Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 40 - Persiapan Ulang Tahun Callista


__ADS_3

Waktu berjalan dengan cepat, Callista telah menyelesaikan seluruh pekerjaannya. Kini dia hanya menunggu Daniel datang menjemputnya. Daniel mengatakan jika 10 menit lagi dia sudah sampai. Callista memilih untuk menunggunya di lobby perusahaan. Callista mulai meninggalkan ruang kerjanya, lalu mulai berjalan ke arah lobby perusahaannya.


Sekitar 15 menit Callista menunggu, dia melihat mobil bugatti Daniel memasuki lobby perusahaan. Tepat saat mobilnya sampai di depan lobby, Daniel segera turun dari mobil dan membuka kan pintu untuk kekasihnya.


“Sorry sweethear, kamu jadi menunggu” Ucap Daniel sambil membuka kan pintu untuk Callista. Dan Callista pun kini sudah duduk di dalam mobilnya.


“Bagaimana kerja mu di kantor?” Tanya Daniel sambil mengendarai mobilnya melaju meninggalkan lobby perusahaan kekasihnya itu.


“Aku baik, tadi Edward datang” Ucap Callista langsung mengatupkan mulutnya.


“Aduh, kenapa jadi keceplosan begini” Gumam Callista dalam hati.


“Untuk apa Edward datang” Tanya Daniel dingin ke arah Callista.


“Hem,tentu tentang pekerjaan. Kamu kan tahu, perusahaan ku dan perusahaannya bekerja sama” Ujar Callista yang mencari alasan. Untungnya memang perusahaan miliknya dan milik Edward bekerja sama.


“Kalian hanya membahas pekerjaan?” Tanya Daniel yang masih curiga.


“Tentu sayang, memang apa lagi? bukankah kamu sudah mengumumkan hubungan kita di media. Tentu Edward pun sudah mengetahui itu” Jawab Callista yang terpaksa berbohong. Jika dia jujur dengan apa yang di ucapkan Edward hari ini. Dia yakin Daniel pasti akan marah besar dan bahkan akan menghampiri Edward.


“Bagaimana dengan pekerjaan mu?” Tanya Callista yang mencoba mengalihkan fikiran Daniel.


“Ya, semuanya baik, aku mungkin akan membuka beberapa cabang perusahaan ku di Australia” Ucap Daniel yang membuat Callista tersenyum bangga pada kekasihnya. Dia tahu jika dia memiliki pria yang sangat hebat.


“Kamu memang sangat hebat sayang” Ucap Callista sambil mecium pipi Daniel.


“Kenapa kamu hanya mencium pipi ku?"


“Kamu sedang menyetir, nanti jika sudah sampai di apartementku. Aku akan mencium bibir mu”Callista sudah tahu pasti Daniel akan protes jika dia mencium pipinya.


“Aku suka kamu mulai berani” Daniel sambil mengelus rambut kekasihnya.


“Oiya sayang, aku juga ingin memberitahu mu sesuatu” Ucap Callista.


“Katakan, ada hal apa sweetheart?” Tanya Daniel yang kini penasaran.


“Aku mendapatkan uang dari keuntungan perusahaan cabang milik ayah ku yang aku pimpin. Rencananya aku akan mengalihkan uang ku untuk membuka restaurant di Asia seperti Korea selatan, Hong kong, Jepang dan Singapore”


Daniel tersenyum mendengar ucapan kekasihnya.


“Aku tahu, kamu adalah putri dari Michael Hutomo. Darah bisnis ayah mu memang sangat hebat. Aku mendengar kakak mu sangat hebat dalam memimpin perusahaan kalian. Dan sekarang kekasih ku, putri bungsu dari Michael Hutomo sangat hebat dalam mengelola bisnis keluarganya dan bisnisnya sendiri” Ucap Daniel yang bangga dengan Callista.


“Aku masih belajar, belum sehebat diri mu dan kakak ku” Seru Callista.


“Aku percaya pada mu sweetheart” Ujar Daniel.


Mobil Daniel telah sampai di apartement milik Callista, Daniel mulai memasuki lobby apartement kekasihnya .


“Kamu hati-hati ya” Ujar Callista, saat Callista hendak turun Daniel menarik tangan Callista.

__ADS_1


“Kamu lupa dengan janji mu tadi hem?” bisik Daniel di telinga Callista.


“Astaga kau ini hemmppt” Belum selesai Callista bicara, Daniel sudah duluan mencium bibir Callista. Callista mulai hanyut dengan ciuman Daniel, dan ia pun kini membalas ciuman Daniel.


Sekitar 5 menit kemudian, Daniel melepaskan ciumannya.


