Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 43 - Sarapan Bersama


__ADS_3

Pagi hari Callista sudah bersiap menuju Queen Hospital. Hari ini masih menjadi jadwalnya di Queen Hospital. Semalam Callista benar-benar tidur sangat pulas. Sekarang setiap ia membuka matanya ia selalu melihat cincin berlian yang sangat cantik melingkar di jari manisnya. Hingga saat ini dia masih belum percaya jika Daniel telah melamarnya.


Pertemuannya dengan Daniel sangatlah singkat, kemudian masalah diantara keluarga mereka ternyata memperkuat hubungan mereka. Callista sangat yakin Daniel adalah pria yang tepat untuk menjadi suaminya. Daniel memiliki sifat yang sangat bertanggung jawab. Ia pun sangat pekerja keras. Menjadi seorang Nyonya Renaldy benar-benar seakan mimpi untuknya. Dulu menurut Callista sifat Daniel sangat menyebalkan. Ia selalu memaksakan apapun yang ia ingin lakukan.


Sebenarnya Callista sangat bersyukur dengan takdir yang telah di rencanakan Tuhan. Jika dulu ibunya menikah dengan ayahnya Daniel, mugkiin ia dan Daniel tidak akan mengalami kisah cinta seperti saat ini.


Callista sudah mengemudikan mobil buggati berwarna merah, yang telah Daniel berikan padanya. Mobil impian yang sejak dulu Callista ingin membelinya. Tapi karena Callista lebih memilih untuk mengembangkan bisnis restaurantnya, terpaksa uangnya di alokasikan untuk bisnis restaurant. Sebenarnya bukan tidak mampu Callista membeli, bisa saja ia meminta pada ayahnya. Tapi Callista tidak ingin ayahnya membuang uang untuk sebuah mobil yang harganya sangat mahal.


Perusahaan cabang yang Callista pimpin kini sudah menjadi miliknya. Itu artinya tanggung jawab Callista semakin besar. Karena ia tidak ingin membuat ayahnya kecewa jika ia salah dalam mengelola perusahaan yang sudah di berikan oleh ayahnya.


Sesampainya di lobby Queen Hospital, Callista memarkiran mobil buggatinya dengan cantik. Banyak orang yang melihat mobil mewah yang terparkir di parkiran Queen Hospital. Karena orang yang melihat pasti sudah tahu jika pemilik mobil mewah ini sudah pasti orang yang memiliki harta berlimpah. Hanya pengusaha kelas atas yang mampu membeli mobil mewah ini.


Callista berjalan memasuki lobby rumah sakit, ia melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya.


“Hi calon Nyonya Renaldy"Ledek Olivia yang sudah berada di dalam ruang kerja Callista.


“Kau ini mengagetkan ku saja!” Seru Callista yang kesal karena Olivia benar-benar menganggetkannya.


“Bagaimana perasaan mu yang telah di lamar oleh kekasih mu yang kaya raya itu?” Tanya Olivia.


“Bicara apa kau ini. Sudah pasti aku sangat bahagia. Kemarin adalah hal terindah dalam hidup ku” Jawab Callista sambil tersenyum membayangkan tadi malam.


“CK! Tapi aku kesal dengan mu” Gerutu Olivia.


“Memangnya apa yang aku lakukan?” Tanya Callista sambil mengernyitkan dahinya.


“Kau memberikan kue untuk Daniel. Harusnya setelah Ka Jessica kau biasanya memberikan untuk ku. Sekarang kau berikan pada Daniel. “


“CK! Yang benar saja kau ini. Sudah jangan marah, aku akan mentraktir mu makan sepuasnya” Ujar Callista.


“Baiklah, tapi sebenarnya aku bahagia Cal. Sekarang kamu menemukan pria yang tepat untuk hidp mu”


“Oliv, aku yakin kamu juga akan mendapatkannya”


“Entahlah”


“Liv, tapi tadi malam aku melihat mu dekat sekali dengan Taylor. Apa kamu tidak menyukainya? Dia tampan dan juga memliki bisnis yang bagus” Ujar Callista yang berusaha meyakinkan Olivia.


“Bicara macam apa kau ini! Sudah jangan bicara sembarangan. Aku tidak menyukai nya. Lagi pula dia itu pemiliki club malam, sudah pasti dia suka berganti wanita tiap malam. Aku tidak mau memiliki pria seperti itu”


“Kamu ini! Sudah berfikir buruk saja. Mengenal saja belum”


“Sudah ayo, aku lapar” Ajak Olivie sambil menarik Callista. Olivia sengaja mengakhiri pembicaraan. Jika tidak Callista akan terus berusaha menjodohkannya dengan Taylor.

