
Grace kini sudah bersiap menunggu Edward menjemputnya. Penampilan Grace hari ini benar-benar sangat cantik. Ia memakai long dress berwarna maroon lengan panjang. Namun memperlihatkan punggung mulus miliknya. Ia memadukan dengan kalung berlian yang cantik. Setelah selesai make up, ia langsung mengambil clucth miliknya dan langsung turun ke bawah.
Grace melihat ayah dan ibunya tengah asik mengobrol, ia langsung berjalan menghampiri kedua orang tuanya.
"Ma, pa" panggil Grace.
"Sayang, anak mama cantik sekali" ucap Alin yang terus menatap putrinya.
"Kamu mau keman nak?" tanya Gio.
"Ma, pa malam ini aku akan makan malam dengan ibunya Edward" jawab Grace.
"Bagus kalau begitu, nanti kalau waktunya tepat. Kamu juga harus pertemukan mama dan papa dengan Edward" ucap Alin.
"Tentu ma"
"Ma pa, ada suara mobil. Mungkin Edward sudah datang. Kalau begitu aku pamit dulu ya ma" ucap Grace.
"Iya sayang" balas Alin.
"Hati-hati nak" ucap Gio.
Grace langsung keluar, tidak lupa ia meminta pelayannya untuk membawakan lukisan yang ia sudah beli.
Dan benar saja, Edward sudah turun dari mobilnya. Saat Edward turun dari mobil, ia menatap gadis cantik yang kini tengah menyambutnya.
Edward langsung berjalan menghampiri gadis cantik itu.
"You look awesome" ucap Edward yang terus menatap Grace.
Grace pun langsung tersenyum ramah.
Edward mengenggam tangan Grace dan membukakan pintu mobilnya. Dan tidak lupa lukisan yang di bawa pelayan telah di masukan ke mobil Edward.
Kini mobil Edward berjalan meninggalkan mansion keluarga Renaldy.
"Grace" panggil Edward sambil menyetir.
"Ya" Grace langsung menoleh.
"Kau membawa apa?" tanya Edwrad yang sejak tadi penasaran dengan bingkisan yang di bawa oleh pelayan.
"Aku membawakan lukisan untuk ibu mu, aku harap ibu mu menyukainya" jawab Grace yang membuat Edward tersenyum.
"Aku tidak menyangka, kekasih ku sangatlah perhatian. Terimakasih sayang" ucap Edward.
Jarak dari mansion keluarga Renaldy menuju mansion Edward sekitar satu jam tiga puluh menit. Dan mereka kini sudah tiba di mansion milik Edward. Mansion milik Edward juga tidak kalah mewah dengan mansion milik keluarga Renaldy. Memang Edward membeli mansion ini berkat dari kerja kerasnya.
Edward memarkirkan mobilnya di mansion, lalu ia turun dari mobil. Edward juga membawa lukisan yang di siapkan oleh Grace.
__ADS_1
Para pelayan yang melihat tuannya datang, mereka langsung menyapa Edward dan Grace dengan sopan.
Edward membawa Grace ke ruang makan, karena memang ibunya tengah menunggu.
"Ma" panggil Edward saat mereka sudah tiba di ruang makan.
"Sayang, kamu sudah pulang?" Sandra langsung menghampiri Edward.
"Iya ma, dan kenalkan ini Grace"
"Kau sangat cantik nak" puji Sandra.
"Terimaksih bibi, bibi pun sangat cantik" ucap Grace.
"Ma, ini Grace membawa lukisan untuk mama" Edward meletakan lukisan itu di atas meja.
Sandra langsung membuka lukisan itu, saat ia membuka betapa terkejut ia mendapatkan lukisan dari seorang pelukis ternama di Italia. Harganya pun sangatlah mahal, tidak sembarang orang yang bisa membeli lukisan itu.
"Sayang, kamu membelikannya untuk ku?" tanya Sandra.
"Iya bibi, aku dengar dari Edward jika bibi menyukai lukisan. Aku harap bibi menyukai pemberian dari ku ini" jawab Grace sambil tersenyum.
"Tentu nak, aku pasti menyukai ini. Terimakasih banyak sayang, dan lukisan ini sangat mahal. Aku tidak enak menerimanya" ujar Sandra.
"No bibi, aku mohon jangan berbicara seperti itu." balas Grace yang membuat Sandra tersenyum .
"Yasudah ayo kita makan dulu" ajak Sandra.
"Grace kamu sangat cantik, kalau boleh bibi tahu apa pekerjaan mu nak?" tanya Sandra.
"Aku adalah dokter specialist kandungan bibi" jawab Grace sambil tersenyum.
"Kau dokter? aku sangat menyukai jika memilki menantu seorang dokter" balas Sandra.
"Benar bibi, aku dokter"
"Oh ya, bibi lupa. Apa nama belakang keluarga mu?" tanya Sandra.
Grace melirik Edward, mendengar pertanyaan Sandra itu artinya Edward belum menceritakan jika Grace adalah adik dari Daniel Renald.
