Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 109 - Berkunjung Ke Kantor Daniel


__ADS_3

Pagi hari Callista sudah tiba di rumah sakit, seperti biasa jadwalnya memeriksa pasien VVIP. Callista tidak memiliki jadwal operasi hari ini jadi ia bisa pulang lebih cepat.


Semenjak Olivia dilamar oleh Taylor, Olivia tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya. Callista sudah menawarkan pada Olivia jika ia bisa menikah di hotel milik keluarganya atau milik suaminya. Namun, Olivia masih memikirkannya karena kemungkinan mereka akan menikah satu atau dua bulan lagi.


Jika Olivia menikah, mungkin Callista akan menggantikan tugas Olivia. Tapi itu semua tergantung dari suaminya apakah memberi izin atau tidak.


Callista juga mendengar dari Grace, kemarin malam Grace telah meresmikan hubungannya dengan Edward. Itu benar-benar membuat Callista sangat bahagia adik iparnya tengah mendapatkan kebahagian.Hanya saja Callista masih belum tenang jika Mike dan Alvonso masih belum tertangkap.


Setelah Calista menyelesaikan pekerjaanya, ia ingin hari ini berkunjung ke perusahaan milik suaminya. Sudah lama ia tidak datang ke perusahaan milik suaminya itu.


Callista pun langsung meninggalkan rumah sakit dan berjalan menuju mobil. Kini mobil Callista mulai meninggalkan rumah sakit.


Callista sudah menyiapkan kado untuk ayahnya. Tentu tadi malam suaminya tengah memesan mobil keluaran terbaru untuk ayahnya. Karena Daniel sangat tahu jika ayahnya sangat menyukai mobil sport.


Setibanya Callista di perusahaan milik suaminya, para karyawan yang melihat Callista datang mereka pun menyapa Callista dengan hormat. Dan Callista pun membalasnya dengan senyuman ramah.


Callista masuk menuju lift pribadi.


Ting


Pintu Lift terbuka.


Harry yang melihat Callista keluar dari lift, ia pun langsung menghampiri istri tuannya.


"Selamat siang nyonya" sapa Harry dengan sopan.


"Siang, apa Daniel sibuk?" tanya Callista.


"Tuan sedang ada tamu nyonya"


"Tamu?"


"Iya nyonya, salah satu perusahaan besar ingin bekerjasama dengan Renaldy Company" ujar Harry.


"Hem, baiklah."


"Tapi jika nyonya ingin masuk tidak apa, tuan selalu berpesan jika tuan ada tamu di ruang kerjanya. Dan jika nyonya datang, nyonya bisa langsung masuk" tutur Harry.


"Baiklah" Callista langsung berjalan meninggalkan Harry.


Karena Callista tahu di dalam ada tamu, ia pun mengetuk pintu terlebih dahulu.


Tok


Tok


Suara ketukanĀ  pintu


"Masuk"


Callista pun langsung masuk.


"Sayang?" Daniel terkejut saat melihat Callista datang dan ia pun langsung menghampiri istrinya.


"Kamu sibuk ya?" tanya Callista.


"Hanya sedikit" jawab Daniel.


"Esme?" Callista terkejut saat melihat Esme.

__ADS_1


"Hi Callista, apa kabar?" sapa Esme.


"Jadi kau yang ingin bekerja sama dengan perusahaan suami ku?" tanya Callista dan Esme pun mengangguk.


"Perusahaan ku tentu akan bekerja sama dengan perusahaan suami mu yang besar ini" balas Esme.


"Sayang, aku juga baru tahu ternyata Diandra Company milik keluaga Esme teman mu" sambung Daniel.


"Nona Esme, untuk kontrak kerja sama nanti Harry yang akan memberikan pada mu." ucap Daniel.


"Baiklah Tuan Daniel, kalau begitu aku pamit"


"Cal, aku duluan ya"


Callista pun mengangguk lalu Esme pergi meninggalkan ruang kerja Daniel.


"Bagaimana bisa bekerja sama dengan gadis sexy?" sindir Callista.


Daniel pun langsung menyentil dahi istrinya.


"Bicara apa kau ini! kamu adalah wanita tercantik dan tersexy di dunia ini" balas Daniel.


"Pandai sekali merayu mu" seru Callista.


"Sayang, apa kau merindukan ku hem?" bisik Daniel.


"Tentu aku sangat merindukan suami ku, hari ini aku tidak ada jadwal opersi. Jadi aku bisa langsung ke kantor mu" ujar Callista.


"Baguslah,"


"Sayang, bagaimana persiapan ulang tahun untuk Papa Michael?" tanya Daniel.


"Baiklah"


"Yasudah kalau begitu kita makan siang bersama" ajak Daniel.


