Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 112 - Pesta Ulang Tahun Michael


__ADS_3

keesokan hari Callista sudah bersiap untuk pesta ulang tahun ayahnya. Hari ini karena acaranya tidak terlalu formal, Callista memakai celana jeans dan juga tube top berwarna maroon. Ia sengaja berpenampilan berbeda dari biasanya, ia bosan selalu mengenakan mini dress. Hari ini ia memutuskan untuk memakai tube top, Daniel tidak mengetahuinya mungkin jika suaminya tahu ia akan kena marah. Tapi kali ini Callista ingin berpenampilan simple namun tetap elegan.


Callista menggerai rambut panjangnya dan membuat rambutnya curly. Benar-benar membuat Callista berpenampilan sangat berbeda hari ini. Ia suka memakai sepatu heels warna maroon senanda dengan warna tube topnya. Tidak lupa dia akan memakai clutch warna hitam.


Tadi malam Daniel mengatakan jika ia akan datang terlambat, itu artinya Callista harus berangkat duluan. Tapi Callista sudah meminta mertuanya untuk datang. Namun Grace tidak bisa datang karena ada salah satu pasien VVIPnya akan melahirkan.


Mobil Callista kini sudah berjalan meninggalkan apartemennya menuju mansion keluarganya. Callista juga sudah menyiapkan kado untuk ayahnya tercinta.


Sebenarnya tadi malam Callista sudah merayu Daniel untuk mengizinkannya membawa mobil sendiri, tapi Daniel tidak memberikannya. Ia mengatakan jika Callista tidak bisa berangkat jika tidak bersama dengan Nick. Apa  boleh buat, akhirnya dengan terpaksa Callista harus menuruti permintaan suaminya itu.


Mobil Callista kini sudah tiba di mansion keluarganya, ia sudah melihat mobil mertuanya pun sudah terparkir di dalam mansion keluarganya. Itu artinya memang Callista lah yang datangnya terlambat.


Callista mulai turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam mansion. Setibanya di dalam Callista sudah melihat kedua orang tuanya serta mertuanya sudah ada di sana.


"Pa, ma" sapa Callista yang berjalan mendekat.


Seluruh orang yang ada di dalam terus menatap Callista yang hari ini benar-benar terlihat cantik dan sexy.


"Lihatlah pa, menantu ku seperti seorang model" ucap Alin pada suaminya.


"Daniel memang pintar mencari seorang istri" sambung Gio.


"Sayang kamu sudah datang? anak mama cantik sekali" puji Alice yang langsung memeluk putrinya.


Setelah itu Callista langsung memeluk ayahnya dan juga mertuanya.


"Calista, kamu berpenampilan sangat berbeda hari ini. Kakak tidak menyangka punya adik secantik mu" puji Jessica.


"Benar sayang, mama tidak menyangka penampilan mu seperti seroang model" sambung Alin.


"Terimakasih Mama Alin dan juga kakak" jawab Callista.


"Sayang, Daniel dimana?" tanya Alin.


"Daniel akan menyusul ma" jawab Callista.


"Baiklah mari kita bersulang untuk merayakan ulang tahun Michael" seru Gio.


Dan kini semua orang yang ada di dalam pun memegang wine di tangannya.


"Cheerrss"


"Ada kabar baik, Jessica tengah hamil sebentar lagi aku akan menjadi seorang kakek" seru Michael sambil melihat ke arah Jessica.


"Wah selamat sayang" ucap Alin dan Gio.


"Mama harap Callista akan cepat menyusul" balas Alin.


"Iya ma, doakan ya" jawab Callista.


"Pa, ini kado untuk papa" ucap Callista sambil menyerahkan kadonya.


Michael pun langsung membuka kado dari putri bungsunya. Matanya hampir meneteskan air mata saat meelihat bingkai foto keluarganya. Ia melihat kedua putrinya yang masih bayi, remaja hingga kini mereka tengah memiliki seorang suami. Michael tersenyum bahagia.


"Terimakasih sayang" ucap Michael dan Callista pun langsung terenyum.

__ADS_1


Tidak hanya bingkai foto, Callista pun membelikan salah satu koleksi dari jam tangan merek Rolex edisi terbaru untuk ayahnya.


"Jam ini sangat mahal, apa Daniel yang membelikannya?" ledek Michael.


Callista mendengus kesal pada ucapan ayahnya "Papa, uang suami ku adalah uang ku juga" seru Callista yang membuat semua orang tertawa.


"Tapi tenang pa, Daniel sudah membelikan papa mobil sport keluaran terbaru" lanjut Callista.


"Terimakasih sayang" jawab Michael.


"Pa, ini kado dari ku" Jessica langsung memberikan sebuah map untuk ayahnya.


"Apa ini?" Michael mengernyitkan dahinya.