"Aku Grace Renaldy bibi, adik dari Daniel Renaldy" jawab Grace dengan sopan.
Sandra yang mendengar Grace adalah adik dari Daniel Renaldy, tentu saja ia sangat terkejut. Edward memang menceritakan memiliki kekasih yang cantik dan pintar. Hanya saja Edward tidak memberitahu jika kekasihnya adalah putri dari keluarga Renaldy.
"Kamu putri bungsu keluarga Renaldy?" tanya Sandra yang masih terkejut.
"Benar bibi, ibu ku Alin Renaldy dan ayah ku Gio Renalddy" jawab Grace.
"Edwrad sangat beruntung memiliki kekasih seperti mu, bahkan suatu kehormatan putri dari keluarga Renaldy datang bertemu dengan ku" ujar Sandra.
__ADS_1
"Aku pun begitu bibi, suatu kehormatan bagi ku bertemu dengan bibi. Bibi telah mendidik dan membesarkan Edward hingga membuatnya sangat hebat. Aku sangat kagum dengan bibi" balas Grace yang membuat Sandra tersenyum.
Edward yang mendengar ucapan Grace, ia langsung menoleh ke arah Grace. Benar saja, Edward benar-benar jatuh cinta dari sikap Grace. Ia tidak menyangka jika putri keluarga Renaldy bersikap sangat anggun dan bijaksana. Bahkan tidak memperdulikan status seseorang. Bahkan Grace sangat menghargai ibunya.
"Kamu gadis yang sangat baik dan anggun." puji Sandra.
Mereka pun kini tenga selesai menikmati makan malam mereka, tidak lama kemudian Grace berpamitan pulang. Dan Edward mengantarkan Grace pulang.
Sandra yang melihat putranyaa kini mendapatkan gadis yang baik, ia sangat bahagia. Terlebih ia mendapatkan menantu seorang dokter. Memang impian dia adalah mempunya menantu seorang dokter, ia sangat bahagia saat ini.
Mobil Edward kini meninggalkan mansionnya dan menuju mansion Grace.
"Grace" panggil Edward sambil menyetir.
"Ya?"
"Terimakasih Grace"
"Untuk?" Grace mengerutkan dahinya.
"Untuk kamu bersikap baik pada ibu ku, untuk kamu yang menghargai ibu ku, dan untuk kamu yang sangat bersikap bijaksana. Kamu tidak melihat status ibu ku yang sendiri. kau tidak perduli dengan keadaan keluarga ku yang tidak utuh. Bahkan kau tidak memperdulikan status ku yang di bawah mu" ujar Edward.
Grace menyentuh bahu Edward.
"Kenapa kamu mengatakan status mu di bawah ku Edwrad? kau adalah pria yang sangat hebat, kau bekerja keras hingga perusahaan mu sebesar ini. Harusnya aku yang tidak ada apa-apanya dengan mu. Aku lahir dari keluarga terpandang, itu hanya sebuah keberuntungan saja. Tapi sebenarnya, jika aku bukan lahir dari keluarga kaya, aku belum tentu bisa seperti mu Edward" tutur Grace.
"Jadi, jangan lagi kamu mengatakan pada ku jika status mu di bawah ku. Kau memilki perusahaan besar, dan akan membuka cabang perusahaan mu. Aku sangat bangga memilki mu. Dan ibu mu, dia adalah wanita hebat yang berada di samping mu. Dia menyayangi mu, mencintai mu dan mendidik mu dengan sangat baik. Aku akan menyayangi seluruh keluarga mu. Terlebih ibu mu, aku pasti akan sangat menghormatinya" lanjut Grace.
Edward yang mendengar penuturan Grace, ia langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan. Grace sempat bingung kenapa Edward menepikan mobilnya di pinggir jalan.
Edwward langsung menarik tangan Grace dan mencium bibir Grace dengan sangat lembut. Edward mulai menghisap dan mencecapi bibir Grace. Awalnya Grace terkejut saat Edwar menciumnya, namun Grace langsung mengalungkan tangannya di leher Edward. Grace langsung membalas ciuman Edward.
Mereka kini terbuai dengan ciuman mereka, lidah mereka saling berpagutan, Tidak lama lemudian Edward melepaskan ciumannya.
"Terimakasih telah menjadi sosok gadis yang aku cari selama ini. Aku tidak pernah berhenti bersyukur karena Tuhan memberikan mu dalam hidup ku" ujar Edward.
Grace mengecup dengan lembut bibir Edward.
"Terimakasih telah menjadi sosok pria yang aku cari selama ini. Aku pun sama seperti mu, aku sangat bersykur karena Tuhan memberikan mu dalam hidup ku" balas Grace.
Edward menarik tangan Grace dan memeluk Grace dengan Erat.
***
Follow Ig Author : abigailranadewi
Maaf kalau ada typo
Like, coment dan vote terus ya.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan kalian.