap Daniel dengan lembut sambil mengelus pipi istrinya.
Callista pun mengangguk.
***
Konflik dikit ya jangan shock hehe
Hidup jangan romantis terus nanti bosan 😘
Baca karya author yang lain yaa
"Love In Milan"
Like,coment dan vote terus setiap karya author.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan kalian😘