“Yasudah kamu hati-hati ya” Ucap Callista kembali dan Daniel pun mengangguk.


Callista berjalan masuk ke apartementnya dan saat melihat Callista sudah berjalan masuk. Daniel mulai meninggalkan apartement kekasihnya.


Di dalam perjalanan, Daniel memikirkan tentang kejutan ulang tahun yang akan dia berikan untuk Callista.


Drrttt


Drtttt


Suara Handphone Daniel.


Saat Daniel melihat nomor yang tertera di layar handphonenya, itu adalah nomor asing yang tidak tersimpan di kontak handphonenya.


“Hallo” Ucap Daniel


“Hallo Daniel, ini aku Jessica”


“Iya Jes, ada apa?”


“Iya aku sudah tahu dan aku juga sudah membeli kado untuknya”


“Bagus kalau begitu, begini aku sudah merencanakan kejutan ulang tahun untuk adik ku. Aku juga sudah mengundang teman-teman Callista serta teman-teman mu juga. Kami merayakan di salah satu hotel milik keluarga kami. Maaf aku baru memberitahu mu, aku benar-benar lupa jika belum memberitahu mu”


“Tidak apa, kalau begitu aku juga senang mendengarnya. Besok jam 7 malam aku akan membawa Callista ke hotel”


“Baiklah, aku percaya pada mu”


Daniel memutuskan panggilan teleponnya.


Saat Daniel meletakan handphonenya, ada seseorang yang menyebrang jalanan tanpa melihat mobil yang tengah melewatinya.


Brakkkk


Daniel menyerempet seseorang, Daniel menghentikan mobilnya, lalu ia keluar dari mobilnya.


“Maaf nona, mari saya bawa anda ke rumah sakit” Ucap Daniel yang tidak enak melihat seorang gadis yang dia tambrak.


“Tidak Tuan, saya yang tidak melihat saat menyebrang jalan” Ujar gadis asing itu yang terus melihat Daniel. Dia terpesona saat melihat wajah pria di hadapannya ini.


"Astaga pria ini sangat tampan" Gumam gadis itu dalam hati.


“Tidak apa, kaki mu terluka”

__ADS_1


“Ini hanya lecet Tuan, tidak masalah”


“Yasudah aku akan mengantar mu”


Daniel membantu gadis asing itu memasuki mobilnya. Gadis asing itu terus menganggumi mobil yang dia tumpangi.


“Siapa nama mu?” Tanya Daniel sambil mengendarai mobil.


“Nama saya Amel tuan”


“Maaf aku sudah membuat kaki mu luka amel”


“Ini semua salah saya Tuan, maaf jika boleh saya tahu. Siapa nama anda tuan?” Tanya Amel ke arah Daniel.


“Nama ku Daniel, kamu mau kemana sekarang? Aku bisa mengantarkan mu”


“Bisakah tuan mengantarkan ku ke apartement ku, ini hanya luka kecil. Aku bisa mengobatinya. “


“Baik dimana apartement mu?”


“Tidak jauh dari sini tuan, sekitar hanya 800 meter lagi”


Tidak lama kemudian Daniel memasuki mobilnya ke apartement milik gadis yang baru saja dia tabrak.


“Amel ambil ini” Daniel menyerahkan amplop coklat padanya yang telah dia ambil dari tasnya.


“Tida tuan, saya hanya luka kecil”


“Amel, ambilah. Aku hanya ingin bertanggung jawab. Bagaimana pun aku yang membuat luka di kaki mu. Tolong ambil lah” Perintah Daniel.


“Astaga dia sangat tampan dan juga baik. Berada di dekatnya membuat ku tidak berhenti melihat wajahnya” Gumam Amel dalam hati.


“Terimakasih Tuan” Ucap Amel yang sudah mengambil amplop yang di berikan Daniel.


Saat Daniel melihat Amel berjalan memasuki apartementnya, Daniel melajukan mobilnya meninggalkan apartement itu. Dia harus kembali ke apartementnya untuk segera mengabari kekasihnya. Karena sudah menjadi kebiasaan untuknya menghubungi kekasihnya jika dia sudah sampai di apartementnya. Terlebih besok dia harus memberikan kejutan untuk kekasihnya itu.


“Besok aku yakin kejutan yang aku berikan akan membuat mu bahagia sweetheart” Gumam Daniel pelan.


**********


Masih bakal up lagi.


Jadi ayo vote yaa, biat author terus semangattt.


vote yang banyak yaa.


Like dan coment juga.


Terimakasih atas dukungan kalian selama ini. 😘

__ADS_1


__ADS_2