"Ayo" Callista langsung mengandeng tangan suaminya meninggalkan ruang kerja Daniel.


Daniel mengajak istrinya ke salah satu restaurant terdekat dengan perusahaanya. Daniel memesan salmon steak dengan mashed potato untuk istrinya dan Sirloin steak dengan mashed potato untuk dirinya. Untuk minum Daniel memesal orange juice untuk mereka.


"Sayang, sejak kapan kamu bekerja sama dengan perusahaan keluarga Esme?" tanya Callista smabil menikmati maknanannya.


"Sudah satu minggu lalu, tapi baru hari ini aku menemui Esme. Aku tidak tahu jika Esme adalah pemilik Diandra Company" jawab Daniel.


"Aku rasa Esme menganggumi mu" balas Callista.


"Kau ini bicara apa, dia tahu jika aku sudah menikah" seru Daniel.


"Sayang, aku bisa melihat dari matanya sangat menganggumi mu" ujar Callista.


Daniel menghela nafas dalam.


"Istri ku, jangan bicara yang tidak-tidak. Selain diri mu aku tidak akan pernah tertarik dengan gadis mana pun" seru Daniel yang membuat Callista tersenyum.


"Benarkah?"


"Tentu, menurut ku kau adalah gadis tercantik di dunia. Tidak ada gadis yang bisa menandingi kecantikan mu. Meskipun kau ini keras kepala dan suka membantah suami mu. Aku hanya akan memilih mu dan Jika aku kembali lahir di dunia ini ke dua kali maka aku akan meminta Tuhan untuk tetap menjodohkan ku dengan mu" ujar Daniel yang membuat Callista tersenyum bahagia.


"Kau memang pandai merayu ku" balas Callista.

__ADS_1


"Sayang, aku rasa kita harus konsultasi" ucap Daniel.


"Konsultasi?"


"Iya, Grace kan dokter kandungan. Aku lihat kau belakangan ini sudah lama tidak datang bulan. Apa lebih baik kita memeriksanya?"


"Tidak perlu, aku tidak mual. Biasanya kan hamil pasti mual sayang. Sabarlah, jika waktunya pasti Tuhan akan memberikan kita keturunan" tutur Callista.


"Baiklah, tidak masalah. Jika memang belum jadi, aku akan lebih rajin membuatnya" ucap Daniel.


Callista yang mendengar ucapan suaminya ia langsung memukul lengan suaminya.


"Kau itu, sudah cukup meminta setiap hari. Kau membuat tubuh ku remuk" gerutu Callista.


"Sayang, kau tahu itu adalah kewajiban seorang istri dan kewajiban seorang suami adalah mencari uang. Bukankah tagihan kartu mu sangat banyak? aku selalu melihat tagihan mu tidak pernah sedikit" ledek Daniel.


"Jadi kamu mulai perhitungan dengan istri mu?" seru Callista yang kesal.


"Tidak sayang, aku hanya bercanda. Kau boleh berbelanja sepuas yang kamu mau" ucap Daniel sambil mengelus pipi istrinya.


"Karena aku sudah melakukan tugas ku sebagai seorang suami, jadi kau harus menjalankan kewajiban mu" bisik Daniel di telinga Callista.


Callista mendengus kesal mendengar ucapan suaminya.


***


Olivia kini berada di perusahaan cabang Callista yang di pimpin oleh Taylor. Taylor meminta Olivia untuk datang ke perusahaannya karena ingin membahas konsep pernikahan mereka.


Olivia ingin pernikahannya di laksanakan dengan sangat sempurna dan meriah. Karena pernikahan hanya satu kali dalam seumur hidup, ia ingin pernikahannya berjalan dengan snagat sempurna,


Olivia sangat menyukai bunga mawar merah, Olivia ingin konsep pernikahannya di hiasi dengan bunga mawar.


"Sayang, apa kamu sudah mengatakan pada orang tua mu?" tanya Taylor.


"Sudah, kemarin aku sudah mengatakan pada orang tua ku" jawab Olivia.


"Lalu kapan dia akan datang ke Los Angeles?" tanya Taylor kembali.


"Dua minggu sebelum pernikahan kita, keluarga ku akan datang ke Los Angeles" balas Olivia.


"Apa orang tua mu akan menyukai ku?"


"Bicara apa kamu ini, kau ini pria hebat. Tentu orang tua ku menyukai mu"


Taylor membalas dengan senyuman dan menarik Olivia masuk ke dalam pelukannya.


***


Follow Ig Author : abigailranadewi


Maaf up terlambat.


Like,coment dan vote terus yaa.


Jangan serang dengan bilang pelakor dll.


Sabar readers, sebentar lagi author bongkar.


Terimakasih atas dukungan kalian.

__ADS_1


__ADS_2