"Bukalah pa" pinta Jessica.


Saat Michael membuka map ternyata paket liburan romantis ke Turkey, Michael pun langsung tersneyum.


"Papa harus bulan madu lagi dengan mama" sambung Callista.


"Baiklah" ucap Michael sambil melirik istrinya.


"Michael, ini kado dari kami" Gio memberikan sebuah kotak kepada Micahel dan Michael pun langsung menerimanya.


"Terimakasih Gio"


Saat Michael membukanya, Michael langsung tersenyum melihat kamera DSLR yang berada di dalam kotak.


"Kalian akan berbulan madu lagi bukan? aku rasa kalian membutuhkan kamera. Untunglah aku bertanya pada Jessica kado apa yang tepat untuk kalian" sambung Alin.


Prokk.. prokkkk


Suara tepuk tangan yang membuat seluruh orang yang berada di dalam menoleh melihat ke arah suara tepukan tangan. Wajah seluruh orang di sana terkejut saat melihat beberapa orang mulai masuk.


"Apa kabar Michael?" tanya pria itu.


Gio langsung menarik istrinya berlindung di belakangnya. Sedangkan Callista berdiri di depan ibu dan kakaknya.


Callista memberikan kode pada David dan David pun langsung mengangguk.


"Apa yang kau ingin kan Alvonso?" seru Michael yang menatap tajam Alvonso.


Pria yang bertepuk tangan itu adalah Alvonso.


"Ah, kenapa kau tidak menyambut ku dengan baik?" balas Alvonso dengan senyum liciknya.


"Tidak ada tempat untuk mu disini, tapi karena kau sudah datang. Itu artinya kau mengantarkan kematian mu disini" seru Michael.


"Aku hanya ingin memperlihatkan mu seorang pria yang akan menjadi menantu mu" seru Alvonso.


Tidak lama setelah ucapan Alvonso, seorang pria berjalan masuk ke dalam. Callista terkejut saat melihat pria itu masuk kedalam.


"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan calon mertua ku" ucap pria itu.


"Apa yang kau lakukan disini Mike!" bentak Callista.

__ADS_1


"Jadi kau Mike Linfard? yang menyukai putri ku?" seru Michael sambil tersenyum.


"Benar, aku datang kesini khusus untuk menjemput putri mu." jawab Mike.


"Dan aku datang kesini, untuk berurrusan dengan mu Michael" seru Alvonso.


"Jadi kalian bekerja sama? tepat sekali kalian datang di waktu yang tepat. Perayalah para pengawal ku akan datang dan menangkap kalian" seru Michael.


Tidak lama kemudian David berlari ke arah Michael dan berbisik di telinga Michael.


"Tuan, beberapa pengawal kita di berikan racun di minumannya. Kita hanya memilliki sedikit pengawal yang kini tengah bertarung di depan" bisik David.


Michael yang mendengar ucapan David rahangnya mengeras, dia benar-benar marah. Sedangkan Callista pun lansung maju mendekat ke arah ayahnya dan David.


"David, Nick dimana?" tanya Callista.


"Nick sedang melawan anak buah mereka di depan nona" jawab David.


"David, lindungi mertua ku" perintah Callista pada David sambil melirik Alin.


"Baik nona"


"David kau cukup lindungi istri ku saja, aku bisa melindungi diri ku" pinta Gio.


"Tapi tuan-" belum selesai David berbicara, Gio sudah memotong ucapannya.


"Aku bisa melindungi diri ku, kau tidak perlu mengkhawatirkan ku" ujar Gio.


"Baik tuan"


"Pa" ucap Alin dengan wajah yang ketakutan.


"Tenang lah ma" Gio menenangkan istrinya.


Callista mendekat ke arah Mike.


"Apa yang kau inginkan?" Callista masih menatap tajam Mike.


"Mudah sekali, kalian mencari ku bukan? tapi sayangnya kalian tidak bisa menemukan ku. Sekarang, aku minta kau ikut dengan ku" seru Mike.


"Beraninya kau meminta putri ku untuk ikut dengan mu!!" bentak Michael.


"Pa, tenanglah. tikus ini pasti aku bisa hadapi" Callista menatap ayahnya.


"Mike Linfard, lebih baik aku mati dari pada harus ikut dengan mu" seru Callista.


"Baiklah, bagaimana kita bertarung? jika kau kalah dari ku, kau harus ikut dengan ku dan hari ini penampilan mu sangat sempurna" seru Mike yang ingin menyentuh wajah Callista tapi dengan cepat Callista langsung menepis tangan Mike.


***


Follow Ig Author : abigailranadewi


Pasti penasaran? et sabar ya author harus nulis novel lain wkwk


Like,coment dan vote setiap karya author.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian.


__ADS_2