__ADS_1


“Oke, tapi kita keruang kerja Grace juga ya. Aku mau mengajaknya juga”


“Baiklah”


Callista dan Oliiia berjalan menuju ruang kerja Grace.


Tok


Tok


Suara ketukan pintu


“ Masuk”


“Grace?”


“Callista eh kakak ipar?”


“Grace ayo kita ke caffe dekat rumah sakit, tadi pagi aku belum sarapan” Ajak Callista.


“Baiklah, ayo kita kesana”


Kini mereka berjalan menuju salah saatu caffe terdekat dari Queen Hospital. Dan mereka sudah memlih tempat duduk di Caffe itu. Callista sudah memesan minuman dan sandwich untuk mereka bertiga.


“Tentu, ada apa grace?”


“Bagaimana bisa kamu bertemu dengan kakak ku? Aku hanya penasaran”


“Oh itu, itu benar-benar kejadian bodoh”


Callista pun menceritakan pertama kali bertemu dengan Daniel. Saat dirinya menghajar anak buah ayahnya yang berusaha menariknya pulang kerumah. Callista menabrak Daniel sampai Daniel berteriak padanya. Seluruh kejadian yang ada di Marien Caffe, Callista menceritakan semuanya. Grace yang mendengarnya benar-benar ingin tertawa dengan kakak iparnya ini.


“Kakak ipar kau benar-benar hebat” Puji Grace.


“Sudahlah, aku malu. Itu sebenarnya karena ulah ayah ku. Dia tidak mau sabar menunggu ku pulang”


“Tapi kau ini sedikit mirip dengan ku”


“Benarkah?”


“Iya benar, aku pun sama dengan mu. Aku kabur dari rumah lalu tinggal di Paris. Hanya aku tidak setangguh diri mu bisa menghajar anak buah ayah mu. Ketika ayah ku memaksa ku pulang terpaksa aku harus mengikutinya. Aku tidak memiliki pilihan.”


“Grace, serkarang sudah ada aku dan Olivia menjadi teman mu. Aku harap kamu tidak meninggalkan Los Angeles lagi”

__ADS_1


“Tenang saja, semenjak ada kamu dan Olivia. Aku sangat suka tinggal di sini”


“Grace bolehkan aku bertanya dengan mu?” Tanya Olivia ke arah Grace.


“Iya Oliv, ada apa?”


“Apa kamu sudah memiliki kekasih?” Tanya Olivia kembali.


“Belum, saat aku meninggalkan paris.Aku sudah putus dengan kekasih ku.” Ujar Grace.


“Tapi, aku menyukai seseorang disini” Grace sambil tersenyum.


“Menyukai seseorang? Siapa Grace?” Tanya Callista yang penasaran dengan pria yang di sukai grace.


“Dia adalah dokter baru dan tampan di Queen Hospital. Aku benar-benar menyukainya” Ujar Grace.


“Maksud mu Dokter Mike?” Tanya Olivia yang terkejut mendengar ucapan Grace.


“Benar Dokter Mike” Ucapan Grace membuat Callista tersedak saat menghabiskan minumannya.


Uhuhgg...Uhugggg


“Pelan-pelan saja kakak ipar. Ini air putih untuk mu” Grace memberikan air mineralnya untuk Callista. Dan Callista pun meminumnya.


“Grace, kau menyukai mike?” Tanya Callista kembali.


Grace mengangguk dan tersenyum.


“Benar, aku bahkan selalu mengajak nya keluar untuk makan malam bersama. Tapi dia selalu menolak ku. Mungkin dia sudah memiliki kekasih. Tapi sebenarnya aku sudah mencari tahu tentangnya, dia tidak memiliki kekasih. Atau mungkin dia memang tidak menyukaiku” Tutur Grace dengan wajah sedikit kecewa.


Callista menghela nafas dalam, dia benar-benar tidak enak dengan Grace. Jika Grace tahu pria yang dia sukai selalu mengajak Callista keluar, pasti Grace akan kecewa.


“Bagaimana ini, kenapa Grace harus menyukai Mike” Gumam Callista dalam hati.


**********


Maaf Author telat up.


Lagi ada yang author kerjain.


Dan soal Amel, tenang saja ya. Author juga enggak suka sama pelakor. Rasanya kalau ada pelakor mau author basmi hehe


Jangan lupa like, coment dan vote yang banyak ya.

__ADS_1


__ADS_2